‹ Daftar slidePertemuan 13: Proyek Data Science End-to-End
Proyek Data Science End-to-End
Dari Problem Framing hingga Rekomendasi Strategis
Data SciencePertemuan 13CPMK 1–4
Agenda Pertemuan
Teori (60 menit)
Problem framing & metrik sukses
Pipeline end-to-end DS
Cara menyusun insight bisnis
Struktur presentasi eksekutif
Praktik (90 menit)
Studi kasus: churn pelanggan e-commerce
Workshop mini: framing → rekomendasi
Latihan slide eksekutif (3 menit pitch)
Review proyek akhir & tanya jawab
Tujuan Pembelajaran
01
Merumuskan masalah bisnis menjadi pertanyaan data yang terukur
02
Menjalankan pipeline DS dari data mentah hingga model yang dapat digunakan
03
Mengubah output teknis menjadi rekomendasi strategis yang dapat dipahami eksekutif
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu merancang dan mengeksekusi proyek data science lengkap dari problem framing hingga rekomendasi strategis.
Topik 1
Problem Framing & Definisi Metrik Sukses
Apa Itu Problem Framing?
Problem framing adalah proses mengubah kebutuhan bisnis yang ambigu menjadi pertanyaan data yang spesifik dan dapat dijawab.
Bisnis: "Kami kehilangan pelanggan." Data Science: "Apakah kita dapat memprediksi pelanggan yang akan berhenti berlangganan dalam 30 hari ke depan dengan akurasi >80%?"
Tanpa framing yang tepat, model Anda mungkin benar secara teknis tetapi salah secara bisnis.
Elemen Framing
Pertanyaan Kunci
Stakeholder
Siapa yang akan menggunakan hasilnya?
Keputusan
Keputusan apa yang akan didukung?
Unit analisis
Pelanggan / transaksi / produk?
Horizon waktu
Prediksi untuk kapan?
Aksi yang tersedia
Apa yang bisa dilakukan bisnis?
Mendefinisikan Metrik Sukses
Metrik sukses harus disepakati sebelum membangun model, bukan setelah.
Tipe Metrik
Contoh
Model performance
Recall ≥ 75% pada kelas churn
Bisnis impact
Turunkan churn rate 5% dalam 3 bulan
Operasional
Prediksi tersedia <24 jam setelah data masuk
Biaya-manfaat
ROI intervensi retention ≥ 3x biaya kampanye
Kerangka SMART untuk Metrik DS
Spesifik — bukan "akurasi bagus"
Measurable — bisa dihitung dari data
Achievable — realistis dengan data yang ada
Relevant — terkait keputusan bisnis
Time-bound — kapan dievaluasi
Recall lebih penting dari Precision untuk kasus churn: lebih baik salah identifikasi pelanggan setia daripada melewatkan pelanggan yang akan pergi.
Contoh Problem Canvas
Dimensi
Isian (Contoh: E-commerce)
Masalah bisnis
Tingkat churn pelanggan naik dari 8% ke 13% dalam 6 bulan terakhir
Stakeholder utama
VP Marketing & Head of Customer Success
Pertanyaan DS
Prediksi probabilitas churn tiap pelanggan aktif dalam 30 hari ke depan
Target variabel
Binary: churn = 1 jika tidak ada transaksi dalam 30 hari
Fitur potensial
Frekuensi pembelian, nilai rata-rata order, skor NPS, lama jadi member
Metrik sukses model
Recall ≥ 75%, Precision ≥ 60% pada test set
Metrik sukses bisnis
Turunkan churn 5% dalam Q3; ROI kampanye ≥ 3x
Batasan & risiko
Data pelanggan baru (<3 bulan) tidak cukup riwayat transaksi
Topik 2
Pipeline: Data → Model → Insight → Aksi
Tahapan Pipeline End-to-End
#
Tahap
Output Utama
1
Data Collection
Raw dataset terdokumentasi
2
Data Cleaning
Dataset bersih, tanpa duplikat/null kritis
3
EDA
Distribusi, korelasi, anomali teridentifikasi
4
Feature Engineering
Fitur baru yang relevan untuk model
5
Modeling
Model terlatih + evaluasi performa
6
Interpretation
Feature importance, SHAP, penjelasan
7
Insight Generation
Temuan bisnis yang actionable
8
Recommendation
Rekomendasi strategi + estimasi dampak
Prinsip iterasi: Pipeline bukan linier sempurna. EDA bisa memunculkan kebutuhan data baru; evaluasi model bisa memicu ulang feature engineering. Dokumentasikan setiap iterasi.
