stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Struktur Kepemilikan & Tata Kelola: piramida, cross-holding, voting trust, family council
RPS minggu 2 · 2 × 50 menit

Struktur Kepemilikan & Tata Kelola

Family Enterprise Management — S1 Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas — fondasi untuk seluruh pemahaman tentang struktur kepemilikan & tata kelola.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Definisi & konsep inti struktur kepemilikan & tata kelola dari literatur akademik global
  • Kerangka teori Tagiuri-Davis, Gersick, Lansberg, atau Astrachan sesuai relevansi
  • Penerapan teori pada konteks perusahaan keluarga Indonesia
Jam ke-2 (50 menit)
  • Mini-kasus Indonesia (Kasus Djarum-Grup Hartono (family governance lintas 70 tahun))
  • Hitung-dari-nol untuk konsep kuantitatif (struktur kepemilikan, voting, atau finansial)
  • Diskusi kelas & persiapan pertemuan berikutnya
Posisi dalam alur 14 pertemuan: fondasi konseptual yang membangun pemahaman komprehensif analisis perusahaan keluarga.

Mengapa Topik Ini Penting untuk Mahasiswa S1 Manajemen

Setiap topik dalam family enterprise management bukan teori abstrak — di balik setiap konglomerasi keluarga Indonesia ada struktur kepemilikan berlapis.

Kontribusi Perusahaan Keluarga
~70%
PDB global berasal dari perusahaan keluarga (Family Firm Institute; dihedge ~)
Konglomerasi Indonesia
~80%+
emiten BEI blue-chip adalah family-controlled (CLSA & studi sekuritas; dihedge ~)
Pertanyaan pemantik: bagaimana topik hari ini dapat diterapkan pada perusahaan keluarga di lingkungan Anda?
Bagian 1 · 1/4
Struktur Kepemilikan
Diskusi kelas: bagaimana struktur kepemilikan & tata kelola berbeda pada konteks perusahaan keluarga dibandingkan korporasi publik biasa?

Konsep Inti: Struktur Kepemilikan & Tata Kelola

Struktur Kepemilikan & Tata Kelola adalah elemen kunci dalam analisis perusahaan keluarga yang membedakannya dari korporasi publik biasa. Pemahaman konsep ini menjadi fondasi untuk seluruh pertemuan selanjutnya.
Elemen 1
Definisi formal dari literatur akademik (Gersick/Lansberg/Ward/Astrachan)
Elemen 2
Aplikasi pada konteks Indonesia dengan contoh konglomerasi familiar
Elemen 3
Implikasi praktis untuk manajer dan konsultan perusahaan keluarga

Konsep ini akan menjadi lensa berulang sepanjang semester — kuasai dengan baik.

Perbandingan: Family vs Non-Family Context

Tiga dimensi pembeda — semuanya membawa implikasi pada analisis strategi, keuangan, dan SDM.

DimensiPerusahaan KeluargaPerusahaan Non-Keluarga (Publik)
Tujuan utamaProfitabilitas + keberlangsungan dinastiMaksimalisasi nilai pemegang saham kuartalan
Horizon waktuJangka panjang lintas generasi (decade)Kuartalan hingga tahunan
Sumber modalInternal & bank (reluctant equity dilution)Pasar modal ekuitas & obligasi
Struktur kepemilikanKonsentrasi keluarga (pyramid/cross-holding)Tersebar luas (diffuse ownership)
Contoh IndonesiaAstra, Salim, Djarum, Indofood, Wings, TriputraTLKM (state), BUMN, perusahaan publik tersebar

Kerangka Teori yang Dipakai Sepanjang Semester

Lima kerangka akademik yang menjadi tulang punggung family enterprise management — masing-masing menyoroti aspek berbeda.

Tagiuri-DavisTiga LingkaranGersickGeneration LifecycleWardThree StagesLansbergSuccession ModelAstrachanF-PEC Scale5 Kerangka Teori → Analisis Komprehensif Perusahaan Keluarga

Setiap kerangka menyoroti aspek berbeda — kelima-limanya saling melengkapi.

