stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Open Innovation serta Riset dan Pengembangan Digital
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Digital Strategy

Pertemuan 4 — Open Innovation serta Riset dan Pengembangan Digital

Mengapa perusahaan digital tidak bisa berinovasi sendirian: dari R&D tertutup ke kolaborasi terbuka dengan startup, universitas, dan komunitas developer.

RPS MINGGU 4 • 2×50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep open innovation dan merancang mekanisme riset & pengembangan (R&D) digital yang relevan bagi perusahaan.

CAPAIAN 1
KONSEP
Membedakan closed innovation vs open innovation, serta arah inbound dan outbound.
CAPAIAN 2
MEKANISME
Mengidentifikasi mekanisme OI: crowdsourcing, hackathon, corporate venture capital, akselerator.
CAPAIAN 3
EVALUASI
Menghitung ROI program inovasi dan mengalokasikan anggaran R&D digital secara proporsional.
CAPAIAN 4
TANTANGAN
Mengenali risiko kekayaan intelektual (IP) dan resistensi budaya dalam kolaborasi terbuka.

Kenapa Laboratorium Tertutup Tidak Lagi Cukup?

Bayangkan Anda menjadi Head of Innovation sebuah bank digital di Indonesia. Tim R&D internal Anda hanya 15 orang, tetapi ribuan developer independen di luar sana sedang membangun fitur fintech setiap hari.

MASALAH 1
KECEPATAN
Startup pesaing meluncurkan fitur baru tiap 2–4 minggu; tim internal Anda butuh berbulan-bulan.
MASALAH 2
BIAYA
Merekrut seluruh talenta AI dan data science terbaik tidak realistis secara anggaran.
MASALAH 3
IDE
Ide terbaik belum tentu lahir dari dalam gedung Anda — bisa dari mahasiswa, startup, atau nasabah sendiri.
Jawabannya: membuka sebagian proses R&D ke pihak luar — inilah inti dari open innovation yang akan kita bedah hari ini.
Bagian 1 dari 3
Konsep Open Innovation
Dari closed innovation menuju kolaborasi terbuka: definisi, arah inbound-outbound, dan bukti dari lapangan.

Closed Innovation vs Open Innovation

Closed innovation (inovasi tertutup): perusahaan merekrut orang terbaik, membangun ide sendiri di dalam, mengembangkan sendiri, dan mengendalikan kekayaan intelektual (IP — hak atas kekayaan intelektual) secara ketat. Open innovation (inovasi terbuka, Chesbrough 2003): perusahaan sengaja memakai ide dan jalur pasar dari dalam maupun luar untuk mempercepat inovasi.

CLOSED INNOVATIONR&D internalBatas perusahaan tertutup rapatOPEN INNOVATIONR&D internalBatas berpori, ide keluar-masuk

Dua Arah Open Innovation: Inbound dan Outbound

INBOUND OPEN INNOVATION

Ide masuk dari luar ke dalam perusahaan.

  • Membeli lisensi teknologi dari startup
  • Crowdsourcing ide dari komunitas/nasabah
  • Akuisisi startup untuk teknologinya
OUTBOUND OPEN INNOVATION

Ide keluar dari perusahaan ke pasar luar.

  • Melisensikan paten internal ke perusahaan lain
  • Membuka API untuk developer eksternal
  • Spin-off unit riset menjadi startup mandiri
Banyak perusahaan digital memakai keduanya sekaligus — disebut coupled innovation (inovasi berpasangan).

Studi Kasus Global: Procter & Gamble "Connect + Develop"

Tahun 2000, P&G menghadapi stagnasi inovasi — R&D internal tidak mampu mengejar target pertumbuhan. CEO A.G. Lafley menetapkan target radikal:

TARGET LAFLEY (2000)
50%
Porsi inovasi baru P&G yang ditargetkan berasal dari kolaborasi eksternal, bukan lab internal semata.
HASIL PROGRAM "C&D"
RIBUAN MITRA
Program Connect + Develop menjaring ide dari peneliti, universitas, dan startup di seluruh dunia — mempercepat produk seperti Swiffer dan Pringles Print.
Pelajaran kunci: open innovation bukan sekadar taktik R&D, tetapi keputusan strategis di level puncak perusahaan.

