‹ Daftar slidePertemuan 2: Jenis Produk dan Layanan Keuangan
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Financial Service and Consumer
Pertemuan 2 — Jenis Produk dan Layanan Keuangan
Mengenal peta besar produk perbankan, asuransi, dan investasi yang tersedia bagi konsumen, beserta manfaat dan risikonya masing-masing.
RPS MINGGU 2 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memetakan jenis-jenis produk keuangan utama serta manfaat dan risikonya. Secara rinci:
CAPAIAN 1 — PERBANKAN
PRODUK BANK
Mengidentifikasi produk simpanan, pinjaman, dan jasa pembayaran yang ditawarkan bank umum.
CAPAIAN 2 — ASURANSI
PRODUK PROTEKSI
Membedakan asuransi jiwa, kesehatan, dan umum beserta mekanisme premi dan klaimnya.
CAPAIAN 3 — INVESTASI
PRODUK PERTUMBUHAN
Mengenal saham, obligasi, dan reksa dana sebagai sarana pengembangan kekayaan.
CAPAIAN 4 — RISIKO & BIAYA
TIMBANGAN UNTUNG-RUGI
Menghitung dan membandingkan bunga, biaya, dan fee yang melekat pada tiap produk.
Satu Rekening, Berapa Banyak "Produk"?
Saat Anda membuka aplikasi BCA mobile atau Livin' by Mandiri, sebenarnya Anda sedang berhadapan dengan puluhan produk keuangan berbeda dalam satu genggaman.
YANG TERLIHAT
SATU APLIKASI
Tabungan, kartu debit, transfer, top up e-wallet—semua tampak seperti satu layanan tunggal.
YANG SEBENARNYA
BANYAK PRODUK
Setiap fitur adalah produk terpisah dengan skema biaya, bunga, dan risiko masing-masing.
Tanpa peta yang jelas, konsumen mudah terjebak biaya tersembunyi atau salah pilih produk. Itulah yang akan kita bongkar hari ini.
Bagian 1 dari 3
Produk Perbankan
Simpanan, pinjaman, dan jasa pembayaran — fondasi layanan keuangan sehari-hari.
Produk Simpanan (Funding)
Bank menghimpun dana masyarakat melalui tiga bentuk simpanan utama, masing-masing dengan trade-off likuiditas vs bunga.
TABUNGAN
LIKUIDITAS TINGGI
Dapat ditarik kapan saja lewat ATM/aplikasi. Bunga rendah (~1–3% per tahun), cocok dana harian.
DEPOSITO BERJANGKA
TERIKAT WAKTU
Dana "dikunci" 1–24 bulan; bunga lebih tinggi (~4–6%), penarikan dini kena penalti.
GIRO
UNTUK TRANSAKSI BISNIS
Ditarik dengan cek/bilyet giro; umum dipakai UMKM dan perusahaan untuk arus kas usaha.
Prinsip dasar: semakin lama dana "dikunci", semakin tinggi bunga yang ditawarkan bank sebagai kompensasi hilangnya likuiditas Anda.
Produk Kredit (Lending)
Di sisi lain neraca, bank menyalurkan dana yang dihimpun sebagai berbagai jenis kredit kepada konsumen dan pelaku usaha.
KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) — agunan kendaraan itu sendiri.
Kartu Kredit — kredit revolving tanpa agunan, bunga tinggi.
KTA (Kredit Tanpa Agunan) — cair cepat, bunga relatif tinggi.
KREDIT PRODUKTIF
KUR (Kredit Usaha Rakyat) — bersubsidi pemerintah untuk UMKM.
Kredit Modal Kerja — membiayai operasional harian usaha.
Kredit Investasi — membiayai ekspansi/pembelian aset usaha.
Hitung dari Nol: Bunga Efektif KTA
Seorang nasabah meminjam Rp 20.000.000 KTA dengan bunga flat 1,5% per bulan selama 12 bulan. Berapa total bunga dan cicilan bulanan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Bunga per bulan (flat)
1,5% × Rp 20.000.000
Rp 300.000
2. Total bunga 12 bulan
Rp 300.000 × 12
Rp 3.600.000
3. Total kewajiban
Rp 20.000.000 + Rp 3.600.000
Rp 23.600.000
4. Cicilan per bulan
Rp 23.600.000 ÷ 12
Rp 1.966.667
BUNGA EFEKTIF TAHUNAN (APPROX)
18%
Bunga flat 1,5%/bulan × 12 ≈ 18% per tahun — jauh lebih tinggi dari yang "terdengar kecil"
Jasa Pembayaran dan Perbankan Digital
Selain simpanan dan kredit, bank juga menjual "jasa"—memindahkan dan memfasilitasi uang Anda dengan biaya (fee).
