Pengumpulan & Validasi Data
Merancang proses pengumpulan data yang valid & menilai dimensi kualitas data
Agenda Pertemuan
- Metode pengumpulan data: survei, sensor, web scraping
- Prinsip GIGO dan dimensi kualitas data
- Data profiling & quality assessment
- Studi kasus perusahaan Indonesia
- Latihan memetakan sumber data untuk kasus bisnis
- Identifikasi masalah kualitas pada dataset contoh
- Diskusi tugas: data profiling sederhana
- Preview P4: Eksplorasi Data (EDA)
Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan tiga metode utama pengumpulan data digital: survei, sensor, dan web scraping
- Memilih metode yang tepat sesuai konteks bisnis
- Memahami prinsip GIGO dan konsekuensinya pada keputusan bisnis
- Mengidentifikasi dimensi kualitas data (akurasi, kelengkapan, konsistensi, ketepatan waktu)
- Melakukan data profiling dasar untuk mendeteksi anomali dan missing values
- Merancang proses pengumpulan data yang valid untuk permasalahan bisnis nyata
Survei · Sensor · Web Scraping
Metode 1: Survei
Pengumpulan data terstruktur melalui pertanyaan kepada responden — digital maupun offline.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Jenis | Online (Google Forms, Typeform), telepon, tatap muka |
| Skala data | Nominal, ordinal, interval, rasio |
| Kelebihan | Terstruktur, mudah kuantifikasi, jangkauan luas |
| Keterbatasan | Response bias, non-response bias, biaya tinggi |
| Contoh bisnis | NPS Telkomsel, survei kepuasan BCA, riset pasar Unilever |
- Pertanyaan singkat dan tidak ambigu
- Urutan logis (umum → spesifik)
- Pilihan jawaban mutually exclusive & exhaustive
- Pilot test sebelum distribusi massal
- Pertimbangkan sampling strategy (purposive, random, stratified)
Metode 2: Sensor & IoT
Data dikumpulkan secara otomatis oleh perangkat fisik yang terhubung ke internet.
- GPS & lokasi
- Suhu & kelembaban
- Akselerometer (gerak)
- Kamera & optik
- RFID & barcode
- GPS driver Gojek/Grab
- Sensor ATM BRI real-time
- Smart meter PLN
- Kamera tol elektronik
- Sensor gudang Tokopedia
| Karakteristik | Implikasi |
|---|---|
| Volume tinggi | Perlu storage scalable (cloud) |
| Velocity cepat | Stream processing (bukan batch) |
| Otomatis | Mengurangi human error |
| Noise & outlier | Perlu validasi sensor drift |
| Biaya hardware | ROI harus dihitung per use case |
Metode 3: Web Scraping
Ekstraksi data secara otomatis dari halaman web menggunakan program/skrip.