Studi Kasus Indonesia: Bank Digital Membuka "Pintu" API

Beberapa bank dan operator telekomunikasi Indonesia telah menjalankan open innovation lewat program terstruktur:

BCA
DEVELOPER API
Membuka API perbankan agar fintech dan developer independen bisa membangun layanan pembayaran di atasnya (inbound + outbound).
TELKOMSEL
NEXTDEV
Program akselerator tahunan menjaring startup digital muda; startup terpilih mendapat pendanaan awal dan akses jaringan.
BRI
VENTURES
Unit corporate venture capital (CVC) yang berinvestasi di startup fintech dan agritech tahap awal.
Bagian 2 dari 3
Mekanisme & R&D Digital
Bentuk konkret open innovation, cara R&D digital berbeda dari R&D tradisional, dan menghitung ROI-nya.

Empat Mekanisme Utama Open Innovation

CROWDSOURCING
IDE MASSAL
Melempar tantangan ke publik/komunitas untuk mengumpulkan solusi — mis. lomba desain fitur aplikasi.
HACKATHON
MARATON KODING
Kompetisi intensif 1–3 hari membangun prototipe; bisa internal (karyawan) atau eksternal (publik).
CORPORATE VENTURE CAPITAL (CVC)
INVESTASI STARTUP
Dana investasi milik korporasi untuk mengambil ekuitas di startup tahap awal yang relevan strategis.
AKSELERATOR/INKUBATOR
PEMBINAAN STARTUP
Program terstruktur (biasanya 3–6 bulan) membina startup lewat mentoring, akses pasar, dan pendanaan awal.

R&D Digital vs R&D Tradisional

DimensiR&D TradisionalR&D Digital
Siklus pengembanganBulan–tahun, linear (waterfall)Minggu, iteratif (agile)
Produk awalPrototipe fisik lengkapMVP (produk minimum layak coba)
Rilis & perbaikanTerpisah, jarangDevOps — rilis & perbaikan menyatu, sering
Sumber ideDominan internalTerbuka: internal + eksternal (OI)
Glos: MVP (Minimum Viable Product) = versi produk paling sederhana yang cukup untuk diuji pasar. DevOps = praktik menyatukan tim pengembangan (dev) dan operasional (ops) agar rilis fitur lebih cepat dan stabil.

Hitung dari Nol #1: ROI Program Hackathon Internal

Sebuah perusahaan digital menjalankan hackathon internal 2 hari untuk mencari ide inovasi baru. Berikut datanya:

LangkahPerhitunganNilai
1. Biaya total program (venue, hadiah, jam kerja)diberikanRp 300.000.000
2. Ide yang lolos diadopsi manajemen2 dari 20 tim ikut2 ide (10%)
3. Estimasi nilai tambahan per tahun2 ide × Rp 450.000.000Rp 900.000.000
4. Selisih manfaat − biayaRp 900.000.000 − Rp 300.000.000Rp 600.000.000
5. ROI program (tahun pertama)(Rp 600.000.000 ÷ Rp 300.000.000) × 100%200%
ROI TAHUN PERTAMA
200%
Setiap Rp 1 yang diinvestasikan menghasilkan tambahan Rp 2 nilai bersih

Dari Ide ke Produk: Innovation Funnel dan TRL

Tidak semua ide open innovation langsung jadi produk. Perusahaan menyaring ide lewat corong inovasi (innovation funnel) dan mengukur kematangan teknologi dengan skala TRL (Technology Readiness Level, 1–9).

RIBUAN IDE MASUKSEDIKIT PRODUK RILISTRL 1–3TRL 4–6TRL 7–9Riset konsepPrototipe/ujiSiap pasar
Ide dari hackathon biasanya mulai di TRL rendah (1–3) — masih butuh validasi lanjutan sebelum jadi fitur yang benar-benar dirilis ke pengguna.
Bagian 3 dari 3
Tantangan & Praktik Implementasi
Risiko kekayaan intelektual, budaya "not invented here", alokasi anggaran, dan memilih mitra yang tepat.

Dua Tantangan Terbesar Open Innovation

RISIKO KEKAYAAN INTELEKTUAL (IP)

Berbagi ide dengan pihak luar berarti risiko ide dicuri atau ditiru pesaing.

  • Mitigasi: NDA (Non-Disclosure Agreement — perjanjian kerahasiaan)
  • Perjanjian lisensi & pembagian hak paten yang jelas di awal
SINDROM "NOT INVENTED HERE" (NIH)

Karyawan internal menolak ide dari luar karena merasa "bukan buatan kami".

