stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Pengumpulan & Validasi Data
Data Science Pertemuan 3 CPMK-1 · CPMK-2

Pengumpulan & Validasi Data

Merancang proses pengumpulan data yang valid & menilai dimensi kualitas data

Program Studi Bisnis Digital · 150 menit

Agenda Pertemuan

Teori (75 menit)
  • Metode pengumpulan data: survei, sensor, web scraping
  • Prinsip GIGO dan dimensi kualitas data
  • Data profiling & quality assessment
  • Studi kasus perusahaan Indonesia
Praktik & Diskusi (75 menit)
  • Latihan memetakan sumber data untuk kasus bisnis
  • Identifikasi masalah kualitas pada dataset contoh
  • Diskusi tugas: data profiling sederhana
  • Preview P4: Eksplorasi Data (EDA)

Tujuan Pembelajaran

1
  • Menjelaskan tiga metode utama pengumpulan data digital: survei, sensor, dan web scraping
  • Memilih metode yang tepat sesuai konteks bisnis
2
  • Memahami prinsip GIGO dan konsekuensinya pada keputusan bisnis
  • Mengidentifikasi dimensi kualitas data (akurasi, kelengkapan, konsistensi, ketepatan waktu)
3
  • Melakukan data profiling dasar untuk mendeteksi anomali dan missing values
4
  • Merancang proses pengumpulan data yang valid untuk permasalahan bisnis nyata
Topik 1
Metode Pengumpulan Data

Survei · Sensor · Web Scraping

Metode 1: Survei

Pengumpulan data terstruktur melalui pertanyaan kepada responden — digital maupun offline.

AspekDetail
JenisOnline (Google Forms, Typeform), telepon, tatap muka
Skala dataNominal, ordinal, interval, rasio
KelebihanTerstruktur, mudah kuantifikasi, jangkauan luas
KeterbatasanResponse bias, non-response bias, biaya tinggi
Contoh bisnisNPS Telkomsel, survei kepuasan BCA, riset pasar Unilever
Desain Survei yang Baik
  • Pertanyaan singkat dan tidak ambigu
  • Urutan logis (umum → spesifik)
  • Pilihan jawaban mutually exclusive & exhaustive
  • Pilot test sebelum distribusi massal
  • Pertimbangkan sampling strategy (purposive, random, stratified)
Response Rate Target: ≥30% untuk survei online; ≥60% untuk survei akademis yang valid secara statistik

Metode 2: Sensor & IoT

Data dikumpulkan secara otomatis oleh perangkat fisik yang terhubung ke internet.

Jenis Sensor
  • GPS & lokasi
  • Suhu & kelembaban
  • Akselerometer (gerak)
  • Kamera & optik
  • RFID & barcode
Contoh Indonesia
  • GPS driver Gojek/Grab
  • Sensor ATM BRI real-time
  • Smart meter PLN
  • Kamera tol elektronik
  • Sensor gudang Tokopedia
KarakteristikImplikasi
Volume tinggiPerlu storage scalable (cloud)
Velocity cepatStream processing (bukan batch)
OtomatisMengurangi human error
Noise & outlierPerlu validasi sensor drift
Biaya hardwareROI harus dihitung per use case

Metode 3: Web Scraping

Ekstraksi data secara otomatis dari halaman web menggunakan program/skrip.

Teknik Utama
  • HTML Parsing — ekstrak struktur DOM (BeautifulSoup, Cheerio)
  • API Resmi — JSON/XML terstruktur, legal & stabil (Twitter/X API, BPS API)
  • Headless Browser — tangkap konten dinamis JavaScript (Playwright, Puppeteer)
  • RSS & Sitemap — konten berita & blog terstruktur
Prinsip Legal: Periksa robots.txt, Terms of Service, dan UU ITE sebelum scraping. Data publik ≠ data bebas diambil sembarangan.
Use CaseContoh Indonesia
Monitoring hargaScraping Tokopedia/Shopee untuk price intelligence
Analisis sentimenKomentar Twitter/X tentang merek lokal
Riset kompetitorLowongan kerja di Jobstreet & Glints
Data publikStatistik BPS, APBN Kemenkeu
Review produkRating & ulasan di Google Maps, Tokopedia
Topik 2
Validasi & Kualitas Data

GIGO · Dimensi Kualitas · Praktik Validasi

Prinsip GIGO: Garbage In, Garbage Out

"Jika data yang masuk ke sistem analitik berkualitas buruk, maka output — prediksi, keputusan, atau rekomendasi — pasti berkualitas buruk pula, terlepas dari secanggih apapun algoritmanya."
Dampak Operasional
  • Rekomendasi produk tidak relevan (e-commerce)
  • Fraud detection meleset
  • Stok habis atau over-stock
Dampak Finansial
  • Budget iklan terbuang ke segmen salah
  • Kredit macet karena scoring error
  • Rugi akibat keputusan harga yang keliru
Dampak Reputasi
  • Laporan keuangan tidak akurat
  • Diskriminasi model AI (bias data)
  • Kepercayaan pengguna menurun
Studi kasus: Pada 2018, Amazon menonaktifkan alat rekrutmen AI-nya karena data training historis bias terhadap pelamar perempuan — contoh nyata GIGO berskala besar.

