‹ Daftar slidePertemuan 10: Desain High-Fidelity (Mockup) — Menerjemahkan Wireframe ke Mockup dengan Figma
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Desain UI & UX
Pertemuan 10 — Desain High-Fidelity (Mockup): Menerjemahkan Wireframe ke Mockup dengan Figma
Dari kotak-kotak abu-abu wireframe menuju tampilan yang terlihat “siap pakai” — warna, tipografi, grid, dan komponen digabung jadi satu mockup utuh di Figma.
RPS MINGGU 11 • 2×50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dari Wireframe ke Fidelitas Tinggi
Memahami apa itu mockup high-fidelity, di mana posisinya dalam proses desain, dan alat-alat dasar Figma yang menjadi bahan bakunya.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Sesuai Sub-CPMK minggu ini, setelah pertemuan ini Anda diharapkan mampu menerjemahkan wireframe menjadi mockup high-fidelity yang siap diprototipekan. Secara rinci:
CAPAIAN 1
DEFINISI
Membedakan wireframe (lo-fi) dan mockup (hi-fi), serta menjelaskan fungsi masing-masing dalam proses desain.
CAPAIAN 2
ALAT FIGMA
Menggunakan Frame, Component, dan Auto Layout di Figma untuk menyusun tampilan.
CAPAIAN 3
PRINSIP VISUAL
Menerapkan warna, tipografi, dan grid/spacing 8pt secara konsisten memakai Design System.
CAPAIAN 4
AKSESIBILITAS
Menghitung rasio kontras warna (WCAG) agar teks tetap terbaca bagi semua pengguna.
Di Mana Posisi Kita dalam Alur Desain?
Proses desain produk digital berjalan dari abstrak ke konkret. Hari ini kita berada tepat di tengah — mengubah kerangka menjadi tampilan visual utuh.
Mockup bukan langkah pertama. Ia dibangun di atas wireframe yang sudah divalidasi tata letaknya — supaya kita tidak menghabiskan waktu mewarnai tata letak yang mungkin masih berubah.
Wireframe vs Mockup: Apa Bedanya?
WIREFRAME (LO-FI)
KERANGKA
Kotak abu-abu, teks placeholder ("Lorem ipsum"), tanpa warna asli maupun foto. Fokus: tata letak & alur, bukan tampilan akhir.
MOCKUP (HI-FI)
TAMPILAN AKHIR
Warna brand asli, tipografi final, foto/ikon sungguhan. Terlihat seperti tangkapan layar aplikasi jadi — meski belum bisa diklik.
Analogi: wireframe adalah sketsa pensil arsitek untuk denah rumah; mockup adalah gambar render 3D rumah itu dengan cat, keramik, dan furnitur asli — tapi Anda belum bisa benar-benar membuka pintunya (itu baru terjadi di tahap prototipe).
Tiga Alat Inti Figma untuk Mockup
Sebelum menyentuh warna, kuasai dulu tiga bahan bangunan Figma ini — semuanya akan terus Anda pakai sampai akhir semester.
Design System: Bahan Baku Mockup Anda
Mockup yang konsisten tidak dibuat dari nol setiap kali — ia dirakit dari Design System (kumpulan aturan & komponen baku) yang sudah Anda kenal di pertemuan sebelumnya.
COLOR STYLES
WARNA BAKU
Palet tersimpan (mis. Primary, Success) — sekali diubah, semua elemen ikut berubah.
TEXT STYLES
TIPOGRAFI BAKU
Kombinasi jenis huruf, ukuran, ketebalan tersimpan (mis. Heading/L, Body/M).
COMPONENT LIBRARY
ELEMEN BAKU
Tombol, ikon, kartu produk siap pakai — tinggal tarik & letakkan ke frame.
Bayangkan Design System sebagai lemari bahan masakan yang sudah tertakar — Anda tidak menakar garam dan gula ulang setiap masak, tinggal ambil dari toples yang sudah standar.