Hitung dari Nol: Analisis Kuantitatif Konsep

Skenario: Studi kasus keluarga founder Indonesia dengan struktur kepemilikan piramida 3 lapis. Setiap lapis 51% saham keluarga; lapis terbawah adalah operating company. Berapa cash flow rights keluarga di operating company? Berapa voting control efektif?
LangkahPerhitunganNilai
1. Cash flow rights lapis 251% × 51% (Holding di Sub)26,01%
2. Cash flow rights lapis 326,01% × 51% (Sub di Operating)13,27%
3. Voting control efektifMayoritas berjenjang dari puncak ke operating100%
4. Premi kendali100% − 13,27%86,73%
Kesimpulan
~86,7%
Premi kendali ekstrim — keluarga mengendalikan 100% dengan ekonomi hanya 13,27%
Bagian 2 · 2/4
Voting vs Cash Flow
Diskusi kelas: pada kasus konkret, bagaimana Anda akan mengelola tantangan di blok ini?

Detail Aspek "Voting vs Cash Flow"

Empat elemen kunci yang harus dipahami untuk mengelola aspek ini secara efektif.

Elemen 1 & 2
  • Elemen konseptual — definisi dan teori akademik
  • Elemen praktis — bagaimana muncul di perusahaan keluarga Indonesia
Elemen 3 & 4
  • Elemen governance — struktur formal yang dibutuhkan
  • Elemen risiko — pitfall dan mitigasi
Mini-kasus Indonesia: aplikasi pada Kasus Djarum-Grup Hartono (family governance lintas 70 tahun).

Konteks Indonesia & Karakteristik Unik

Indonesia memiliki karakteristik unik yang membedakan analisis perusahaan keluarga di sini dari konteks global.

Karakteristik 1 & 2
  • Dominasi UMKM keluarga — hampir 100% UMKM adalah perusahaan keluarga (BPS; dihedge ~)
  • Struktur piramida ekstensif — banyak emiten BEI dengan 4-6 lapis holding
Karakteristik 3 & 4
  • Budaya patron-klien — relasi personal lebih kuat dari institusional
  • Regulasi berkembang — POJK 72/2016, related-party disclosure, transparency UBO
Implikasi: analisis perusahaan keluarga Indonesia butuh lensa lokal, bukan template Amerika/Eropa.

Risiko & Mitigasi

Setiap topik dalam family enterprise management membawa risiko spesifik yang harus dimitigasi dengan kerangka formal.

Risiko Umum
  • Konflik keluarga-bisnis — peran ganda menghasilkan tegangan
  • Entrenchment founder — sulit diganti meski underperform
  • Tunneling — pengalihan nilai ke keluarga
Mitigasi Best Practice
  • Family charter — aturan tertulis untuk transmisi generasi
  • Independent director — minimal 30% board
  • Tag-along & drag-along — proteksi minoritas

Hitung dari Nol: Aplikasi Finansial

Skenario: Keluarga Hartanto membandingkan dua opsi struktur pasca-founder. Opsi A: holding keluarga dengan PPh Badan 22% dan dividen 25% laba. Opsi B: langsung ke anak dengan PPh final dividen 10% (sesuai UU HPP 2021). Asumsi laba Rp 10 miliar/tahun.
LangkahPerhitunganNilai
1. Laba bersih setelah PPh Badan 22%Rp 10 M × (1 − 22%)Rp 7.800.000.000
2. Dividen 25% laba bersih (Opsi A)Rp 7,8 M × 25%Rp 1.950.000.000
3. PPh final dividen 10%Rp 1,95 M × 10%Rp 195.000.000
4. Net dividen ke pemegang keluargaRp 1,95 M − Rp 195 jtRp 1.755.000.000
5. Reinvestasi 75%Rp 7,8 M × 75%Rp 5.850.000.000
Kesimpulan
~Rp 1,76 M
Dividen tahunan ke keluarga; sisanya Rp 5,85 M untuk reinvestasi pertumbuhan
Bagian 3 · 3/4
Tiga Organ Governance
Diskusi kelas: bagaimana aspek ini dikelola di perusahaan keluarga yang Anda kenal?

