‹ Daftar slidePertemuan 4: Strategi Pemasaran Digital untuk E-Commerce: SEO/SEM, media sosial, marketplace ads
RPS minggu 4 · 2x50 menit
Strategi Pemasaran Digital untuk E-Commerce
SEO/SEM, Media Sosial, dan Marketplace Ads
Pertemuan 4 — Mata Kuliah E-Commerce · Program Studi Manajemen · FEB UNDIP
Peta Perjalanan Hari Ini
Jam ke-1 (50 menit)
Recap: dari customer journey ke titik "ditemukan"
SEO — strategi organik jangka panjang
Hitung dari Nol: dampak posisi ranking
Jam ke-2 (50 menit)
SEM — iklan berbayar & lelang kata kunci
Media sosial & marketplace ads
Studi kasus UMKM + latihan kelompok
Sub-CPMK minggu ini: mahasiswa mampu merancang bauran saluran pemasaran digital (SEO, SEM, media sosial, marketplace ads) untuk sebuah bisnis e-commerce, disertai estimasi biaya dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari Customer Journey ke "Ditemukan"
Pertemuan 2 membahas customer journey: Awareness → Consideration → Purchase → Retention. Pemasaran digital adalah mesin yang menggerakkan pembeli sepanjang perjalanan itu.
Awareness
Calon pembeli belum tahu toko Anda ada. Saluran: SEO, iklan media sosial, marketplace ads.
Consideration
Calon pembeli membandingkan. Saluran: SEM (kata kunci "review", "terbaik"), konten sosial media.
Tanpa strategi pemasaran digital yang tepat, produk terbaik pun tidak akan pernah ditemukan — apalagi di Indonesia dengan lebih dari 200 juta pengguna internet dan puluhan juta toko online yang berkompetisi.
Bagian 1 dari 3
SEO — Ditemukan Secara Organik
Search Engine Optimization: strategi jangka panjang agar toko Anda muncul di halaman pertama hasil pencarian tanpa membayar iklan.
Apa Itu SEO dan Mengapa Penting?
SEO (Search Engine Optimization) adalah rangkaian strategi untuk membuat halaman toko/produk muncul lebih tinggi di hasil pencarian organik (tidak berbayar) mesin pencari seperti Google.
Mengapa penting bagi e-commerce
Biaya per kunjungan mendekati nol setelah peringkat tercapai
Kepercayaan konsumen lebih tinggi pada hasil organik vs iklan
Efek jangka panjang — peringkat bertahan berbulan-bulan
Tantangan bagi UMKM
Butuh waktu 3-6 bulan untuk melihat hasil signifikan
Bersaing dengan marketplace besar (Tokopedia, Shopee) di kata kunci umum
Perlu konten & struktur situs yang konsisten dirawat
Cara Kerja Mesin Pencari
Tiga tahap sebelum halaman Anda muncul di hasil pencarian:
SEO bekerja pada ketiga tahap ini: memudahkan bot merayapi situs (crawling), memastikan halaman terindeks dengan benar (indexing), dan mengoptimalkan sinyal relevansi/kualitas agar diranking tinggi (ranking).
On-Page vs Off-Page SEO
On-Page SEO (dalam kendali toko)
Judul produk & deskripsi mengandung kata kunci relevan
Kecepatan loading halaman & tampilan mobile-friendly
Struktur URL & kategori yang rapi
Gambar produk diberi teks alternatif (alt text)
Off-Page SEO (di luar situs)
Backlink dari situs lain (media, blog ulasan)
Reputasi & ulasan (Google Business Profile)
Sinyal media sosial (share, mention)
Kredibilitas domain secara keseluruhan
Hitung dari Nol: Dampak Posisi Ranking terhadap Traffic
Kasus: kata kunci "sepatu lari wanita" di toko online Anda.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Volume pencarian bulanan kata kunci
data Google Keyword Planner
10.000 pencarian/bulan
CTR (click-through rate) rata-rata posisi #1
benchmark industri
28%
Estimasi kunjungan bila posisi #1
28% x 10.000
2.800 kunjungan
Estimasi kunjungan bila posisi #5
7% x 10.000
700 kunjungan
Selisih traffic akibat naik posisi #5 → #1
2.800 - 700
2.100 kunjungan tambahan
Estimasi transaksi tambahan (conversion rate 2%)
2% x 2.100
42 transaksi tambahan
Hasil
42 transaksi
tambahan per bulan hanya dari naik peringkat #5 ke #1 — tanpa biaya iklan
Coba Sendiri: Uji Dampak Posisi SERP terhadap Traffic
Geser posisi ranking dan volume pencarian untuk melihat bagaimana CTR SERP mengubah jumlah kunjungan yang didapat.