Bagian 2 dari 3
Menerapkan Prinsip Visual
Warna, tipografi, grid/spacing, dan aksesibilitas — empat pilar yang mengubah kerangka kosong menjadi tampilan yang enak dipandang dan mudah dibaca.
Menerapkan Warna di Mockup
Warna bukan hiasan — ia membawa makna psikologis dan menuntun mata pengguna ke elemen terpenting (tombol utama, notifikasi, peringatan).
BCA mobile: saldo tidak cukup, hapus akun, kesalahan input.
BIRU
DIPERCAYA
Bank & fintech (BRI, OVO): kesan aman, formal, profesional.
Batasi 1 warna primer + 1 aksen sekunder untuk aksi utama, sisanya netral (abu-abu/putih). Mockup yang penuh warna justru membingungkan mata pengguna — bukan menariknya.
Hierarki Tipografi: Bukan Sekadar Ganti Ukuran
Tipografi menuntun urutan baca pengguna. Figma menyediakan type scale (skala ukuran huruf berjenjang) yang konsisten lewat Text Styles.
Contoh Type Scale Mockup Kartu Produk UMKM
Keripik Singkong Bu Sari
Heading/M · 20px · Bold
Rp 15.000
Body/L · 16px · Semibold
Terjual 128 • ★ 4.8
Caption · 13px · Regular
Aturan aman untuk pemula: maksimal 2 keluarga huruf (1 untuk judul, 1 untuk isi) dan 3–4 tingkat ukuran saja per layar.
Grid & Spacing System: Kerapian yang Presisi
Jarak antar-elemen yang "kelihatan rapi" saja tidak cukup — desainer profesional memakai sistem grid 8pt (8-point grid): semua jarak/ukuran adalah kelipatan 8 piksel.
Manfaat grid 8pt: ukuran elemen selalu habis dibagi 8 (8, 16, 24, 32, 40…) — memudahkan developer meng-coding ulang tanpa menebak-nebak angka desimal ganjil seperti 13px atau 21px.
Hitung dari Nol #1 — Membulatkan Spacing ke Grid 8pt
Saat memindahkan sketsa wireframe ke Figma, Anda mengukur jarak kasar antar-elemen. Bulatkan ke kelipatan 8 terdekat agar sesuai sistem grid.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jarak kasar terukur di sketsa
21 px (hasil ukur manual)
21 px
Bagi dengan 8
21 ÷ 8
2,625
Bulatkan ke bilangan bulat terdekat
2,625 → dibulatkan
3
Kalikan kembali dengan 8
3 × 8
24 px (spacing baku)
HASIL AKHIR DI FIGMA
24 px
Bukan 21px — dibulatkan ke kelipatan 8 terdekat
Aksesibilitas Warna: Semua Orang Harus Bisa Membaca
Warna yang terlihat indah di mata Anda belum tentu terbaca oleh pengguna dengan gangguan penglihatan (rendah kontras, buta warna sebagian). Standar internasional WCAG (Web Content Accessibility Guidelines) mengatur ini lewat rasio kontras.
TEKS NORMAL
4,5 : 1
Kontras minimum antara warna teks dan latar untuk paragraf/label biasa (level AA).
TEKS BESAR
3 : 1
Untuk judul besar (≥24px atau ≥18,5px tebal) — toleransi lebih longgar.
Kasus nyata: label harga abu-abu muda di atas latar putih pada banyak mockup mahasiswa sering gagal standar ini — terlihat "estetik" di layar laptop terang, tapi tak terbaca di layar HP siang hari.