- HTML Parsing — ekstrak struktur DOM (BeautifulSoup, Cheerio)
- API Resmi — JSON/XML terstruktur, legal & stabil (Twitter/X API, BPS API)
- Headless Browser — tangkap konten dinamis JavaScript (Playwright, Puppeteer)
- RSS & Sitemap — konten berita & blog terstruktur
robots.txt, Terms of Service, dan UU ITE sebelum scraping. Data publik ≠ data bebas diambil sembarangan.| Use Case | Contoh Indonesia |
|---|---|
| Monitoring harga | Scraping Tokopedia/Shopee untuk price intelligence |
| Analisis sentimen | Komentar Twitter/X tentang merek lokal |
| Riset kompetitor | Lowongan kerja di Jobstreet & Glints |
| Data publik | Statistik BPS, APBN Kemenkeu |
| Review produk | Rating & ulasan di Google Maps, Tokopedia |
GIGO · Dimensi Kualitas · Praktik Validasi
Prinsip GIGO: Garbage In, Garbage Out
- Rekomendasi produk tidak relevan (e-commerce)
- Fraud detection meleset
- Stok habis atau over-stock
- Budget iklan terbuang ke segmen salah
- Kredit macet karena scoring error
- Rugi akibat keputusan harga yang keliru
- Laporan keuangan tidak akurat
- Diskriminasi model AI (bias data)
- Kepercayaan pengguna menurun
Enam Dimensi Kualitas Data
| Dimensi | Definisi | Contoh Masalah | Cara Deteksi |
|---|---|---|---|
| Akurasi | Data benar & sesuai realitas | Usia pelanggan = 200 tahun | Range check, cross-validation |
| Kelengkapan | Tidak ada nilai yang hilang | 30% kolom alamat kosong | Missing value count per kolom |
| Konsistensi | Tidak ada kontradiksi antar data | "Jakarta" vs "DKI Jakarta" untuk kota yang sama | Duplikasi & standardisasi |
| Ketepatan Waktu | Data mutakhir & relevan | Harga produk dari 2 tahun lalu | Timestamp audit |
| Keunikan | Tidak ada duplikasi rekord | Pelanggan terdaftar 3 kali dengan ID berbeda | Deduplication check |
| Validitas | Format & domain sesuai aturan | Email tanpa "@", NPWP digit salah | Regex & format validator |
Teknik Validasi Data
| Teknik | Contoh Aturan |
|---|---|
| Range check | Usia: 0–120; Harga: >0 |
| Format check | Email harus ada "@" dan domain |
| Referential integrity | ID pelanggan harus ada di tabel master |
| Business rule | Tanggal kirim > tanggal pesan |
| Uniqueness check | NIK tidak boleh duplikat |
- Z-score outlier — nilai >3 standar deviasi dari rata-rata patut dicurigai
- IQR method — outlier di luar Q1-1.5×IQR dan Q3+1.5×IQR
- Distribution check — apakah distribusi data wajar untuk domain?
- Correlation anomaly — hubungan antar variabel yang tidak masuk akal
Mengenal Dataset Sebelum Menganalisis
Data Profiling: Mengenal Dataset Anda
Data profiling adalah proses sistematis untuk memahami struktur, konten, dan kualitas dataset sebelum analisis dimulai.
- Berapa jumlah baris dan kolom?
- Tipe data setiap kolom (numerik, kategori, teks, tanggal)?
- Berapa % missing values per kolom?
- Apakah ada outlier ekstrem?
- Apakah ada duplikasi?
- Apa distribusi nilai untuk kolom kunci?
| Metrik Profiling | Informasi yang Diperoleh |
|---|---|
| Count / null count | Kelengkapan data |
| Mean, median, std | Tendensi sentral & dispersi |
| Min, max, quartile | Range & potensi outlier |
| Cardinality | Jumlah nilai unik (cek ID duplikat) |
| Top N values | Pola dominan, typo kategori |
| Data type | Konsistensi format |
Studi Kasus: Gojek — Data Pipeline
Gojek memproses jutaan transaksi harian dari layanan transportasi, pesan antar makanan, dan pembayaran digital (GoPay). Kualitas data sangat kritikal untuk algoritma pricing, ETA, dan fraud detection.
- GPS drift di area dengan gedung tinggi (urban canyon)
- Duplikasi order akibat koneksi tidak stabil
- Missing data saat driver offline
- Inkonsistensi nama restoran dari berbagai sumber
| Masalah | Solusi |
|---|---|
| GPS drift | Map snapping & Kalman filtering |
| Duplikasi order | Idempotency key per transaksi |
| Missing data | Imputation & cache lokal di app |
| Inkonsistensi nama | Entity resolution dengan fuzzy matching |
Studi Kasus: BCA & BRImo — Data Perbankan
BCA mengumpulkan data transaksi dari ~ 30 juta+ rekening aktif (2023). Sistem fraud detection real-time menganalisis pola transaksi untuk mendeteksi anomali.
