stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Riset Pengguna Bagian 1 — Metode Riset (Wawancara, Survei, Observasi) dan Etika Riset
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Desain UI & UX

Pertemuan 3 — Riset Pengguna Bagian 1: Metode Riset (Wawancara, Survei, Observasi) dan Etika Riset

Sebelum merancang tampilan apa pun, seorang desainer harus tahu satu hal: siapa penggunanya, dan apa masalah nyata yang mereka hadapi.

RPS minggu 3 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu memilih dan merancang metode riset pengguna yang tepat sesuai kebutuhan proyek (Sub-CPMK minggu 3). Secara rinci:

CAPAIAN 1
BEDAKAN
Membedakan riset kualitatif (mendalam, sedikit orang) dan kuantitatif (terukur, banyak orang).
CAPAIAN 2
TERAPKAN
Merancang wawancara, survei, dan observasi sesuai pertanyaan riset yang berbeda.
CAPAIAN 3
HITUNG
Menghitung ukuran sampel survei dan tingkat keberhasilan tugas dari data observasi.
CAPAIAN 4
PATUHI
Menerapkan prinsip etika riset: persetujuan partisipan (informed consent) dan privasi data.

Mengapa Desainer Tidak Boleh Menebak?

Bayangkan tim desain Gojek ingin menambah fitur baru di aplikasi driver. Tanpa riset, ada dua jalan — dan hanya satu yang aman:

JALAN TEBAK-TEBAKAN
ASUMSI TIM
Desainer merancang berdasar "menurut saya driver pasti mau fitur ini" — cepat, tapi berisiko tinggi meleset dari kebutuhan nyata di lapangan.
JALAN RISET
DATA PENGGUNA
Desainer bicara/mengamati driver asli sebelum menggambar apa pun — lebih lambat, tapi fondasinya nyata, bukan tebakan.
Riset pengguna itu bukan langkah "opsional bila sempat" — ia adalah asuransi agar produk yang dibangun tim developer tidak dibuang percuma karena ternyata tak ada yang butuh.

Riset Pengguna = Jantung Tahap "Empathize"

Minggu lalu Anda mengenal lima tahap Design Thinking. Riset pengguna adalah alat utama tahap pertama: Empathize (berempati).

Empathize(riset pengguna)DefineIdeatePrototypeTestAnda di sini ↓
Tanpa riset yang solid di tahap Empathize, tahap Define (merumuskan masalah, minggu 4) akan dibangun di atas asumsi yang salah — seperti membangun rumah tanpa survei tanah dulu.

Dua Jenis Data: Kualitatif vs Kuantitatif

Setiap metode riset pengguna menghasilkan salah satu (atau kombinasi) dari dua jenis data ini. Memahami perbedaannya menentukan metode mana yang Anda pilih.

Kualitatif — "MENGAPA"
  • Data berupa cerita, kata-kata, perasaan
  • Jumlah partisipan sedikit (5–10 orang)
  • Contoh alat: wawancara, observasi mendalam
  • Cocok untuk menggali motivasi di balik perilaku
Kuantitatif — "BERAPA BANYAK"
  • Data berupa angka yang bisa dihitung
  • Jumlah partisipan banyak (puluhan–ribuan)
  • Contoh alat: survei/kuesioner berskala
  • Cocok untuk memvalidasi pola di populasi luas
Tim UI/UX profesional (BCA mobile, Tokopedia) biasanya memakai keduanya secara berurutan: wawancara kualitatif dulu untuk menemukan hipotesis, lalu survei kuantitatif untuk mengukur seberapa luas hipotesis itu berlaku.
Bagian 1 dari 3
Metode Wawancara
Menggali cerita dan motivasi pengguna lewat percakapan satu-satu yang terstruktur.

Wawancara: Definisi dan Kapan Dipakai

Wawancara (interview) adalah percakapan terarah satu lawan satu antara periset dan satu pengguna, untuk menggali pengalaman, kebutuhan, dan motivasinya secara mendalam.

TERSTRUKTUR
DAFTAR TETAP
Pertanyaan sudah ditentukan penuh, urutan sama untuk semua partisipan — mudah dibandingkan.
SEMI-TERSTRUKTUR
PALING UMUM
Ada panduan pertanyaan inti, tapi periset bebas menggali lebih dalam ("probing") saat menarik.
TAK TERSTRUKTUR
MENGALIR BEBAS
Tanpa daftar tetap, mengalir seperti obrolan — cocok tahap eksplorasi awal yang sangat terbuka.
Gunakan wawancara saat Anda perlu memahami konteks dan alasan di balik perilaku — misalnya, mengapa mahasiswa UNDIP jarang memakai aplikasi SIAP untuk mengecek KRS-nya.

