stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Decentralized Exchange (DEX): mekanisme automated market maker (AMM)
RPS minggu 5 · 2x50 menit

Decentralized Exchange (DEX)

Mekanisme Automated Market Maker (AMM)

Decentralized Finance — Prodi Manajemen FEB UNDIP

Bagian 1 dari 3
Dari Order Book ke Liquidity Pool

Mengapa DEX tidak butuh buku pesanan seperti bursa tradisional

Peta Posisi: Pertemuan 5 dalam Alur DeFi

Sudah dibahas
  • P1-P3: fondasi blockchain, smart contract, CeFi vs DeFi
  • P4: stablecoin sebagai unit nilai stabil
Hari ini — P5
  • DEX & mekanisme Automated Market Maker
  • Constant Product Formula, slippage, impermanent loss
Berikutnya
  • P6: lending-borrowing terdesentralisasi
  • P7: yield farming & liquidity mining

Catatan posisi: DEX adalah tempat aset (termasuk stablecoin minggu lalu) berpindah tangan. Pool likuiditas DEX minggu ini akan menjadi bahan baku "yield farming" di P7.

Order Book: Model Bursa Tradisional

Cara kerja
  • Pembeli & penjual pasang harga masing-masing (bid/ask)
  • Mesin pencocokan (matching engine) mempertemukan order
  • Dipakai BEI, NYSE, dan exchange terpusat seperti Indodax
Masalah di blockchain
  • Setiap update order = transaksi baru → biaya gas mahal
  • Butuh operator terpusat untuk jaga buku pesanan
  • Aset tidak likuid (token baru) sering tanpa lawan transaksi

Saat Anda membeli saham BBCA di aplikasi sekuritas, order Anda dicocokkan dengan order jual investor lain oleh sistem BEI. Model ini efisien di server terpusat, tetapi mahal dan lambat bila tiap perubahan harga harus dicatat permanen di blockchain publik.

Solusi: Automated Market Maker (AMM)

AMM = protokol yang menetapkan harga token secara otomatis lewat formula matematis, menggunakan cadangan dana dari liquidity pool — bukan mencocokkan pembeli dan penjual satu per satu.
Tanpa
Lawan transaksi manusia
tidak perlu ada penjual spesifik saat Anda membeli
Dengan
Kontrak pintar pool
harga dihitung otomatis dari rasio aset dalam pool

Pelopornya adalah Uniswap (2018) di jaringan Ethereum. Konsepnya diadopsi luas: PancakeSwap (BNB Chain), Curve, hingga proyek lokal di ekosistem token Indonesia.

Liquidity Pool: Bahan Bakar AMM

Liquidity Provider (LP)Setor 2 asetcontoh: ETH + USDTnilai setara 50:50Liquidity PoolCadangan bersamasmart contractdipakai semua traderTraderTukar tokenbayar feekapan saja

Siapa pun bisa jadi liquidity provider (LP) — penyedia likuiditas — dengan menyetor sepasang token ke pool. Sebagai imbalan, LP menerima persentase dari fee setiap transaksi yang lewat pool tersebut, mirip logika bagi hasil koperasi simpan pinjam bagi anggota yang menaruh modal.

Bagian 2 dari 3
Formula Constant Product (x*y=k)

Jantung matematis yang menentukan harga di setiap AMM Uniswap-style

Rumus Inti: x · y = k

x × y = k (konstan)
Variabel
  • x = jumlah token A dalam pool
  • y = jumlah token B dalam pool
  • k = hasil kali, harus tetap konstan
Logika
  • Trader menambah x → y otomatis harus berkurang
  • Harga = rasio y/x saat itu, bergerak dinamis
  • Fee trading ditambahkan ke pool, memperbesar k perlahan

Analoginya: bayangkan dua ember berisi kelereng, satu ember mewakili ETH dan satu lagi USDT. Kalau Anda ambil kelereng dari ember ETH (beli ETH pakai USDT), Anda harus menambah kelereng ke ember USDT agar total "luas" hasil kali keduanya tetap sama.

Hitung dari Nol (1): Harga Swap di Pool

Pool ETH/USDT: 10 ETH dan 20.000 USDT. Anda ingin membeli ETH dengan menyetor 2.000 USDT (abaikan fee dulu untuk hitungan awal).

LangkahPerhitunganNilai
1. Hitung k awal10 ETH × 20.000 USDT
k = 200.000
2. USDT baru di pool20.000 + 2.000
y_baru = 22.000
3. ETH baru di pool (agar k tetap)200.000 ÷ 22.000
x_baru = 9,0909 ETH
4. ETH yang Anda terima10 - 9,0909
0,9091 ETH
5. Harga efektif per ETH2.000 ÷ 0,9091
~2.200 USDT/ETH

Bandingkan: harga sebelum transaksi adalah 20.000/10 = 2.000 USDT/ETH. Harga efektif yang Anda bayar (~2.200) lebih mahal — selisih ini disebut slippage, dibahas slide berikutnya.