Tahapan Implementasi & Lifecycle

Topik hari ini diimplementasikan dalam tahapan tertentu sepanjang lifecycle perusahaan keluarga.

1. FOUNDER STAGEfounder-led informal2. SIBLING PARTNERSHIPformal council3. COUSIN CONSORTIUMfamily office + charter4. FAMILY INSTITUTIONfoundation + trust5. LEGACYpublic charity

Setiap tahap membawa tantangan berbeda — strategi harus beradaptasi.

Alat Analisis Praktis

Tiga alat analisis yang dapat Anda pakai untuk mengevaluasi topik hari ini di perusahaan keluarga.

Alat 1: Tiga Lingkaran Mapping
  • Petakan setiap stakeholder ke 7 sektor
  • Identifikasi insentif & konflik
  • Sasaran: governance design
Alat 2: F-PEC Scoring
  • Skor Power, Experience, Culture (0-1)
  • Bandingkan dengan peer industri
  • Sasaran: pengukuran family influence
Alat 3: Ward Stage Analysis
  • Identifikasi tahap (founder/sibling/cousin)
  • Sesuaikan strategi governance
  • Sasaran: succession readiness
Tiga alat ini saling melengkapi — gunakan kombinasi untuk analisis komprehensif.

Coba Sendiri: Hitung Cash Flow Rights vs Voting Control di Piramida

Atur persentase kepemilikan keluarga dan jumlah lapis piramida, lalu amati bagaimana cash flow rights turun secara eksponensial sementara voting control tetap 100% — inilah inti masalah governance di banyak emiten keluarga Asia.

Studi Kasus: Kasus Djarum-Grup Hartono (family governance lintas 70 tahun)

Aplikasi teori pada kasus konkret Indonesia yang familiar.

TahapPeristiwaDinamika
Tahap 1Founder membangun bisnis dari nol dengan modal kecilFounder stage informal; kontrol penuh
Tahap 2Generasi kedua mulai masuk dengan role yang dipersiapkanSibling partnership; family council awal
Tahap 3Diversifikasi untuk mitigasi risiko sektoralPatient capital memungkinkan ekspansi
Tahap 4Generasi ketiga masuk dengan governance formalCousin consortium; family charter
Tiga pelajaran: (1) Suksesi perlu persiapan jangka panjang; (2) Patient capital memungkinkan strategi jangka panjang; (3) Family charter adalah asuransi keberlangsungan.
Bagian 4 · 4/4
Risiko Governance
Diskusi kelas: apakah topik hari ini selalu positif untuk perusahaan keluarga, atau ada sisi gelap?

Konteks Regulasi & Best Practice Global

Regulasi Indonesia dan best practice global membentuk landscape di mana topik hari ini dioperasikan.

Regulasi Indonesia
  • POJK 72/2016 — minimal 30% independent director
  • POJK related-party transactions — disclosure ketat
  • UU HPP 2021 — PPh Badan 22%, dividen final 10%
  • PMK 131/2024 — PPN efektif 11% sejak 1 Januari 2025
Best Practice Global
  • OECD Family Business Statistics — kontribusi ekonomi
  • Family Firm Institute — global data points
  • Kellogg-Ward Center — riset family business
  • Stewardship Theory (Davis 1997) — kerangka governance

Ringkasan Kunci Pertemuan 2

Konsep Inti
Struktur Kepemilikan & Tata Kelola
Kerangka Teori
Tagiuri-Davis, Gersick, Ward, Lansberg, Astrachan (sesuai relevansi)
Aplikasi Indonesia
Kasus Djarum-Grup Hartono (family governance lintas 70 tahun)

Bawa tiga lensa ini sebagai peta rujukan sepanjang semester.

Persiapan P3: baca Gersick et al. (1997) bab 4; bawa satu contoh aplikasi dari perusahaan keluarga yang Anda kenal untuk dianalisis lewat konsep hari ini.