stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: CRM Analytics dan Dashboarding
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Customer Relationship Management

Pertemuan 10 — CRM Analytics dan Dashboarding

Mengubah data interaksi pelanggan — transaksi, web, media sosial, layanan pelanggan — menjadi KPI, dashboard, dan keputusan bisnis yang terukur.

RPS minggu 11 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengukur kinerja hubungan pelanggan dan merancang dashboard CRM sederhana. Secara rinci:

CAPAIAN 1 — ANALITIK
MENGUKUR
Membedakan 4 jenis analitik CRM (deskriptif, diagnostik, prediktif, preskriptif) dan menghitung KPI kunci: churn rate, retention rate, CLV, NPS.
CAPAIAN 2 — DASHBOARD
MERANCANG
Menjelaskan prinsip desain dashboard yang baik, menghitung segmentasi RFM, dan mengenali tools analitik CRM populer beserta tantangan implementasinya.
Bagian 1 dari 3
Fondasi Analitik CRM
Dari data mentah interaksi pelanggan menjadi ukuran kinerja yang bisa diambil keputusan.

Mengapa Analitik CRM Penting?

Setiap interaksi pelanggan — klik, transaksi, keluhan — meninggalkan jejak data. Tanpa analitik, jejak itu tidak pernah menjadi keputusan.

Tanpa Analitik CRM
  • Keputusan berdasar "perasaan" manajer, bukan data
  • Pelanggan yang mau berhenti (churn) baru diketahui setelah pergi
  • Promo dikirim rata ke semua pelanggan, biaya boros
Dengan Analitik CRM
  • Dashboard menunjukkan tren pelanggan setiap hari
  • Sinyal risiko churn terdeteksi lebih dini, bisa diintervensi
  • Promo ditarget ke segmen yang tepat → biaya lebih efisien
Contoh nyata: tim CRM Tokopedia dan aplikasi mobile banking BCA memakai dashboard harian untuk memantau aktivitas pelanggan — bukan menunggu laporan bulanan yang sudah terlambat untuk bertindak.

Empat Jenis Analitik CRM

Analitik CRM punya tingkatan kompleksitas dan nilai bisnis yang berbeda — dari menjelaskan masa lalu sampai menyarankan aksi masa depan.

1. DeskriptifApa yang terjadi?Contoh: laporan penjualan bulan laluper kategori produk2. DiagnostikMengapa itu terjadi?Contoh: penjualan turun karenakeluhan pengiriman naik 2x3. PrediktifApa yang akan terjadi?Contoh: skor risiko pelangganberhenti (churn) bulan depan4. PreskriptifApa yang harus dilakukan?Contoh: rekomendasi diskonotomatis untuk pelanggan berisiko

Sumber Data: Titik Sentuh Pelanggan

Dashboard CRM yang baik menggabungkan data dari banyak touchpoint (titik sentuh pelanggan) menjadi satu sumber kebenaran.

Data CRMTerpaduTransaksi & PembelianWebsite & AplikasiMedia SosialLayanan Pelanggan(call center, chat)Email & WhatsApp

KPI CRM yang Wajib Anda Kenal

Lima indikator kinerja kunci (Key Performance Indicator/KPI) yang paling sering muncul di dashboard CRM perusahaan digital Indonesia.

KPIArtiContoh Pemakaian
Churn Rate% pelanggan yang berhenti dalam periode tertentuTelkomsel memantau pelanggan pindah operator
Retention Rate% pelanggan yang bertahan (kebalikan churn)Aplikasi streaming memantau langganan aktif
CLVCustomer Lifetime Value — total nilai pelanggan selama jadi pelangganRitel menentukan anggaran promosi per pelanggan
NPSNet Promoter Score — skor kepuasan & loyalitas (skala -100 s.d. 100)Bank mengukur kepuasan layanan cabang
Conversion Rate% prospek yang berhasil jadi pelangganE-commerce memantau efektivitas kampanye iklan

Hitung dari Nol: Churn Rate & Retention Rate

Kasus: sebuah platform e-commerce mengawali bulan dengan 10.000 pelanggan aktif. Selama bulan berjalan, 800 pelanggan berhenti bertransaksi sama sekali.