Slippage: Mengapa Harga Bergeser

Definisi

Selisih antara harga yang diharapkan dan harga aktual yang terjadi akibat besarnya order relatif terhadap ukuran pool.

Faktor penentu
  • Ukuran order dibanding total likuiditas pool
  • Kedalaman pool (semakin besar pool, semakin kecil slippage)
  • Bentuk kurva x*y=k yang melengkung, bukan garis lurus

Mirip membeli dolar dalam jumlah besar di money changer kecil di Semarang: kurs yang Anda dapat makin buruk seiring nominal yang Anda tukar makin besar, karena stok dolar money changer terbatas. Pool besar (seperti pool ETH/USDT Uniswap) berlaku seperti bank besar — kurs lebih stabil.

Hitung dari Nol (2): Efek Ukuran Order

Pool sama (10 ETH, 20.000 USDT, k=200.000). Kali ini bandingkan order kecil (200 USDT) vs order besar (10.000 USDT).

LangkahPerhitunganNilai
1. Order kecil: USDT baru20.000 + 200
20.200
2. Order kecil: ETH diterima10 - (200.000/20.200)
0,0990 ETH
3. Order kecil: harga efektif200 ÷ 0,0990
~2.020 USDT/ETH
4. Order besar: USDT baru20.000 + 10.000
30.000
5. Order besar: ETH diterima10 - (200.000/30.000)
3,333 ETH
6. Order besar: harga efektif10.000 ÷ 3,333
~3.000 USDT/ETH

Order kecil (200 USDT) hanya bergeser ~1% dari harga awal 2.000. Order besar (10.000 USDT, 50% dari pool) melonjak ~50% ke 3.000. Inilah mengapa trader institusi memecah order besar menjadi beberapa transaksi kecil.

Bagian 3 dari 3
Risiko LP: Impermanent Loss & Fee

Menjadi liquidity provider bukan tanpa risiko — memahami trade-off sebelum menyetor dana

Impermanent Loss: Definisi

Impermanent loss = potensi kerugian nilai portofolio LP dibandingkan jika mereka sekadar hold (menyimpan) kedua token secara terpisah, akibat rebalancing otomatis pool saat harga token bergerak.
Kapan terjadi
  • Harga salah satu token di pool berubah signifikan
  • Pool otomatis menjual token yang naik, membeli yang turun
  • LP "kehilangan" potensi kenaikan penuh token tersebut
Mengapa "impermanent"
  • Kerugian di atas kertas, terealisasi hanya saat LP menarik dana
  • Jika harga kembali ke posisi semula, kerugian hilang
  • Fee yang terkumpul bisa menutupi sebagian atau seluruh loss

Hitung dari Nol (3): Simulasi Impermanent Loss

LP menyetor 1 ETH + 2.000 USDT saat harga ETH = 2.000 USDT (nilai setor: 4.000 USDT). Harga ETH kemudian naik jadi 4.000 USDT di pasar luar.

LangkahPerhitunganNilai
1. k awal pool1 ETH × 2.000 USDT
k = 2.000
2. ETH baru di pool (harga pasar 4.000)√(k ÷ 4.000)
0,7071 ETH
3. USDT baru di poolk ÷ 0,7071
2.828 USDT
4. Nilai posisi LP saat tarik(0,7071×4.000) + 2.828
5.657 USDT
5. Nilai jika hanya hold (tanpa setor)(1×4.000) + 2.000
6.000 USDT
6. Impermanent loss(6.000-5.657) ÷ 6.000 × 100
~5,7%

LP kehilangan sekitar 5,7% nilai dibanding hold murni — namun fee trading yang terkumpul selama periode ini dapat mengompensasi sebagian selisih tersebut, tergantung volume transaksi pool.

Coba Sendiri: Jelajahi Kurva x·y=k

Geser ukuran swap dan pergerakan harga eksternal, amati bagaimana slippage dan impermanent loss berubah pada pool constant-product yang sama.

Fee Trading: Sumber Insentif LP

Mekanisme
  • Setiap swap kena fee (umumnya ~0,3% di Uniswap v2)
  • Fee otomatis masuk ke pool, menambah k perlahan
  • LP mengklaim bagian fee sesuai proporsi kepemilikan pool
Trade-off LP
  • Pool dengan volume tinggi → fee besar → kompensasi IL lebih baik
  • Pool token volatil → risiko IL tinggi, butuh fee lebih besar
  • Beberapa protokol tawarkan fee tier berbeda (0,05%-1%)

Analoginya seperti pemilik indekos di dekat kampus: sewa kamar (fee) harus cukup menutupi risiko kerusakan/kekosongan (impermanent loss) agar tetap menguntungkan menyewakan dibanding menjual properti dan menyimpan uangnya di deposito (hold).

