stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Sejarah perkembangan dan filosofi etika serta etika komputer

Sejarah Perkembangan dan Filosofi Etika serta Etika Komputer

Cyber Security Pertemuan 2 CPL: Etika & Keamanan Digital

Agenda Perkuliahan

Teori
  • Sejarah kemunculan etika — dari filsuf Yunani hingga era modern
  • Tonggak penting sejarah etika komputer (1960-an s.d. kini)
  • Tiga aliran filosofi etika dalam keamanan informasi
  • Konsep "hacker ethic" dan evolusinya
Praktik & Studi Kasus
  • Dilema etika nyata di konteks bisnis digital Indonesia
  • Kode etik profesi IT: ACM, IEEE, IASII
  • Analisis insiden siber dari perspektif filosofi etika
  • Diskusi kelompok: etika vs. kepatuhan hukum

Tujuan Pembelajaran

1
  • Menelusuri garis waktu sejarah etika dari Socrates hingga era internet
2
  • Menjelaskan tonggak penting perkembangan etika komputer dan tokoh-tokohnya
3
  • Menerapkan tiga kerangka filosofi etika untuk menganalisis dilema keamanan siber
Sub-CPMK: Menjelaskan sejarah perkembangan dan filosofi etika dalam konteks keamanan informasi dan bisnis digital.
Topik 1

Sejarah Kemunculan Etika

Dari agora Athena hingga ruang server modern

Akar Filsafat Etika Barat

PeriodeTokoh / AliranGagasan IntiRelevansi Siber
~470–322 SMSocrates, Plato, AristotelesEtika kebajikan (virtue ethics): manusia baik = karakter baikProfesional IT berintegritas karena karakter, bukan sekadar aturan
Abad ke-18Immanuel KantDeontologi: kewajiban moral bersifat universal (categorical imperative)Privasi data adalah kewajiban mutlak, bukan pilihan bisnis
Abad ke-19J.S. Mill, BenthamUtilitarianisme: tindakan benar = memaksimalkan manfaat terbanyakKebijakan keamanan harus menyeimbangkan perlindungan vs. akses pengguna
Abad ke-20Rawls, SingerKeadilan distributif & etika kepedulianKesenjangan akses digital (digital divide) sebagai isu etika

Etika dalam Tradisi Non-Barat

Konfusianisme & Dharma Hindu-Buddha
  • Ren (仁) — kemanusiaan, empati kepada pengguna
  • Li (禮) — tatanan sosial; norma penggunaan teknologi
  • Ahimsa — tidak menyakiti; prinsip zero harm dalam desain sistem
  • Relevan: etika AI di negara Asia Pasifik termasuk Indonesia
Nilai Lokal Indonesia
  • Pancasila Sila II — Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Gotong royong digital — berbagi sumber daya siber secara bertanggung jawab
  • Musyawarah — konsensus dalam kebijakan privasi komunitas
  • Dasar: UU ITE No. 11/2008 jo No. 19/2016

Bagaimana Etika Menjadi Disiplin Formal

Etika Normatif
Menetapkan standar perilaku: "Apa yang seharusnya dilakukan?" — dasar kode etik profesi IT
Etika Deskriptif
Mengamati perilaku nyata: "Apa yang sebenarnya dilakukan orang?" — riset perilaku pengguna siber
Metaetika
Mempertanyakan fondasi: "Mengapa sesuatu itu benar/salah?" — perdebatan AI alignment
Etika Terapan
Menyelesaikan dilema spesifik: "Apa yang harus saya lakukan sekarang?" — respons insiden keamanan siber
Topik 2

Sejarah Etika Komputer

Dari mesin hitung pertama hingga era AI generatif

Garis Waktu Etika Komputer (1940–1990)

TahunPeristiwaSignifikansi Etika
1948Norbert Wiener — CyberneticsPertama kali memperingatkan dampak sosial otomasi komputer pada pekerjaan manusia
1950Alan Turing — "Computing Machinery and Intelligence"Memunculkan pertanyaan moral tentang mesin yang berpikir dan identitas manusia
1969ARPANET lahirNorma berbagi sumber daya terbentuk; awal "netiquette" dan kultur terbuka
1976Walter Maner — istilah "computer ethics" dicetuskanEtika komputer diakui sebagai bidang studi mandiri di universitas
1985James Moor — "What Is Computer Ethics?"Mendefinisikan kekosongan kebijakan (policy vacuum) akibat teknologi baru
1986Deborah Johnson — buku teks Computer Ethics pertamaMenetapkan kurikulum standar; etika komputer masuk silabus perguruan tinggi

Garis Waktu Etika Komputer (1990–Kini)

TahunPeristiwaSignifikansi Etika
1992ACM Code of Ethics diterbitkan (diperbarui 2018)Standar etika profesi IT global yang paling berpengaruh
1998Google didirikan; dot-com boomEtika privasi data dan monetisasi informasi menjadi isu utama
2000Virus ILOVEYOU — dampak globalKesadaran bahwa kode berbahaya memiliki konsekuensi etika dan hukum nyata
2008UU ITE Indonesia No. 11/2008Etika siber mulai dikodifikasi dalam hukum positif Indonesia
2018GDPR Eropa berlaku; skandal Cambridge AnalyticaPrivasi data sebagai hak fundamental, bukan sekadar fitur produk
2023–kiniAI generatif masif (ChatGPT, Gemini, Claude)Etika AI: bias, deepfake, otonomi sistem, akuntabilitas algoritmik

