stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Sistem Pembayaran Digital: e-wallet, QRIS, cicilan online (paylater)
RPS minggu 6 · 2x50 menit

Sistem Pembayaran Digital

E-Wallet · QRIS · Cicilan Online (Paylater) — E-Commerce, Prodi Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 6: menjelaskan mekanisme dan menghitung biaya sistem pembayaran digital untuk strategi e-commerce.

Jam ke-1
  • E-wallet: model bisnis, pemain utama, dan sumber pendapatan
  • Regulasi uang elektronik dan keamanan transaksi
  • Hitung dari nol: biaya MDR e-wallet bagi merchant
Jam ke-2
  • QRIS: standar nasional, cara kerja, dan dampak ke UMKM
  • Paylater: model bisnis BNPL dan risikonya bagi konsumen
  • Strategi manajerial memilih bauran metode pembayaran platform
Bagian 1 dari 3
E-Wallet: Ekosistem Dompet Digital
Model bisnis, pemain utama, dan struktur biaya di balik "bayar pakai GoPay"

Apa Itu E-Wallet dan Model Bisnisnya

E-wallet (dompet elektronik) adalah aplikasi penyimpan saldo uang elektronik yang diregulasi Bank Indonesia sebagai penyelenggara uang elektronik (electronic money).

Karakteristik
  • Saldo di-top up lebih dulu (prepaid), bukan kredit
  • Terikat akun (server-based), berbeda dari kartu chip prabayar
  • Terintegrasi ke ekosistem: transportasi, belanja, hiburan
Fungsi bagi Platform E-Commerce
  • Mempercepat checkout, mengurangi cart abandonment
  • Membangun loyalitas lewat cashback dan poin
  • Sumber data perilaku belanja untuk personalisasi

Pemain Utama E-Wallet Indonesia

Persaingan didorong afiliasi ekosistem: siapa memiliki basis transaksi terbesar.

GoPay
  • Afiliasi Gojek/GoTo
  • Kuat di transportasi & kuliner
OVO & DANA
  • OVO terafiliasi Grab & Tokopedia (historis)
  • DANA independen, kuat di merchant offline
ShopeePay
  • Terintegrasi penuh ke Shopee
  • Program cashback agresif untuk akuisisi

Bagaimana E-Wallet Menghasilkan Uang

Konsumen sering tidak membayar biaya admin — pendapatan datang dari sisi lain rantai nilai.

Sumber Pendapatan
  • MDR (Merchant Discount Rate) dari merchant
  • Biaya top up lintas bank / lintas kanal
  • Bunga mengambang dari float saldo (kecil, diatur BI)
  • Data & iklan bertarget (jangka panjang)
Implikasi Manajerial
  • Merchant kecil sensitif terhadap MDR → pengaruhi adopsi
  • Volume transaksi lebih penting daripada margin per transaksi

Regulasi E-Wallet: Kerangka Uang Elektronik

Bank Indonesia mengatur e-wallet sebagai penerbit uang elektronik dengan kewajiban perlindungan dana.

Kewajiban Penerbit
  • Izin sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dari BI
  • Dana float wajib ditempatkan di bank (tidak boleh dipakai bebas)
  • Know Your Customer (KYC) berjenjang sesuai batas saldo
Batas & Perlindungan
  • Batas saldo maksimum untuk akun unregistered vs registered
  • Kewajiban pelaporan transaksi mencurigakan (anti pencucian uang)

Hitung dari Nol: Biaya MDR E-Wallet bagi Merchant

Simulasi: UMKM menjual barang senilai Rp 500.000 dibayar via e-wallet reguler.

LangkahPerhitunganNilai
1. Nilai transaksiHarga jual barangRp 500.000
2. Tarif MDR e-wallet (~reguler)~1,5% x Rp 500.000Rp 7.500
3. Dana diterima merchantRp 500.000 - Rp 7.500Rp 492.500
4. Porsi MDR thd margin kotor (asumsi margin 20% = Rp 100.000)Rp 7.500 / Rp 100.0007,5%

Coba Sendiri: Hitung Beban MDR di Berbagai Payment Gateway

Ubah nilai transaksi, tarif MDR, dan margin kotor untuk melihat seberapa besar biaya payment gateway menggerus keuntungan merchant.

Keamanan Transaksi E-Wallet

Kepercayaan konsumen bergantung pada lapisan keamanan berlapis, bukan satu mekanisme tunggal.

AutentikasiPIN 6 digitBiometrik (sidik jari,wajah)OTP via SMS/appEnkripsi DataTokenisasi nomor akunEnkripsi end-to-endServer terpisah daridata identitasDeteksi FraudMonitoring polatransaksi anomaliLimit transaksi harianBlokir otomatis
Bagian 2 dari 3
QRIS: Standar Nasional Pembayaran QR
Bagaimana Bank Indonesia menyatukan puluhan kode QR menjadi satu standar

Apa Itu QRIS dan Mengapa Diciptakan

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR pembayaran tunggal yang diwajibkan Bank Indonesia sejak 2020.

Masalah Sebelum QRIS
  • Merchant harus pasang banyak stiker QR berbeda penyedia
  • Konsumen terbatas hanya bisa pakai e-wallet yang didukung merchant
Solusi QRIS
  • Satu kode QR → dipindai semua aplikasi pembayaran
  • Interoperabilitas: GoPay bisa bayar ke QR merchant OVO, dst.
  • Mendorong cashless society & inklusi keuangan UMKM

Walkthrough: Cara Kerja QRIS MPM vs CPM

Dua mode pemindaian QRIS yang perlu Anda bedakan sebagai calon manajer platform.