- Data dikumpulkan: waktu, lokasi, nominal, merchant, device
- Validasi: konsistensi profil perilaku nasabah
- Challenge: transaksi legitimate yang "mirip" fraud
BRImo (Bank BRI) melayani segmen unbanked/underbanked di daerah 3T dengan koneksi internet tidak stabil.
- Challenge: data tidak lengkap akibat gagal sinkronisasi
- Solusi: offline-first architecture, sinkronisasi saat sinyal ada
- Validasi: rekonsiliasi data antara server lokal & pusat
Framework Penilaian Kualitas Data
| Dimensi | Bobot | Skor | Nilai |
|---|---|---|---|
| Akurasi | 30% | 4/5 | 2.4 |
| Kelengkapan | 25% | 3/5 | 1.5 |
| Konsistensi | 20% | 4/5 | 1.6 |
| Ketepatan Waktu | 15% | 5/5 | 1.5 |
| Keunikan | 10% | 4/5 | 0.8 |
| Total Score | 7.8/10 | ||
Coba Sendiri: Hitung Skor Kualitas Data Anda
Geser bobot dan skor tiap dimensi kualitas data, amati bagaimana total score berubah dan kapan status berpindah dari "stop" ke "siap analisis".
Alur Pengumpulan & Validasi Data
Rangkuman Pertemuan 3
- Tiga metode pengumpulan data — survei (terstruktur, tergantung responden), sensor/IoT (otomatis, volume tinggi), web scraping (fleksibel, perlu perhatikan legalitas) — masing-masing punya kelebihan dan batasan unik.
- GIGO adalah hukum besi data science — data buruk menghasilkan keputusan buruk, terlepas dari algoritma yang dipakai. Validasi bukan opsional, melainkan wajib.
- Enam dimensi kualitas data (akurasi, kelengkapan, konsistensi, ketepatan waktu, keunikan, validitas) adalah kerangka standar untuk menilai dan mengkomunikasikan kualitas data secara objektif.
- Data profiling adalah langkah pertama sebelum analisis apapun — pahami struktur, konten, dan anomali dataset Anda sebelum membangun model atau membuat laporan.
- Konteks bisnis menentukan prioritas — tidak ada standar kualitas yang universal; fraud detection memprioritaskan akurasi real-time, sementara inklusi keuangan memprioritaskan kelengkapan dan keandalan sinkronisasi.
Tugas & Diskusi
Pilih satu perusahaan Indonesia (e-commerce, fintech, logistik, atau perbankan). Lakukan analisis:
- Identifikasi minimal 3 sumber data yang kemungkinan digunakan perusahaan tersebut
- Untuk setiap sumber, jelaskan metode pengumpulan dan potensi masalah kualitas
- Rancang 5 aturan validasi yang relevan untuk salah satu sumber data
- Buat data quality scorecard sederhana (skala 1–5 per dimensi)
Kasus: Sebuah startup e-commerce baru ingin membangun sistem rekomendasi produk. Mereka memiliki data transaksi 3 bulan, tetapi 40% data alamat pelanggan kosong dan 15% data harga tidak konsisten antar sistem.
- Apa yang harus dilakukan sebelum membangun model?
- Dimensi kualitas mana yang paling kritis untuk use case ini?
- Bagaimana Anda memprioritaskan perbaikan dengan sumber daya terbatas?
Tanya Jawab & Preview P4
- Metode pengumpulan data mana yang paling relevan untuk industri yang Anda minati?
- Pernahkah Anda menemukan keputusan buruk akibat data yang tidak akurat? Apa pelajarannya?
- Bagaimana organisasi dapat membangun budaya "data quality first"?
Setelah data dikumpulkan dan divalidasi, langkah berikutnya adalah memahaminya lebih dalam melalui Exploratory Data Analysis.
- Statistik deskriptif lanjutan
- Distribusi data & central tendency
- Korelasi antar variabel
- Visualisasi dasar: histogram, scatter plot, box plot
- Deteksi pola & anomali visual