Hacker Ethic: Dari Idealisme ke Kriminalitas

Hacker Ethic Orisinal (MIT, 1960-an)
  • Akses ke komputer harus tak terbatas dan total
  • Informasi ingin bebas (information wants to be free)
  • Desentralisasi; jauhi birokrasi
  • Nilai karya berdasarkan keindahan dan kreativitas kode
  • Komputer bisa mengubah hidup menjadi lebih baik
Evolusi & Penyimpangan
  • White hat — peneliti keamanan etis; bug bounty
  • Grey hat — meretas tanpa izin, melaporkan temuan
  • Black hat — eksploitasi untuk keuntungan pribadi/jahat
  • Hacktivism — Anonymous, motivasi ideologi politik
  • State-sponsored — perang siber antar negara
Topik 3

Filosofi Etika dalam Keamanan Informasi

Tiga kerangka berpikir untuk dilema siber nyata

Tiga Kerangka Filosofi Etika Siber

Deontologi (Kant)
  • Kewajiban mutlak; ada tindakan yang selalu salah
  • Privasi pengguna wajib dilindungi tanpa pengecualian
  • Kebohongan pada pengguna = salah secara intrinsik
  • Pro: konsisten, mudah dikomunikasikan
  • Kontra: kaku di situasi darurat keamanan nasional
Utilitarianisme (Mill)
  • Tindakan benar = manfaat terbesar bagi terbanyak orang
  • Surveilans massal bisa dibenarkan jika mencegah terorisme
  • Trade-off privasi vs. keamanan publik
  • Pro: fleksibel, berorientasi hasil
  • Kontra: bisa mengorbankan minoritas
Virtue Ethics (Aristoteles)
  • Fokus pada karakter profesional, bukan hanya aturan
  • Profesional IT yang baik = orang yang secara alamiah jujur dan bertanggung jawab
  • Pro: holistik, membangun budaya organisasi
  • Kontra: sulit ditegakkan secara institusional

Studi Kasus Indonesia: Dilema Etika Nyata

KasusDeskripsiAnalisis Etika
Kebocoran data Tokopedia (2020)~91 juta data pengguna bocor dan dijual di dark webDeontologi: kewajiban notifikasi pengguna; Utilitarian: kapan mengumumkan agar tidak panik massal?
Gojek driver trackingPenumpang dapat melacak posisi driver secara real-timeVirtue: transparansi sebagai nilai; Utilitarian: keselamatan vs. privasi pengemudi
BCA & phishing "klikbca"2001: situs palsu mencuri kredensial nasabah BCATanggung jawab siapa? Bank, nasabah, atau pemerintah? — Etika distribusi risiko
Telkom pemblokiran Telegram (2017)Telegram diblokir sementara atas permintaan pemerintahDeontologi: hak komunikasi; Utilitarian: konten teroris vs. akses jutaan pengguna

Kode Etik Profesi IT: Standar Global & Lokal

Standar Internasional
  • ACM Code of Ethics (2018) — 7 prinsip; paling diakui global; mewajibkan kejujuran, keadilan, penghormatan privasi
  • IEEE Code of Ethics — fokus keselamatan publik dan pengungkapan konflik kepentingan
  • EC-Council (CEH) — kode etik certified ethical hacker
  • ISACA CISA/CISM — standar audit dan manajemen keamanan informasi
Konteks Indonesia
  • IASII (Ikatan Ahli Sistem Informasi Indonesia) — kode etik anggota
  • UU ITE No. 19/2016 — regulasi hukum perilaku siber
  • PP No. 71/2019 — Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik
  • POJK No. 11/POJK.03/2022 — tata kelola keamanan siber perbankan

Diagram: Tiga Aliran Etika dalam Siklus Keamanan Siber

DeontologiKewajiban & AturanKantUtilitarianismeManfaat TerbesarMill & BenthamVirtue EthicsKarakter & IntegritasAristotelesKeputusanEtis SiberPrivasi absolutnon-negosiabelSurveilans vs.keamanan publikBudaya organisasiyang etis

Rangkuman

5 Takeaway Kunci Pertemuan 2
  • Etika bukan baru — berakar 2.500 tahun; diterapkan ke konteks digital modern
  • Etika komputer muncul tahun 1970-an; dipercepat oleh internet, kebocoran data, dan AI
  • Tiga kerangka (deontologi, utilitarianisme, virtue ethics) adalah alat analisis, bukan dogma
  • Konteks Indonesia — UU ITE, POJK siber perbankan, dan nilai Pancasila membentuk lanskap etika lokal
  • Profesional IT perlu literasi etika, bukan hanya keahlian teknis — karena keputusan siber berdampak sosial nyata

Tugas & Diskusi

Tugas Individu (Kumpulkan P3)
  • Pilih satu insiden keamanan siber Indonesia dalam 3 tahun terakhir
  • Analisis menggunakan minimal dua kerangka filosofi etika (deontologi / utilitarian / virtue)
  • Panjang: 500–700 kata; format: PDF
  • Sertakan: identitas insiden, pihak terdampak, dilema etika, rekomendasi
Diskusi Kelompok (10 menit)
  • Kasus: Seorang developer menemukan celah keamanan di aplikasi e-commerce besar
  • Pilihan: (A) laporkan ke perusahaan diam-diam, (B) umumkan publik, (C) manfaatkan untuk riset, (D) abaikan
  • Dari perspektif deontologi, utilitarian, dan virtue — pilihan mana yang paling etis?
  • Apakah ada perbedaan jika perusahaan tersebut tidak memiliki program bug bounty?

Tanya Jawab

Preview Pertemuan 3:
Framework etika mengenai keamanan siber dan pentingnya keamanan siber — membahas standar internasional (ISO/IEC 27001, NIST Cybersecurity Framework) dan implementasinya di organisasi bisnis Indonesia

Selamat berdiskusi — pertanyaan terbaik datang dari yang paling berani bertanya.