stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Klasifikasi & Segmentasi Pelanggan

Klasifikasi & Segmentasi Pelanggan

Data Science Pertemuan 8 CPMK-3 · CPMK-4 Bisnis Digital

Decision Tree · Random Forest · K-Means Clustering · Segmentasi RFM

Agenda Pertemuan

Bagian 1 — Teori & Algoritma
  • Konsep klasifikasi dalam bisnis digital
  • Decision Tree: cara kerja & interpretasi
  • Random Forest: ensemble & akurasi lebih baik
  • K-Means Clustering: pengelompokan tanpa label
  • Segmentasi RFM: Recency, Frequency, Monetary
Bagian 2 — Praktik & Studi Kasus
  • Memilih algoritma yang tepat untuk konteks bisnis
  • Studi kasus segmentasi pelanggan Gojek & BCA
  • Visualisasi hasil clustering
  • Interpretasi segmen untuk strategi pemasaran
  • Diskusi & tugas analisis data nyata

Tujuan Pembelajaran

01
  • Menjelaskan perbedaan klasifikasi (supervised) dan clustering (unsupervised) serta kapan masing-masing digunakan dalam konteks bisnis
02
  • Menerapkan Decision Tree dan Random Forest untuk memprediksi perilaku pelanggan berdasarkan data transaksi
03
  • Menggunakan K-Means Clustering untuk mengelompokkan pelanggan ke dalam segmen-segmen bermakna bisnis
04
  • Merancang segmentasi RFM dari data transaksi dan merumuskan rekomendasi strategi pemasaran berbasis data
Topik 1

Decision Tree & Random Forest

Belajar dari data berlabel untuk memprediksi kategori pelanggan

Decision Tree: Cara Kerja

Decision Tree membangun model berbentuk pohon dengan membagi data secara berulang berdasarkan fitur yang paling informatif.

Konsep Kunci:
  • Node internal: pertanyaan tentang fitur (mis. "Belanja > Rp 500 rb?")
  • Cabang: jawaban ya/tidak
  • Leaf node: prediksi kelas akhir
  • Depth: kedalaman pohon — semakin dalam, semakin kompleks
Gini Impurity (ukuran kemurnian node):
Gini = 1 − Σ pᵢ²
Frekuensi Beli ≥ 5?TidakYaNilai Belanja ≥ 1jt?Pelanggan LoyalTidakYaPelanggan PasifPelanggan Potensial

Coba Sendiri: Bangun Decision Tree & Hitung Gini

Ubah titik split fitur pada data, amati bagaimana Gini impurity tiap node berubah dan pohon terbentuk.

Random Forest: Ensemble yang Lebih Kuat

Random Forest membangun banyak Decision Tree secara paralel pada subset data berbeda, lalu menggabungkan prediksinya (voting/rata-rata).

AspekDecision TreeRandom Forest
Jumlah model1 pohon~100–500 pohon
OverfittingMudah overfitLebih tahan
InterpretasiSangat mudahLebih sulit (black-box)
Akurasi umumSedangLebih tinggi
Waktu trainingCepatLebih lama
Feature importanceAdaLebih reliabel
Prinsip Ensemble: "Satu pohon bisa salah, tetapi ratusan pohon yang bersuara bersama cenderung benar — sama seperti keputusan kelompok lebih baik dari satu individu."
Aplikasi bisnis nyata:
  • Prediksi churn pelanggan (Telkom, GoPay)
  • Deteksi penipuan transaksi (BCA, Mandiri)
  • Rekomendasi produk (Tokopedia, Lazada)
  • Scoring kredit (Bank Digital, Fintech)

Evaluasi Model Klasifikasi

Setelah melatih model, kita perlu mengukur seberapa baik performanya menggunakan confusion matrix dan metrik turunannya.

