‹ Daftar slidePertemuan 9: Time Series & Forecasting Bisnis
Time Series & Forecasting Bisnis
Menganalisis pola waktu & meramalkan penjualan untuk keputusan operasional
Data SciencePertemuan 9 · Minggu 10CPMK 1, 2, 3, 4
Agenda Pertemuan
Teori (70 menit)
Komponen time series: trend, seasonal, noise
Dekomposisi deret waktu
Moving average & exponential smoothing
Konsep ARIMA: AR, I, MA
Praktik & Kasus (80 menit)
Membaca & memplot data time series
Menghitung SMA, WMA, SES secara manual
Forecasting penjualan: studi kasus ritel Indonesia
Diskusi & interpretasi error metrik (MAE, MAPE)
Tujuan Pembelajaran
01
Mengidentifikasi dan memisahkan komponen trend, seasonal, dan noise dalam data time series bisnis.
02
Menghitung moving average dan exponential smoothing untuk menghaluskan fluktuasi data penjualan.
03
Memahami prinsip ARIMA dan menggunakannya untuk membuat forecast penjualan jangka pendek.
04
Mengevaluasi akurasi forecast menggunakan metrik MAE dan MAPE untuk mendukung keputusan operasional.
Topik 1
Komponen Time Series
Trend · Seasonal · Cyclical · Noise
Apa Itu Time Series?
Data time series adalah urutan pengamatan yang direkam pada interval waktu teratur — harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.
Contoh bisnis Indonesia:
Penjualan harian Indomaret per gerai
Jumlah transaksi BRImo per jam
Permintaan ojek online Gojek per kota per hari
Harga saham BBCA di BEI setiap sesi
Komponen
Deskripsi
Contoh
Trend (T)
Arah jangka panjang
Penjualan e-commerce naik tiap tahun
Seasonal (S)
Pola berulang periodik
Lonjakan Harbolnas setiap Nov–Des
Cyclical (C)
Fluktuasi siklus ekonomi
Resesi → pemulihan (multi-tahun)
Noise (ε)
Variasi acak tak terpola
Pemadaman listrik, promo mendadak
Dekomposisi: Additive vs Multiplicative
Model Additive
Y = T + S + C + ε
Digunakan saat amplitudo seasonal relatif konstan meskipun trend naik.
Contoh: Jumlah pelanggan baru per bulan dengan musiman yang stabil.
Model Multiplicative
Y = T × S × C × ε
Digunakan saat amplitudo seasonal bertumbuh proporsional dengan trend.
Contoh: Penjualan e-commerce — lonjakan Harbolnas makin besar tiap tahun seiring tumbuhnya platform.
Tip praktis: Plot data Anda terlebih dahulu. Jika "benjolan" seasonal terlihat makin besar seiring waktu → pilih multiplicative. Jika tingginya tetap → pilih additive.
Membaca Komponen dalam Plot
Ilustrasi skematis — data penjualan bulanan dengan trend naik & pola musiman berkala
Topik 2
Moving Average & Exponential Smoothing
Metode klasik yang tetap relevan di dunia bisnis
Moving Average (MA)
Simple Moving Average (SMA) merata-ratakan sejumlah periode terakhir untuk menghaluskan fluktuasi.
Weighted MA (WMA) memberi bobot lebih besar pada data terbaru: WMA = (3×Yt + 2×Yt-1 + 1×Yt-2) / 6
Jenis MA
Kelebihan
Kelemahan
Simple (SMA)
Mudah dihitung
Lambat merespons perubahan
Weighted (WMA)
Lebih responsif
Pemilihan bobot subjektif
Centered MA
Baik untuk dekomposisi
Tidak bisa prediksi hari terakhir
Kapan pakai SMA? Data stasioner tanpa trend kuat, kebutuhan forecast mingguan/bulanan yang sederhana, dan saat manajemen membutuhkan penjelasan yang mudah.
Coba Sendiri: Bandingkan Forecast SMA vs WMA
Ubah jumlah periode n dan bobot WMA, amati bagaimana kurva SMA dan WMA merespons perubahan data secara berbeda.