Membangun Pertanyaan yang Menggali, Bukan Menjebak

Kualitas wawancara ditentukan oleh kualitas pertanyaannya. Perhatikan dua walkthrough berikut — bandingkan pertanyaan lemah versus kuat.

KasusPertanyaan Lemah (tertutup/menuntun)Perbaikan (terbuka/netral)
1. Kepuasan fitur"Anda suka fitur checkout kami, kan?""Ceritakan pengalaman Anda terakhir kali checkout di aplikasi ini."
2. Frekuensi pakai"Anda sering pakai aplikasi ini, ya?""Kapan terakhir kali Anda membuka aplikasi ini, dan untuk apa?"
3. Masalah teknis"Loading-nya lambat, betul?""Apa yang Anda rasakan saat menunggu halaman ini terbuka?"
Pertanyaan lemah disebut leading question (pertanyaan menggiring) — jawabannya sudah "disetir" duluan oleh periset, sehingga hasil risetnya bias dan tidak bisa dipercaya.

Kebiasaan Pewawancara yang Baik vs Buruk

LAKUKAN
  • Dengarkan lebih banyak, bicara lebih sedikit (rasio ideal ~20:80)
  • Diam sejenak setelah bertanya — beri ruang partisipan berpikir
  • Tanyakan contoh konkret: "coba ceritakan kejadian terakhir kalinya"
  • Rekam (dengan izin) agar bisa fokus mendengarkan, bukan mencatat
HINDARI
  • Memotong cerita partisipan untuk buru-buru ke pertanyaan berikut
  • Menawarkan solusi/opini periset di tengah wawancara
  • Menanyakan hal hipotetis: "kalau ada fitur X, apakah Anda akan pakai?"
  • Membiarkan partisipan menjawab demi menyenangkan periset
Bagian 2 dari 3
Survei & Observasi
Dari mengukur pola di banyak orang, sampai mengamati perilaku asli tanpa bertanya sama sekali.

Survei: Mengukur Pola di Banyak Pengguna

Survei (kuesioner) adalah kumpulan pertanyaan tertulis yang sama, dijawab banyak responden sekaligus — hasilnya berupa angka yang bisa dihitung dan dibandingkan.

Skala Likert — alat ukur sikap paling umum di survei UX

Contoh pertanyaan: "Aplikasi ini mudah digunakan"

1 — Sangat Tidak Setuju2 — Tidak Setuju3 — Netral4 — Setuju5 — Sangat Setuju

Hitung dari Nol: Berapa Responden Survei yang Cukup?

Tim UX ingin survei ke mahasiswa pengguna aplikasi kampus SIAP UNDIP. Populasi (N) = 500 mahasiswa aktif, margin error (e) yang ditoleransi = 5%. Pakai rumus Slovin.

n = N ÷ (1 + N × e²)
LangkahPerhitunganNilai
1. Populasi (N)Jumlah mahasiswa aktif pengguna500
2. Margin error (e)Toleransi kesalahan 5%0,05
3. Kuadratkan e0,05 × 0,050,0025
4. N × e²500 × 0,00251,25
5. Tambah 11 + 1,252,25
6. Bagi N500 ÷ 2,25222,2
7. Bulatkan ke atasPembulatan responden223 responden
HASIL AKHIR
223
responden minimal dibutuhkan

Coba Sendiri: Hitung Ukuran Sampel dengan Rumus Slovin

Geser jumlah populasi dan margin error, lalu amati bagaimana jumlah responden minimal berubah.

Observasi: Mengamati, Bukan Bertanya

Observasi adalah metode mengamati langsung perilaku pengguna saat mereka memakai produk — tanpa mengandalkan apa yang mereka katakan tentang perilakunya.

PARTICIPANT OBSERVATION
IKUT TERLIBAT
Periset ikut memakai produk bersama pengguna, mis. duduk di sebelah pedagang UMKM saat memakai aplikasi kasir digital.
NON-PARTICIPANT OBSERVATION
AMATI DARI LUAR
Periset diam-diam mengamati tanpa ikut campur, mis. merekam layar pengguna saat mencoba checkout tanpa diarahkan.
Prinsip kunci: apa yang orang katakan dan apa yang orang lakukan sering berbeda. Observasi menangkap kebenaran perilaku yang bahkan tidak disadari penggunanya sendiri.

Hitung dari Nol: Tingkat Keberhasilan Tugas

Tim UX mengobservasi 20 pengguna mencoba menyelesaikan tugas "checkout produk" di prototipe aplikasi belanja tanpa dibantu. 15 orang berhasil tanpa bantuan.

