Ubah titik split fitur pada data, amati bagaimana Gini impurity tiap node berubah dan pohon terbentuk.
Random Forest: Ensemble yang Lebih Kuat
Random Forest membangun banyak Decision Tree secara paralel pada subset data berbeda, lalu menggabungkan prediksinya (voting/rata-rata).
Aspek
Decision Tree
Random Forest
Jumlah model
1 pohon
~100–500 pohon
Overfitting
Mudah overfit
Lebih tahan
Interpretasi
Sangat mudah
Lebih sulit (black-box)
Akurasi umum
Sedang
Lebih tinggi
Waktu training
Cepat
Lebih lama
Feature importance
Ada
Lebih reliabel
Prinsip Ensemble: "Satu pohon bisa salah, tetapi ratusan pohon yang bersuara bersama cenderung benar — sama seperti keputusan kelompok lebih baik dari satu individu."
Aplikasi bisnis nyata:
Prediksi churn pelanggan (Telkom, GoPay)
Deteksi penipuan transaksi (BCA, Mandiri)
Rekomendasi produk (Tokopedia, Lazada)
Scoring kredit (Bank Digital, Fintech)
Evaluasi Model Klasifikasi
Setelah melatih model, kita perlu mengukur seberapa baik performanya menggunakan confusion matrix dan metrik turunannya.
Metrik
Formula
Makna Bisnis
Accuracy
(TP+TN)/(Total)
% prediksi benar secara keseluruhan
Precision
TP/(TP+FP)
Dari yang diprediksi positif, berapa yang benar?
Recall
TP/(TP+FN)
Dari semua kasus positif, berapa yang terdeteksi?
F1-Score
2×P×R/(P+R)
Keseimbangan precision dan recall
Kapan prioritaskan Recall? Deteksi fraud dan churn — lebih baik salah tandai pelanggan normal sebagai berisiko (false positive) daripada melewatkan pelanggan yang benar-benar akan pergi (false negative).
Kapan prioritaskan Precision? Email promosi — mengirim email kepada orang yang tidak tertarik (false positive) merugikan reputasi merek dan meningkatkan biaya kampanye.
Topik 2
K-Means Clustering
Menemukan pola tersembunyi tanpa label — segmentasi otomatis berbasis perilaku
K-Means: Algoritma Langkah demi Langkah
1
Inisialisasi: pilih K titik pusat (centroid) secara acak
2
Assignment: setiap data point ditetapkan ke centroid terdekat (jarak Euclidean)
3
Update: hitung ulang posisi centroid sebagai rata-rata semua anggota kluster
4
Ulangi langkah 2–3 hingga centroid tidak bergerak signifikan (konvergen)
Jarak Euclidean: d = √[(x₁−x₂)² + (y₁−y₂)²]
Coba Sendiri: Jalankan Iterasi K-Means
Jalankan iterasi assignment dan update centroid langkah demi langkah, amati bagaimana titik data berpindah kluster hingga konvergen.
Memilih Nilai K yang Tepat
Menentukan jumlah kluster yang optimal adalah tantangan utama K-Means. Dua metode yang paling umum:
Elbow Method Plot nilai Within-Cluster Sum of Squares (WCSS) untuk berbagai nilai K. Titik "siku" pada grafik mengindikasikan K optimal — titik di mana penambahan kluster tidak lagi mengurangi WCSS secara signifikan.
Silhouette Score Mengukur seberapa mirip sebuah titik data dengan klusternya sendiri dibandingkan kluster lain. Nilai mendekati +1 berarti pengelompokan sangat baik; mendekati -1 berarti pengelompokan buruk. Pilih K dengan silhouette score tertinggi.
K-Means untuk Segmentasi Pelanggan
Fitur yang umum digunakan dalam segmentasi pelanggan e-commerce Indonesia:
Dimensi
Fitur Data
Contoh di Tokopedia
Perilaku Beli
Frekuensi transaksi, nilai rata-rata pesanan, kategori favorit
Pelanggan elektronik high-value vs. pelanggan fashion budget
Keterlibatan
Klik, review, waktu di aplikasi, respons promosi
Power user vs. passive browser
Geografis
Kota, kecamatan, zona pengiriman
Pelanggan Jabodetabek vs. luar Jawa
Temporal
Hari/jam aktif, pola musiman, frekuensi login
Pembeli akhir pekan vs. pembeli tengah malam
Demografis
Usia, jenis kelamin (bila tersedia), tipe perangkat
Mobile-only vs. desktop user
Catatan penting: Normalisasi fitur (standardization/min-max scaling) wajib dilakukan sebelum K-Means karena algoritma ini sensitif terhadap skala — nilai belanja Rp 10.000.000 akan mendominasi bila tidak dinormalisasi bersama fitur seperti frekuensi login (1–30 per bulan).
Topik 3
Segmentasi RFM
Recency · Frequency · Monetary — kerangka klasik yang tetap relevan di era digital
Tiga Dimensi RFM
R
Recency
Berapa hari sejak transaksi terakhir?
R = Hari ini − Tanggal Beli Terakhir
Skor lebih kecil = lebih baik (baru-baru ini beli)
Contoh: pelanggan beli kemarin (R=1) lebih berharga dari pelanggan beli 6 bulan lalu (R=180)
F
Frequency
Berapa kali transaksi dalam periode tertentu?