Bagian 2 dari 3
SEM — Iklan Berbayar di Mesin Pencari
Search Engine Marketing: membeli posisi teratas hasil pencarian melalui lelang kata kunci — hasil instan, tapi harus dihitung dengan cermat.
Apa Itu SEM dan Lelang Kata Kunci
SEM (Search Engine Marketing), sering disebut PPC (Pay-Per-Click), bekerja lewat mekanisme lelang kata kunci real-time setiap kali seseorang mengetik pencarian.
Walkthrough — proses lelang saat pengguna mengetik "beli skincare wajah berjerawat":
Sistem Google Ads mengidentifikasi semua pengiklan yang menargetkan kata kunci tersebut
Tiap pengiklan punya bid (tawaran maksimum) dan Quality Score (relevansi iklan, halaman tujuan, dan riwayat CTR)
Ad Rank = Bid x Quality Score — pemenang bukan selalu penawar tertinggi, tapi kombinasi tawaran & relevansi terbaik
Pemenang lelang tampil di posisi teratas; biaya aktual (CPC) biasanya lebih rendah dari bid maksimum berkat Quality Score tinggi
Hitung dari Nol: CPC, Quality Score, dan ROAS
Kasus: kampanye Google Ads untuk produk skincare, budget harian Rp 500.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Budget harian kampanye
ditetapkan pengiklan
Rp 500.000
Bid maksimum per klik
ditetapkan pengiklan
Rp 3.000
CPC aktual (Quality Score tinggi, diskon 30%)
Rp3.000 x (1 - 30%)
Rp 2.100
Jumlah klik yang didapat
Rp500.000 / Rp2.100
≈ 238 klik
Jumlah transaksi (conversion rate 3%)
3% x 238
≈ 7 transaksi
Pendapatan (AOV Rp150.000/transaksi)
7 x Rp150.000
Rp 1.050.000
ROAS (Return on Ad Spend)
Rp1.050.000 / Rp500.000
2,1x
Hasil
ROAS 2,1x
setiap Rp 1 iklan menghasilkan Rp 2,1 pendapatan — Quality Score tinggi menekan CPC & meningkatkan efisiensi
Coba Sendiri: Simulasikan Lelang Iklan Google Ads
Ubah bid maksimum dan Quality Score untuk melihat bagaimana Ad Rank dan CPC aktual bergeser antar pengiklan.
Coba Sendiri: Optimalkan ROAS Kampanye SEM
Ubah CPC, conversion rate, dan AOV untuk melihat titik di mana ROAS kampanye berubah dari untung menjadi rugi.
Struktur Kampanye SEM: Search Ads vs Shopping Ads
Search Ads (teks)
Muncul sebagai teks di atas/bawah hasil organik
Cocok untuk kata kunci "bermaksud beli" (transactional intent)
Contoh: "jasa service AC panggilan Semarang"
Shopping Ads (produk)
Menampilkan gambar, harga, & nama toko langsung di hasil pencarian
Membutuhkan feed produk terstruktur (Google Merchant Center)
Cocok untuk produk fisik bervariasi banyak SKU
Praktik umum: e-commerce fesyen/elektronik mengandalkan Shopping Ads untuk visibilitas produk, sedangkan jasa (les, servis, konsultasi) lebih efektif lewat Search Ads berbasis teks.
Bagian 3 dari 3
Media Sosial & Marketplace Ads
Dua saluran yang paling dekat dengan perilaku belanja masyarakat Indonesia saat ini — dari scrolling Instagram sampai membuka aplikasi Shopee.
Strategi Media Sosial: Organik vs Berbayar
Organik (tanpa biaya iklan)
Konten edukatif & hiburan (tips, di balik layar produksi)
Kolaborasi dengan micro-influencer (biaya lebih rendah, engagement tinggi)
Retargeting — menampilkan iklan ke pengunjung situs yang belum beli
Format shoppable ads — beli langsung tanpa keluar aplikasi
Tren Indonesia: TikTok Shop menggabungkan konten hiburan (organik) dan transaksi langsung (marketplace) dalam satu aplikasi — batas antara "media sosial" dan "marketplace" semakin kabur.
