β₁ = 12.500: setiap +1 kunjungan/minggu → AOV naik Rp 12.500
β₂ = 800: setiap +1 bulan usia akun → AOV naik Rp 800
β₃ = −5.000: pengguna mobile-only → AOV lebih rendah Rp 5.000
Kunci interpretasi: "Ceteris paribus" — koefisien βᵢ adalah efek Xᵢ ketika semua variabel lain dipegang konstan.
Perhatikan: koefisien negatif bukan berarti variabel "buruk"—ia hanya menunjukkan arah hubungan. Pengguna mobile-only mungkin lebih banyak jumlahnya tetapi dengan nilai pesanan lebih kecil per transaksi.
Topik 2
Regresi Logistik untuk Klasifikasi Biner
Mengapa Tidak Regresi Linear untuk Klasifikasi?
Masalah Regresi Linear pada Y Biner
Prediksi bisa < 0 atau > 1 (tidak bermakna sebagai probabilitas)
Asumsi normalitas residual dilanggar untuk Y = {0, 1}
Hubungan sesungguhnya bersifat S-curve, bukan garis lurus
Solusi: Regresi Logistik
P(Y=1) = 1 / (1 + e−(β₀ + β₁x₁ + … + βₙxₙ))
Output selalu antara 0 dan 1
Fungsi sigmoid menghasilkan kurva S
Threshold default: P ≥ 0.5 → prediksi kelas 1
Odds Ratio: Inti Interpretasi Regresi Logistik
log(odds) = β₀ + β₁x₁ + … + βₙxₙ
Odds Ratio (OR) = eβᵢ
Cara baca OR: OR = 1.5 → peluang event naik 50% untuk setiap +1 unit Xᵢ OR = 0.7 → peluang event turun 30% untuk setiap +1 unit Xᵢ OR = 1.0 → tidak ada pengaruh
Contoh: Prediksi Churn Telkom
Variabel
β
OR = eβ
Bulan berlangganan
−0.08
0.92
Keluhan per bulan
+0.45
1.57
Pengguna paket bundling
−0.62
0.54
Pernah downgrade paket
+0.91
2.48
Coba Sendiri: Kurva Sigmoid & Odds Ratio
Ubah koefisien beta dan amati bagaimana kurva sigmoid, log-odds, serta odds ratio berubah untuk kasus prediksi churn.
Recall = TP / (TP + FN) — seberapa banyak positif yang tertangkap
F1-Score = harmonic mean presisi & recall
Threshold 0.5 bukan satu-satunya pilihan. Untuk kasus churn, mungkin lebih baik menurunkan threshold ke 0.3 agar lebih banyak pelanggan berisiko terdeteksi.
Topik 3
Evaluasi Model Regresi: R², RMSE, & Akurasi
Metrik Evaluasi: Regresi Linear
R² (Koefisien Determinasi)
R² = 1 − (SSres / SStot)
Rentang: 0 sampai 1 (atau negatif jika model sangat buruk)
R² = 0.75 → model menjelaskan 75% variasi Y
Adjusted R² mengoreksi penambahan variabel tidak relevan
RMSE (Root Mean Squared Error)
RMSE = √( Σ(yᵢ − ŷᵢ)² / n )
Satuan sama dengan Y (misal: rupiah)
RMSE lebih sensitif terhadap outlier (dikuadratkan)
Semakin kecil RMSE → model semakin akurat
Bandingkan antar model, bukan nilai absolutnya
R² tinggi tidak selalu berarti model bagus—bisa saja model overfitting pada data training. Selalu evaluasi pada data uji (test set) yang belum pernah dilihat model.
Coba Sendiri: Bagaimana R² Mengukur Kecocokan Garis
Geser titik data menjauh dari garis regresi dan amati bagaimana nilai R² turun seiring residual membesar.
