‹ Daftar slidePertemuan 1: Pengantar Perusahaan Keluarga: Definisi, Karakteristik, dan Model Tiga Lingkaran Tagiuri-Davis
RPS minggu 1 · 2 × 50 menit
Pengantar Perusahaan Keluarga
Family Enterprise Management — S1 Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini
Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas — fondasi untuk seluruh pemahaman tentang pengantar perusahaan keluarga.
Jam ke-1 (50 menit)
Definisi & konsep inti pengantar perusahaan keluarga dari literatur akademik global
Kerangka teori Tagiuri-Davis, Gersick, Lansberg, atau Astrachan sesuai relevansi
Penerapan teori pada konteks perusahaan keluarga Indonesia
Jam ke-2 (50 menit)
Mini-kasus Indonesia (Kasus Astra International (krisis 1992) dan Salim Group (Krismon 1997-98))
Hitung-dari-nol untuk konsep kuantitatif (struktur kepemilikan, voting, atau finansial)
Diskusi kelas & persiapan pertemuan berikutnya
Posisi dalam alur 14 pertemuan: fondasi konseptual yang membangun pemahaman komprehensif analisis perusahaan keluarga.
Mengapa Topik Ini Penting untuk Mahasiswa S1 Manajemen
Setiap topik dalam family enterprise management bukan teori abstrak — perusahaan keluarga adalah bentuk organisasi tertua dan paling dominan di Indonesia dan dunia.
Kontribusi Perusahaan Keluarga
~70%
PDB global berasal dari perusahaan keluarga (Family Firm Institute; dihedge ~)
Konglomerasi Indonesia
~80%+
emiten BEI blue-chip adalah family-controlled (CLSA & studi sekuritas; dihedge ~)
Pertanyaan pemantik: bagaimana topik hari ini dapat diterapkan pada perusahaan keluarga di lingkungan Anda?
Bagian 1 · 1/4
Definisi & Taksonomi
Diskusi kelas: bagaimana pengantar perusahaan keluarga berbeda pada konteks perusahaan keluarga dibandingkan korporasi publik biasa?
Konsep Inti: Pengantar Perusahaan Keluarga
Pengantar Perusahaan Keluarga adalah elemen kunci dalam analisis perusahaan keluarga yang membedakannya dari korporasi publik biasa. Pemahaman konsep ini menjadi fondasi untuk seluruh pertemuan selanjutnya.
Elemen 1
Definisi formal dari literatur akademik (Gersick/Lansberg/Ward/Astrachan)
Elemen 2
Aplikasi pada konteks Indonesia dengan contoh konglomerasi familiar
Elemen 3
Implikasi praktis untuk manajer dan konsultan perusahaan keluarga
Konsep ini akan menjadi lensa berulang sepanjang semester — kuasai dengan baik.
Perbandingan: Family vs Non-Family Context
Tiga dimensi pembeda — semuanya membawa implikasi pada analisis strategi, keuangan, dan SDM.
Dimensi
Perusahaan Keluarga
Perusahaan Non-Keluarga (Publik)
Tujuan utama
Profitabilitas + keberlangsungan dinasti
Maksimalisasi nilai pemegang saham kuartalan
Horizon waktu
Jangka panjang lintas generasi (decade)
Kuartalan hingga tahunan
Sumber modal
Internal & bank (reluctant equity dilution)
Pasar modal ekuitas & obligasi
Struktur kepemilikan
Konsentrasi keluarga (pyramid/cross-holding)
Tersebar luas (diffuse ownership)
Contoh Indonesia
Astra, Salim, Djarum, Indofood, Wings, Triputra
TLKM (state), BUMN, perusahaan publik tersebar
Kerangka Teori yang Dipakai Sepanjang Semester
Lima kerangka akademik yang menjadi tulang punggung family enterprise management — masing-masing menyoroti aspek berbeda.
Setiap kerangka menyoroti aspek berbeda — kelima-limanya saling melengkapi.
Hitung dari Nol: Analisis Kuantitatif Konsep
Skenario: Studi kasus keluarga founder Indonesia dengan struktur kepemilikan piramida 3 lapis. Setiap lapis 51% saham keluarga; lapis terbawah adalah operating company. Berapa cash flow rights keluarga di operating company? Berapa voting control efektif?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Cash flow rights lapis 2
51% × 51% (Holding di Sub)
26,01%
2. Cash flow rights lapis 3
26,01% × 51% (Sub di Operating)
13,27%
3. Voting control efektif
Mayoritas berjenjang dari puncak ke operating
100%
4. Premi kendali
100% − 13,27%
86,73%
Kesimpulan
~86,7%
Premi kendali ekstrim — keluarga mengendalikan 100% dengan ekonomi hanya 13,27%
Bagian 2 · 2/4
Model Tiga Lingkaran
Diskusi kelas: pada kasus konkret, bagaimana Anda akan mengelola tantangan di blok ini?
Detail Aspek "Model Tiga Lingkaran"
Empat elemen kunci yang harus dipahami untuk mengelola aspek ini secara efektif.
Elemen 1 & 2
Elemen konseptual — definisi dan teori akademik
Elemen praktis — bagaimana muncul di perusahaan keluarga Indonesia
Elemen 3 & 4
Elemen governance — struktur formal yang dibutuhkan
Elemen risiko — pitfall dan mitigasi
Mini-kasus Indonesia: aplikasi pada Kasus Astra International (krisis 1992) dan Salim Group (Krismon 1997-98).
