stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Lingkungan Keuangan Bisnis Internasional: Sistem Moneter Internasional dan Neraca Pembayaran
RPS minggu 1 · 2x50 menit

Lingkungan Keuangan Bisnis Internasional

Sistem Moneter Internasional dan Neraca Pembayaran

Finance of International Business — Program Studi Manajemen, FEB UNDIP

Peta Perjalanan
Dari Lingkungan Global ke Keputusan Korporat

Pertemuan 1 meletakkan fondasi makro: sistem moneter internasional dan neraca pembayaran — dasar untuk memahami nilai tukar (P2-3), risiko dan hedging (P4-5), hingga keputusan investasi dan pendanaan multinasional (P7-14).

Mengapa Keuangan Internasional Berbeda?

Keuangan Domestik
  • Satu mata uang, satu bank sentral (BI, Rupiah)
  • Satu sistem hukum & regulasi (OJK, PPh Badan 22%)
  • Risiko utama: kredit, likuiditas, pasar domestik
  • Contoh: UMKM menjual ke pasar lokal Indonesia
Keuangan Internasional
  • Multi-mata uang → risiko nilai tukar (kurs)
  • Multi-yurisdiksi hukum & pajak lintas negara
  • Risiko tambahan: politik, negara, transfer dana
  • Contoh: Astra ekspor komponen ke Jepang, terima Yen
Perusahaan yang beroperasi lintas negara menghadapi lapisan risiko dan keputusan tambahan yang tidak dijumpai dalam keuangan domestik — inilah inti mata kuliah ini.

Ruang Lingkup & Tujuan Pertemuan 1

Sub-CPMK Minggu Ini
  • Menjelaskan evolusi sistem moneter internasional dari standar emas hingga rezim mengambang saat ini
  • Membedakan rezim nilai tukar tetap, mengambang, dan mengambang terkendali
  • Menjelaskan struktur dan komponen neraca pembayaran (Balance of Payments/BOP)
  • Menghitung saldo transaksi berjalan dan neraca keseluruhan dari data ilustratif
  • Mengaitkan kondisi BOP dengan tekanan terhadap nilai tukar dan kebijakan moneter

Evolusi Sistem Moneter: Standar Emas

Standar emas klasik (~1870-1914) mengikat nilai setiap mata uang pada berat emas tertentu — nilai tukar antarnegara otomatis tetap karena semuanya dikonversi lewat emas.

  • Keunggulan: disiplin moneter tinggi, inflasi rendah
  • Kelemahan: kebijakan moneter tidak fleksibel saat krisis (mis. Perang Dunia I)
  • Runtuh bertahap 1914-1939 akibat perang & Depresi Besar
Mata Uang AMata Uang BEMAS(patokan)

Sistem Bretton Woods (1944-1971)

Pasca-Perang Dunia II, 44 negara sepakat membangun sistem baru: Dolar AS dipatok ke emas (USD 35/ons), mata uang lain dipatok ke Dolar dengan pita fluktuasi sempit.

Lembaga Dibentuk
IMF (stabilisasi nilai tukar & bantuan neraca pembayaran) dan Bank Dunia (pembangunan pasca-perang)
Mekanisme
Nilai tukar tetap tapi dapat disesuaikan ("adjustable peg") bila terjadi ketidakseimbangan fundamental
Keruntuhan
1971: AS hentikan konversi Dolar-emas ("Nixon Shock") — defisit AS terlalu besar untuk ditopang cadangan emas

Era Nilai Tukar Mengambang (Pasca-1973)

Setelah Bretton Woods runtuh, mayoritas mata uang utama dunia beralih ke sistem mengambang bebas (floating) — nilai tukar ditentukan pasar, bukan patokan tetap.

Kesepakatan Jamaica (1976)
  • Meresmikan sistem nilai tukar mengambang secara hukum internasional
  • Negara anggota IMF bebas memilih rezim nilai tukarnya sendiri
  • Emas dihapus sebagai basis resmi nilai mata uang dunia
  • IMF berubah peran: dari penjaga patokan tetap menjadi pengawas kebijakan & pemberi bantuan darurat

Klasifikasi Rezim Nilai Tukar Saat Ini

Tetap (Fixed/Pegged)

Mata uang dipatok ke mata uang lain/keranjang mata uang. Contoh: Dolar Hong Kong ke USD.

