stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Dashboard & Komunikasi Data

Dashboard & Komunikasi Data

Membangun dashboard interaktif dan mengomunikasikan insight kepada eksekutif non-teknis

Data Science Pertemuan 12 CPMK 2 & 4 Minggu 13

Agenda Pertemuan

Teori (60 menit)
  • Prinsip desain dashboard bisnis
  • Anatomi dashboard yang efektif
  • Tools: Looker Studio, Tableau, Power BI
  • Narasi data — storytelling dengan data
Praktik & Diskusi (90 menit)
  • Hands-on: membangun dashboard sederhana
  • Studi kasus Indonesia (Gojek, BRImo, Tokopedia)
  • Presentasi insight kepada "eksekutif" (simulasi)
  • Review tugas & preview Proyek Akhir

Tujuan Pembelajaran

01
  • Menerapkan prinsip desain dashboard yang efektif untuk konteks bisnis
02
  • Membandingkan fitur utama Looker Studio, Tableau, dan Power BI sesuai kebutuhan
03
  • Menyusun narasi data yang persuasif untuk audiens eksekutif non-teknis
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu membangun dashboard interaktif dan mengomunikasikan insight data kepada eksekutif non-teknis.
Topik 1

Prinsip Desain Dashboard Bisnis

Dari data mentah ke visualisasi yang memberdayakan keputusan

Apa Itu Dashboard Bisnis?

Dashboard bisnis adalah tampilan visual terpadu yang menampilkan KPI (Key Performance Indicator) dan metrik penting secara real-time atau berkala untuk mendukung pengambilan keputusan.

Dashboard Efektif =
Data Relevan + Visualisasi Tepat + Konteks yang Jelas
Prinsip inti: "Show the right data, to the right person, at the right time."
Jenis Dashboard
  • Operasional — monitoring harian (stok, transaksi)
  • Analitik — tren & pola historis
  • Strategis — KPI jangka panjang untuk eksekutif
  • Taktis — progress proyek & target mingguan

Prinsip Desain: 5 Hukum Dashboard

PrinsipPenjelasanContoh Pelanggaran
1. Clarity FirstSetiap elemen harus mudah dibaca dalam 5 detikGrafik 3D dengan 12 warna berbeda
2. Less is MoreTampilkan hanya metrik yang actionable30 KPI dalam satu layar
3. Hierarchy VisualMetrik terpenting di posisi kiri atasRevenue tersembunyi di pojok bawah
4. Konsistensi WarnaSatu warna = satu makna (merah = buruk, hijau = baik)Warna acak tanpa pola
5. Konteks Selalu AdaAngka tanpa benchmark tidak bermakna"Revenue: Rp 2,3 M" tanpa target/periode

Anatomi Dashboard yang Efektif

Sales Dashboard — Q2 2025Filter: ▼Total RevenueRp 4,2M+12% vs Q1Transaksi18.450+8% vs Q1Avg Order ValueRp 228K-3% vs Q1Tren MingguanW1W2W3W4W5W6Segmen3 Segmen
Zona Dashboard
  • Header — judul, filter, periode
  • KPI Strip — 3-5 metrik utama + trend indicator
  • Chart Utama — tren waktu (area/bar)
  • Chart Pendukung — breakdown segmen/kategori
  • Tabel Detail — drill-down opsional
Aturan F-Pattern: mata pembaca bergerak horizontal di atas, lalu vertikal ke bawah. Letakkan insight terpenting di jalur ini.
Topik 2

Tools Dashboard: Looker Studio, Tableau & Power BI

Memilih tools yang tepat untuk konteks dan sumber daya yang tersedia

Perbandingan Tools Dashboard Utama

DimensiLooker StudioTableauPower BI
HargaGratis~USD 70/user/bulan~USD 10/user/bulan (Pro)
Kurva BelajarRendahTinggiMenengah
Koneksi DataGoogle ecosystem + 800+ konektorSangat luas (100+ native)Luas + Excel/SharePoint kuat
KolaborasiReal-time (Google Drive)Tableau Server/CloudMicrosoft Teams/SharePoint
Terbaik untukStartup, UMKM, GA/Ads reportingEnterprise, analitik kompleksPerusahaan pengguna Microsoft
Populer di IndonesiaStartup tech, e-commercePerbankan, FMCG besarBUMN, perusahaan korporat