Konteks Indonesia & Karakteristik Unik
Indonesia memiliki karakteristik unik yang membedakan analisis perusahaan keluarga di sini dari konteks global.
Karakteristik 1 & 2
Dominasi UMKM keluarga — hampir 100% UMKM adalah perusahaan keluarga (BPS; dihedge ~)
Struktur piramida ekstensif — banyak emiten BEI dengan 4-6 lapis holding
Karakteristik 3 & 4
Budaya patron-klien — relasi personal lebih kuat dari institusional
Regulasi berkembang — POJK 72/2016, related-party disclosure, transparency UBO
Implikasi: analisis perusahaan keluarga Indonesia butuh lensa lokal, bukan template Amerika/Eropa.
Risiko & Mitigasi
Setiap topik dalam family enterprise management membawa risiko spesifik yang harus dimitigasi dengan kerangka formal.
Risiko Umum
Konflik keluarga-bisnis — peran ganda menghasilkan tegangan
Family charter — aturan tertulis untuk transmisi generasi
Independent director — minimal 30% board
Tag-along & drag-along — proteksi minoritas
Hitung dari Nol: Aplikasi Finansial
Skenario: Keluarga Hartanto membandingkan dua opsi struktur pasca-founder. Opsi A: holding keluarga dengan PPh Badan 22% dan dividen 25% laba. Opsi B: langsung ke anak dengan PPh final dividen 10% (sesuai UU HPP 2021). Asumsi laba Rp 10 miliar/tahun.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Laba bersih setelah PPh Badan 22%
Rp 10 M × (1 − 22%)
Rp 7.800.000.000
2. Dividen 25% laba bersih (Opsi A)
Rp 7,8 M × 25%
Rp 1.950.000.000
3. PPh final dividen 10%
Rp 1,95 M × 10%
Rp 195.000.000
4. Net dividen ke pemegang keluarga
Rp 1,95 M − Rp 195 jt
Rp 1.755.000.000
5. Reinvestasi 75%
Rp 7,8 M × 75%
Rp 5.850.000.000
Kesimpulan
~Rp 1,76 M
Dividen tahunan ke keluarga; sisanya Rp 5,85 M untuk reinvestasi pertumbuhan
Bagian 3 · 3/4
Karakteristik & Sektoral
Diskusi kelas: bagaimana aspek ini dikelola di perusahaan keluarga yang Anda kenal?
Tahapan Implementasi & Lifecycle
Topik hari ini diimplementasikan dalam tahapan tertentu sepanjang lifecycle perusahaan keluarga.
Setiap tahap membawa tantangan berbeda — strategi harus beradaptasi.
Alat Analisis Praktis
Tiga alat analisis yang dapat Anda pakai untuk mengevaluasi topik hari ini di perusahaan keluarga.
Alat 1: Tiga Lingkaran Mapping
Petakan setiap stakeholder ke 7 sektor
Identifikasi insentif & konflik
Sasaran: governance design
Alat 2: F-PEC Scoring
Skor Power, Experience, Culture (0-1)
Bandingkan dengan peer industri
Sasaran: pengukuran family influence
Alat 3: Ward Stage Analysis
Identifikasi tahap (founder/sibling/cousin)
Sesuaikan strategi governance
Sasaran: succession readiness
Tiga alat ini saling melengkapi — gunakan kombinasi untuk analisis komprehensif.
Coba Sendiri: Petakan Stakeholder Anda di Tiga Lingkaran
Geser jumlah anggota di setiap lingkaran (Family, Business, Ownership) dan amati bagaimana tujuh sektor keanggotaan berubah — ini lensa dasar Tagiuri-Davis (1982) untuk memahami insentif dan konflik antar peran.
Studi Kasus: Kasus Astra International (krisis 1992) dan Salim Group (Krismon 1997-98)
Aplikasi teori pada kasus konkret Indonesia yang familiar.
Tahap
Peristiwa
Dinamika
Tahap 1
Founder membangun bisnis dari nol dengan modal kecil
Founder stage informal; kontrol penuh
Tahap 2
Generasi kedua mulai masuk dengan role yang dipersiapkan
Sibling partnership; family council awal
Tahap 3
Diversifikasi untuk mitigasi risiko sektoral
Patient capital memungkinkan ekspansi
Tahap 4
Generasi ketiga masuk dengan governance formal
Cousin consortium; family charter
Tiga pelajaran: (1) Suksesi perlu persiapan jangka panjang; (2) Patient capital memungkinkan strategi jangka panjang; (3) Family charter adalah asuransi keberlangsungan.
Bagian 4 · 4/4
Konteks Indonesia
Diskusi kelas: apakah topik hari ini selalu positif untuk perusahaan keluarga, atau ada sisi gelap?
Konteks Regulasi & Best Practice Global
Regulasi Indonesia dan best practice global membentuk landscape di mana topik hari ini dioperasikan.
Kasus Astra International (krisis 1992) dan Salim Group (Krismon 1997-98)
Bawa tiga lensa ini sebagai peta rujukan sepanjang semester.
Persiapan P2: baca Gersick et al. (1997) bab 3; bawa satu contoh aplikasi dari perusahaan keluarga yang Anda kenal untuk dianalisis lewat konsep hari ini.