Aturan 80/20 dalam DS
Rata-rata ~80% waktu proyek dihabiskan di tahap 1–4 (data), bukan di modeling. Jangan terkejut jika ini terjadi pada proyek Anda.
Feature Engineering: Kunci Kualitas Model
Feature engineering adalah seni menciptakan representasi data yang membantu model belajar pola yang relevan.
Teknik
Contoh Kasus Churn
Agregasi temporal
Jumlah transaksi 30/60/90 hari terakhir
Rasio
Nilai order bulan ini ÷ rata-rata 6 bulan
Recency
Berapa hari sejak transaksi terakhir
Encoding kategori
Kategori produk favorit → one-hot
Interaction feature
Frekuensi × nilai = customer value score
Kerangka RFM untuk Fitur Pelanggan
Recency — kapan terakhir bertransaksi
Frequency — seberapa sering bertransaksi
Monetary — berapa total nilai transaksi
RFM adalah kerangka klasik pemasaran yang terbukti menjadi fitur prediktif kuat untuk model churn dan segmentasi pelanggan.
Evaluasi Model & Interpretasi
Metrik
Rumus (Singkat)
Kapan Prioritas
Accuracy
(TP+TN)/Total
Kelas seimbang
Recall
TP/(TP+FN)
Hindari lewatkan kasus positif (churn, fraud)
Precision
TP/(TP+FP)
Hindari alarm palsu (spam filter)
F1-Score
Harmonic mean P & R
Kelas tidak seimbang
AUC-ROC
Area under curve
Perbandingan antar model
Interpretasi Model (XAI)
Feature importance — fitur mana paling berpengaruh secara global
SHAP values — kontribusi tiap fitur untuk prediksi individual
Partial Dependence Plot — hubungan fitur–target secara marginal
Stakeholder bisnis lebih mudah mempercayai model yang bisa dijelaskan ("mengapa pelanggan ini diprediksi churn?") daripada black box.
Topik 3
Presentasi Hasil ke Eksekutif & Aplikasi di Indonesia
Struktur Presentasi Eksekutif
Piramida Komunikasi (Barbara Minto)
Rekomendasi utama — sampaikan di awal, bukan akhir
Temuan kunci — 3 insight terpenting yang mendukung rekomendasi
Bukti data — visualisasi dan angka yang mendukung tiap temuan
Metodologi — singkat, di lampiran jika perlu
Eksekutif memiliki 3–5 menit untuk membaca laporan Anda sebelum rapat. Pastikan halaman pertama sudah menjawab: "Apa yang harus saya lakukan?"
Slide
Isi
1. Situasi
Konteks masalah bisnis (1 slide)
2. Temuan
3 insight kunci dengan visualisasi
3. Model
Performa & interpretasi (non-teknis)
4. Rekomendasi
Aksi konkret + estimasi dampak bisnis
5. Risiko
Asumsi & batasan model
6. Next steps
Implementasi & monitoring
Mengubah Insight Teknis Menjadi Rekomendasi Bisnis
Insight teknis vs rekomendasi bisnis:
Teknis: "Fitur 'days_since_last_purchase' memiliki SHAP value tertinggi (0,42) dalam model XGBoost."
Bisnis: "Pelanggan yang tidak bertransaksi lebih dari 21 hari memiliki risiko churn 3x lebih tinggi. Kirimkan voucher reaktivasi pada hari ke-15 sebelum pelanggan melewati batas kritis ini."
Template Rekomendasi Actionable
Temuan: [Apa yang ditemukan model/data]
Implikasi: [Artinya apa bagi bisnis]
Aksi: [Langkah konkret yang bisa diambil]
Dampak estimasi: [Proyeksi dalam angka bisnis]
Siapa bertanggung jawab: [Tim/divisi]
Timeline: [Kapan dieksekusi]
Studi Kasus Indonesia: Aplikasi DS di Industri Digital
Perusahaan
Problem DS
Pendekatan
Dampak Bisnis
Gojek
Prediksi supply driver di lokasi tertentu
Time-series forecasting + geospatial clustering
Kurangi waktu tunggu pengguna, tingkatkan utilisasi driver
Tokopedia
Rekomendasi produk personal
Collaborative filtering + content-based hybrid
~Peningkatan konversi produk yang direkomendasikan
Semua kasus di atas mengikuti pipeline yang sama: problem framing → data → model → insight → aksi bisnis.