Looker Studio: Memulai dengan Cepat

Langkah Dasar
  • 1. Connect Data — Google Sheets, BigQuery, GA4, CSV upload
  • 2. Add Chart — pilih tipe visualisasi dari panel kanan
  • 3. Configure — drag dimension & metric ke chart
  • 4. Add Filter — date range, dropdown filter
  • 5. Share — link View-only atau Embed ke website
Tips: Gunakan Blended Data untuk menggabungkan data penjualan (Sheets) dengan data traffic (GA4) dalam satu dashboard tanpa SQL.
Tipe Visualisasi Kunci
TipeKapan Digunakan
Time seriesTren penjualan harian/bulanan
Bar chartPerbandingan kategori
ScorecardKPI tunggal dengan trend
Geo mapDistribusi wilayah (kota/provinsi)
TableDrill-down detail transaksi

Power BI & Tableau: Fitur Unggulan

Power BI — Keunggulan
  • DAX (Data Analysis Expressions) — bahasa formula powerful untuk kalkulasi kompleks
  • Power Query — ETL visual tanpa kode untuk transformasi data
  • AI Visuals — Key Influencers, Decomposition Tree bawaan
  • Integrasi Office — embed di Excel, Teams, SharePoint
  • Row-Level Security — kontrol akses data per departemen
Tableau — Keunggulan
  • Drag-and-drop ekspresif — visualisasi kompleks tanpa kode
  • LOD Expressions — analisis level-of-detail yang sangat fleksibel
  • Tableau Prep — pembersihan & join data visual
  • Story Points — narasi presentasi dalam tool yang sama
  • Tableau Public — portofolio gratis untuk showcase karya
Rekomendasi praktis: Kuasai satu tools secara mendalam daripada tiga tools secara dangkal. Untuk karir awal, Looker Studio + satu antara Power BI atau Tableau sudah sangat kompetitif di pasar kerja Indonesia.
Topik 3

Narasi Data: From Data to Decision

Mengomunikasikan insight kepada eksekutif non-teknis secara persuasif

Framework Narasi Data

Struktur SCR (Situation-Complication-Resolution)
  • Situation — konteks bisnis yang sudah diketahui audiens
  • Complication — masalah atau anomali yang ditemukan dari data
  • Resolution — rekomendasi konkret berbasis data
Contoh SCR:
S: "Penjualan Q2 naik 12% secara keseluruhan."
C: "Namun AOV turun 3% — pertumbuhan didorong volume, bukan nilai."
R: "Rekomendasikan program bundling untuk meningkatkan AOV kembali ke target Rp 250K."
Prinsip Data Storytelling
  • One message, one slide — jangan campurkan insight
  • Headline sebagai kesimpulan — bukan deskripsi ("Penjualan naik 12%", bukan "Grafik Penjualan Q2")
  • Highlight angka kunci — bold, warna kontras, ukuran besar
  • Hapus chartjunk — gridline berlebihan, 3D effects, legend yang tidak perlu
  • Antisipasi pertanyaan — siapkan slide backup dengan detail

Mengenal Audiens Eksekutif

Yang Mereka Inginkan
  • Jawaban dalam 30 detik
  • Implikasi terhadap bisnis
  • Rekomendasi yang actionable
  • Risiko yang perlu diwaspadai
Yang Tidak Mereka Pedulikan
  • Detail teknis model ML
  • Proses pembersihan data
  • Akurasi model (R², RMSE)
  • Asumsi statistik
Cara Menyesuaikan Pesan
  • Gunakan bahasa bisnis, bukan statistik
  • "Pelanggan yang churn 2x lebih mungkin..." bukan "AUC = 0,87"
  • Terjemahkan ke Rp atau % pertumbuhan
  • Mulai dari kesimpulan, bukan proses
Aturan Elevator Pitch: Jika Anda bertemu CEO di lift selama 60 detik, apa satu insight terpenting dari analisis Anda? Latih kemampuan ini.

Studi Kasus: Dashboard BRImo Analytics

Konteks

BRImo (aplikasi mobile banking BRI) melaporkan >30 juta pengguna aktif (~2024). Tim data analytics BRI perlu memonitor performa fitur dan mengidentifikasi titik churn pengguna.

KPI Dashboard BRImo (ilustratif)
  • DAU/MAU Ratio — indikator engagement
  • Transaksi sukses vs gagal per jam
  • Feature adoption rate (transfer, QRIS, investasi)
  • Waktu rata-rata sesi per pengguna
  • Tingkat dropout per langkah onboarding
Insight → Keputusan (contoh ilustratif):
Data menunjukkan 68% pengguna baru drop-off di step ke-3 onboarding (verifikasi KTP). Tim product memutuskan menyederhanakan flow → tingkat penyelesaian onboarding naik signifikan dalam 30 hari.
Pelajaran untuk Bisnis Digital
  • Dashboard harus terhubung ke keputusan konkret
  • Granularitas data sesuai kebutuhan: real-time vs harian
  • Alert otomatis untuk anomali kritis
  • Segmentasi user: baru vs lama, aktif vs dorman