Enam Dimensi Kualitas Data

DimensiDefinisiContoh MasalahCara Deteksi
AkurasiData benar & sesuai realitasUsia pelanggan = 200 tahunRange check, cross-validation
KelengkapanTidak ada nilai yang hilang30% kolom alamat kosongMissing value count per kolom
KonsistensiTidak ada kontradiksi antar data"Jakarta" vs "DKI Jakarta" untuk kota yang samaDuplikasi & standardisasi
Ketepatan WaktuData mutakhir & relevanHarga produk dari 2 tahun laluTimestamp audit
KeunikanTidak ada duplikasi rekordPelanggan terdaftar 3 kali dengan ID berbedaDeduplication check
ValiditasFormat & domain sesuai aturanEmail tanpa "@", NPWP digit salahRegex & format validator

Teknik Validasi Data

Validasi Otomatis (Rule-Based)
TeknikContoh Aturan
Range checkUsia: 0–120; Harga: >0
Format checkEmail harus ada "@" dan domain
Referential integrityID pelanggan harus ada di tabel master
Business ruleTanggal kirim > tanggal pesan
Uniqueness checkNIK tidak boleh duplikat
Validasi Statistik
  • Z-score outlier — nilai >3 standar deviasi dari rata-rata patut dicurigai
  • IQR method — outlier di luar Q1-1.5×IQR dan Q3+1.5×IQR
  • Distribution check — apakah distribusi data wajar untuk domain?
  • Correlation anomaly — hubungan antar variabel yang tidak masuk akal
Tools: Python (pandas-profiling / ydata-profiling), Great Expectations, dbt tests, Apache Griffin
Topik 3
Data Profiling & Quality Assessment

Mengenal Dataset Sebelum Menganalisis

Data Profiling: Mengenal Dataset Anda

Data profiling adalah proses sistematis untuk memahami struktur, konten, dan kualitas dataset sebelum analisis dimulai.

Pertanyaan Kunci Saat Profiling
  • Berapa jumlah baris dan kolom?
  • Tipe data setiap kolom (numerik, kategori, teks, tanggal)?
  • Berapa % missing values per kolom?
  • Apakah ada outlier ekstrem?
  • Apakah ada duplikasi?
  • Apa distribusi nilai untuk kolom kunci?
Metrik ProfilingInformasi yang Diperoleh
Count / null countKelengkapan data
Mean, median, stdTendensi sentral & dispersi
Min, max, quartileRange & potensi outlier
CardinalityJumlah nilai unik (cek ID duplikat)
Top N valuesPola dominan, typo kategori
Data typeKonsistensi format

Studi Kasus: Gojek — Data Pipeline

Konteks

Gojek memproses jutaan transaksi harian dari layanan transportasi, pesan antar makanan, dan pembayaran digital (GoPay). Kualitas data sangat kritikal untuk algoritma pricing, ETA, dan fraud detection.

Tantangan Kualitas Data
  • GPS drift di area dengan gedung tinggi (urban canyon)
  • Duplikasi order akibat koneksi tidak stabil
  • Missing data saat driver offline
  • Inkonsistensi nama restoran dari berbagai sumber
Solusi yang Diterapkan
MasalahSolusi
GPS driftMap snapping & Kalman filtering
Duplikasi orderIdempotency key per transaksi
Missing dataImputation & cache lokal di app
Inkonsistensi namaEntity resolution dengan fuzzy matching
Gojek memproses ~ 1 miliar+ transaksi per bulan (estimasi berdasarkan laporan publik 2023) — validasi data real-time adalah keharusan mutlak.

Studi Kasus: BCA & BRImo — Data Perbankan

BCA — Fraud Detection

BCA mengumpulkan data transaksi dari ~ 30 juta+ rekening aktif (2023). Sistem fraud detection real-time menganalisis pola transaksi untuk mendeteksi anomali.

  • Data dikumpulkan: waktu, lokasi, nominal, merchant, device
  • Validasi: konsistensi profil perilaku nasabah
  • Challenge: transaksi legitimate yang "mirip" fraud
BRImo — Inklusi Keuangan

BRImo (Bank BRI) melayani segmen unbanked/underbanked di daerah 3T dengan koneksi internet tidak stabil.

  • Challenge: data tidak lengkap akibat gagal sinkronisasi
  • Solusi: offline-first architecture, sinkronisasi saat sinyal ada
  • Validasi: rekonsiliasi data antara server lokal & pusat
Pelajaran: Konteks penggunaan menentukan prioritas dimensi kualitas data — fraud detection prioritaskan akurasi & ketepatan waktu; inklusi keuangan prioritaskan kelengkapan & keandalan sinkronisasi.