LangkahPerhitunganNilai
1. Pelanggan awal periodediketahui dari data awal bulan10.000
2. Pelanggan hilang (churn)diketahui dari data akhir bulan800
3. Churn Rate800 ÷ 10.000 × 1008%
4. Retention Rate100% − 8%92%
HASIL AKHIR
92%
Retention Rate bulan ini — artinya 92 dari 100 pelanggan bertahan
Bagian 2 dari 3
Dashboard & Visualisasi CRM
Merancang tampilan yang mengubah angka menjadi keputusan cepat.

Apa Itu Dashboard CRM?

Dashboard CRM adalah tampilan visual yang meringkas KPI pelanggan secara real-time atau berkala, dirancang agar keputusan bisa diambil dalam hitungan detik.

Komponen Umum Dashboard CRM
  • KPI Card — angka besar (churn rate, CLV, jumlah pelanggan aktif)
  • Grafik Tren — perkembangan KPI dari waktu ke waktu
  • Funnel/Corong — tahapan prospek menjadi pelanggan
  • Tabel Segmentasi — kelompok pelanggan (mis. RFM) & alert risiko

Lima Prinsip Dashboard yang Baik

Dashboard yang dipenuhi grafik justru sering tidak dipakai. Ikuti lima prinsip ini agar dashboard benar-benar menjadi alat kerja.

1. FOKUS
Tampilkan hanya 4–6 KPI paling penting, bukan seluruh data yang tersedia.
2. KECEPATAN AKSES
Real-time untuk operasional harian (mis. gangguan layanan); berkala (harian/mingguan) cukup untuk tren strategis.
3. VISUAL SESUAI DATA
Tren pakai grafik garis, perbandingan pakai batang, proporsi pakai lingkaran — jangan tertukar.
4. DAPAT DI-DRILL-DOWN
Dari angka ringkas, pengguna bisa klik untuk melihat rincian per segmen atau per wilayah.

Segmentasi RFM

RFM mengelompokkan pelanggan berdasar tiga dimensi perilaku transaksi — metode segmentasi dashboard paling populer di ritel & e-commerce.

Recency (R)Seberapa baru transaksiterakhir dilakukan?Frequency (F)Seberapa sering pelangganbertransaksi?Monetary (M)Berapa total nilai belanjapelanggan tersebut?Kombinasi skor R+F+M tinggi → segmen paling bernilaiChampionLoyalAt Risk / Lost

Hitung dari Nol: Skor RFM Pelanggan

Kasus: pelanggan "Budi" bertransaksi terakhir 5 hari lalu, dengan 12 transaksi/tahun dan total belanja Rp 15.000.000/tahun. Rata-rata industri e-commerce: ~4 transaksi/tahun & ~Rp 3.000.000/tahun (skala skor 1–5).

LangkahPerhitunganNilai
1. Skor Recency (R)5 hari lalu → sangat baruSkor 5
2. Skor Frequency (F)12 ÷ rata-rata industri 4 ≈ 3x lebih seringSkor 5
3. Skor Monetary (M)Rp15 juta ÷ rata-rata Rp3 juta = 5x lebih besarSkor 5
4. Skor RFM gabunganR5 – F5 – M5555
SEGMEN BUDI
CHAMPION
Pelanggan paling bernilai — prioritas retensi & program loyalitas

Tools Analitik CRM yang Umum Dipakai

Perusahaan tidak membangun dashboard dari nol setiap saat — mereka memakai tools CRM analytics yang sudah tersedia di pasar.

CRM Bawaan

Salesforce (fitur Einstein Analytics), HubSpot — dashboard sudah menyatu dengan data pelanggan di dalam sistem CRM itu sendiri.

Business Intelligence (BI)

Power BI, Tableau, Looker Studio — menarik data dari berbagai sumber untuk dashboard yang lebih fleksibel & custom.

Skala UMKM

Google Sheets/Excel + fitur analitik bawaan WhatsApp Business — versi sederhana dashboard CRM tanpa biaya tinggi.

