‹ Daftar slidePertemuan 4: Riset Pengguna Bagian 2 — Analisis Data Kualitatif, User Persona, Empathy Map & Journey Map
Program Studi Bisnis Digital • FEB
Desain UI & UX
Pertemuan 4 — Riset Pengguna Bagian 2: Analisis Data Kualitatif, User Persona, Empathy Map & Journey Map
Mengubah transkrip wawancara dan catatan observasi mentah menjadi insight (pemahaman inti), Persona, Empathy Map, dan Customer Journey Map.
RPS MINGGU 4 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis data riset pengguna secara kualitatif dan menyusun representasi pengguna berbasis data (Sub-CPMK 4). Secara rinci:
CAPAIAN 1
ANALISIS
Mengolah transkrip wawancara mentah menjadi tema lewat koding dan affinity diagram.
CAPAIAN 2
PERSONA
Menyusun User Persona berbasis data nyata, bukan asumsi pribadi tim.
CAPAIAN 3
EMPATHY MAP
Memetakan apa yang pengguna katakan, pikirkan, lakukan, dan rasakan.
CAPAIAN 4
JOURNEY MAP
Memetakan pengalaman pengguna sepanjang tahapan interaksi dengan produk.
Tumpukan Data Mentah — Sekarang Apa?
Bayangkan Anda baru selesai mewawancarai 8 pedagang UMKM tentang aplikasi kasir digital. Anda punya 8 rekaman, ratusan catatan, dan puluhan kutipan yang berserakan.
MASALAH 1
TERLALU BANYAK
Tidak mungkin dibaca ulang satu-satu setiap kali tim mau ambil keputusan desain.
MASALAH 2
TIDAK SELARAS
Tiap anggota tim punya kesan berbeda soal "siapa sebenarnya pengguna kita".
MASALAH 3
SULIT DIINGAT
Detail emosi dan konteks pengguna gampang terlupakan saat mendesain.
Solusinya: ubah data mentah menjadi artefak visual ringkas yang bisa ditempel di dinding studio dan diingat seluruh tim — itulah fungsi Persona, Empathy Map, dan Journey Map.
Bagian 1 dari 3
Analisis Data Kualitatif
Dari transkrip wawancara mentah menuju tema dan insight yang bisa ditindaklanjuti, lewat koding dan affinity diagram.
Dari Transkrip Mentah Menuju Insight
Analisis data kualitatif adalah proses membaca ulang data mentah (transkrip, catatan observasi) secara sistematis untuk menemukan pola dan tema yang berulang.
TIGA TINGKAT DATA
Data mentah: kutipan langsung dari transkrip wawancara/observasi — belum diolah.
Tema (theme): kelompok kutipan yang punya makna serupa, hasil pengelompokan.
Insight: kesimpulan tajam dan bisa ditindaklanjuti tim desain, ditarik dari beberapa tema.
Contoh: kutipan "saya takut salah pencet, nanti uangnya hilang" (data mentah) → masuk tema "Takut Ribet/Teknologi" → menjadi insight "Kepercayaan diri teknis, bukan harga, adalah penghambat utama adopsi".
Affinity Diagram: Mengelompokkan Kutipan Sejenis
Affinity diagram adalah teknik mengelompokkan catatan/kutipan (biasanya di sticky notes) berdasarkan kemiripan makna — tanpa kategori yang ditentukan di awal.
Kunci affinity diagram: kelompokkan dulu, beri nama tema belakangan — jangan memaksa data masuk kategori yang sudah dipikirkan sebelum membaca data.
Koding Kualitatif: Memberi Label pada Kutipan
Koding (coding) adalah memberi label singkat pada tiap kutipan data. Prosesnya dua tahap:
TAHAP 1 — OPEN CODING
LABEL BEBAS
Beri label singkat apa adanya pada tiap kutipan, tanpa kategori baku. Contoh: kutipan "saya takut salah pencet" → label "kecemasan-teknis".
