‹ Daftar slidePertemuan 3: Paritas Suku Bunga dan Daya Beli: Interest Rate Parity dan Purchasing Power Parity
Finance of International Business • FEB UNDIP
Paritas Suku Bunga dan Daya Beli
Interest Rate Parity dan Purchasing Power Parity
Bagaimana selisih suku bunga dan selisih inflasi antarnegara mendorong pergerakan kurs — dan bagaimana Anda memprediksinya dengan formula yang bisa dihitung sendiri.
RPS MINGGU 3 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dari Pasar Valas ke Prediksi Kurs
Mengapa kurs bergerak secara sistematis, bukan acak — dan bagaimana arbitrase menjaga harga tetap "adil" di seluruh dunia.
Hukum Satu HargaArbitraseInterest Rate Parity
Kilas Balik: Di Mana Posisi Kita?
Pertemuan 1 – 2 (sudah dilalui)
Sistem moneter internasional & neraca pembayaran (P1)
Struktur pasar valuta asing: spot, forward, pelaku pasar (P2)
Anda sudah tahu di mana kurs diperdagangkan
Pertemuan 3 (hari ini)
Mengapa kurs forward berbeda dari kurs spot — Interest Rate Parity
Mengapa kurs jangka panjang bergerak mengikuti inflasi — Purchasing Power Parity
Anda akan tahu ke arah mana kurs bergerak, dan berapa perkiraannya
Materi ini adalah jembatan menuju Pertemuan 4–5 tentang eksposur risiko nilai tukar dan strategi hedging — Anda tidak bisa hedging dengan baik tanpa dulu bisa memprediksi arah kurs.
CPMK & Peta Konsep Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu menjelaskan dan menghitung dua teori paritas yang menjadi tulang punggung prediksi kurs.
Sisi Suku Bunga
IRP
Interest Rate Parity: menghubungkan selisih suku bunga dua negara dengan selisih kurs spot & forward.
Sisi Inflasi
PPP
Purchasing Power Parity: menghubungkan selisih inflasi dua negara dengan perubahan kurs jangka panjang.
Sub-CPMK: mahasiswa mampu (1) menjelaskan hukum satu harga & arbitrase, (2) menghitung kurs forward via CIRP, (3) menghitung prediksi kurs via PPP, (4) mengaitkan keduanya lewat Fisher Effect.
Hukum Satu Harga (Law of One Price)
Fondasi seluruh teori paritas: barang identik seharusnya punya harga yang sama di mana pun, setelah dikonversi ke mata uang yang sama.
Pdomestik = S × Pasing
Ilustrasi
Kopi kemasan sama persis dijual Rp 32.000 di Tokopedia Indonesia
Produk identik dijual USD 2 di Amazon AS
Jika kurs S = Rp 16.000/USD → harga AS setara Rp 32.000
Harga sama → tidak ada peluang untung tanpa risiko
Mengapa Penting
Jadi dasar logika PPP (harga barang & jasa)
Jadi dasar logika IRP (harga uang — suku bunga)
Penyimpangan dari hukum ini memicu arbitrase
Arbitrase: Mesin Penyeimbang Pasar
Arbitrase adalah aksi memanfaatkan selisih harga tanpa risiko — dan justru aksi inilah yang membuat selisih itu hilang dengan sendirinya.
Prinsip ini yang membuat IRP dan PPP bertahan dalam jangka menengah-panjang: begitu ada penyimpangan, aksi arbitrase mendorongnya kembali ke kondisi seimbang.
Interest Rate Parity (IRP): Konsep & Intuisi
IRP menyatakan: selisih suku bunga antara dua negara harus sama dengan selisih persentase antara kurs forward dan kurs spot.
Logika Intuitif
Negara dengan suku bunga lebih tinggi → mata uangnya diperkirakan melemah di pasar forward
Negara dengan suku bunga lebih rendah → mata uangnya diperkirakan menguat di pasar forward
Tujuannya: menyamakan imbal hasil investasi di dua negara setelah memperhitungkan kurs
Konteks Indonesia
Suku bunga acuan BI ~6% > Fed Funds Rate AS ~4%
IRP memprediksi: rupiah melemah secara forward terhadap dolar AS
Jika tidak, ada peluang arbitrase suku bunga berlindung nilai
Hitung dari Nol: Covered Interest Rate Parity (CIRP)
CIRP menghitung kurs forward "wajar" berdasarkan selisih suku bunga — mari kita hitung untuk pasangan Rupiah/Dolar AS.