Mengambang Terkendali

Ditentukan pasar, tapi bank sentral intervensi untuk meredam volatilitas ekstrem. Contoh: Rupiah (BI).

Mengambang Bebas

Sepenuhnya ditentukan permintaan-penawaran pasar tanpa target level. Contoh: Dolar AS, Euro.

Indonesia menganut sistem mengambang terkendali (managed float) — Bank Indonesia membiarkan Rupiah bergerak sesuai pasar, namun dapat intervensi lewat cadangan devisa saat volatilitas berlebihan mengancam stabilitas.
Bagian Kedua
Neraca Pembayaran (Balance of Payments)

Bagaimana kita mencatat seluruh transaksi ekonomi sebuah negara dengan dunia luar — dan mengapa catatan ini menjadi sinyal penting bagi nilai tukar dan kebijakan moneter.

Apa itu Neraca Pembayaran?

Neraca Pembayaran (BOP) = catatan sistematis seluruh transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama periode tertentu.

Prinsip Double-Entry
  • Setiap transaksi dicatat 2 sisi: kredit (uang masuk) & debit (uang keluar)
  • Total kredit = Total debit → BOP secara identitas selalu seimbang
  • "Ketidakseimbangan" yang sering dibahas media = saldo sub-komponen tertentu, bukan BOP total
KREDIT (+)EksporModal masukTransfer masukDEBIT (-)ImporModal keluarTransfer keluar=

Komponen Utama: Transaksi Berjalan

Current Account (Neraca Transaksi Berjalan)
  • Neraca barang (trade balance) — ekspor dikurangi impor barang fisik (sawit, tekstil, elektronik)
  • Neraca jasa — pariwisata, transportasi, jasa TI, royalti
  • Pendapatan primer — dividen, bunga, gaji tenaga kerja lintas negara
  • Pendapatan sekunder (transfer) — remitansi TKI, hibah, bantuan luar negeri
Contoh Indonesia: remitansi jutaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, Hong Kong, dan Timur Tengah tercatat sebagai pendapatan sekunder yang menambah surplus transaksi berjalan.

Komponen Utama: Modal & Finansial

Capital & Financial Account
  • Neraca modal (capital account) — transfer aset non-finansial, umumnya kecil (mis. hak paten)
  • Investasi langsung (FDI) — mis. Toyota bangun pabrik baru di Karawang
  • Investasi portofolio — asing beli saham BBCA/obligasi SUN di bursa
  • Investasi lainnya — pinjaman bank, kredit dagang lintas negara
Investasi portofolio bersifat lebih volatil ("hot money") dibanding FDI — arus keluar mendadak (capital flight) dapat menekan Rupiah dengan cepat, seperti terlihat saat gejolak pasar global.

Hitung dari Nol #1: Menyusun Transaksi Berjalan

Data ilustratif Indonesia (dalam USD miliar, satu tahun) — susun langkah demi langkah hingga diperoleh saldo transaksi berjalan (Current Account/CA).

LangkahPerhitunganNilai (USD miliar)
1. Neraca barangEkspor 260 − Impor 230+30
2. Neraca jasaEkspor jasa 30 − Impor jasa 48−18
3. Neraca barang + jasa30 + (−18)+12
4. + Pendapatan primer neto12 + (−30)−18
5. + Pendapatan sekunder neto−18 + 12−6
Saldo Transaksi Berjalan (CA)
−USD 6 M
Defisit tipis — impor jasa & pembayaran dividen ke luar melebihi surplus barang

Hitung dari Nol #2: Neraca Keseluruhan & Cadangan Devisa

Lanjutan dari CA = −USD 6 M di atas: tambahkan neraca modal-finansial untuk memperoleh neraca keseluruhan (overall balance) dan dampaknya pada cadangan devisa.