Studi Kasus: Gojek & Tokopedia Data Communication

Gojek — Demand Forecasting Dashboard

Tim data Gojek menggunakan dashboard prediksi permintaan untuk mengantisipasi lonjakan order (Lebaran, hujan, event besar). Dashboard menampilkan:

  • Prediksi demand per zona per jam (peta interaktif)
  • Gap supply-demand real-time
  • Trigger otomatis untuk insentif driver di zona kekurangan
  • Komunikasi ke manajemen: "Proyeksi shortfall 2.400 driver di Jabodetabek malam ini"
Tokopedia — Seller Performance Dashboard

Tokopedia menyediakan dashboard BI untuk seller yang mengomunikasikan performa toko kepada pemilik UMKM non-teknis:

  • Bahasa sederhana: "Produk Anda dilihat 1.240 kali minggu ini"
  • Benchmark industri: "Konversi Anda 2,1% vs rata-rata kategori 3,4%"
  • Rekomendasi otomatis: "Tambah foto produk untuk meningkatkan konversi"
  • Desain mobile-first untuk seller yang akses via HP
Kunci sukses kedua kasus: Dashboard dirancang dari perspektif pengguna akhir (manajer operasi, pemilik UMKM), bukan dari perspektif tim teknis yang membangunnya.

Diagram: Alur Data ke Keputusan

Raw DataTransaksi, logs,sensor, surveyETLProcessed DataData warehouse,data mart, SQLVisualizeDashboardLooker Studio /Tableau / Power BIKPI · Charts · FiltersAlerts · ReportsNarrateInsightTemuan, pola,anomali, peluangDecideKeputusan BisnisAksi nyata yangberdampak ke bisnisFeedback Loop — hasil keputusan kembali menjadi data baruData EngineerData Engineer / AnalystBI Developer / Data AnalystData Scientist / AnalystEksekutif / Manajer

Rangkuman Pertemuan 12

Key Takeaway: Dashboard yang baik bukan tentang estetika, melainkan tentang mempercepat pengambilan keputusan yang tepat oleh orang yang tepat.
  • Prinsip Desain — Clarity First, Less is More, Hierarchy Visual, Konsistensi Warna, Konteks Selalu Ada
  • Anatomi Dashboard — Header + KPI Strip + Chart Utama + Chart Pendukung + Tabel Detail
  • Tools — Looker Studio (gratis, Google ecosystem), Tableau (ekspresif, enterprise), Power BI (Microsoft, BUMN)
  • Narasi SCR — Situation → Complication → Resolution; mulai dari kesimpulan, bukan proses
  • Bahasa Eksekutif — terjemahkan metrik teknis ke Rp dan % bisnis; satu pesan per slide
  • Studi Kasus — BRImo, Gojek, Tokopedia: dashboard dirancang dari perspektif pengguna akhir, bukan tim teknis
Ingat: Data scientist yang tidak bisa berkomunikasi dengan eksekutif hanya menghasilkan analisis indah yang tidak berdampak. Investasikan waktu untuk melatih storytelling data Anda.

Tugas & Diskusi

Tugas Individu (Deadline: 1 Minggu)
  • Pilih satu bisnis nyata (toko online, UMKM, atau bisnis keluarga) atau dataset publik (Kaggle/BPS)
  • Bangun dashboard di Looker Studio dengan minimal: 3 KPI scorecard, 1 time series chart, 1 breakdown chart, 1 filter interaktif
  • Buat 1 slide narasi (PowerPoint/Google Slides) menggunakan framework SCR yang berisi insight utama dashboard tersebut
  • Submit: link dashboard (view-only) + file slide narasi
Diskusi Kelas (15 menit)
  • Dashboard apa yang paling sering Anda lihat sehari-hari? (Instagram Insights, Gojek driver, marketplace seller panel) — apakah memenuhi 5 prinsip desain?
  • Bagaimana Anda menjelaskan konsep "churn prediction" kepada orang tua Anda dalam 2 kalimat?
  • Tools mana yang akan Anda pelajari lebih dalam dan mengapa?

Tanya Jawab

Pertanyaan, klarifikasi, atau diskusi lanjutan?

Preview Pertemuan 13: Proyek Data Science End-to-End
Anda akan mengintegrasikan seluruh pipeline: data collection → preprocessing → modeling → dashboard → presentasi eksekutif. Persiapkan dataset proyek kelompok Anda.
Referensi Lanjutan:
  • Knaflic, C.N. (2015). Storytelling with Data. Wiley.
  • Few, S. (2006). Information Dashboard Design. O'Reilly.
  • Dokumentasi resmi: lookerstudio.google.com | tableau.com/learn | learn.microsoft.com/power-bi