TAHAP 2 — AXIAL CODING
HUBUNGKAN LABEL
Kelompokkan label-label open coding yang berkaitan menjadi tema payung. Contoh: "kecemasan-teknis" + "takut rugi" → tema "Takut Ribet/Teknologi".
Koding cocok untuk data dalam jumlah besar (puluhan transkrip); affinity diagram lebih cepat untuk tim kecil dengan data terbatas. Keduanya bisa dipakai bergantian.
Hitung dari Nol: Persentase Tema Dominan
Tim UX mengumpulkan 40 kutipan dari 8 wawancara pedagang UMKM, lalu mengelompokkannya lewat koding. Tema "Takut Ribet/Teknologi" muncul di 14 kutipan.
% tema = (jumlah kutipan tema ÷ total kutipan) × 100%
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total kutipan dikumpulkan
Dari 8 transkrip wawancara
40 kutipan
2. Kutipan bertema "Takut Ribet"
Hasil pengelompokan koding
14 kutipan
3. Rasio tema terhadap total
14 ÷ 40
0,35
4. Ubah ke persen
0,35 × 100
35%
5. Bandingkan ambang "dominan" (≥30%)
35% vs 30%
Tema dominan
TEMA DOMINAN
35%
"Takut Ribet/Teknologi" — prioritas insight #1
Bagian 2 dari 3
User Persona
Merangkum tema dan insight menjadi tokoh fiktif berbasis data yang mewakili pola nyata pengguna.
Apa itu User Persona?
Persona adalah tokoh fiktif yang mewakili sekelompok pengguna nyata dengan tujuan, kebutuhan, dan perilaku serupa — disusun dari data riset, bukan imajinasi bebas.
KOMPONEN WAJIB
Nama & foto/ilustrasi representatif
Data demografis singkat (usia, pekerjaan)
Goals: tujuan yang ingin dicapai
Pain points: hambatan yang dialami
Kutipan (quote) khas dari data wawancara
Persona bukan satu orang nyata — ia gabungan pola dari beberapa responden dengan kebutuhan serupa. Jangan pakai nama/data satu partisipan asli demi menjaga privasi (etika riset, Pertemuan 3).
Contoh: Persona Pengguna Aplikasi Kasir Digital UMKM
PERSONA — "BU SITI", 42 TAHUN, PEDAGANG SEMBAKO
Goals: catatan penjualan rapi tanpa buku manual, transaksi cepat saat ramai pembeli
Pain points: takut salah pencet dan kehilangan uang, sinyal internet sering putus di kios
QUOTE
"Saya mau simpel saja, yang penting saya tidak takut salah pencet dan uang saya aman."
Bu Siti mewakili 35% pengguna dari tema "Takut Ribet/Teknologi" (slide 8) — bukan tokoh acak, tapi ringkasan pola data terbesar.
Langkah Membangun Persona dari Data
Persona yang baik dibangun bertahap dari hasil analisis kualitatif, bukan langsung dikarang:
LANGKAH 1
KELOMPOKKAN TEMA SERUPA
Dari affinity diagram/koding, cari kelompok responden dengan goals & pain points mirip.
LANGKAH 2
PILIH POLA TERBESAR
Prioritaskan kelompok dengan proporsi kutipan/responden terbanyak (biasanya 1–3 persona per proyek).
LANGKAH 3
TULIS GOALS & PAIN POINTS
Rangkum tema jadi kalimat goals dan pain points yang konkret, ambil dari kutipan asli.
LANGKAH 4
BERI NAMA & KONTEKS
Beri nama fiktif, konteks singkat, dan satu quote representatif agar mudah diingat tim.
Kesalahan Umum: Proto-Persona vs Persona Berbasis Data
PROTO-PERSONA (BERISIKO)
TEBAKAN TIM
Dibuat dari asumsi/pengalaman pribadi tim, tanpa data riset. Cepat dibuat, tapi berisiko bias — hanya cocok untuk brainstorming awal, bukan keputusan desain final.
PERSONA BERBASIS DATA (DISARANKAN)
BUKTI RISET
Setiap goals, pain point, dan quote bisa ditelusuri kembali ke kutipan wawancara/observasi nyata dari Pertemuan 3.