LangkahPerhitunganNilai (USD miliar)
1. Neraca berjalan (CA)dari slide sebelumnya−6
2. Neraca modal & finansialFDI + portofolio masuk neto+40
3. Selisih perhitungan (net errors & omissions)koreksi statistik−2
4. Neraca keseluruhan−6 + 40 + (−2)+32
5. Perubahan cadangan devisa= neraca keseluruhan+32
Cadangan Devisa Bank Indonesia
+USD 32 M
Arus modal masuk (FDI+portofolio) lebih besar dari defisit transaksi berjalan → cadangan naik

Interpretasi: Defisit vs Surplus Transaksi Berjalan

Defisit Persisten (CA < 0 terus-menerus)
  • Negara net "meminjam" dari dunia — bergantung arus modal masuk
  • Rentan terhadap pembalikan modal (sudden stop) & tekanan depresiasi
  • Perlu dibiayai FDI/portofolio yang stabil, bukan utang jangka pendek
Surplus Persisten (CA > 0 terus-menerus)
  • Negara net "meminjamkan" ke dunia (mis. Tiongkok, Jerman)
  • Cadangan devisa & posisi eksternal kuat, tekanan apresiasi mata uang
  • Bisa memicu ketegangan dagang (tuduhan manipulasi kurs)

Studi Kasus: Neraca Pembayaran Indonesia

Neraca Barang
Historis cenderung surplus — didorong ekspor komoditas (CPO, batu bara, nikel) ke Tiongkok & India
Remitansi PMI
Kontributor stabil surplus pendapatan sekunder — sumber devisa penting di luar ekspor komoditas
FDI Masuk
Sektor manufaktur & hilirisasi nikel (kendaraan listrik) jadi motor utama investasi asing langsung
Ketergantungan pada harga komoditas global membuat neraca berjalan Indonesia cenderung berfluktuasi mengikuti siklus harga — surplus saat harga CPO/batu bara tinggi, tertekan saat harga turun.

Keterkaitan: BOP, Nilai Tukar, dan Trilemma Kebijakan

Setiap negara hanya bisa memilih 2 dari 3 tujuan kebijakan berikut secara bersamaan — dikenal sebagai Impossible Trinity (trilemma).

  • Nilai tukar tetap/stabil
  • Aliran modal bebas keluar-masuk
  • Kebijakan moneter independen (suku bunga domestik sendiri)
Nilai Tukar TetapModal BebasMoneter Independenpilih 2 dari 3
Indonesia memilih modal bebas + kebijakan moneter independen, mengorbankan nilai tukar tetap → konsekuensinya Rupiah harus dibiarkan mengambang (managed float) seperti dibahas sebelumnya.
Penutup
Merangkai Fondasi ke Pertemuan Berikutnya

Sistem moneter internasional menentukan aturan main; neraca pembayaran mengukur posisi Indonesia dalam aturan itu. Keduanya menjadi dasar memahami pergerakan nilai tukar pada pertemuan berikutnya.

Latihan & Persiapan Pertemuan 2

Tugas Individu (kumpul sebelum P2)
  • Unduh data ringkas Neraca Pembayaran Indonesia terbaru dari situs Bank Indonesia (bi.go.id)
  • Identifikasi: apakah transaksi berjalan surplus atau defisit pada periode terakhir?
  • Tulis 1 paragraf: komponen mana (barang/jasa/pendapatan primer/sekunder) paling memengaruhi hasil tersebut, dan mengapa?
  • Bawa hasilnya ke kelas P2 untuk didiskusikan sebelum masuk topik pasar valuta asing
Gunakan kerangka perhitungan langkah-demi-langkah dari slide "Hitung dari Nol" hari ini sebagai panduan menyusun analisis Anda.

Ringkasan Pertemuan 1

Sistem Moneter Internasional
  • Standar emas → Bretton Woods → mengambang bebas (1976-sekarang)
  • Setiap era mencerminkan trade-off stabilitas vs fleksibilitas kebijakan
  • Indonesia: rezim mengambang terkendali (managed float)
Neraca Pembayaran
  • Double-entry → BOP total selalu seimbang secara identitas
  • CA = neraca barang + jasa + pendapatan primer + sekunder
  • CA + neraca modal-finansial + E&O = perubahan cadangan devisa
Pertemuan 2: bagaimana neraca pembayaran & kebijakan moneter memengaruhi pembentukan harga di pasar valuta asing — struktur pasar & pemain utamanya.