‹ Daftar slidePertemuan 6: Pembiayaan Perdagangan Internasional: Letter of Credit dan Trade Finance
RPS minggu 6 · 2x50 menit
Pembiayaan Perdagangan Internasional
Letter of Credit dan Trade Finance
Finance of International Business — Pertemuan 6
Bagian A
Mengapa Trade Finance Dibutuhkan
Masalah kepercayaan dalam perdagangan lintas negara dan spektrum metode pembayaran
Masalah Kepercayaan dalam Perdagangan Internasional
Perspektif Eksportir
Takut kirim barang tapi importir tidak bayar
Tidak tahu reputasi kredit pembeli di negara asing
Risiko negara: kontrol devisa, perang, gagal transfer
Ingin dibayar sebelum atau saat barang dikirim
Perspektif Importir
Takut sudah bayar tapi barang tak dikirim/tak sesuai
Tidak bisa periksa fisik barang sebelum kapal berangkat
Butuh waktu jual kembali sebelum bisa bayar
Ingin bayar setelah barang diterima/terjual
Konflik kepentingan inilah yang membuat perdagangan internasional butuh pihak ketiga tepercaya — biasanya bank — untuk menjembatani pembayaran dan pengiriman dokumen. Inilah fungsi dasar trade finance.
Spektrum Metode Pembayaran Perdagangan
Pilihan metode bergantung pada tingkat kepercayaan, kekuatan tawar, dan riwayat hubungan dagang kedua pihak.
Peran Bank sebagai Intermediary Kepercayaan
Fungsi Bank dalam Trade Finance
Menjembatani ketidakpercayaan eksportir-importir
Menilai kelayakan kredit pemohon (applicant)
Menjamin pembayaran sesuai syarat dokumen
Menanggung sebagian risiko dengan imbalan fee
Contoh Bank Aktif di Indonesia
Bank umum: BBCA, Bank Mandiri, BNI (trade finance korporasi)
Indonesia Eximbank (LPEI) — pembiayaan & penjaminan ekspor
Bank asing/koresponden — advising & confirming LC lintas negara
Tanpa bank sebagai penengah tepercaya, banyak transaksi ekspor UMKM Indonesia — dari mebel Jepara sampai kopi Toraja — tidak akan pernah terjadi karena kedua pihak saling menahan diri.
Bagian B
Mekanisme Letter of Credit
Pihak-pihak, alur proses, dokumen, jenis, dan biaya LC
Apa Itu Letter of Credit?
Letter of Credit (LC) adalah janji tertulis dari bank penerbit (issuing bank) untuk membayar eksportir sejumlah tertentu, asalkan eksportir menyerahkan dokumen yang sesuai persis dengan syarat LC.
Empat Pihak Utama
Applicant — importir, pemohon LC
Issuing bank — bank importir, penerbit LC
Advising bank — bank di negara eksportir, meneruskan LC
Beneficiary — eksportir, penerima manfaat LC
Prinsip Inti
Bank membayar berdasarkan dokumen, bukan barang fisik
Kewajiban bank independen dari kontrak jual-beli
Diatur seragam oleh UCP 600 (ICC)
Alur Proses Letter of Credit
Dokumen-Dokumen Wajib dalam LC
Dokumen Inti
Bill of Lading (B/L) — bukti kepemilikan & pengiriman barang laut
Commercial invoice — tagihan resmi eksportir
Packing list — rincian isi & berat kemasan
Dokumen Pendukung
Certificate of origin — asal barang (untuk tarif/bea)
Insurance certificate — bukti asuransi kargo
Inspection certificate — verifikasi kualitas pihak ketiga
Prinsip strict compliance: satu ketidaksesuaian kecil (mis. salah eja nama, tanggal terlewat) membuat bank berhak menolak pembayaran — dikenal sebagai discrepancy.