MetrikFormulaMakna Bisnis
Accuracy(TP+TN)/(Total)% prediksi benar secara keseluruhan
PrecisionTP/(TP+FP)Dari yang diprediksi positif, berapa yang benar?
RecallTP/(TP+FN)Dari semua kasus positif, berapa yang terdeteksi?
F1-Score2×P×R/(P+R)Keseimbangan precision dan recall
Kapan prioritaskan Recall?
Deteksi fraud dan churn — lebih baik salah tandai pelanggan normal sebagai berisiko (false positive) daripada melewatkan pelanggan yang benar-benar akan pergi (false negative).
Kapan prioritaskan Precision?
Email promosi — mengirim email kepada orang yang tidak tertarik (false positive) merugikan reputasi merek dan meningkatkan biaya kampanye.
Topik 2

K-Means Clustering

Menemukan pola tersembunyi tanpa label — segmentasi otomatis berbasis perilaku

K-Means: Algoritma Langkah demi Langkah

1
  • Inisialisasi: pilih K titik pusat (centroid) secara acak
2
  • Assignment: setiap data point ditetapkan ke centroid terdekat (jarak Euclidean)
3
  • Update: hitung ulang posisi centroid sebagai rata-rata semua anggota kluster
4
  • Ulangi langkah 2–3 hingga centroid tidak bergerak signifikan (konvergen)
C1C2C3K=3 kluster terkonvergen
Jarak Euclidean:
d = √[(x₁−x₂)² + (y₁−y₂)²]

Coba Sendiri: Jalankan Iterasi K-Means

Jalankan iterasi assignment dan update centroid langkah demi langkah, amati bagaimana titik data berpindah kluster hingga konvergen.

Memilih Nilai K yang Tepat

Menentukan jumlah kluster yang optimal adalah tantangan utama K-Means. Dua metode yang paling umum:

Elbow Method
Plot nilai Within-Cluster Sum of Squares (WCSS) untuk berbagai nilai K. Titik "siku" pada grafik mengindikasikan K optimal — titik di mana penambahan kluster tidak lagi mengurangi WCSS secara signifikan.
Silhouette Score
Mengukur seberapa mirip sebuah titik data dengan klusternya sendiri dibandingkan kluster lain. Nilai mendekati +1 berarti pengelompokan sangat baik; mendekati -1 berarti pengelompokan buruk. Pilih K dengan silhouette score tertinggi.
Elbow MethodJumlah Kluster (K)WCSS23456K=4 optimal

K-Means untuk Segmentasi Pelanggan

Fitur yang umum digunakan dalam segmentasi pelanggan e-commerce Indonesia:

DimensiFitur DataContoh di Tokopedia
Perilaku BeliFrekuensi transaksi, nilai rata-rata pesanan, kategori favoritPelanggan elektronik high-value vs. pelanggan fashion budget
KeterlibatanKlik, review, waktu di aplikasi, respons promosiPower user vs. passive browser
GeografisKota, kecamatan, zona pengirimanPelanggan Jabodetabek vs. luar Jawa
TemporalHari/jam aktif, pola musiman, frekuensi loginPembeli akhir pekan vs. pembeli tengah malam
DemografisUsia, jenis kelamin (bila tersedia), tipe perangkatMobile-only vs. desktop user
Catatan penting: Normalisasi fitur (standardization/min-max scaling) wajib dilakukan sebelum K-Means karena algoritma ini sensitif terhadap skala — nilai belanja Rp 10.000.000 akan mendominasi bila tidak dinormalisasi bersama fitur seperti frekuensi login (1–30 per bulan).
Topik 3

Segmentasi RFM

Recency · Frequency · Monetary — kerangka klasik yang tetap relevan di era digital

Tiga Dimensi RFM

R
Recency

Berapa hari sejak transaksi terakhir?

R = Hari ini − Tanggal Beli Terakhir

Skor lebih kecil = lebih baik (baru-baru ini beli)

Contoh: pelanggan beli kemarin (R=1) lebih berharga dari pelanggan beli 6 bulan lalu (R=180)

F
Frequency

Berapa kali transaksi dalam periode tertentu?