Success rate = (berhasil ÷ total) × 100%
LangkahPerhitunganNilai
1. Total partisipan diamatiJumlah sesi observasi20 orang
2. Berhasil tanpa bantuanMenyelesaikan tugas sendiri15 orang
3. Gagal/butuh bantuan20 − 155 orang
4. Rasio keberhasilan15 ÷ 200,75
5. Ubah ke persen0,75 × 10075%
6. Bandingkan ambang industri75% vs ~70% (ambang "baik")Tergolong baik
SUCCESS RATE
75%
berhasil menyelesaikan tugas

Wawancara vs Survei vs Observasi — Kapan Pakai Apa?

AspekWawancaraSurveiObservasi
Jenis dataKualitatifKuantitatifKualitatif + perilaku
Jumlah partisipanSedikit (5–10)Banyak (puluhan–ribuan)Sedang (5–15)
Menjawab pertanyaan"Mengapa?""Berapa banyak?""Apa yang benar-benar terjadi?"
Waktu & biayaTinggi per orangRendah per orangSedang–tinggi
Risiko bias utamaLeading questionPertanyaan ambiguEfek diamati (Hawthorne)
Proyek riset yang matang biasanya mengombinasikan ketiganya: observasi/wawancara awal untuk eksplorasi, lalu survei untuk validasi skala luas.
Bagian 3 dari 3
Etika Riset Pengguna
Karena partisipan riset Anda adalah manusia sungguhan, bukan sekadar sumber data.

Dua Pilar Etika Riset Pengguna

1. Informed Consent (Persetujuan Berinformasi)
  • Partisipan diberi tahu tujuan riset sebelum sesi dimulai
  • Partisipan tahu data apa yang direkam (audio, video, layar)
  • Partisipan berhak menolak atau berhenti kapan saja tanpa sanksi
  • Persetujuan diminta secara tertulis/terekam, bukan diasumsikan
2. Privasi & Keamanan Data
  • Data pribadi (nama, wajah) dianonimkan saat dilaporkan ke tim
  • Rekaman disimpan terbatas, dihapus setelah analisis selesai
  • Selaras semangat UU PDP (Pelindungan Data Pribadi) di Indonesia
  • Data tidak dibagikan ke pihak luar tanpa izin ulang partisipan

Studi Kasus: Ketika Etika Riset Dilanggar

Dua walkthrough kasus nyata yang jadi pelajaran penting dunia riset pengguna & data digital secara global.

KasusApa yang TerjadiPelanggaran Etika
1. Cambridge Analytica (2018)Data pengguna Facebook dipakai untuk profil politik tanpa persetujuan eksplisit mereka.Tidak ada informed consent untuk tujuan penggunaan data sesungguhnya.
2. Riset UX tanpa anonimisasiVideo sesi usability testing pengguna (wajah & nama terlihat) dibagikan ke publik sebagai studi kasus portofolio.Privasi data dilanggar — partisipan tidak setuju identitasnya dipublikasikan.
Kedua kasus ini menunjukkan pola yang sama: data dikumpulkan secara sah, tapi dipakai/dibagikan melampaui persetujuan awal partisipan.

Latihan Kelas: Pilih Metode yang Tepat

Kerjakan berpasangan (5 menit). Untuk tiap skenario di bawah, tentukan metode paling tepat: wawancara, survei, atau observasi — lalu siapkan alasannya.

SKENARIO A
?
Tim ingin tahu berapa persen dari 10.000 pengguna aplikasi kampus pernah gagal login bulan ini.
SKENARIO B
?
Tim ingin memahami alasan mendalam mengapa pedagang UMKM enggan pindah ke kasir digital.
SKENARIO C
?
Tim ingin melihat langkah asli pengguna saat mencoba fitur baru, tanpa bias jawaban lisan.
Setelah 5 menit, dua pasangan akan diminta menjelaskan pilihan metode dan alasannya di depan kelas.

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

CHEAT SHEET HARI INI
  • Wawancara: kedalaman, sedikit orang, jawab "mengapa"
  • Survei: skala luas, banyak orang, jawab "berapa banyak"
  • Observasi: perilaku asli, jawab "apa yang terjadi"
  • Etika: informed consent + privasi data, selalu wajib
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 4
RANCANG WAWANCARA
Susun 5 pertanyaan semi-terstruktur (non-leading) untuk riset pengguna aplikasi pilihan Anda, bawa ke kelas berikutnya.
Pertemuan 4: Riset Pengguna Bagian 2 — mengubah hasil riset mentah menjadi Persona dan Empathy Map.