Jebakan umum: menyusun persona berdasarkan siapa yang disukai tim (mis. "pengguna ideal yang selalu update aplikasi"), bukan siapa mayoritas pengguna nyata menurut data.
Bagian 3 dari 3
Empathy Map & Customer Journey Map
Dua alat visual untuk memperdalam pemahaman emosi pengguna, dan memetakan pengalamannya sepanjang waktu.
Empathy Map: Empat Kuadran
Empathy Map memetakan pengalaman pengguna ke empat kuadran untuk menangkap sisi yang terucap maupun tersembunyi.
Empathy Map Terisi: Kasus Bu Siti
SAYS & THINKS
Says: "saya mau simpel saja", "takut salah pencet"
Thinks: "jangan sampai uang saya hilang gara-gara aplikasi"
DOES & FEELS
Does: mengecek layar dua kali sebelum tekan "bayar"
Feels: cemas di awal transaksi, lega setelah struk muncul
Insight desain: tombol konfirmasi butuh penegasan visual yang jelas (mis. animasi/notifikasi sukses) untuk meredakan kecemasan di kuadran Feels.
Customer Journey Map: Anatomi
Customer Journey Map memetakan pengalaman pengguna sepanjang tahapan interaksi dengan produk, termasuk touchpoint (titik sentuh) dan perubahan emosinya.
Hitung dari Nol: Skor Kepuasan Rata-Rata Journey Map
Dari observasi 5 pengguna, tiap tahapan journey diberi skor kepuasan 1 (sangat frustrasi) sampai 5 (sangat puas): Sadar=4, Cari Info=3, Daftar=2, Pakai Fitur=4, Dukungan=2.
Rata-rata = jumlah skor tahapan ÷ jumlah tahapan
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Skor tahap Sadar
Rata-rata observasi
4
2. Skor tahap Cari Info
Rata-rata observasi
3
3. Skor tahap Daftar
Rata-rata observasi
2
4. Skor tahap Pakai Fitur
Rata-rata observasi
4
5. Skor tahap Dukungan
Rata-rata observasi
2
6. Jumlah total skor
4+3+2+4+2
15
7. Rata-rata (5 tahapan)
15 ÷ 5
3,0
RATA-RATA KEPUASAN
3,0 / 5
titik terlemah: "Daftar" & "Dukungan" (skor 2)
Coba Sendiri: Hitung Skor Kepuasan Journey Map Anda
Ubah-ubah skor tiap tahap journey, lalu amati bagaimana rata-rata keseluruhan bisa menutupi titik terlemah.
Latihan Kelas: Bangun Mini-Persona & Empathy Map
Kerjakan berkelompok (10 menit), memakai hasil wawancara tugas Pertemuan 3 kelompok Anda sendiri.
LANGKAH A
KELOMPOKKAN 3–5 KUTIPAN
Pilih kutipan paling sering muncul dari transkrip Anda, kelompokkan jadi 1 tema utama (affinity diagram sederhana).
LANGKAH B
ISI EMPATHY MAP
Isi 4 kuadran (Says, Thinks, Does, Feels) untuk satu persona mini berdasarkan tema tersebut.
Dua kelompok akan diminta menunjukkan hasilnya ke depan kelas dan menjelaskan sumber datanya (kutipan mana yang mendasari tiap kuadran).
Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya
CHEAT SHEET HARI INI
Koding & Affinity Diagram: data mentah → tema → insight
Persona: tokoh fiktif berbasis data, bukan tebakan tim
Empathy Map: Says, Thinks, Does, Feels
Journey Map: tahapan + touchpoint + kurva emosi
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 5
SELESAIKAN PERSONA & EMPATHY MAP
Rapikan hasil latihan kelas kelompok Anda menjadi satu Persona dan satu Empathy Map utuh, bawa ke kelas berikutnya.
Pertemuan 5: Mendefinisikan Masalah & Ideasi — Persona dan Empathy Map Anda akan menjadi dasar merumuskan Point of View dan pertanyaan How Might We.