F = Jumlah Transaksi (misal 3 bulan)

Skor lebih besar = lebih baik (sering beli)

Contoh: pelanggan beli 12x lebih loyal dari pelanggan beli 2x dalam 3 bulan

M
Monetary

Berapa total nilai pembelian dalam periode?

M = Σ Nilai Transaksi

Skor lebih besar = lebih baik (belanja lebih banyak)

Contoh: pelanggan dengan M=Rp 15 juta lebih bernilai dari M=Rp 500 ribu

Dari Nilai RFM ke Segmen Pelanggan

Langkah umum: bagi setiap dimensi ke dalam 5 kuintil (skor 1–5), lalu gabungkan.

SegmenProfil RFMStrategi
ChampionsR5, F5, M5VIP rewards, early access
LoyalR4–5, F3–5, M3–5Loyalty program, upsell
Potential LoyalistR3–4, F2–3, M2–3Onboarding series, engagement
At RiskR2–3, F3–5, M3–5Win-back campaign, diskon
HibernatingR1–2, F1–2, M1–2Reaktivasi atau hapus list
LostR1, F1, M1Survey kepuasan atau churn
Aturan Pareto dalam RFM:
Biasanya ~20% pelanggan (Champions + Loyal) menghasilkan ~80% revenue. Fokuskan retensi di segmen ini sebelum akuisisi pelanggan baru.
RFM + K-Means:
Gunakan nilai R, F, M sebagai fitur input K-Means untuk mendapatkan segmen yang lebih natural dan tidak terbatas pada grid 5×5×5 — lebih fleksibel untuk data distribusi tidak seragam.

Coba Sendiri: Hitung Skor RFM & Segmen Pelanggan

Ubah nilai recency, frequency, dan monetary seorang pelanggan, amati bagaimana skor kuintil dan segmennya berubah.

Studi Kasus: Segmentasi Pelanggan Gojek

Konteks (estimasi berdasarkan informasi publik):
Gojek melayani ~170 juta pengguna terdaftar di Asia Tenggara dengan ~55 layanan berbeda dalam ekosistemnya. Segmentasi pelanggan menjadi krusial untuk efisiensi anggaran promosi.

Dimensi segmentasi yang relevan:

  • Frekuensi GoRide/GoCar vs. GoFood vs. GoPay
  • Nilai transaksi rata-rata per layanan
  • Respons terhadap GoPay cashback
  • Waktu aktif (pagi commuter vs. malam food-order)
  • Recency penggunaan setelah promosi berakhir
Segmen HipotetisProfilTindakan
Power UserTinggi R, F, M di semua layananGoPay Platinum, early feature
Food LoyalistTinggi F GoFood, rendah transportasiGoFood subscription, promo makan
CommuterTinggi GoRide weekday pagi-soreGoRide langganan bulanan
Promo HunterAktif hanya saat diskonKurangi diskon, tawarkan nilai lain
DormantTidak aktif >30 hariWin-back notification + kredit

Studi Kasus: Segmentasi Nasabah Perbankan Digital

Konteks BCA myBCA / BRImo (perkiraan publik):
BCA memiliki ~38 juta rekening aktif; BRImo BRI melaporkan ~38 juta pengguna aktif per 2024. Segmentasi nasabah mendukung strategi cross-selling produk perbankan.

Fitur RFM di konteks perbankan:

  • R: Hari sejak transaksi digital terakhir (transfer/bayar)
  • F: Jumlah transaksi digital per bulan
  • M: Rata-rata saldo + total transaksi bulanan
  • Tambahan: produk aktif (kartu kredit, deposito, reksadana)
Segmen NasabahKarakteristikProduk yang Relevan
Nasabah PremiumSaldo tinggi, aktif digitalWealth management, private banking
Mass AffluentSaldo sedang-tinggi, aktifReksadana, deposito, kartu kredit
Transaksional AktifSaldo sedang, transaksi seringCashback debit, QRIS loyalty
Tabungan PasifSaldo masuk, jarang transaksiDigital engagement, notif promo
DormantTidak aktif >90 hariReaktivasi atau dormancy notice