TRANSFER & KLIRING
RTGS / BI-FAST
Transfer antar bank real-time; BI-FAST menekan biaya jadi Rp 2.500 per transaksi.
QRIS & E-WALLET
PEMBAYARAN DIGITAL
Satu kode QR untuk semua e-wallet (GoPay, OVO, Dana) — interoperabilitas BI.
BANK DIGITAL
TANPA CABANG FISIK
Jago, SeaBank, Blu—operasional penuh lewat aplikasi, biaya admin umumnya lebih murah.
Bagian 2 dari 3
Produk Asuransi
Mengalihkan risiko finansial dari individu ke perusahaan asuransi melalui mekanisme premi.
Tiga Kelompok Besar Asuransi
Asuransi diklasifikasikan berdasarkan objek yang dilindungi—jiwa manusia, kesehatan, atau harta benda.
ASURANSI JIWA
PROTEKSI PENDAPATAN
Manfaat cair saat tertanggung meninggal dunia; melindungi keluarga dari hilangnya penghasilan.
ASURANSI KESEHATAN
BIAYA MEDIS
Menanggung biaya rawat inap/jalan; melengkapi BPJS Kesehatan untuk fasilitas lebih tinggi.
ASURANSI UMUM
HARTA & TANGGUNG JAWAB
Kendaraan (all-risk/TLO), properti, hingga tanggung gugat pihak ketiga.
Istilah Premi: sejumlah uang yang dibayar tertanggung secara berkala agar risiko finansialnya ditanggung perusahaan asuransi.
Walkthrough: Bagaimana Sebuah Klaim Diproses
Ambil kasus: motor Anda diasuransikan all-risk, lalu mengalami kecelakaan ringan. Bagaimana alur klaimnya?
Tahap
Yang Terjadi
Pihak Terlibat
1. Kejadian
Kecelakaan terjadi, Anda melapor ke asuransi maksimal 3×24 jam
Tertanggung
2. Survei
Petugas asuransi menilai kerusakan dan kelengkapan dokumen
Surveyor
3. Persetujuan
Klaim disetujui sesuai polis; kerugian dihitung dikurangi deductible/risiko sendiri
Perusahaan Asuransi
4. Pembayaran
Dana perbaikan dicairkan ke bengkel rekanan atau tertanggung
Bengkel/Tertanggung
Glosarium: Deductible (risiko sendiri) adalah porsi kerugian kecil yang tetap ditanggung tertanggung, agar klaim-klaim remeh tidak membebani perusahaan asuransi.
Bagian 3 dari 3
Produk Investasi
Mengembangkan kekayaan dengan menanggung risiko pasar — dari saham hingga reksa dana.
Tiga Instrumen Investasi Utama
Konsumen dapat mengakses pasar modal melalui tiga instrumen dasar dengan profil risiko-imbal hasil berbeda.
SAHAM (EQUITY)
KEPEMILIKAN PERUSAHAAN
Membeli saham BBCA di BEI berarti memiliki sebagian kecil perusahaan; imbal hasil dari dividen & capital gain, risiko tinggi.
OBLIGASI (BOND)
SURAT UTANG
Meminjamkan uang ke penerbit (mis. SUN/ORI pemerintah); imbal hasil berupa kupon tetap, risiko lebih rendah dari saham.
REKSA DANA
DIKELOLA MANAJER INVESTASI
Dana banyak investor dikumpulkan lalu dikelola profesional ke saham/obligasi/pasar uang; cocok pemula, minim modal.
Prinsip high risk, high return: saham berpotensi imbal hasil tertinggi tapi fluktuasi harga (volatilitas) juga tertinggi dibanding obligasi atau reksa dana pasar uang.