Exponential Smoothing
Simple Exponential Smoothing (SES) memberi bobot menurun eksponensial pada data historis — data terbaru paling berpengaruh.
Ft+1 = α · Yt + (1 − α) · Ft
Di mana α (alpha) = smoothing parameter, 0 < α < 1
Arti α: α tinggi (0.7–0.9) → bereaksi cepat, cocok saat data berfluktuasi. α rendah (0.1–0.3) → bereaksi lambat, cocok saat data stabil.
Varian Exponential Smoothing:
Metode
Untuk Data
Parameter
SES (Holt's 1-param)
Tanpa trend/seasonal
α
Double ES (Holt's)
Ada trend, tanpa seasonal
α, β
Triple ES (Holt-Winters)
Ada trend & seasonal
α, β, γ
Holt-Winters banyak dipakai di sistem manajemen inventori retail modern karena mampu menangkap musiman sekaligus.
Mengukur Akurasi Forecast
Error metrik mengukur seberapa jauh forecast dari aktual. Pilih metrik yang sesuai konteks bisnis Anda.
Metrik
Formula
Interpretasi
MAE
mean(|Aktual − Forecast|)
Rata-rata error absolut dalam satuan yang sama
MAPE
mean(|error| / Aktual) × 100%
Error dalam persen — mudah dikomunikasikan ke manajemen
RMSE
√mean(error²)
Memberi penalti lebih besar pada error besar
Panduan MAPE
MAPE < 10% → Forecast sangat baik
MAPE 10–20% → Forecast baik
MAPE 20–50% → Forecast wajar
MAPE > 50% → Perlu perbaikan model
Catatan: MAPE tidak stabil saat aktual mendekati nol — hindari untuk produk baru atau penjualan sporadis.
Coba Sendiri: SES & Bandingkan Error MAE/MAPE/RMSE
Geser parameter alpha exponential smoothing dan amati bagaimana forecast serta metrik error MAE, MAPE, RMSE berubah.
Topik 3
ARIMA & Aplikasi Forecasting
Dari model statistik ke keputusan operasional nyata
ARIMA: AutoRegressive Integrated Moving Average
AR — AutoRegressive (p)
Nilai saat ini diprediksi dari nilai p periode sebelumnya.
Yt = c + φ₁Yt-1 + … + φpYt-p + εt
Analogi: penjualan hari ini dipengaruhi penjualan 1–3 hari lalu.
I — Integrated (d)
Mendiferensikan data sebanyak d kali hingga stasioner.
ΔYt = Yt − Yt-1
d=1 artinya kita analisis perubahan penjualan, bukan levelnya.
MA — Moving Average (q)
Error prediksi q periode lalu masuk sebagai prediktor.
Yt = c + εt + θ₁εt-1 + … + θqεt-q
Mengoreksi model berdasarkan "kejutan" masa lalu.
Model ditulis sebagai ARIMA(p, d, q) — misalnya ARIMA(1,1,1): AR orde 1, diferensing 1 kali, MA orde 1. Untuk data musiman digunakan SARIMA(p,d,q)(P,D,Q)m.
Coba Sendiri: Bangun Forecast ARIMA/SARIMA
Ubah parameter p, d, q dan amati bagaimana bentuk forecast ARIMA menyesuaikan pola data historis.
Prasyarat ARIMA: Stasioneritas
Data time series harus stasioner sebelum dapat dimodelkan dengan ARIMA: mean, variansi, dan autokorelasi harus konstan sepanjang waktu.
Ciri
Stasioner
Tidak Stasioner
Mean
Konstan
Berubah (ada trend)
Variansi
Konstan
Membesar/mengecil
ACF
Turun cepat ke nol
Turun lambat/lambat
Uji Augmented Dickey-Fuller (ADF)
H₀: Data memiliki unit root (tidak stasioner)
H₁: Data stasioner
p-value < 0.05 → Tolak H₀ → data stasioner ✓
p-value ≥ 0.05 → Diferensing, lalu uji ulang
Kebanyakan data penjualan bisnis tidak stasioner karena ada trend pertumbuhan. Diferensing (d=1) biasanya cukup untuk membuatnya stasioner.
