stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Perilaku Konsumen Digital: customer journey online, faktor keputusan pembelian digital
RPS minggu 3 · 2x50 menit

Perilaku Konsumen Digital

Customer journey online dan faktor keputusan pembelian digital

Pertemuan 3 · Mata Kuliah E-Commerce · Program Studi Manajemen FEB UNDIP

Glosarium: customer journey = seluruh rangkaian titik interaksi (touchpoint) yang dilalui konsumen dari menyadari kebutuhan hingga menjadi pelanggan setia — inilah kerangka utama pertemuan hari ini.

Bagian I dari III
Mengapa Konsumen Digital Berbeda dari Konsumen Konvensional?

Karakteristik unik konsumen digital Indonesia dan mengapa pemahaman ini menjadi fondasi strategi e-commerce.

Siapa Konsumen Digital Indonesia?

Konsumen digital adalah individu yang menggunakan perangkat terhubung internet (smartphone, laptop) untuk mencari informasi, membandingkan, dan membeli produk/jasa secara daring — jumlahnya di Indonesia ~215 juta pengguna internet aktif.

Mobile-first

Mayoritas transaksi e-commerce Indonesia terjadi lewat aplikasi smartphone, bukan desktop — mirip kebiasaan mengecek saldo BCA mobile ketimbang ke ATM.

Harga-sensitif

Konsumen aktif membandingkan harga lintas platform (Shopee vs Tokopedia vs TikTok Shop) sebelum memutuskan, didorong budaya diskon dan gratis ongkir.

Sosial & ulasan

Keputusan sangat dipengaruhi ulasan pembeli lain, rating toko, dan rekomendasi dari media sosial (Instagram, TikTok) — bentuk word-of-mouth digital.

Mengapa Kepercayaan (Trust) Menjadi Isu Sentral?

Berbeda dari belanja di toko fisik, transaksi digital melibatkan ketidakpastian ganda: konsumen belum melihat produk secara langsung, dan belum bertatap muka dengan penjual.

Ketidakpastian ProdukTidak bisa disentuh/dicobaKetidakpastian PenjualTidak bertatap mukaMitigasi PlatformRating, escrow, garansi

Peta Perjalanan: Lima Tahap Customer Journey Digital

Customer journey digital umumnya melalui lima tahap berurutan — meski dalam praktiknya konsumen bisa melompat maju-mundur antar tahap.

1. Awareness

Menyadari kebutuhan atau melihat produk lewat iklan/konten.

2. Consideration

Mencari & membandingkan informasi dari berbagai sumber.

3. Decision

Memutuskan platform, produk, dan metode pembayaran.

4. Purchase & Delivery

Transaksi selesai, menunggu pengiriman barang.

5. Post-Purchase

Evaluasi kepuasan, ulasan, potensi pembelian ulang.

Bagian II dari III
Membedah Tiap Tahap Customer Journey Secara Mendalam

Dari titik kesadaran kebutuhan hingga loyalitas pasca-pembelian — apa yang terjadi di benak konsumen di tiap tahap.

Tahap Awareness: Dari Mana Kebutuhan Muncul?

Kesadaran kebutuhan bisa dipicu secara internal (rasa lapar, sepatu rusak) atau eksternal (iklan, unggahan influencer, notifikasi aplikasi).

Pemicu Internal
  • Kebutuhan fisiologis (lapar, sakit)
  • Barang lama rusak/habis
  • Perbandingan sosial ("teman punya")
Pemicu Eksternal
  • Iklan media sosial & marketplace ads
  • Konten endorsement KOL/influencer
  • Notifikasi flash sale aplikasi
Contoh riil: Notifikasi "Flash Sale 11.11" dari Shopee memicu awareness eksternal — konsumen yang semula tidak berniat belanja tiba-tiba merasa perlu memeriksa aplikasi.

Tahap Consideration: Bagaimana Konsumen Mencari Informasi?

Konsumen digital menjalankan pencarian multi-sumber sebelum memutuskan — rata-rata mengecek 3-4 sumber berbeda untuk pembelian bernilai signifikan.