Framework Penilaian Kualitas Data

Proses Assessment (4 Langkah)
1
Inventory — Daftar semua sumber data, format, frekuensi update
2
Profile — Jalankan statistik deskriptif & distribusi per kolom
3
Score — Beri skor 1–5 per dimensi kualitas (akurasi, kelengkapan, dll)
4
Remediate — Prioritaskan perbaikan berdasarkan dampak bisnis
Data Quality Scorecard (Contoh)
DimensiBobotSkorNilai
Akurasi30%4/52.4
Kelengkapan25%3/51.5
Konsistensi20%4/51.6
Ketepatan Waktu15%5/51.5
Keunikan10%4/50.8
Total Score7.8/10
Skor ≥8: Siap analisis · 6–8: Perlu perbaikan parsial · <6: Stop, perbaiki dulu

Coba Sendiri: Hitung Skor Kualitas Data Anda

Geser bobot dan skor tiap dimensi kualitas data, amati bagaimana total score berubah dan kapan status berpindah dari "stop" ke "siap analisis".

Alur Pengumpulan & Validasi Data

Sumber DataSurveiSensorWeb ScrapingIngesti DataBatch / StreamAPI / FileDatabaseProfilingStatistik deskriptifMissing checkOutlier detectValidasiRule-basedStatistikBusiness rulesDataSiapData ditolak → kembali ke tahap sebelumnyaStep 1Step 2Step 3Step 4Pipeline Pengumpulan & Validasi Data

Rangkuman Pertemuan 3

Key Takeaways
  • Tiga metode pengumpulan data — survei (terstruktur, tergantung responden), sensor/IoT (otomatis, volume tinggi), web scraping (fleksibel, perlu perhatikan legalitas) — masing-masing punya kelebihan dan batasan unik.
  • GIGO adalah hukum besi data science — data buruk menghasilkan keputusan buruk, terlepas dari algoritma yang dipakai. Validasi bukan opsional, melainkan wajib.
  • Enam dimensi kualitas data (akurasi, kelengkapan, konsistensi, ketepatan waktu, keunikan, validitas) adalah kerangka standar untuk menilai dan mengkomunikasikan kualitas data secara objektif.
  • Data profiling adalah langkah pertama sebelum analisis apapun — pahami struktur, konten, dan anomali dataset Anda sebelum membangun model atau membuat laporan.
  • Konteks bisnis menentukan prioritas — tidak ada standar kualitas yang universal; fraud detection memprioritaskan akurasi real-time, sementara inklusi keuangan memprioritaskan kelengkapan dan keandalan sinkronisasi.

Tugas & Diskusi

Tugas Individu (dikumpul P4)

Pilih satu perusahaan Indonesia (e-commerce, fintech, logistik, atau perbankan). Lakukan analisis:

  1. Identifikasi minimal 3 sumber data yang kemungkinan digunakan perusahaan tersebut
  2. Untuk setiap sumber, jelaskan metode pengumpulan dan potensi masalah kualitas
  3. Rancang 5 aturan validasi yang relevan untuk salah satu sumber data
  4. Buat data quality scorecard sederhana (skala 1–5 per dimensi)
Format: 1–2 halaman A4 atau presentasi 5 slide · Sumber: laporan tahunan, berita teknologi, blog engineering perusahaan
Diskusi Kelas (15 menit)

Kasus: Sebuah startup e-commerce baru ingin membangun sistem rekomendasi produk. Mereka memiliki data transaksi 3 bulan, tetapi 40% data alamat pelanggan kosong dan 15% data harga tidak konsisten antar sistem.

  • Apa yang harus dilakukan sebelum membangun model?
  • Dimensi kualitas mana yang paling kritis untuk use case ini?
  • Bagaimana Anda memprioritaskan perbaikan dengan sumber daya terbatas?
Referensi tambahan: Dokumentasi engineering Gojek (gojek.com/blog), Towards Data Science (towardsdatascience.com), dokumentasi ydata-profiling (GitHub)

Tanya Jawab & Preview P4

Pertanyaan Refleksi
  • Metode pengumpulan data mana yang paling relevan untuk industri yang Anda minati?
  • Pernahkah Anda menemukan keputusan buruk akibat data yang tidak akurat? Apa pelajarannya?
  • Bagaimana organisasi dapat membangun budaya "data quality first"?
Silakan ajukan pertanyaan
?
Preview Pertemuan 4: Eksplorasi Data (EDA)

Setelah data dikumpulkan dan divalidasi, langkah berikutnya adalah memahaminya lebih dalam melalui Exploratory Data Analysis.

  • Statistik deskriptif lanjutan
  • Distribusi data & central tendency
  • Korelasi antar variabel
  • Visualisasi dasar: histogram, scatter plot, box plot
  • Deteksi pola & anomali visual
Persiapan: Install Python + pandas + matplotlib/seaborn, atau akses Google Colab. Bawa laptop untuk sesi praktik.