Hitung dari Nol: Biaya Pengelolaan Reksa Dana
Anda menginvestasikan Rp 5.000.000 di reksa dana saham dengan expense ratio (biaya pengelolaan tahunan) 2%. Berapa biaya yang terpotong dalam setahun?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Biaya pengelolaan tahun 1
2% × Rp 5.000.000
Rp 100.000
2. Asumsi imbal hasil kotor 10%/tahun
10% × Rp 5.000.000
Rp 500.000
3. Imbal hasil bersih setelah biaya
Rp 500.000 − Rp 100.000
Rp 400.000
4. Imbal hasil bersih (%)
Rp 400.000 ÷ Rp 5.000.000
8%
SELISIH AKIBAT BIAYA
2 poin %
Imbal hasil kotor 10% turun jadi bersih 8% hanya karena expense ratio — makin tinggi biaya, makin besar "gerusan" pada return Anda
Peta Perbandingan: Bank vs Asuransi vs Investasi
Tiga kelompok produk ini sering tertukar oleh konsumen awam, padahal tujuannya sangat berbeda.
Aspek
Perbankan
Asuransi
Investasi
Tujuan Utama
Likuiditas & transaksi
Proteksi risiko
Pertumbuhan kekayaan
Kepastian Nilai Pokok
Tinggi (dijamin LPS s.d. Rp 2 M)
Bukan tujuan utama
Tidak dijamin
Potensi Imbal Hasil
Rendah
Bukan tujuan utama
Tinggi (dengan risiko sepadan)
Regulator
OJK & BI
OJK
OJK & BEI
Kombinasi Produk: Piramida Kebutuhan Finansial
Perencana keuangan umumnya menyarankan urutan prioritas dari dasar piramida ke puncak.
Urutan logis: amankan dana darurat di tabungan → lindungi risiko besar dengan asuransi → baru alokasikan sisa dana ke investasi.
Waspadai Biaya Tersembunyi (Hidden Fees)
Selain bunga/imbal hasil yang terlihat jelas, hampir semua produk keuangan membawa biaya tambahan yang sering luput dari perhatian konsumen.
CONTOH DI PERBANKAN
Biaya administrasi bulanan rekening.
Biaya tarik tunai di ATM bank lain.
Denda keterlambatan & bunga berbunga kartu kredit.
CONTOH DI ASURANSI & INVESTASI
Biaya akuisisi di tahun-tahun awal polis unit-link.
Biaya pembelian/penjualan (subscription/redemption fee) reksa dana.
Biaya broker & PPN 11% atas jasa transaksi saham.
Coba Sendiri: Bongkar Tumpukan Biaya Tersembunyi
Geser jenis produk keuangan dan amati bagaimana biaya-biaya kecil yang tersembunyi menumpuk lalu menggerus imbal hasil yang terlihat di brosur.
Studi Kasus: Memilih Produk untuk Karyawan Baru
Andi, 24 tahun, karyawan baru di sebuah startup Jakarta bergaji Rp 8.000.000/bulan, belum punya tabungan darurat maupun asuransi.
Tahap
Rekomendasi
Alasan
1. Prioritas awal
Buka tabungan & kumpulkan dana darurat 3–6 bulan gaji
Fondasi likuiditas sebelum langkah lain
2. Proteksi dasar
Lengkapi BPJS Kesehatan dengan asuransi kesehatan tambahan ringan
Menutup gap biaya rawat inap kelas tinggi
3. Mulai investasi kecil
Reksa dana pasar uang/campuran mulai Rp 500.000/bulan
Membangun kebiasaan investasi risiko rendah dulu
4. Evaluasi berkala
Naikkan porsi saham/reksa dana saham setelah dana darurat aman
Latihan Kelas: Petakan Produk Keuangan Anda Sendiri
Kerjakan secara berpasangan (5–7 menit), lalu 2–3 pasangan akan diminta presentasi singkat.
Instruksi:
Tuliskan semua produk keuangan yang saat ini Anda atau keluarga Anda gunakan (tabungan, kartu kredit, asuransi, reksa dana, dll.).
Kelompokkan tiap produk ke dalam tiga kategori: Perbankan, Asuransi, atau Investasi.
Untuk satu produk, identifikasi minimal satu biaya/fee yang mungkin melekat namun jarang Anda perhatikan.
Diskusikan: apakah kombinasi produk Anda sudah mengikuti urutan piramida kebutuhan finansial (dana darurat → proteksi → investasi)?
Rangkuman Pertemuan 2
Tiga Pilar Produk, Satu Prinsip Risiko-Imbal Hasil
Perbankan (likuiditas), Asuransi (proteksi), dan Investasi (pertumbuhan) masing-masing punya trade-off bunga, biaya, dan risiko sendiri. Minggu depan kita membahas peran lembaga keuangan yang menyediakan produk-produk ini secara lebih mendalam.