stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Lending dan Borrowing Terdesentralisasi: protokol pinjaman berbasis smart contract
RPS minggu 6 · 2x50 menit

Lending dan Borrowing Terdesentralisasi

Protokol pinjaman berbasis smart contract: dari jaminan berlebih sampai likuidasi otomatis

Pertemuan 6 · Mata Kuliah Decentralized Finance · Program Studi Manajemen FEB UNDIP

Bagian I dari III
Dari Kredit Bank ke Lending Terdesentralisasi

Mengapa protokol DeFi mensyaratkan jaminan berlebih (overcollateralization), dan bagaimana smart contract menggantikan peran petugas kredit bank.

Apa Itu Lending-Borrowing Terdesentralisasi?

Protokol yang memungkinkan pengguna menyetor aset kripto untuk memperoleh bunga (lender) atau meminjam aset dengan jaminan kripto (borrower), seluruhnya diatur oleh smart contract tanpa perantara institusi.

Model Peer-to-Pool (dominan)
  • Semua dana lender masuk ke satu liquidity pool bersama, bukan dipasangkan satu-satu dengan peminjam
  • Suku bunga bergerak otomatis mengikuti tingkat pemanfaatan pool (utilization rate)
  • Contoh: Aave, Compound — model yang jadi fokus pertemuan ini
Model Peer-to-Peer
  • Lender dan borrower dicocokkan langsung dengan suku bunga yang dinegosiasikan lewat kode
  • Lebih jarang dipakai karena likuiditas terpecah dan pencocokan lebih lambat
  • Contoh: sebagian fitur Morpho sebagai lapisan optimisasi di atas pool

Mengapa Jaminan Harus Berlebih (Overcollateralization)?

Tanpa identitas, skor kredit, atau kemampuan menuntut secara hukum, protokol DeFi tidak bisa menilai kelayakan kredit peminjam seperti bank — solusinya adalah mewajibkan jaminan bernilai lebih tinggi dari pinjaman.

Bandingkan dengan bank: BBCA menyalurkan Kredit Tanpa Agunan berdasarkan slip gaji dan BI Checking; protokol DeFi tidak punya akses ke data itu, sehingga jaminan aset kripto menjadi satu-satunya sinyal kepercayaan yang bisa diverifikasi on-chain.
Anonimitas
Peminjam hanya dikenali lewat alamat wallet, bukan identitas hukum — tidak ada yang bisa dituntut ke pengadilan bila gagal bayar.
Tanpa Skor Kredit
Tidak ada riwayat pembayaran, gaji, atau data OJK yang bisa diverifikasi otomatis oleh kode program.
Solusi: Jaminan > Pinjaman
Nilai kolateral yang disetor harus lebih besar dari nilai pinjaman, biasanya 125%-200% tergantung volatilitas aset.

Anatomi Protokol: Smart Contract sebagai Bank Otomatis

Tiga peran — lender, protokol, borrower — berinteraksi lewat kode yang berjalan sendiri di blockchain, tanpa petugas bank yang menyetujui transaksi.

Lendersetor USDC, terima bungaLiquidity Poolsmart contractatur suku bunga& kesehatan posisiBorrowersetor ETH, pinjam USDC
Kode protokol (bukan komite kredit) yang menghitung bunga, memantau rasio jaminan, dan memicu likuidasi — berjalan 24/7 tanpa hari libur.

Token Turunan: aToken dan cToken

Saat menyetor dana, lender menerima token turunan yang mewakili kepemilikan atas dana plus bunga yang terus terakumulasi secara otomatis.

aToken (Aave)
  • Saldo token bertambah otomatis seiring bunga terakumulasi (rebasing)
  • 1 aUSDC ≈ 1 USDC + bunga berjalan, terlihat langsung di wallet
  • Bisa ditransfer atau dipakai di protokol lain selagi masih menghasilkan bunga
cToken (Compound)
  • Jumlah token tetap, tapi nilai tukarnya terhadap aset dasar naik seiring waktu
  • 1 cUSDC tetap 1, namun bisa ditukar dengan lebih banyak USDC di masa depan
  • Perbedaan desain ini murni teknis — dampak ekonomis bagi lender serupa

Hitung dari Nol: Loan-to-Value (LTV) dan Kebutuhan Jaminan

Kasus: seorang pengguna ingin meminjam stablecoin senilai Rp150.000.000 dengan jaminan ETH pada protokol yang menetapkan Max LTV 75% untuk aset tersebut.

LangkahPerhitunganNilai
1. Jumlah pinjaman diinginkanditentukan peminjamRp150.000.000
2. Max LTV protokol untuk ETHditetapkan protokol75%
3. Kolateral minimum dibutuhkan150.000.000 ÷ 0,75Rp200.000.000
4. Jumlah ETH minimum (harga Rp50.000.000/ETH)200.000.000 ÷ 50.000.0004 ETH
5. LTV aktual jika disetor 5 ETH (Rp250.000.000)150.000.000 ÷ 250.000.000 x 100%60%
Hasil
60% < 75%
Posisi aman — peminjam sengaja menyetor lebih dari minimum untuk margin keamanan
Bagian II dari III
Suku Bunga Dinamis dan Kesehatan Posisi Pinjaman

Bagaimana bunga ditentukan otomatis oleh tingkat pemanfaatan pool, dan bagaimana sistem memutuskan kapan sebuah posisi harus dilikuidasi.