F = S × (1 + iIDR) ÷ (1 + iUSD)
Langkah
Perhitungan
Nilai
Kurs spot awal (S)
diketahui
Rp 16.000/USD
Suku bunga IDR 1 tahun (iIDR)
1 + 6%
1,06
Suku bunga USD 1 tahun (iUSD)
1 + 4%
1,04
Rasio suku bunga
1,06 ÷ 1,04
1,0192
Kurs forward wajar (F)
16.000 × 1,0192
Rp 16.307,69
Kurs Forward CIRP 1 Tahun
Rp 16.308
per 1 USD — rupiah melemah ~1,9% dari spot
Membaca Forward Premium & Discount
Selisih antara kurs forward dan kurs spot punya nama dan makna tersendiri bagi setiap mata uang.
Forward Discount (mata uang bunga tinggi)
Rupiah diperdagangkan lebih murah di pasar forward dibanding spot
Dolar AS diperdagangkan lebih mahal (dalam rupiah) di pasar forward
Dari sudut pandang dolar, ini disebut forward premium
Selisih 1,92% ini kurang lebih setara selisih suku bunga 6% − 4% = 2%
Aturan cepat: mata uang dengan suku bunga lebih tinggi akan diperdagangkan pada forward discount; mata uang dengan suku bunga lebih rendah akan diperdagangkan pada forward premium.
Uncovered Interest Rate Parity (UIRP)
UIRP mirip CIRP, tapi mengganti kurs forward yang pasti dengan kurs spot masa depan yang diekspektasikan — sehingga mengandung risiko.
Covered IRP (CIRP)
Pakai kontrak forward — kurs masa depan sudah terkunci hari ini
Tidak ada risiko kurs (fully hedged / "covered")
Berlaku hampir selalu karena dijaga arbitrase
Uncovered IRP (UIRP)
Pakai ekspektasi kurs spot masa depan E(St+1) — tidak dikunci kontrak
Sering menyimpang secara empiris — dikenal sebagai "forward premium puzzle"
E(St+1) ≈ St × (1 + iIDR) ÷ (1 + iUSD)
Hitung dari Nol: Peluang Arbitrase Bunga Berlindung Nilai
Bagaimana jika kurs forward pasar berbeda dari kurs forward wajar CIRP? Mari uji dengan modal Rp 1 miliar.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Modal awal
diketahui
Rp 1.000.000.000
Konversi ke USD @ spot Rp16.000
1.000.000.000 ÷ 16.000
USD 62.500
Investasi USD 1 tahun @4%
62.500 × 1,04
USD 65.000
Konversi forward @ kurs pasar Rp16.450*
65.000 × 16.450
Rp 1.069.250.000
Dibanding investasi rupiah langsung
1.000.000.000 × 1,06
Rp 1.060.000.000
Laba Arbitrase Tanpa Risiko
Rp 9,25 jt
1.069.250.000 − 1.060.000.000
*Kurs forward pasar Rp16.450 > kurs forward wajar CIRP Rp16.307,69 → forward "terlalu mahal" → peluang ini akan diserbu arbitrase sampai kembali ke Rp16.307,69.
Bagian 2 dari 3
Purchasing Power Parity
Jika IRP menjelaskan kurs lewat suku bunga, PPP menjelaskan kurs lewat selisih daya beli — inflasi antarnegara.
PPP AbsolutPPP RelatifFisher Effect
PPP Absolut & Big Mac Index
PPP absolut: kurs seharusnya menyamakan harga sekeranjang barang identik di dua negara — diuji populer lewat Big Mac Index majalah The Economist.
S = PIDR ÷ PUSD
Ilustrasi Big Mac
Big Mac di Indonesia ≈ Rp 40.000
Big Mac di AS ≈ USD 5,80
Kurs implisit PPP: 40.000 ÷ 5,80 ≈ Rp 6.897/USD
Kurs pasar aktual ≈ Rp 16.000/USD → rupiah "undervalued" menurut Big Mac Index
PPP absolut jarang berlaku persis — PPP relatif lebih realistis
Hitung dari Nol: PPP Relatif
PPP relatif memprediksi perubahan kurs berdasarkan selisih inflasi — lebih realistis dibanding versi absolut.
S1 = S0 × (1 + πIDR) ÷ (1 + πUSD)
Langkah
Perhitungan
Nilai
Kurs spot awal (S0)
diketahui
Rp 16.000/USD
Inflasi Indonesia setahun (πIDR)
1 + 4%
1,04
Inflasi AS setahun (πUSD)
1 + 2,5%
1,025
Rasio inflasi
1,04 ÷ 1,025
1,0146
Prediksi kurs 1 tahun (S1)
16.000 × 1,0146
Rp 16.234
Prediksi Pelemahan Rupiah
~1,46%
akibat inflasi IDR > inflasi USD
Mengapa PPP Sering Meleset di Dunia Nyata
PPP adalah teori jangka panjang yang elegan di atas kertas, tapi realitas pasar penuh gesekan (friction) yang menghambatnya berlaku persis.