Jenis-Jenis Letter of Credit
Jenis
Ciri Utama
Kapan Dipakai
Irrevocable
Tidak bisa dibatalkan sepihak
Standar — hampir semua LC modern
Confirmed
Bank kedua ikut menjamin pembayaran
Importir di negara berisiko tinggi
Sight LC
Dibayar segera saat dokumen sesuai
Eksportir butuh kas cepat
Usance LC
Dibayar setelah tenor tertentu (30-180 hari)
Importir butuh waktu jual kembali
Revolving
Otomatis berlaku ulang untuk pembelian rutin
Hubungan dagang berkelanjutan
Standby LC (SBLC)
Jaminan cadangan, dicairkan hanya jika wanprestasi
Mirip garansi bank, bukan alat bayar utama
Hitung dari Nol — Biaya Pembukaan Letter of Credit
Eksportir mebel Jepara menerima pesanan senilai USD 100.000 via irrevocable confirmed sight LC. Opening fee issuing bank 0,125% per kuartal, confirming fee 0,5% flat, kurs Rp 15.500/USD.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Nilai kontrak LC
Nominal LC yang diajukan importir
USD 100.000
2. Opening fee (issuing bank)
0,125% x USD 100.000 x 1 kuartal
USD 125
3. Confirming fee (bank penjamin)
0,5% x USD 100.000
USD 500
4. Total biaya LC (USD)
USD 125 + USD 500
USD 625
5. Total biaya (Rupiah)
USD 625 x Rp 15.500
Rp 9.687.500
UCP 600: Aturan Main Universal Letter of Credit
Apa Itu
UCP 600
Uniform Customs and Practice for Documentary Credits, diterbitkan International Chamber of Commerce (ICC), berlaku sejak 2007
Dua Prinsip Kunci
Independence principle — kewajiban bank terlepas dari sengketa kontrak jual-beli
Strict compliance — dokumen harus sesuai persis syarat LC
Karena UCP 600 diakui hampir seluruh bank dunia, LC menjadi instrumen yang dapat diandalkan lintas yurisdiksi — inilah alasan utama LC tetap dipakai meski birokrasinya lebih rumit dari open account.
Bagian C
Instrumen Lain & Manajemen Risiko Trade Finance
Bank guarantee, documentary collection, forfaiting, factoring, dan risiko fraud
Instrumen Trade Finance Selain LC
Penjaminan & Penagihan
Bank Guarantee — jaminan bank atas kewajiban kontraktual
Standby LC (SBLC) — fungsi mirip garansi, dicairkan saat wanprestasi
Documentary Collection (D/P, D/A) — bank hanya meneruskan dokumen, tanpa jaminan bayar
Pembiayaan Piutang Ekspor
Forfaiting — jual putus wesel/tagihan LC usance ke bank, tanpa recourse
Factoring — jual piutang dagang (biasanya open account) ke perusahaan factoring
Keduanya mempercepat arus kas eksportir sebelum jatuh tempo
Perbandingan Risiko dan Biaya Antar-Metode
Metode
Risiko Eksportir
Biaya Relatif
Cash in Advance
Sangat rendah
Rendah (tanpa fee bank)
Confirmed LC
Rendah (dijamin 2 bank)
Tinggi (opening + confirming fee)
Sight/Usance LC
Rendah-sedang
Sedang-tinggi
Documentary Collection
Sedang-tinggi (tanpa jaminan bayar)
Rendah-sedang
Open Account
Tinggi (bergantung kredibilitas importir)
Rendah (tanpa fee bank khusus)
Pola umum: semakin tinggi keamanan bagi eksportir, semakin tinggi pula biaya transaksi yang harus ditanggung.
Hitung dari Nol — Biaya Efektif Forfaiting
Eksportir kopi memegang wesel usance LC 90 hari senilai USD 50.000, dijual putus (forfaiting) dengan tingkat diskonto 6% per tahun.
Asuransi kredit ekspor — lindungi gagal bayar importir
Fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) ekspor via bank umum
Pendampingan Kementerian Perdagangan & asosiasi eksportir
Latihan Kasus: Pilih Metode Pembayaran
Kasus: PT Kayu Lestari (Jepara) baru pertama kali menerima pesanan mebel USD 80.000 dari importir baru di Nigeria yang belum pernah bertransaksi dan berasal dari negara dengan riwayat kontrol devisa ketat.
Instruksi Diskusi (15 menit)
Metode pembayaran mana yang paling tepat direkomendasikan, dan mengapa?
Jenis LC apa (jika LC dipilih) yang paling sesuai untuk kasus ini?
Dokumen apa saja yang wajib diminta PT Kayu Lestari?
Identifikasi minimal 2 red flags fraud yang perlu diwaspadai
Format Jawaban
Kerja kelompok 3-4 orang
Tulis rekomendasi + justifikasi 1 paragraf
Presentasi lisan 2 menit per kelompok
Ringkasan Pertemuan 6
Yang Sudah Anda Kuasai
Spektrum metode pembayaran & trade-off risiko-biaya
Mekanisme, pihak, dan alur proses Letter of Credit
Jenis LC & prinsip UCP 600 (independence, strict compliance)
Menghitung biaya LC & biaya efektif forfaiting
Instrumen alternatif & mitigasi risiko fraud
Pertemuan Berikutnya
P7
Evaluasi kelayakan FDI & penganggaran modal internasional — penyesuaian NPV lintas negara. Bawa kalkulator finansial Anda.