stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Statistika Inferensial untuk Data Scientist

Statistika Inferensial untuk Data Scientist

Data Science Pertemuan 6 CPMK-1 · CPMK-2 · CPMK-3 · CPMK-4

Program Bisnis Digital — FEB UNDIP

Agenda Pertemuan

Teori (75 menit)
  • Hipotesis nol & alternatif
  • Nilai p-value dan signifikansi
  • Interval kepercayaan
  • Memilih uji statistik yang tepat
  • Uji t, ANOVA, chi-square
Praktik & Diskusi (75 menit)
  • Studi kasus bisnis digital Indonesia
  • Interpretasi output uji statistik
  • Diskusi kelompok: pemilihan uji
  • Latihan soal terstruktur
  • Review & preview materi P7

Tujuan Pembelajaran

01
  • Merumuskan hipotesis nol dan alternatif yang tepat untuk permasalahan bisnis
02
  • Menginterpretasikan p-value dan interval kepercayaan dalam konteks pengambilan keputusan
03
  • Memilih dan menerapkan uji t, ANOVA, atau chi-square sesuai jenis data dan pertanyaan riset
04
  • Menghindari kesalahan umum dalam interpretasi statistika inferensial pada analisis bisnis digital
Topik 1

Hipotesis: Dari Asumsi ke Bukti Data

Hipotesis nol • Hipotesis alternatif • P-value • Tingkat signifikansi

Logika Pengujian Hipotesis

H₀ — Hipotesis Nol
Pernyataan "status quo" atau "tidak ada efek". Kita asumsikan H₀ benar sampai data membuktikan sebaliknya.
H₀: μA = μB (rata-rata konversi sama)
H₁ / H₊ — Hipotesis Alternatif
Klaim yang ingin dibuktikan peneliti atau analis bisnis.
H₁: μA ≠ μB (konversi berbeda)
Analogi Pengadilan
  • H₀ = "terdakwa tidak bersalah" (presumption of innocence)
  • Data = bukti yang dikumpulkan
  • Uji statistik = proses persidangan
  • Keputusan: tolak H₀ (bersalah) atau gagal tolak H₀ (tidak terbukti)
  • Kita tidak pernah "menerima" H₀

Coba Sendiri: Trade-off Alfa, Power & Ukuran Efek

Geser alfa, ukuran sampel, dan ukuran efek, amati bagaimana power uji hipotesis serta risiko kesalahan Tipe I/II berubah.

P-value: Makna dan Kesalahan Umum

Definisi Tepat P-value

Probabilitas mendapatkan hasil sekstrem atau lebih ekstrem dari yang diamati, jika H₀ benar.

p = P(data | H₀ benar)

Jika p < α (biasanya 0.05) → tolak H₀

Kesalahan Umum yang HARUS Dihindari
SalahBenar
p = probabilitas H₀ benarp = probabilitas data ini jika H₀ benar
p kecil = efek besarp kecil = efek signifikan secara statistik
p > 0.05 = tidak ada efekp > 0.05 = bukti tidak cukup menolak H₀
Catatan praktis: Signifikan secara statistik ≠ signifikan secara bisnis. Selalu tanyakan: "Seberapa besar efeknya?" (effect size), bukan hanya "Apakah signifikan?"

Coba Sendiri: Distribusi P-value H0 vs H1

Geser ukuran efek sebenarnya dan amati bagaimana bentuk distribusi p-value berubah antara skenario H0 benar dan H1 benar.

Kesalahan Tipe I & II dalam Keputusan Bisnis

KeputusanH₀ Sebenarnya BenarH₀ Sebenarnya Salah
Tolak H₀⚠ Kesalahan Tipe I (α)
Meluncurkan fitur yang tidak efektif
✓ Keputusan Benar
Meluncurkan fitur yang memang efektif
Gagal Tolak H₀✓ Keputusan Benar
Tidak meluncurkan fitur yang memang tidak perlu
⚠ Kesalahan Tipe II (β)
Melewatkan fitur yang sebenarnya bermanfaat
Dalam bisnis digital: α = 0.05 berarti Anda bersedia salah meluncurkan fitur 5% dari waktu. Trade-off antara Tipe I dan Tipe II bergantung pada biaya kesalahan masing-masing konteks.
Topik 2

Interval Kepercayaan: Estimasi dengan Ketidakpastian

Konstruksi CI • Interpretasi • CI vs P-value • Lebar interval

Membangun Interval Kepercayaan

Formula CI untuk Rata-rata
CI = ̅x ± zα/2 × (σ / √n)
  • ̅x = rata-rata sampel
  • zα/2 = nilai kritis (1.96 untuk CI 95%)
  • σ = simpangan baku populasi (atau s jika tidak diketahui)
  • n = ukuran sampel
Faktor yang Mempengaruhi Lebar CI
FaktorLebar CI
n lebih besar↓ Lebih sempit
Variabilitas lebih tinggi↑ Lebih lebar
Tingkat kepercayaan naik (95%→99%)↑ Lebih lebar
Trade-off: CI 99% lebih "aman" tetapi kurang informatif (terlalu lebar). CI 90% lebih sempit tetapi lebih berisiko.