Search engine

Googling nama produk + "review" atau "worth it".

Marketplace

Membandingkan harga & rating toko di Shopee/Tokopedia.

Media sosial

Menonton ulasan video di TikTok/YouTube (unboxing).

Implikasi manajerial: Perusahaan/UMKM harus hadir konsisten di berbagai titik kontak ini (strategi omnichannel/multichannel), bukan hanya optimal di satu kanal saja.

Hitung dari Nol: Mengukur Tingkat Konversi Consideration ke Decision

Sebuah toko online di Instagram punya 2.500 pengunjung profil per minggu; dari jumlah itu, 350 orang mengklik ke marketplace, dan 42 orang benar-benar bertransaksi.

LangkahPerhitunganNilai
Click-through rate (profil → marketplace)350 ÷ 2.500 x 10014%
Conversion rate (klik → transaksi)42 ÷ 350 x 10012%
Overall conversion rate (profil → transaksi)42 ÷ 2.500 x 1001,68%
Overall Conversion Rate
1,68%
42 dari 2.500 pengunjung profil bertransaksi

Coba Sendiri: Hitung Ulang Funnel Traffic ke Transaksi

Ubah jumlah pengunjung, klik, dan transaksi untuk melihat bagaimana click-through rate dan overall conversion rate berubah.

Tahap Decision: Faktor Penentu Pilihan Akhir

Pada tahap ini konsumen menimbang tiga elemen kunci: platform mana, produk/varian mana, dan metode pembayaran mana yang dipilih.

Pilih Platform

Berdasar kebiasaan, promo aktif, dan kepercayaan sebelumnya.

Pilih Produk/Varian

Berdasar rating tertinggi, penjual dengan respons cepat, stok tersedia.

Pilih Pembayaran

E-wallet (GoPay/OVO), QRIS, transfer bank, atau paylater.

Tahap Purchase & Delivery: Titik Rawan Kegagalan

Meski keputusan sudah bulat, transaksi bisa gagal di detik terakhir karena hambatan teknis atau psikologis — fenomena ini disebut cart abandonment (pembatalan keranjang belanja).

Penyebab Teknis
  • Proses checkout terlalu rumit/lambat
  • Metode pembayaran favorit tidak tersedia
  • Biaya ongkir muncul mendadak
Penyebab Psikologis
  • Keraguan mendadak (buyer's remorse dini)
  • Menemukan harga lebih murah di aplikasi lain
  • Menunggu notifikasi promo berikutnya

Tahap Post-Purchase: Mengapa Sering Diabaikan Padahal Krusial?

Pengalaman pasca-pembelian menentukan apakah konsumen menjadi pelanggan setia atau berpindah ke kompetitor pada transaksi berikutnya.

Evaluasi Kepuasan

Membandingkan ekspektasi (dari foto/deskripsi) dengan realita barang diterima.

Ulasan & Rating

Konsumen menulis ulasan yang akan memengaruhi konsumen berikutnya.

Repeat Purchase

Kepuasan tinggi mendorong pembelian ulang & rekomendasi ke orang lain.

Insight manajerial: Biaya mempertahankan pelanggan lama jauh lebih murah dibanding akuisisi pelanggan baru — inilah dasar pentingnya digital CRM yang akan kita bahas di pertemuan mendatang.
Bagian III dari III
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian Digital

Empat kelompok faktor — psikologis, sosial, situasional, dan platform — yang menentukan mengapa konsumen memilih satu opsi dari sekian banyak pilihan.

Faktor Psikologis: Persepsi Risiko dan Motivasi

Konsumen digital menimbang lima jenis risiko sebelum membeli — makin tinggi persepsi risiko, makin besar kemungkinan ia menunda atau membatalkan pembelian.

Risiko Finansial

Takut rugi uang bila barang tidak sesuai atau penipuan.

Risiko Fungsional

Takut produk tidak berfungsi/berkualitas sesuai janji.

Risiko Waktu

Takut pengiriman lambat atau proses retur merepotkan.