Hitung dari Nol #2 — Rasio Kontras WCAG
Rumus rasio kontras: (L1 + 0,05) ÷ (L2 + 0,05), dengan L1 = luminansi warna lebih terang, L2 = luminansi warna lebih gelap (skala 0–1). Kasus: teks hitam pekat (L=0) di atas latar putih murni (L=1).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Luminansi latar putih (L1) & teks hitam (L2)
L1 = 1 ; L2 = 0
—
Tambahkan 0,05 ke L1
1 + 0,05
1,05
Tambahkan 0,05 ke L2
0 + 0,05
0,05
Bagi hasil L1 dengan L2
1,05 ÷ 0,05
21 : 1
KESIMPULAN
21:1 > 4,5:1
Kontras maksimal teoretis — jauh di atas syarat minimum AA, lolos aman
Bagian 3 dari 3
Praktik & Alur Kerja
Menyatukan semua prinsip lewat studi kasus langkah demi langkah, mengenali kesalahan umum, lalu berlatih sendiri di kelas.
Studi Kasus: Kartu Produk UMKM dari Wireframe ke Mockup
Seorang mahasiswa mendesain aplikasi marketplace UMKM lokal. Berikut alur mengubah wireframe kartu produk menjadi mockup, langkah demi langkah.
2. Buat Frame ukuran kartu asli (mis. 343×180 px, kelipatan 8pt).
3. Ganti placeholder foto dengan foto produk asli (keripik singkong, bukan kotak abu-abu).
4. Terapkan Text Style Design System: nama produk = Heading/S, harga = Body/L Bold.
5. Terapkan Color Style Primary (hijau brand) pada tombol "Beli".
6. Tarik Component tombol dari library, bukan menggambar tombol baru dari nol.
7. Cek kontras teks harga terhadap latar — pastikan ≥4,5:1.
Kesalahan Umum Pemula di Figma
Menggambar ulang tombol/ikon setiap kali, bukan memakai Component — sulit di-maintain saat brand berubah.
Memilih warna teks abu-abu muda "karena estetik" tanpa mengecek rasio kontras WCAG.
Jarak antar-elemen "kira-kira rapi" (13px, 19px, 27px) — tidak konsisten dengan grid 8pt.
Memakai lebih dari 3 jenis huruf berbeda dalam satu layar, membuat hierarki membingungkan.
Cara menghindarinya: selalu mulai dari Design System (Frame ukuran baku, Component library, Color/Text Styles) — jangan mendesain bebas dari kanvas kosong.
Latihan Kelas: Ubah Wireframe Anda Jadi Mockup
Ambil 1 layar wireframe yang sudah Anda buat minggu lalu (pertemuan 9). Kerjakan di Figma selama 20 menit:
Wajib Diterapkan
Frame berukuran kelipatan 8pt
Minimal 1 Color Style + 1 Text Style
Minimal 1 Component (tombol/kartu)
Cek kontras teks utama ≥4,5:1
SETOR KE
LINK FIGMA
Bagikan link "view access" ke grup kelas sebelum jam berakhir. Kita bahas 2–3 hasil bersama.
Rangkuman: Cheat Sheet Mockup High-Fidelity
Aspek
Aturan Praktis
Wireframe vs Mockup
Wireframe = tata letak abu-abu; Mockup = tampilan akhir dengan warna/font/foto asli
Alat Figma inti
Frame (kanvas), Component (elemen dipakai ulang), Auto Layout (jarak otomatis)
Warna
1 primer + 1 aksen, sisanya netral; hijau=aman, merah=peringatan, biru=dipercaya
Tipografi
Maks. 2 keluarga huruf, 3–4 tingkat ukuran (Text Styles)
Prototyping Interaktif — mockup statis hari ini akan Anda hubungkan dengan tautan klik-antar-layar di Figma, sehingga bisa "dicoba" seperti aplikasi sungguhan.
TUGAS RUMAH
2 LAYAR MOCKUP
Selesaikan mockup high-fidelity untuk 2 layar proyek akhir Anda, ikuti cheat sheet slide sebelumnya. Kumpul sebelum pertemuan berikutnya.
Bawa mockup ini di pertemuan depan — tanpa mockup yang solid, prototipe interaktif tidak bisa dibangun.