Interpretasi CI yang Benar

Contoh: Dari sampel 500 pengguna BRImo, rata-rata nilai transaksi per bulan = Rp 2.300.000 dengan CI 95%: [Rp 2.150.000 ; Rp 2.450.000]
✓ Interpretasi BENAR

"Jika kita mengulang prosedur pengambilan sampel ini 100 kali, ~95 dari 100 interval yang dihasilkan akan mencakup nilai rata-rata populasi yang sebenarnya."

✗ Interpretasi SALAH
  • "Probabilitas 95% bahwa rata-rata populasi ada di interval ini" (parameter bukan variabel acak)
  • "95% data berada di antara Rp 2.15 juta dan Rp 2.45 juta" (ini prediction interval, bukan CI)

Coba Sendiri: Simulasi Cakupan Interval Kepercayaan

Jalankan simulasi berulang pengambilan sampel, amati berapa persen interval kepercayaan yang benar-benar mencakup nilai populasi sebenarnya.

Topik 3

Uji t, ANOVA & Chi-square: Memilih Alat yang Tepat

Decision tree • Asumsi • Aplikasi bisnis digital Indonesia

Peta Pemilihan Uji Statistik

UjiPertanyaanVariabel DependenGrup yang DibandingkanContoh Bisnis
Uji t (independen)Apakah rata-rata 2 grup berbeda?Numerik (kontinu)2 grup independenSpending pengguna iOS vs Android di Shopee
Uji t (berpasangan)Apakah ada perubahan sebelum-sesudah?Numerik (kontinu)2 pengukuran, sampel samaRating kepuasan sebelum & sesudah update aplikasi
ANOVA (one-way)Apakah rata-rata ≥3 grup berbeda?Numerik (kontinu)3+ grup independenNilai transaksi di 3 segmen pelanggan Telkom
Chi-squareApakah dua variabel kategorik berhubungan?KategorikProporsi/frekuensiPreferensi metode bayar vs kelompok usia di GoPay

Uji t: Asumsi & Prosedur

Asumsi Uji t Independen
  • Data berdistribusi normal (atau n cukup besar, n ≥ 30)
  • Varians kedua grup homogen (uji Levene)
  • Observasi independen satu sama lain
  • Skala pengukuran: interval atau rasio
Langkah Prosedur
  1. Rumuskan H₀ dan H₁
  2. Tentukan α (biasanya 0.05)
  3. Cek asumsi (normalitas, homogenitas)
  4. Hitung statistik uji t dan degrees of freedom
  5. Tentukan p-value atau bandingkan t dengan tkritis
  6. Buat keputusan dan interpretasikan dalam konteks bisnis
t = (̅x₁ − ̅x₂) / √(s₁²/n₁ + s₂²/n₂)

Coba Sendiri: Uji t Dua Sampel

Ubah rata-rata dan standar deviasi dua grup (mis. iOS vs Android), amati bagaimana statistik t dan p-value berubah.

ANOVA: Mengapa Tidak Cukup Uji t Berulang?

Problem: Multiple Comparisons

Jika α = 0.05 dan kita melakukan 3 uji t berpasangan (A vs B, A vs C, B vs C):

P(setidaknya 1 false positive) = 1 − (0.95)³ ≈ 14.3%

Jauh lebih tinggi dari α yang kita inginkan!

ANOVA sebagai Solusi
  • Menguji semua grup sekaligus dalam satu uji F
  • H₀: μ₁ = μ₂ = μ₃ = ... = μₖ
  • H₁: setidaknya satu rata-rata berbeda
  • Jika ANOVA signifikan → lakukan post-hoc test (Tukey, Bonferroni) untuk identifikasi pasangan yang berbeda

Coba Sendiri: Uji ANOVA Satu Arah 3 Segmen

Ubah rata-rata dan sebaran nilai transaksi tiap segmen pelanggan, amati bagaimana statistik F dan p-value ANOVA berubah.