Marketplace Ads: Iklan di Dalam Aplikasi Belanja
Berbeda dari SEM (di Google) dan sosial media (di Instagram/TikTok), marketplace ads beriklan langsung di dalam aplikasi tempat transaksi terjadi — Shopee Ads, Tokopedia Ads.
Karakteristik
Sistem top-up saldo iklan, model bid per klik/tayang serupa SEM
Posisi: pencarian dalam aplikasi, halaman kategori, rekomendasi beranda
Intent belanja sangat tinggi — pengguna sudah membuka niat beli
Kapan digunakan
Peluncuran produk baru agar cepat terlihat di kategori ramai
Mendorong penjualan saat kampanye tanggal kembar (11.11, 12.12)
Melawan persaingan harga & posisi di halaman pencarian marketplace
Integrasi Omnichannel: Menyatukan Empat Saluran
Bauran yang efektif TIDAK memilih satu saluran saja — SEO & media sosial membangun kesadaran, SEM menangkap niat aktif, marketplace ads menutup transaksi di titik penjualan.
Studi Kasus: UMKM "Kopi Nusantara Digital"
Walkthrough — UMKM kopi kemasan di Semarang, omzet stagnan Rp 15 juta/bulan:
Diagnosis: toko hanya mengandalkan marketplace tanpa SEO/SEM/sosmed; produk tenggelam di halaman ke-8 pencarian Shopee
Langkah 1 (SEO): optimasi deskripsi produk & blog "cara seduh kopi susu literan" — menarik traffic pencarian informasional
Langkah 2 (Media sosial): konten video proses roasting di TikTok/Instagram — membangun kepercayaan merek
Langkah 3 (Marketplace ads): top-up Rp 300.000/bulan Shopee Ads pada kata kunci "kopi susu literan"
Hasil setelah 3 bulan: omzet naik menjadi Rp 24 juta/bulan (+60%) dengan tambahan biaya pemasaran hanya ~Rp 900.000/bulan
Metrik Kunci untuk Mengevaluasi Bauran Saluran
CTR
Click-Through Rate: persentase orang yang klik dari yang melihat (impresi). Mengukur daya tarik iklan/judul.
Conversion Rate
Persentase pengunjung yang benar-benar membeli. Mengukur efektivitas halaman produk/checkout.
ROAS
Return on Ad Spend: pendapatan dibagi biaya iklan. Mengukur efisiensi finansial kampanye.
Metrik ini akan kita bedah lebih mendalam — bersama CAC (Customer Acquisition Cost) dan LTV (Lifetime Value) — di pertemuan tentang analitik e-commerce mendatang.
Latihan Kelompok: Rancang Bauran Saluran
Instruksi (kerja kelompok, 15 menit):
Pilih satu UMKM fiktif/nyata (kuliner, fesyen, atau kerajinan) dengan anggaran pemasaran Rp 2 juta/bulan
Tentukan alokasi anggaran ke SEO (aktivitas non-anggaran), SEM, media sosial berbayar, dan marketplace ads
Hitung estimasi jumlah klik dan transaksi menggunakan asumsi CPC, conversion rate, dan AOV Anda sendiri (rujuk metode perhitungan pada slide sebelumnya)
Presentasikan alasan alokasi Anda dalam 2 menit per kelompok
Setiap kelompok WAJIB menunjukkan perhitungan angka (bukan hanya opini) — gunakan format tabel Langkah · Perhitungan · Nilai seperti dicontohkan di slide SEO dan SEM.
Ringkasan & Jembatan ke Pertemuan Berikutnya
Yang sudah kita pelajari
SEO: strategi organik murah tapi lambat, dikuasai lewat on-page & off-page
SEM: iklan berbayar lewat lelang kata kunci, dihitung via CPC & ROAS
Media sosial & marketplace ads melengkapi funnel dari awareness ke konversi
Pertemuan 5: Manajemen Logistik & Fulfillment
Setelah pembeli berhasil dikonversi lewat pemasaran, tantangan berikutnya: bagaimana barang sampai tepat waktu
Pemasaran digital yang hebat akan sia-sia bila pesanan terlambat sampai — itulah mengapa minggu depan kita bergerak ke sisi operasional: logistik dan fulfillment.