  • Mitigasi: libatkan tim internal sejak tahap seleksi ide
  • Beri insentif/pengakuan untuk kolaborasi eksternal berhasil
Banyak program open innovation gagal bukan karena idenya buruk, tetapi karena budaya internal menolaknya.

Hitung dari Nol #2: Alokasi Anggaran R&D Digital

Sebuah perusahaan digital berpendapatan tahunan Rp 500 miliar menetapkan anggaran R&D sebesar 8% dari pendapatan, dengan 25% dialokasikan untuk open innovation.

LangkahPerhitunganNilai
1. Pendapatan tahunan perusahaandiberikanRp 500.000.000.000
2. Anggaran R&D total8% × Rp 500.000.000.000Rp 40.000.000.000
3. Porsi anggaran open innovation25% × Rp 40.000.000.000Rp 10.000.000.000
4. Sisa anggaran R&D internal (closed)Rp 40.000.000.000 − Rp 10.000.000.000Rp 30.000.000.000
5. Rasio open : closed innovationRp 10 miliar : Rp 30 miliar1 : 3 (25% : 75%)
ANGGARAN OPEN INNOVATION
Rp 10 M
~2% dari pendapatan tahunan perusahaan

Memilih Mitra Open Innovation: Tiga Pilihan Utama

UNIVERSITAS
RISET DASAR
Cocok untuk riset jangka panjang, akses talenta muda, biaya relatif rendah — tapi kecepatan hasil lambat.
STARTUP
KECEPATAN
Cocok untuk solusi cepat & gesit, ide segar — tapi risiko keberlanjutan bisnis mitra lebih tinggi.
VENDOR TEKNOLOGI
KEMATANGAN
Cocok untuk solusi siap pakai & terskala (mis. cloud, AI) — tapi biaya lisensi lebih mahal & ketergantungan vendor.
Pilihan mitra harus disesuaikan dengan TRL ide (slide 13): riset dasar dari universitas untuk TRL rendah, vendor matang untuk TRL tinggi.

Studi Kasus: Ekosistem Open Innovation Bank Mandiri

Bank Mandiri menjalankan beberapa jalur open innovation sekaligus, mencerminkan strategi coupled innovation yang kita bahas di slide 6:

INBOUND
MANDIRI CAPITAL
Unit CVC yang berinvestasi di startup fintech tahap awal untuk menyerap teknologi dan model bisnis baru.
OUTBOUND
API TERBUKA
Membuka layanan pembayaran dan data transaksi (dengan izin nasabah) bagi mitra fintech eksternal.
Kombinasi inbound + outbound memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai hub ekosistem, bukan sekadar penyedia layanan tunggal.

Latihan Kelas: Rancang Program Open Innovation

Instruksi (diskusi kelompok, 15 menit): Anda adalah tim inovasi sebuah startup e-commerce lokal dengan pendapatan tahunan Rp 50 miliar. Direksi mengalokasikan 6% dari pendapatan untuk R&D, dengan rencana 30% porsi open innovation.
TUGAS HITUNG
ANGGARAN
Hitung: (1) total anggaran R&D, (2) porsi open innovation, (3) sisa untuk R&D internal.
TUGAS DISKUSI
MEKANISME
Pilih 1 mekanisme (hackathon/CVC/akselerator/crowdsourcing) yang paling cocok untuk anggaran ini — jelaskan alasannya.

Rangkuman & Persiapan Minggu Depan

CHEAT SHEET PERTEMUAN 4
  • Open innovation: ide masuk (inbound) & keluar (outbound) melewati batas perusahaan
  • Mekanisme: crowdsourcing, hackathon, CVC, akselerator
  • R&D digital = agile + MVP + DevOps, lebih cepat dari R&D tradisional
  • ROI & alokasi anggaran R&D harus dihitung, bukan ditebak
  • Tantangan utama: risiko IP & sindrom "not invented here"
MINGGU DEPAN — PERTEMUAN 5
RANTAI PASOK & OPERATIONAL EXCELLENCE
Bagaimana teknologi digital diintegrasikan ke rantai pasok untuk efisiensi operasi. Tugas: baca studi kasus yang akan dibagikan & bawa hasil latihan hitung anggaran R&D hari ini.