stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Smart Contract: konsep, cara kerja, platform (Ethereum sebagai contoh)
RPS minggu 2 · 2x50 menit

Smart Contract

Konsep, Cara Kerja, dan Platform (Ethereum sebagai Contoh)

Decentralized Finance — Program Studi Manajemen, FEB UNDIP

Peta Pertemuan Hari Ini

Sub-CPMK
  • Menjelaskan definisi & karakteristik smart contract
  • Menguraikan mekanisme eksekusi otomatis di blockchain
  • Membandingkan platform smart contract (fokus Ethereum)
  • Menghitung estimasi biaya eksekusi (gas fee)
Alur 100 Menit
  • 15' — Mengapa smart contract lahir
  • 25' — Anatomi & cara kerja
  • 30' — Ethereum, EVM, gas, standar token
  • 20' — Kasus & risiko dasar
  • 10' — Latihan & refleksi
Bagian 1
Mengapa Smart Contract Lahir
Dari perjanjian berbasis kepercayaan pihak ketiga menuju eksekusi berbasis kode

Masalah Kontrak Tradisional

Kontrak Konvensional
  • Butuh pihak ketiga tepercaya (notaris, bank, escrow)
  • Eksekusi bergantung itikad baik & penegakan hukum
  • Biaya administrasi & waktu proses tinggi
  • Rawan sengketa interpretasi klausul
Ilustrasi Sehari-hari

Anda menjual UMKM batik ke pembeli luar kota via marketplace seperti Tokopedia. Tokopedia menahan dana pembeli sampai barang diterima — ini adalah "escrow" terpusat. Smart contract meniru fungsi ini, tetapi aturan penahanan dana ditulis dalam kode publik, bukan kebijakan internal satu perusahaan.

Definisi Smart Contract

Smart contract adalah program komputer yang tersimpan di blockchain, berjalan otomatis ketika kondisi yang telah ditentukan terpenuhi, dan hasilnya tidak dapat diubah sepihak (immutable) setelah dieksekusi.
Self-executing
Berjalan sendiri tanpa perantara manusia begitu syarat "jika-maka" terpenuhi.
Transparent
Kode & riwayat eksekusi dapat dilihat siapa pun di blockchain publik.
Immutable
Setelah di-deploy, logika kontrak sulit diubah — kesalahan kode jadi risiko nyata.

Analogi Vending Machine

PembeliMasukkan Rp5.000Smart ContractJIKA dana = Rp5.000MAKA keluarkan barangotomatis, tanpa kasirBarang / AsetDiterima otomatis

Tidak ada kasir (bank/notaris) di tengah — aturan "jika-maka" tertulis di kode dan berjalan sendiri.

Bagian 2
Anatomi & Cara Kerja
Dari kode sumber sampai eksekusi terdesentralisasi di jaringan node

Komponen Utama Smart Contract

Elemen Kode
  • State — data/status yang tersimpan (mis. saldo)
  • Function — aksi yang bisa dipanggil (mis. transfer)
  • Event — catatan log saat aksi terjadi
  • Address — alamat unik kontrak di blockchain
Bahasa Pemrograman
  • Solidity — bahasa utama Ethereum, mirip JavaScript
  • Vyper — alternatif lebih sederhana & ketat
  • Rust — dipakai platform seperti Solana
  • Kode dikompilasi menjadi bytecode sebelum di-deploy

Siklus Hidup Smart Contract

1. Tulis Kode(Solidity)2. Kompilasijadi bytecode3. Deploydapat alamat unik4. Dipanggil Usertervalidasi seluruhnode jaringan

Setelah tahap 3 (deploy), kode nyaris tidak bisa diubah — kesalahan pemrograman menjadi risiko permanen, berbeda dengan software biasa yang bisa di-patch kapan saja.

Validasi Terdesentralisasi

Setiap transaksi smart contract diverifikasi ulang oleh ribuan node independen di seluruh dunia, bukan satu server pusat — inilah sumber kepercayaan tanpa perantara (trustless).
Node
Komputer peserta jaringan yang menyimpan salinan blockchain & ikut memvalidasi.
Consensus
Mekanisme kesepakatan (mis. Proof of Stake) agar semua node sepakat pada satu hasil.
Finality
Titik saat transaksi dianggap final & tidak bisa dibatalkan lagi.
Bagian 3
Ethereum & EVM
Platform paling matang untuk smart contract — mesin virtual, gas, dan standar token

Ethereum sebagai "World Computer"

Apa itu EVM

Ethereum Virtual Machine (EVM) adalah mesin komputasi virtual yang menjalankan bytecode smart contract secara identik di setiap node — memastikan hasil eksekusi selalu sama di mana pun dijalankan.

Mengapa Ethereum Populer
  • Platform smart contract pertama yang matang (2015)
  • Ekosistem developer & dokumentasi terluas
  • Basis hampir seluruh protokol DeFi besar
  • Standar token (ERC-20, ERC-721) jadi acuan industri

Gas Fee: Biaya Menjalankan Kode

Gas adalah satuan biaya komputasi di Ethereum. Setiap operasi (transfer, pemanggilan fungsi) membutuhkan sejumlah gas, dibayar dalam ETH, agar node bersedia memproses transaksi Anda.

Semakin rumit logika smart contract yang dipanggil, semakin banyak gas yang dibutuhkan — mirip semakin banyak berkas yang diurus notaris, semakin tinggi biaya jasanya.