Faktor Sosial: Kekuatan Ulasan, Rating, dan Komunitas

Di Indonesia, pengaruh sosial dalam keputusan digital sangat kuat karena budaya kolektif — konsumen cenderung mencari validasi dari orang lain sebelum memutuskan.

Bukti Sosial (Social Proof)
  • Jumlah ulasan & rating bintang toko
  • Badge "Star Seller"/"Mall" di marketplace
  • Jumlah produk terjual yang ditampilkan
Pengaruh Komunitas Digital
  • Rekomendasi grup WhatsApp/Facebook
  • Konten key opinion leader (KOL)
  • Live shopping/live streaming penjualan

Faktor Situasional: Waktu, Momen, dan Tekanan Promo

Keputusan pembelian juga sangat dipengaruhi konteks saat itu — kapan, di mana, dan dalam suasana hati seperti apa konsumen berada.

Momen Kalender

Gajian awal bulan, harbolnas 11.11/12.12, Ramadan-Lebaran.

Tekanan Waktu (Urgency)

Hitung mundur flash sale, stok "tersisa 2".

Suasana Hati

Belanja impulsif saat bosan/stres (revenge spending).

Hitung dari Nol: Skor Kepercayaan Toko dari Rating dan Volume Ulasan

Toko A punya rating 4,8 dari 120 ulasan; Toko B punya rating 5,0 dari 8 ulasan. Mana yang lebih dipercaya konsumen rasional menggunakan pembobotan sederhana?

LangkahPerhitunganNilai
Skor mentah Toko A (rating x log ulasan)4,8 x log(120+1)9,79
Skor mentah Toko B (rating x log ulasan)5,0 x log(8+1)4,77
Selisih keunggulan Toko A atas Toko B9,79 − 4,77+5,02
Kesimpulan
Toko A
Volume ulasan tinggi mengalahkan rating sempurna dengan sampel kecil

Coba Sendiri: Bandingkan Skor Kepercayaan Dua Toko

Ubah rating dan jumlah ulasan kedua toko, lalu amati kapan toko dengan rating lebih rendah justru menang karena volume ulasan.

Faktor Platform: Desain Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

Elemen teknis platform sendiri turut menentukan keputusan — konsumen digital sangat tidak sabar terhadap friksi (hambatan pengalaman) dalam aplikasi.

Kecepatan & Kemudahan
  • Waktu muat halaman < 3 detik
  • Fitur pencarian & filter yang akurat
  • Proses checkout minimal langkah
Kepercayaan Teknis
  • Metode pembayaran aman & beragam
  • Kebijakan retur/garansi jelas
  • Layanan pelanggan (live chat) responsif

Latihan Kelas: Memetakan Customer Journey Produk Pilihan Anda

Kerjakan secara berkelompok (3-4 orang), waktu 15 menit, lalu presentasikan hasil singkat ke kelas.

Instruksi:
  • Pilih satu produk nyata yang pernah salah satu anggota kelompok beli secara online (mis. sepatu, skincare, gawai).
  • Petakan lima tahap customer journey-nya: apa pemicu awareness, sumber informasi consideration, alasan decision, kendala purchase, dan pengalaman post-purchase.
  • Identifikasi minimal dua faktor (psikologis/sosial/situasional/platform) yang paling memengaruhi keputusan tersebut.
  • Tuliskan satu rekomendasi manajerial bagi penjual untuk memperkuat tahap yang paling lemah dalam perjalanan tersebut.

Ringkasan Pertemuan 3

Yang Sudah Dipelajari
  • Karakteristik konsumen digital Indonesia & peran trust
  • Lima tahap customer journey digital
  • Empat kelompok faktor keputusan pembelian
  • Cara menghitung conversion rate & skor kepercayaan toko
Menuju Pertemuan Berikutnya
  • Strategi pemasaran digital (SEO/SEM, media sosial, marketplace ads)
  • Bagaimana merancang kampanye untuk tiap tahap journey
  • Baca materi pendukung sebelum pertemuan 4