Model Suku Bunga Berbasis Utilization Rate

Suku bunga naik-turun otomatis mengikuti tingkat pemanfaatan pool (utilization rate) — dana yang dipinjam dibagi total dana yang tersedia.

Utilization Rate (%) →Suku Bunga →Titik Optimal (~80%)landai — likuiditas melimpahtajam — dorong pelunasan

Hitung dari Nol: Health Factor dan Ambang Likuidasi

Kasus lanjutan: kolateral 5 ETH (harga Rp50.000.000/ETH), Liquidation Threshold 80%, pinjaman tetap Rp150.000.000.

LangkahPerhitunganNilai
1. Nilai kolateral saat ini5 ETH x Rp50.000.000Rp250.000.000
2. Liquidation Threshold ETHditetapkan protokol80%
3. Kolateral disesuaikan threshold250.000.000 x 0,80Rp200.000.000
4. Health Factor awal200.000.000 ÷ 150.000.0001,33
5. Harga ETH turun 30% jadi Rp35.000.000 → Health Factor baru(5 x 35.000.000 x 0,80) ÷ 150.000.0000,93
Hasil
HF < 1,0
Health Factor jatuh di bawah 1 → posisi otomatis memenuhi syarat untuk dilikuidasi

Coba Sendiri: Uji Ambang Likuidasi Posisi Anda

Geser nilai kolateral, LTV, dan harga aset untuk melihat kapan Health Factor menembus 1,0 dan posisi memenuhi syarat likuidasi.

Mekanisme Likuidasi: Siapa Liquidator dan Apa Insentifnya?

Likuidasi tidak dilakukan protokol sendiri, melainkan oleh pihak ketiga independen — liquidator — yang tergiur insentif keuntungan (liquidation bonus).

1. Deteksi
Bot pemantau (liquidator) memindai seluruh posisi terbuka di blockchain, mencari Health Factor di bawah 1.
2. Eksekusi
Liquidator melunasi sebagian utang peminjam atas nama protokol, lalu menerima kolateral senilai utang tersebut.
3. Bonus (~5-10%)
Liquidator menerima kolateral lebih besar dari utang yang dilunasi sebagai imbalan atas jasa dan risiko gas fee.
Proses ini berjalan permissionless — siapa saja dengan modal dan bot yang cukup cepat bisa menjadi liquidator, mirip pemburu diskon lelang aset jaminan bank yang gagal bayar, hanya di sini prosesnya instan dan otomatis dalam hitungan detik.

Sebelum Terlikuidasi: Dua Jalur yang Bisa Ditempuh Peminjam

Health Factor bukan angka statis — peminjam yang waspada punya waktu untuk bertindak sebelum posisinya benar-benar dilikuidasi sistem.

Walkthrough A — Tambah Kolateral
  • 1Peminjam memantau Health Factor lewat dashboard protokol atau notifikasi wallet
  • 2Saat Health Factor turun mendekati 1,2, peminjam menyetor tambahan ETH ke posisi yang sama
  • 3Nilai kolateral naik, Health Factor kembali menjauh dari ambang 1,0 — posisi aman kembali
Walkthrough B — Lunasi Sebagian
  • 1Peminjam memilih tidak menambah kolateral, melainkan melunasi sebagian pinjaman stablecoin
  • 2Nilai pinjaman (penyebut dalam rumus Health Factor) mengecil
  • 3Health Factor naik proporsional tanpa perlu menambah aset kripto baru ke posisi

Flash Loan: Pinjaman Tanpa Jaminan dalam Satu Transaksi

Fitur unik DeFi yang mustahil ada di perbankan konvensional: meminjam dana tanpa jaminan sama sekali, asalkan dikembalikan penuh dalam satu blok transaksi yang sama.

PinjamArbitraseLunasiseluruhnya di dalam SATU blok transaksi — gagal lunas = seluruh transaksi dibatalkan
Kunci mekanismenya adalah sifat atomicity blockchain: jika pengembalian dana gagal di langkah manapun, seluruh transaksi otomatis dibatalkan seolah tidak pernah terjadi — tidak ada risiko gagal bayar bagi pool.
Bagian III dari III
Risiko, Perbandingan Protokol, dan Pelajaran dari Kegagalan CeFi

Menilai risiko teknis dan pasar pada lending DeFi, serta membandingkannya dengan keruntuhan platform lending tersentralisasi.

Studi Kasus: Aave vs Compound

Dua protokol lending terbesar berbagi filosofi inti yang sama namun berbeda pada beberapa fitur turunan.