F = Jumlah Transaksi (misal 3 bulan)
Skor lebih besar = lebih baik (sering beli)
Contoh: pelanggan beli 12x lebih loyal dari pelanggan beli 2x dalam 3 bulan
M
Monetary
Berapa total nilai pembelian dalam periode?
M = Σ Nilai Transaksi
Skor lebih besar = lebih baik (belanja lebih banyak)
Contoh: pelanggan dengan M=Rp 15 juta lebih bernilai dari M=Rp 500 ribu
Dari Nilai RFM ke Segmen Pelanggan
Langkah umum: bagi setiap dimensi ke dalam 5 kuintil (skor 1–5), lalu gabungkan.
Segmen
Profil RFM
Strategi
Champions
R5, F5, M5
VIP rewards, early access
Loyal
R4–5, F3–5, M3–5
Loyalty program, upsell
Potential Loyalist
R3–4, F2–3, M2–3
Onboarding series, engagement
At Risk
R2–3, F3–5, M3–5
Win-back campaign, diskon
Hibernating
R1–2, F1–2, M1–2
Reaktivasi atau hapus list
Lost
R1, F1, M1
Survey kepuasan atau churn
Aturan Pareto dalam RFM: Biasanya ~20% pelanggan (Champions + Loyal) menghasilkan ~80% revenue. Fokuskan retensi di segmen ini sebelum akuisisi pelanggan baru.
RFM + K-Means: Gunakan nilai R, F, M sebagai fitur input K-Means untuk mendapatkan segmen yang lebih natural dan tidak terbatas pada grid 5×5×5 — lebih fleksibel untuk data distribusi tidak seragam.
Coba Sendiri: Hitung Skor RFM & Segmen Pelanggan
Ubah nilai recency, frequency, dan monetary seorang pelanggan, amati bagaimana skor kuintil dan segmennya berubah.
Studi Kasus: Segmentasi Pelanggan Gojek
Konteks (estimasi berdasarkan informasi publik): Gojek melayani ~170 juta pengguna terdaftar di Asia Tenggara dengan ~55 layanan berbeda dalam ekosistemnya. Segmentasi pelanggan menjadi krusial untuk efisiensi anggaran promosi.
Dimensi segmentasi yang relevan:
Frekuensi GoRide/GoCar vs. GoFood vs. GoPay
Nilai transaksi rata-rata per layanan
Respons terhadap GoPay cashback
Waktu aktif (pagi commuter vs. malam food-order)
Recency penggunaan setelah promosi berakhir
Segmen Hipotetis
Profil
Tindakan
Power User
Tinggi R, F, M di semua layanan
GoPay Platinum, early feature
Food Loyalist
Tinggi F GoFood, rendah transportasi
GoFood subscription, promo makan
Commuter
Tinggi GoRide weekday pagi-sore
GoRide langganan bulanan
Promo Hunter
Aktif hanya saat diskon
Kurangi diskon, tawarkan nilai lain
Dormant
Tidak aktif >30 hari
Win-back notification + kredit
Studi Kasus: Segmentasi Nasabah Perbankan Digital
Konteks BCA myBCA / BRImo (perkiraan publik): BCA memiliki ~38 juta rekening aktif; BRImo BRI melaporkan ~38 juta pengguna aktif per 2024. Segmentasi nasabah mendukung strategi cross-selling produk perbankan.
Fitur RFM di konteks perbankan:
R: Hari sejak transaksi digital terakhir (transfer/bayar)
F: Jumlah transaksi digital per bulan
M: Rata-rata saldo + total transaksi bulanan
Tambahan: produk aktif (kartu kredit, deposito, reksadana)
Segmen Nasabah
Karakteristik
Produk yang Relevan
Nasabah Premium
Saldo tinggi, aktif digital
Wealth management, private banking
Mass Affluent
Saldo sedang-tinggi, aktif
Reksadana, deposito, kartu kredit
Transaksional Aktif
Saldo sedang, transaksi sering
Cashback debit, QRIS loyalty
Tabungan Pasif
Saldo masuk, jarang transaksi
Digital engagement, notif promo
Dormant
Tidak aktif >90 hari
Reaktivasi atau dormancy notice
Alur Kerja: RFM + K-Means End-to-End
Rangkuman Pertemuan 8
5 Key Takeaway
Klasifikasi vs. Clustering: Decision Tree/Random Forest memerlukan data berlabel (supervised); K-Means bekerja tanpa label (unsupervised) — pilih sesuai data yang tersedia dan tujuan bisnis.
Decision Tree interpretable dan visual; Random Forest lebih akurat dan tahan overfit melalui ensemble ratusan pohon yang melakukan voting.
K-Means mengelompokkan pelanggan berdasarkan kemiripan fitur; penentuan K optimal menggunakan Elbow Method atau Silhouette Score; normalisasi fitur adalah prasyarat wajib.
RFM (Recency, Frequency, Monetary) adalah kerangka segmentasi terbukti yang menghasilkan segmen actionable (Champions, Loyal, At Risk, dll.) langsung terhubung ke strategi pemasaran berbeda.
RFM + K-Means adalah kombinasi terbaik: RFM menghasilkan tiga fitur bermakna bisnis, K-Means menemukan segmen alami tanpa asumsi grid 5×5 yang kaku.
Algoritma yang dipelajari: Decision Tree · Random Forest · K-Means