MPM — Merchant Presented Mode
  • Merchant menampilkan QR statis/dinamis
  • Konsumen memindai dengan aplikasi e-wallet
  • Konsumen memasukkan nominal (QR statis) lalu bayar
  • Lazim di warung, UMKM, pedagang kaki lima
CPM — Customer Presented Mode
  • Konsumen menampilkan QR dari aplikasinya
  • Kasir memindai QR tersebut dengan alat scanner
  • Nominal otomatis terisi dari sistem kasir
  • Lazim di ritel modern (minimarket, resto besar)

QRIS Lintas Negara: Perluasan Cross-Border

QRIS kini bisa dipakai wisatawan Indonesia di beberapa negara ASEAN, dan sebaliknya.

Kerja Sama Regional
  • Indonesia ↔ Malaysia, Thailand, Singapura (bertahap)
  • Wisatawan bisa bayar pakai aplikasi e-wallet domestik di negara mitra
Nilai Strategis bagi E-Commerce
  • Membuka jalur pembayaran cross-border e-commerce
  • Mendukung visi ASEAN Payment Connectivity BI

Hitung dari Nol: Biaya MDR QRIS UMKM vs Reguler

Bank Indonesia menetapkan tarif MDR QRIS berbeda untuk UMKM dan merchant reguler. Simulasi transaksi sama Rp 500.000.

LangkahPerhitunganNilai
1. MDR merchant UMKM (~0,3%)~0,3% x Rp 500.000Rp 1.500
2. MDR merchant reguler (~0,7%)~0,7% x Rp 500.000Rp 3.500
3. Selisih biaya UMKM vs regulerRp 3.500 - Rp 1.500Rp 2.000
4. Penghematan relatif UMKMRp 2.000 / Rp 3.500~57,1%

Coba Sendiri: Bandingkan Tarif MDR QRIS UMKM vs Reguler

Ubah tarif MDR dan nilai transaksi untuk melihat besarnya penghematan relatif yang dinikmati merchant kategori UMKM.

Dampak QRIS terhadap Inklusi Keuangan UMKM

QRIS menurunkan hambatan masuk digitalisasi pembayaran bagi usaha kecil.

Manfaat bagi UMKM
  • Biaya integrasi murah: cukup satu stiker, tanpa mesin EDC
  • Rekam jejak transaksi digital → mempermudah akses kredit
  • Mengurangi risiko uang tunai palsu & pencurian
Tantangan yang Masih Ada
  • Literasi digital pedagang usia lanjut masih rendah
  • Ketergantungan sinyal internet di daerah terpencil
Bagian 3 dari 3
Paylater: Cicilan Online dan Risikonya
Model bisnis Buy Now Pay Later dan mengapa OJK mulai mengetatkan aturannya

Apa Itu Paylater dan Model Bisnis BNPL

Paylater (Buy Now Pay Later/BNPL) memungkinkan konsumen membeli sekarang dan membayar belakangan secara cicilan, tanpa kartu kredit.

Mekanisme
  • Skoring kredit instan berbasis data digital (bukan slip gaji)
  • Limit kredit kecil-menengah, tenor pendek (1-12 bulan)
  • Bunga/biaya administrasi per bulan (bukan bunga kartu kredit)
Kenapa Menarik bagi E-Commerce
  • Meningkatkan conversion rate & AOV (average order value)
  • Menjangkau segmen belum punya kartu kredit (Gen Z, first jobber)

Walkthrough: Pemain Paylater dan Integrasinya

Dua pola integrasi paylater ke platform e-commerce Indonesia.

Pola 1 — Built-in Platform
  • Shopee PayLater (SPayLater) & GoPayLater
  • Terintegrasi langsung di checkout, satu ekosistem
  • Data skoring diambil dari riwayat transaksi platform sendiri
Pola 2 — Fintech Pihak Ketiga
  • Kredivo, Akulaku, Indodana
  • Bermitra dengan banyak platform (lintas e-commerce)
  • Berbentuk perusahaan pembiayaan/fintech P2P berizin OJK

Risiko Paylater: Perilaku Konsumtif dan Pengetatan OJK

Kemudahan paylater membawa risiko yang harus dikelola platform dan diawasi regulator.

Risiko Konsumen
  • Perilaku konsumtif berlebihan (overspending) karena kemudahan akses
  • Gali lubang tutup lubang: pinjam paylater lain untuk bayar cicilan
  • Bunga efektif tahunan bisa jauh lebih tinggi dari terlihat sekilas
Respons Regulator & Platform
  • OJK perketat batas usia minimum & batas penghasilan pengguna
  • Kewajiban transparansi bunga/biaya total sebelum transaksi
  • Pelaporan skor kredit ke SLIK/lembaga informasi keuangan

Latihan: Merancang Bauran Metode Pembayaran

Instruksi kerja kelompok (15 menit) untuk mengaplikasikan materi hari ini pada kasus nyata.

Kasus
  • Anda konsultan sebuah UMKM konveksi yang baru mulai jualan online lewat toko sendiri (bukan marketplace)
  • Target pasar: mahasiswa & first jobber, harga produk Rp 150.000 - Rp 800.000
Tugas Kelompok
  • Tentukan 3 metode pembayaran wajib disediakan & alasannya
  • Hitung estimasi total biaya MDR/bulan (asumsi 200 transaksi, rata-rata Rp 300.000)
  • Diskusikan: perlukah menyediakan paylater? Pertimbangkan risiko reputasi