Aave
  • Menyediakan Stable Rate opsional selain Variable Rate untuk borrower yang ingin kepastian bunga
  • Pelopor komersialisasi flash loan sebagai fitur utama produk
  • Mendukung lebih banyak jenis aset kolateral lintas-jaringan (multi-chain)
Compound
  • Salah satu protokol lending DeFi pertama yang memicu ledakan "yield farming" pada 2020
  • Model cToken menjadi rujukan desain banyak protokol turunan (fork) setelahnya
  • Tata kelola melalui token COMP menjadi cetak biru model governance DAO di DeFi

Pelajaran dari Kegagalan CeFi Lending: Kasus Celsius Network

Celsius Network, platform lending kripto tersentralisasi, kolaps pada 2022 dan membekukan dana jutaan pengguna — kontras tajam dengan transparansi model DeFi.

CeFi (Celsius Network)
  • Dana pengguna dikelola tim internal secara tertutup, tanpa audit publik real-time
  • Investasi berisiko tinggi di luar sepengetahuan pengguna berujung kerugian besar
  • Penarikan dana dibekukan sepihak saat krisis likuiditas, pengguna tak bisa berbuat apa-apa
DeFi (Aave/Compound)
  • Seluruh posisi kolateral dan pinjaman dapat diverifikasi publik di block explorer
  • Aturan likuidasi terkodekan sejak awal, tidak bisa diubah sepihak oleh tim proyek
  • Risiko tetap ada, namun bersifat teknis (bug kode) bukan penyalahgunaan dana tersembunyi

Peta Risiko Lending Terdesentralisasi

Transparansi kode tidak berarti bebas risiko — empat kategori risiko utama tetap perlu diwaspadai investor maupun peminjam.

Risiko Teknis
  • Bug smart contract — celah kode bisa dieksploitasi peretas untuk menguras pool
  • Manipulasi oracle — data harga palsu memicu likuidasi tidak wajar atau pinjaman berlebih
Risiko Pasar & Tata Kelola
  • Bad debt — harga jatuh sangat cepat (flash crash) sehingga likuidasi telat mengejar nilai kolateral
  • Risiko governance — pemegang token mayoritas bisa mengubah parameter protokol secara sepihak

Peran Oracle Harga dalam Menjaga Akurasi Likuidasi

Smart contract tidak bisa membaca harga pasar sendiri — protokol lending bergantung pada oracle pihak ketiga untuk memasok data harga aset secara akurat dan tahan manipulasi.

Chainlink adalah jaringan oracle terdesentralisasi yang paling banyak dipakai Aave dan Compound, menggabungkan data dari puluhan sumber harga independen sebelum dikirim ke smart contract, sehingga satu sumber data yang dimanipulasi tidak bisa langsung memengaruhi keputusan likuidasi.
Tanpa Oracle
Smart contract buta terhadap harga pasar riil — tidak bisa menilai kapan posisi harus dilikuidasi.
Oracle Tunggal
Rawan dimanipulasi bila sumber data tunggal itu punya likuiditas tipis atau bisa digerakkan sesaat.
Oracle Terdesentralisasi
Agregasi banyak sumber independen — standar keamanan yang dipakai protokol besar saat ini.

Latihan: Analisis Kesehatan Posisi Pinjaman

Kerjakan secara individu, waktu 15 menit, siapkan jawaban untuk dibahas bersama.

Instruksi. Seorang peminjam menyetor 8 ETH sebagai kolateral saat harga ETH Rp48.000.000, meminjam stablecoin senilai Rp250.000.000 dari protokol dengan Liquidation Threshold 80%.
Yang harus Anda hitung
  • Health Factor pada kondisi awal (harga ETH Rp48.000.000)
  • Harga ETH minimum agar Health Factor masih tepat di angka 1,0
  • Persentase penurunan harga dari titik awal sampai posisi terkena likuidasi
Yang harus Anda diskusikan
  • Mengapa peminjam sebaiknya tidak meminjam mendekati batas Max LTV
  • Langkah apa yang bisa diambil peminjam sebelum Health Factor mendekati 1,0

Ringkasan Pertemuan 6

Yang Sudah Anda Kuasai
  • Konsep overcollateralization dan alasannya menggantikan skor kredit tradisional
  • Perhitungan LTV, kebutuhan jaminan, dan Health Factor secara manual
  • Mekanisme suku bunga berbasis utilization rate dan proses likuidasi otomatis
  • Peran oracle harga serta risiko teknis dan tata kelola pada protokol lending
Menuju Pertemuan 7

Setelah memahami bagaimana dana "diam" di pool menghasilkan bunga, pertemuan berikutnya membahas yield farming dan liquidity mining — bagaimana token turunan seperti aToken dan cToken bisa dipakai berlapis-lapis di protokol lain untuk mengejar imbal hasil lebih tinggi, lengkap dengan risiko impermanent loss dan strategi optimasi hasil.