Hitung dari Nol: Estimasi Gas Fee Transfer ETH

LangkahPerhitunganNilai
1. Gas limit transfer standarDitetapkan protokol untuk transfer ETH sederhana21.000 unit gas
2. Gas price saat itu (contoh)Harga per unit gas, mengambang sesuai kepadatan jaringan20 gwei per unit
3. Total biaya dalam gwei21.000 x 20 gwei420.000 gwei
4. Konversi ke ETH1 ETH = 1.000.000.000 gwei → 420.000 / 1.000.000.0000,00042 ETH
5. Estimasi dalam Rupiah (contoh)Asumsi ~1 ETH = Rp52.000.000 → 0,00042 x Rp52.000.000~Rp21.840

Catatan: gwei = satuan mini ETH (1 gwei = 0,000000001 ETH); gas price berfluktuasi mengikuti kepadatan jaringan, angka Rupiah bersifat ilustratif, bukan patokan harga pasar.

Hitung dari Nol: Gas Fee Interaksi DeFi vs Transfer Biasa

LangkahPerhitunganNilai
1. Gas transfer ETH biasaBaseline dari perhitungan sebelumnya21.000 unit gas
2. Gas swap token di DEX (estimasi umum)Logika lebih kompleks: cek saldo, hitung rasio, transfer 2 arah~150.000 unit gas
3. Rasio biaya DEX vs transfer biasa150.000 / 21.000~7,1 kali lipat
4. Total biaya swap (gas price 20 gwei)150.000 x 20 gwei → 3.000.000 gwei / 1.000.000.0000,003 ETH
5. Estimasi dalam Rupiah (contoh)0,003 x Rp52.000.000~Rp156.000

Semakin kompleks fungsi (mis. menukar token di decentralized exchange, dibahas P5), semakin mahal gas — pertimbangan penting saat merancang atau memakai aplikasi DeFi.

Standar Token Ethereum

ERC-20
  • Standar untuk token fungible (dapat dipertukarkan 1:1)
  • Dipakai stablecoin, token governance, token utilitas
  • Contoh: USDT, USDC, UNI mengikuti standar ini
ERC-721
  • Standar untuk token non-fungible (unik, tidak identik)
  • Tiap token punya ID & atribut berbeda
  • Dikenal luas sebagai basis teknis NFT
Bagian 4
Kasus & Risiko Dasar
Manfaat nyata, kerentanan kode, dan mengapa audit menjadi krusial

Kasus Penggunaan Smart Contract

Keuangan
Pinjam-meminjam otomatis, pertukaran token tanpa perantara (dibahas P5-P6).
Rantai Pasok
Pelacakan asal-usul produk UMKM ekspor secara transparan & tidak bisa dimanipulasi.
Tata Kelola
Voting otomatis pemegang token dalam organisasi terdesentralisasi (DAO, dibahas P9).

Risiko: Kode adalah Hukum, Tapi Kode Bisa Salah

Prinsip "code is law" berarti smart contract dieksekusi persis sesuai kodenya — jika ada bug, kesalahan itu ikut tereksekusi tanpa bisa dibatalkan pihak mana pun.
  • Kerentanan kode (bug/eksploitasi) — dibahas mendalam di P8
  • Sifat immutable membuat perbaikan pascadeploy sulit
  • Audit kode oleh pihak independen menjadi praktik wajib sebelum peluncuran
  • Prinsip kehati-hatian: verifikasi reputasi & audit sebelum berinteraksi dengan kontrak baru

Walkthrough: Kasus DAO Hack 2016 (Ringkas)

Langkah Kejadian
  • 1. "The DAO" adalah dana investasi terdesentralisasi berbasis smart contract di Ethereum, menghimpun dana besar dari komunitas.
  • 2. Peretas menemukan celah pada fungsi penarikan dana (reentrancy bug) yang belum teraudit sempurna.
  • 3. Celah dieksploitasi untuk menarik dana berulang kali sebelum saldo ter-update — bug ikut "sah" dieksekusi (code is law).
  • 4. Komunitas Ethereum akhirnya melakukan hard fork (memisah rantai) untuk mengembalikan dana — keputusan kontroversial hingga kini.

Latihan Kelas: Identifikasi Risiko

Instruksi (kerja berpasangan, 8 menit): Pilih satu kasus penggunaan smart contract (keuangan/rantai pasok/tata kelola) dari slide sebelumnya. Diskusikan: (1) manfaat efisiensi apa yang didapat dibanding proses konvensional, (2) risiko kode/keamanan apa yang paling relevan, (3) langkah mitigasi apa yang bisa direkomendasikan seorang manajer sebelum institusinya mengadopsi teknologi ini.

Siapkan jawaban singkat (3-4 kalimat) untuk dibahas bersama pada 5 menit terakhir sesi.

Penutup
Menuju Pertemuan 3
Dari fondasi smart contract menuju perbandingan CeFi vs DeFi

Rangkuman & Tugas Baca

Rangkuman Kunci
  • Smart contract = program otomatis, transparan, immutable di blockchain
  • Ethereum & EVM = platform rujukan; gas fee = biaya komputasi
  • ERC-20 (fungible) & ERC-721 (non-fungible) = standar token utama
  • Risiko kode nyata — audit & kehati-hatian wajib sebelum adopsi
Persiapan Pertemuan 3
  • Baca ringkas Werner et al., "SoK: Decentralized Finance"
  • Catat 2 perbedaan CeFi vs DeFi yang Anda temukan
  • Bawa pertanyaan hasil latihan hari ini bila belum terjawab