Hambatan Perdagangan Barang
Biaya transportasi & logistik antarnegara
Tarif impor & kuota — menghalangi arbitrase barang
Barang non-tradable: sewa, potong rambut, jasa lokal tak bisa diarbitrase
Faktor Pasar & Kebijakan
Intervensi bank sentral (BI menstabilkan rupiah)
Aliran modal & sentimen investor sering dominan jangka pendek
Keranjang barang berbeda tiap negara (selera, komposisi konsumsi)
Kesimpulan praktis: pakai PPP untuk pandangan jangka panjang (bertahun-tahun), dan IRP/kurs forward untuk keputusan jangka pendek — keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Fisher Effect & International Fisher Effect (IFE)
Fisher Effect menghubungkan suku bunga nominal dengan inflasi — jembatan yang menyatukan IRP dan PPP menjadi satu kerangka utuh.
(1 + i) = (1 + r) × (1 + π)
Fisher Effect (domestik)
Suku bunga nominal (i) ≈ suku bunga riil (r) + ekspektasi inflasi (π)
Suku bunga IDR 6% lebih tinggi dari USD 4% → mencerminkan ekspektasi inflasi IDR lebih tinggi
International Fisher Effect (IFE)
Menggabungkan Fisher Effect + UIRP
Selisih suku bunga nominal ≈ ekspektasi perubahan kurs
Menjelaskan mengapa IRP & PPP cenderung mengarah ke kesimpulan serupa
Bagian 3 dari 3
Sintesis & Aplikasi ke Kurs IDR
Menyatukan seluruh rantai paritas menjadi satu kerangka, lalu menerapkannya pada situasi rupiah-dolar AS terkini.
Rantai ParitasStudi Kasus BI vs Fed
Rantai Paritas Internasional
Semua konsep hari ini terhubung dalam satu rantai logika — inilah peta besarnya.
Baik lewat jalur suku bunga (IRP) maupun jalur inflasi (PPP), keduanya menuju kesimpulan yang konsisten karena disatukan oleh Fisher Effect — inilah kekuatan kerangka paritas internasional.
Coba Sendiri: Prediksi Kurs Lewat IRP dan PPP
Geser suku bunga dan ekspektasi inflasi IDR-USD, lalu bandingkan prediksi forward rate (IRP) dengan prediksi kurs jangka panjang (PPP).
Studi Kasus: BI Rate vs Fed Funds Rate
Terapkan rantai paritas pada situasi kebijakan moneter Indonesia dan Amerika Serikat — ikuti alur penalarannya tahap demi tahap.
Tahap 1 – 2: Amati Kebijakan
BI menahan suku bunga acuan di ~6% untuk menjaga stabilitas rupiah & menahan capital outflow
The Fed mempertahankan Fed Funds Rate di ~4% seiring inflasi AS mereda
Tahap 3 – 4: Terapkan Teori
IRP: selisih 2% → rupiah forward discount ≈ 2% per tahun
Jika BI justru menaikkan suku bunga lebih agresif, selisih melebar → rupiah forward discount makin dalam, meski capital inflow jangka pendek bisa menopang rupiah
Implikasi bagi eksportir tekstil Semarang yang menerima pembayaran USD 3 bulan lagi: rantai paritas ini menjadi dasar keputusan apakah perlu forward hedge — topik utama Pertemuan 4–5.
Rangkuman & Latihan Mandiri
Rangkuman Inti
Hukum satu harga + arbitrase → fondasi semua teori paritas
CIRP: F = S × (1+idom)÷(1+iasing) — kurs forward via suku bunga
PPP relatif: S1 = S0 × (1+πdom)÷(1+πasing) — kurs jangka panjang via inflasi
Fisher Effect menyatukan keduanya dalam satu kerangka logika
Latihan Mandiri (kerjakan sebelum pertemuan 4)
Kurs spot Rp15.800/USD, iIDR=5,5%, iUSD=4,5% → hitung F 1 tahun via CIRP
Inflasi Indonesia 3,8%, inflasi AS 2,2%, S0=Rp15.800 → hitung S1 via PPP relatif
Bandingkan kedua hasil: apakah arah pergerakannya konsisten? Mengapa?
Pertemuan berikutnya: Eksposur Risiko Nilai Tukar (transaksi, translasi, ekonomi) — bekal wajib dari hari ini adalah kemampuan menghitung kurs forward dan prediksi PPP dengan lancar.