Alur Kerja: RFM + K-Means End-to-End

1. DataTransaksiPelanggan2. HitungNilai R, F, Mper pelanggan3. NormalisasiStandardScaler/ MinMaxScaler4. K-MeansElbow methodpilih K optimalassign kluster5. LabelSegmen bisnis(Champions dll)6.AksiBisnisRaw dataFeature eng.Pre-processingModelingInterpretasiEksekusiContoh Output BisnisChampions: VIP rewardAt Risk: win-back emailPotential: onboardingLost: survey/hapus

Rangkuman Pertemuan 8

5 Key Takeaway
  1. Klasifikasi vs. Clustering: Decision Tree/Random Forest memerlukan data berlabel (supervised); K-Means bekerja tanpa label (unsupervised) — pilih sesuai data yang tersedia dan tujuan bisnis.
  2. Decision Tree interpretable dan visual; Random Forest lebih akurat dan tahan overfit melalui ensemble ratusan pohon yang melakukan voting.
  3. K-Means mengelompokkan pelanggan berdasarkan kemiripan fitur; penentuan K optimal menggunakan Elbow Method atau Silhouette Score; normalisasi fitur adalah prasyarat wajib.
  4. RFM (Recency, Frequency, Monetary) adalah kerangka segmentasi terbukti yang menghasilkan segmen actionable (Champions, Loyal, At Risk, dll.) langsung terhubung ke strategi pemasaran berbeda.
  5. RFM + K-Means adalah kombinasi terbaik: RFM menghasilkan tiga fitur bermakna bisnis, K-Means menemukan segmen alami tanpa asumsi grid 5×5 yang kaku.
Algoritma yang dipelajari: Decision Tree · Random Forest · K-Means
Framework bisnis: RFM · Elbow Method · Confusion Matrix

Tugas & Diskusi

Tugas Individu (dikumpulkan minggu depan)

Gunakan dataset transaksi e-commerce publik (mis. dari Kaggle atau data simulasi yang disediakan dosen) untuk:

  1. Hitung nilai R, F, M untuk setiap pelanggan
  2. Normalisasi nilai RFM
  3. Terapkan K-Means dengan K=3 dan K=5; bandingkan hasilnya menggunakan Elbow Method
  4. Beri nama dan interpretasi bisnis untuk setiap kluster
  5. Rekomendasikan strategi pemasaran berbeda untuk masing-masing segmen (min. 1 paragraf per segmen)
Pertanyaan Diskusi Kelas
  1. Kapan Anda akan memilih Decision Tree daripada Random Forest untuk kasus churn prediction? Apa pertimbangannya?
  2. Misalkan K-Means menghasilkan 4 kluster tetapi tim bisnis hanya bisa menjalankan 2 kampanye berbeda — apa yang Anda lakukan?
  3. Apakah segmen RFM yang sama akan menghasilkan strategi yang berbeda di Shopee vs. di BCA? Mengapa?
  4. Apa risiko etis dari segmentasi pelanggan berbasis data — siapa yang mungkin dirugikan?

Tanya Jawab & Preview Pertemuan 9

?
Sesi Tanya Jawab

Silakan ajukan pertanyaan tentang materi Pertemuan 8:

  • Decision Tree vs. Random Forest
  • Cara menentukan K optimal
  • Implementasi RFM dari data nyata
  • Tools Python: scikit-learn, pandas
  • Pertanyaan seputar tugas
Preview: Pertemuan 9

Time Series & Forecasting Bisnis

Pertemuan depan Anda akan belajar:

  • Komponen time series: tren, musiman, siklis, residual
  • Metode forecasting: Moving Average, Exponential Smoothing
  • ARIMA untuk prediksi deret waktu
  • Aplikasi: prediksi penjualan, demand planning, stok inventori
  • Studi kasus: forecasting permintaan GoFood & Alfamart
Persiapan: Baca materi time series dasar dan pastikan Python + pandas + statsmodels sudah terinstal di laptop Anda.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.