Chi-square: Asosiasi Antar Variabel Kategorik

Tabel Kontingensi: Studi Kasus GoPay
Kelompok UsiaQRISTransferTotal
18–25 th32080400
26–35 th210190400
>35 th90310400
Total6205801200
Statistik χ² dan Interpretasi
χ² = Σ [(O − E)² / E]
  • O = frekuensi observasi
  • E = frekuensi harapan (jika tidak ada asosiasi)
  • df = (baris−1)(kolom−1)
  • Asumsi: E ≥ 5 di setiap sel
Jika χ² signifikan → preferensi metode bayar bergantung pada kelompok usia

Coba Sendiri: Uji Chi-square Tabel Kontingensi

Ubah frekuensi observasi pada tabel kontingensi dan amati bagaimana statistik chi-square serta p-value berubah.

Studi Kasus: A/B Testing di Platform Digital

Skenario Tokopedia: Tim produk ingin menguji apakah tampilan halaman produk dengan foto 360° (Versi B) meningkatkan tingkat konversi dibanding tampilan standar (Versi A). Sampel: 5.000 pengguna per kelompok selama 2 minggu.
Langkah 1: Hipotesis

H₀: pA = pB
H₁: pA ≠ pB
α = 0.05 (two-tailed)

Langkah 2: Uji yang Dipilih

Variabel dependen: konversi (ya/tidak) → kategorik.
Dua proporsi → uji z untuk proporsi, atau ekuivalen chi-square 2×2.

Langkah 3: Interpretasi

p = 0.032 → tolak H₀. Versi B: konversi 3.8%, Versi A: 3.2%. CI 95% perbedaan: [+0.1%, +1.1%]. Signifikan secara statistik dan bisnis.

Coba Sendiri: Hitung Uplift A/B Test Tokopedia

Ubah jumlah pengguna dan konversi tiap varian, amati bagaimana p-value dan interval kepercayaan uplift berubah.

Diagram Alur Pemilihan Uji Statistik

Variabel Dependen?Numerikatau Kategorik?NumerikBerapa grup?2 grupUji t (independen/berpasangan)3+ grupANOVA+ Post-hocKategorikAsosiasi / Proporsi?Chi-square /Uji proporsiCatatan: Selalu cek asumsi sebelummenjalankan uji statistik apa pun

Rangkuman Pertemuan 6

3 Prinsip Utama yang Harus Anda Ingat
1. Hipotesis & P-value
  • H₀ = status quo; kita tidak "menerima" tapi "gagal menolak"
  • P-value bukan probabilitas H₀ benar — ini bukan semantik, ini substansial
  • α = toleransi kesalahan Tipe I yang Anda pilih secara sadar
2. Interval Kepercayaan
  • CI lebih informatif dari p-value saja karena menunjukkan besaran efek
  • Semakin besar n, semakin sempit CI
  • CI 95% bukan "95% data ada di sini" — itu prediction interval
3. Memilih Uji yang Tepat
  • Uji t: 2 grup, variabel numerik
  • ANOVA: 3+ grup, variabel numerik — jangan lakukan uji t berulang
  • Chi-square: asosiasi antar variabel kategorik
Pesan kunci: Statistik signifikan ≠ penting secara bisnis. Selalu tanyakan "berapa besar efeknya?" dan "apakah bermakna untuk keputusan bisnis kami?"

Tugas & Diskusi

Tugas Individu (dikumpulkan P7)
  1. Pilih satu perusahaan digital Indonesia (Gojek, Tokopedia, BCA, Telkom, atau BRImo)
  2. Identifikasi satu pertanyaan bisnis yang bisa dijawab dengan uji statistik inferensial
  3. Rumuskan H₀ dan H₁ secara formal
  4. Tentukan uji yang tepat dan jelaskan alasannya (minimal 200 kata)
  5. Jelaskan bagaimana Anda akan menginterpretasikan hasilnya kepada manajemen
Diskusi Kelompok (10 menit sekarang)

Skenario: Manajer pemasaran Telkomsel ingin tahu apakah pelanggan di tiga segmen (pelajar, profesional, lansia) memiliki rata-rata pengeluaran paket data yang berbeda.

  • Uji apa yang paling tepat?
  • Apa H₀ dan H₁-nya?
  • Jika signifikan, langkah selanjutnya?

Tanya Jawab

Ada pertanyaan tentang materi hari ini?

Preview Pertemuan 7: Regresi sebagai Alat Prediksi
  • Dari korelasi ke kausalitas (dengan hati-hati)
  • Regresi linear sederhana & berganda
  • Interpretasi koefisien regresi dalam konteks bisnis
  • Asumsi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator)
  • Studi kasus: prediksi churn pelanggan Telkomsel

Terima Kasih — sampai jumpa di Pertemuan 7