Varian AMM: Melampaui Constant Product

Constant Product

x*y=k. Uniswap, PancakeSwap. Cocok untuk pasangan token dengan volatilitas relatif tinggi.

StableSwap

Kurva dimodifikasi untuk pasangan stablecoin (USDT/USDC). Dipakai Curve — slippage jauh lebih kecil untuk aset yang harganya mirip.

Concentrated Liquidity

Uniswap v3: LP memilih rentang harga spesifik untuk menyetor modal, efisiensi modal jauh lebih tinggi.

Pemilihan varian AMM mencerminkan trade-off desain: pasangan aset stabil (dua stablecoin) tidak butuh kurva selengkung constant product karena rasio harganya jarang bergeser jauh — mirip alasan kenapa Anda tak perlu spread lebar saat menukar Rupiah ke Dolar Singapura dibanding menukar ke mata uang yang jarang diperdagangkan.

Konteks Indonesia: DEX & Regulasi

Status akses
  • DEX dapat diakses langsung via wallet (non-custodial), tanpa exchange lokal berizin
  • Berbeda dari CEX (mis. Indodax) yang wajib terdaftar Bappebti/OJK
Implikasi praktis
  • Transaksi DEX di luar pengawasan langsung otoritas Indonesia saat ini
  • Risiko konsumen (smart contract bug, rug pull) ditanggung penuh individu
  • Topik kerangka regulasi lebih lanjut di Pertemuan 11

Materi hari ini murni mekanisme teknis-ekonomi, bukan rekomendasi investasi atau prediksi harga token mana pun.

Ringkasan Alur Konsep

Order booktak efisien on-chainAMM x*y=kharga otomatisSlippagefungsi ukuran orderRisiko & insentif LPimpermanent loss vs fee

Empat konsep ini berurutan sebab-akibat: keterbatasan order book on-chain melahirkan AMM, mekanisme AMM melahirkan slippage, dan penyediaan likuiditas untuk AMM melahirkan trade-off impermanent loss versus fee.

Latihan Mandiri: Hitung Pool Anda Sendiri

Instruksi tugas (kerjakan sebelum pertemuan berikutnya):
  1. Pilih pool hipotetis: 5 ETH dan 15.000 USDT. Hitung k.
  2. Simulasikan Anda menyetor 3.000 USDT untuk membeli ETH. Hitung ETH yang diterima dan harga efektifnya.
  3. Bandingkan harga efektif tersebut dengan harga awal pool — hitung persentase slippage.
  4. Tuliskan 1 paragraf: mengapa trader besar cenderung memecah order menjadi beberapa transaksi kecil, berdasarkan hasil hitungan Anda.

Kumpulkan hasil hitungan (boleh tulisan tangan difoto atau spreadsheet sederhana) sebagai bahan diskusi singkat di awal Pertemuan 6.

Miskonsepsi Umum yang Perlu Diluruskan

Keliru
  • "DEX pasti lebih murah dari CEX" — belum tentu, tergantung gas fee & slippage
  • "Impermanent loss selalu terealisasi" — hanya jika LP menarik saat harga timpang
Lebih tepat
  • DEX unggul di aksesibilitas & tanpa perantara, bukan otomatis termurah
  • LP perlu bandingkan proyeksi fee vs potensi IL sebelum menyetor modal

Sama seperti keputusan investasi lain, menjadi LP membutuhkan analisis risiko-imbal hasil — bukan sekadar ikut tren karena disebut "passive income" di media sosial.

Kaitan ke Pertemuan Berikutnya

Pratinjau P6
Lending-Borrowing Terdesentralisasi
Anda telah memahami bagaimana aset ditukar (DEX) dan bagaimana liquidity pool bekerja. Minggu depan, Anda akan melihat bagaimana pool serupa dipakai untuk meminjamkan dan meminjam aset secara otomatis — protokol seperti Aave dan Compound — termasuk mekanisme suku bunga algoritmik dan risiko likuidasi.

Modal konseptual hari ini (pool, rasio aset, risiko penyedia dana) akan Anda pakai lagi minggu depan dengan sudut pandang berbeda: peminjam dan pemberi pinjaman, bukan penukar aset.

Rangkuman Pertemuan 5

Yang Anda kuasai hari ini
  • Mengapa DEX memakai AMM, bukan order book
  • Rumus x*y=k dan cara menghitung hasil swap
  • Konsep slippage dan hubungannya dengan ukuran order
  • Impermanent loss dan trade-off fee bagi liquidity provider
Siap untuk minggu depan
  • Kerjakan latihan mandiri pool hipotetis
  • Baca ringkas Werner et al., SoK: Decentralized Finance (bagian lending)
  • Bawa pertanyaan tentang mekanisme suku bunga algoritmik

Terima Kasih atas partisipasi Anda hari ini — sampai jumpa di Pertemuan 6.