Workshop Mini: Studi Kasus Churn E-Commerce
Skenario
Anda adalah data scientist di platform e-commerce Indonesia dengan ~500.000 pengguna aktif. Churn rate naik dari 9% ke 14% dalam 2 kuartal. Manajemen memberi Anda 3 minggu untuk menghasilkan solusi berbasis data.
Data yang Tersedia
Log transaksi 12 bulan terakhir
Data klik & sesi aplikasi
Respons survei NPS (tidak semua pengguna)
Data demografi (usia, kota, gender)
Tugas Workshop (20 menit)
Isi Problem Canvas untuk skenario ini
Tentukan 5 fitur prioritas yang akan dibuat
Pilih algoritma dan justifikasi pilihan
Tentukan metrik sukses model & bisnis
Buat 1 slide rekomendasi eksekutif
Presentasikan hasil dalam format piramida Minto: rekomendasi dulu, lalu bukti.
Anti-Pattern dalam Proyek DS
Solutionism Prematur
Langsung membangun model tanpa memahami masalah bisnis. Akibatnya: model canggih yang tidak berguna.
Data Leakage
Informasi dari masa depan masuk ke fitur training. Akibatnya: performa model di training sangat tinggi, di produksi sangat buruk.
Overfitting pada Test Set
Terlalu sering menyesuaikan model berdasarkan performa test set. Gunakan validation set terpisah untuk tuning.
Insight Tanpa Aksi
Menghasilkan temuan menarik tetapi tidak diterjemahkan ke rekomendasi konkret. Nilai proyek DS = keputusan yang diambil.
Model Statis
Membangun model sekali lalu dilupakan. Perilaku pengguna berubah; model harus dimonitor dan diperbarui secara berkala.
Mengabaikan Bias Data
Data historis merepresentasikan keputusan masa lalu, bukan kebenaran objektif. Waspadai selection bias dan survivorship bias.
Diagram Pipeline End-to-End
Rangkuman Pertemuan 13
Key Takeaway 1 — Problem Framing adalah Pondasi Proyek DS yang baik dimulai dari pertanyaan bisnis yang tepat, bukan dari data atau algoritma. Gunakan Problem Canvas dan metrik SMART sebelum membuka laptop.
Key Takeaway 2 — Pipeline adalah Panduan Kerja Delapan tahap pipeline (collect → clean → EDA → feature engineering → model → interpret → insight → aksi) memastikan proyek terstruktur dan reproducible. Ingat: 80% waktu di data, bukan model.
Key Takeaway 3 — Nilai DS = Keputusan Bisnis yang Diambil Model terbaik pun tidak bernilai jika tidak diterjemahkan ke rekomendasi yang dapat dieksekusi. Kuasai piramida Minto untuk presentasi eksekutif.
Key Takeaway 4 — Iterasi adalah Normal Pipeline bukan linier. EDA dapat memunculkan kebutuhan data baru; evaluasi model dapat memicu ulang feature engineering. Dokumentasikan setiap keputusan.
Key Takeaway 5 — Waspadai Anti-Pattern Data leakage, solutionism prematur, dan insight tanpa aksi adalah jebakan paling umum. Tanyakan selalu: "Apakah fitur ini tersedia saat prediksi dibuat? Apa yang harus dilakukan bisnis dengan temuan ini?"
Tugas & Diskusi
Tugas Individu (dikumpul P14)
Lengkapi Problem Canvas untuk dataset proyek akhir Anda
Buat pipeline sederhana (minimal 5 tahap) dengan dokumentasi setiap keputusan
Siapkan 1 slide rekomendasi eksekutif menggunakan format piramida Minto
Format: PDF, maksimal 3 halaman + lampiran teknis
Diskusi Kelas
Dari 5 studi kasus Indonesia (Gojek/Tokopedia/BCA/Telkom/BRImo), pilih satu dan identifikasi kemungkinan anti-pattern yang mungkin dihadapi
Bagaimana Anda akan mengukur keberhasilan proyek DS yang Anda pilih?
Apakah ada risiko etika data dalam skenario churn yang kita bahas hari ini?
Proyek akhir dipresentasikan di Pertemuan 15. Gunakan kerangka dan template dari pertemuan ini sebagai panduan.
Tanya Jawab
Pertanyaan tentang materi hari ini? Atau tentang proyek akhir Anda?
Preview Pertemuan 14:
Etika Data & Masa Depan Data Science
Privacy, bias algoritmik, regulasi AI, dan karier DS di era otomasi