Metrik Evaluasi: Regresi Logistik
Metrik
Formula
Kapan Utamakan
Akurasi
(TP + TN) / Total
Kelas seimbang; keputusan umum
Presisi
TP / (TP + FP)
Biaya FP tinggi (mis. spam filter)
Recall / Sensitivity
TP / (TP + FN)
Biaya FN tinggi (mis. deteksi fraud, churn)
F1-Score
2 × (P × R) / (P + R)
Kelas tidak seimbang; butuh keseimbangan P&R
AUC-ROC
Area under ROC curve
Evaluasi model secara keseluruhan di semua threshold
Studi Kasus: Prediksi AOV di Platform E-Commerce
Konteks
Tim data science sebuah platform e-commerce Indonesia membangun model regresi linear untuk memprediksi Average Order Value (AOV) pengguna dalam 30 hari ke depan.
Gap R² (0.81 vs 0.74) menunjukkan sedikit overfitting → perlu regularisasi atau pengurangan fitur yang tidak signifikan.
Coba Sendiri: Regresi Berganda untuk Prediksi AOV
Ubah nilai koefisien beta tiap prediktor dan amati bagaimana estimasi AOV serta kontribusi masing-masing variabel berubah.
Studi Kasus: Model Churn Pelanggan Telekomunikasi
Konteks
Tim analitik perusahaan telekomunikasi Indonesia membangun model regresi logistik untuk mengidentifikasi pelanggan yang berisiko berhenti berlangganan dalam 90 hari.
Fitur: durasi kontrak, jumlah keluhan, paket layanan, frekuensi pembayaran terlambat.
Metrik
Nilai
Interpretasi
Akurasi
82%
Model benar 82% kasus
Presisi
71%
71% prediksi churn benar
Recall
85%
85% churn aktual terdeteksi
F1-Score
0.77
Keseimbangan baik
AUC-ROC
0.89
Diskriminasi sangat baik
Diagram: Alur Pemodelan Regresi
Rangkuman Pertemuan 7
Key Takeaway 1 — Regresi Linear untuk Prediksi Numerik Model ŷ = β₀ + β₁x₁ + … + βₙxₙ memprediksi nilai numerik. Koefisien β diinterpretasikan sebagai perubahan Y per unit X, ceteris paribus. Empat asumsi (linearitas, independensi, homoskedastisitas, normalitas residual) harus diperiksa.
Key Takeaway 2 — Regresi Logistik untuk Klasifikasi Biner Menghasilkan probabilitas P(Y=1) melalui fungsi sigmoid. Interpretasi melalui Odds Ratio (OR = eᵝ). Threshold prediksi dapat disesuaikan berdasarkan biaya bisnis dari False Positive dan False Negative.
Key Takeaway 3 — Evaluasi adalah Wajib R² dan RMSE untuk regresi linear; Akurasi, Recall, Presisi, F1, AUC-ROC untuk logistik. Selalu evaluasi pada test set. Pilih metrik sesuai konteks bisnis, bukan hanya yang nilainya paling tinggi.
Tugas & Diskusi
Tugas Individu (dikumpulkan P8)
Unduh dataset publik penjualan e-commerce (Kaggle atau data.go.id)
Bangun model regresi linear untuk memprediksi nilai transaksi
Periksa minimal 2 asumsi regresi dan interpretasikan hasilnya
Hitung R² dan RMSE pada training dan test set
Tulis laporan singkat (max 500 kata) tentang implikasi bisnis temuan Anda
Pertanyaan Diskusi
Kapan Anda akan memilih regresi logistik alih-alih regresi linear? Berikan contoh kasus dari bisnis yang Anda minati.
Jika model churn Anda memiliki akurasi 90% tetapi recall hanya 40%, apakah model ini berguna? Mengapa?
Bagaimana cara menjelaskan koefisien regresi kepada manajer yang tidak memiliki latar belakang statistik?
Tanya Jawab
Apakah ada yang ingin Anda klarifikasi mengenai regresi linear, logistik, atau metrik evaluasinya?