Studi Kasus: Forecast Permintaan Ritel Online
Konteks: Platform e-commerce Indonesia (~Tokopedia/Shopee) perlu memprediksi volume order mingguan untuk perencanaan kapasitas gudang dan driver kurir.
Keputusan operasional: Dengan forecast ~580–597 ribu order, manajer logistik memesan kapasitas gudang dan mengalokasikan ~600 driver ekstra untuk W6.
Seasonal ARIMA: Kasus Gojek & BCA
Gojek: Demand Harian per Kota
Order GoFood memiliki pola musiman harian (jam makan siang, makan malam) dan mingguan (Jumat malam lebih tinggi). Model yang sesuai:
SARIMA(1,1,1)(1,1,1)7
m=7 (periode musiman mingguan). Komponen seasonal menangkap lonjakan akhir pekan secara otomatis.
BCA / BRImo: Volume Transaksi Digital
Transaksi mobile banking memiliki musiman bulanan (tanggal gajian ~25-1) dan tahunan (Lebaran, akhir tahun). Pendekatan:
SARIMA dengan m=12 untuk musiman tahunan
Tambahkan dummy variabel Lebaran (regresor eksternal)
Model SARIMAX untuk efek kalender
Prinsip umum: Semakin pendek horizon forecast, semakin sederhana model yang Anda butuhkan. Forecast 1 minggu → SES atau SMA sudah cukup. Forecast 6–12 bulan → SARIMA atau Prophet lebih tepat.
Alur Kerja Forecasting Bisnis
Rangkuman Pertemuan 9
5 Key Takeaway:
Time series terdiri dari empat komponen: trend (arah jangka panjang), seasonal (pola periodik), cyclical (siklus ekonomi), dan noise (variasi acak). Pisahkan keempatnya sebelum memodelkan.
Model Additive vs Multiplicative: pilih berdasarkan apakah amplitudo seasonal tumbuh seiring trend. Multiplicative lebih sering tepat untuk data bisnis yang bertumbuh.
Moving Average cocok untuk data stasioner jangka pendek; Exponential Smoothing (terutama Holt-Winters) lebih baik saat ada trend dan seasonal.
ARIMA(p,d,q) adalah model statistik yang menangkap autokorelasi; pastikan data stasioner (uji ADF) sebelum fitting. SARIMA tambahkan komponen musiman.
Evaluasi selalu wajib: gunakan MAE dan MAPE untuk komunikasi ke manajemen, RMSE jika Anda ingin menghukum error besar secara lebih kuat.
Tugas & Diskusi
Tugas Individu (dikumpul minggu depan)
Unduh data penjualan atau transaksi bulanan minimal 24 bulan dari sumber terbuka (BPS, Kaggle, atau dataset perusahaan publik IDX).
Buat plot time series dan identifikasi komponen trend, seasonal, dan noise secara visual.
Hitung SMA-3 dan SES (α=0.3) untuk 6 periode terakhir sebagai in-sample test.
Hitung MAPE dari kedua metode dan tentukan metode mana yang lebih akurat untuk dataset Anda.
Pertanyaan Diskusi
Mengapa Lebaran menjadi tantangan khusus untuk model time series di Indonesia?
Dalam situasi apa Anda lebih memilih SMA dibanding ARIMA? Jelaskan trade-off-nya.
Jika MAPE forecast Anda 35%, apakah model tersebut layak dipakai untuk keputusan pengadaan stok? Argumentasikan.
Tools yang bisa digunakan: Python (statsmodels, pandas, matplotlib), R (forecast package), atau Excel (jika hanya SMA/SES manual).
Q&A & Preview Pertemuan 10
Ada pertanyaan tentang materi hari ini? Silakan diskusikan sekarang atau kirim via forum diskusi.
Preview: Pertemuan 10 Text Mining & Analisis Sentimen
Preprocessing teks: tokenisasi, stopwords, stemming Bahasa Indonesia
TF-IDF dan representasi dokumen
Analisis sentimen review produk & media sosial
Aplikasi: monitoring brand Tokopedia/Shopee via ulasan pelanggan
Persiapan: Install library nltk dan PySastrawi (stemmer Bahasa Indonesia) di Python Anda sebelum pertemuan berikutnya.