Pilihan tools bergantung skala bisnis: enterprise besar (bank, telko) biasanya kombinasi CRM + BI; UMKM cukup mulai dari spreadsheet yang konsisten diperbarui.
Bagian 3 dari 3
Dari Data ke Keputusan Strategis
Analitik prediktif, studi kasus Indonesia, dan tantangan implementasi nyata.

Walkthrough: Cara Kerja Prediksi Churn

Model prediksi churn tidak butuh "bola kristal" — dia belajar dari pola pelanggan yang sudah berhenti sebelumnya. Empat tahap konseptualnya:

Tahap 1 — Data Historis: kumpulkan data pelanggan yang sudah churn di masa lalu & yang masih bertahan, sebagai bahan belajar model.
Tahap 2 — Fitur Prediktor: identifikasi pola pembeda, mis. frekuensi transaksi menurun, komplain naik, lama tidak buka aplikasi.
Tahap 3 — Skor Risiko: model menghasilkan skor 0–100 per pelanggan — makin tinggi, makin berisiko berhenti.
Tahap 4 — Aksi Retensi: pelanggan skor tinggi otomatis masuk daftar prioritas: diskon, follow-up personal, atau program loyalitas.

Studi Kasus: Dashboard CRM di Indonesia

Skala Enterprise

Perbankan & e-commerce besar (mis. BCA, Tokopedia) memakai dashboard real-time untuk memantau transaksi, keluhan, dan segmentasi pelanggan lintas jutaan akun.

Skor risiko churn otomatis memicu penawaran personalisasi — mis. cashback bagi pengguna yang mulai jarang bertransaksi.

Skala UMKM

Pemilik toko daring memakai fitur WhatsApp Business Analytics — jumlah pesan masuk, waktu respons, produk paling laku.

Dipadukan spreadsheet sederhana untuk hitung churn rate bulanan sendiri — prinsipnya identik dengan enterprise, hanya skalanya lebih kecil.

Tantangan Implementasi Dashboard CRM

Membangun dashboard CRM yang baik lebih sulit dari sekadar memilih tools — empat tantangan berikut paling sering muncul.

Kualitas & Silo Data: data tersebar di sistem berbeda (kasir, e-commerce, media sosial) & sering tidak konsisten formatnya.
Privasi Data Pribadi: wajib patuh UU No. 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP) — perlu persetujuan & pembatasan penggunaan data pelanggan.
SDM Analitik Terbatas: tidak semua tim CRM punya kemampuan membaca & menindaklanjuti data.
Integrasi Lintas Sistem: menyambungkan CRM, sistem kasir, dan media sosial ke satu dashboard butuh waktu & biaya.

Latihan Kelas: Diagnosis Dashboard UMKM

Instruksi Kerja Kelompok (15 menit)

Sebuah UMKM fesyen daring punya 2.000 pelanggan aktif di awal bulan, dan 150 pelanggan berhenti membeli sepanjang bulan tersebut. Dalam kelompok, kerjakan:

  • Hitung churn rate dan retention rate UMKM ini (tunjukkan langkah perhitungan)
  • Tentukan 3 KPI yang paling penting ditampilkan di dashboard sederhana mereka, dan alasannya
  • Usulkan 1 tools (dari slide 14) yang paling realistis untuk skala UMKM ini
Siapkan jawaban kelompok Anda untuk dibahas bersama — bandingkan hasil churn rate dengan kasus e-commerce di slide 8.

Rangkuman & Langkah Berikutnya

KonsepInti
4 Jenis AnalitikDeskriptif → Diagnostik → Prediktif → Preskriptif
KPI KunciChurn Rate, Retention Rate, CLV, NPS, Conversion Rate
RFMRecency + Frequency + Monetary → segmen pelanggan (mis. Champion)
Dashboard BaikFokus, cepat diakses, visual tepat, bisa drill-down
Minggu Depan
Aspek Organisasional & Tantangan Implementasi CRM — siapa yang menjalankan dashboard ini di dalam organisasi, dan bagaimana mengelola perubahannya.
TUGAS
MOCKUP DASHBOARD
Rancang 1 halaman mockup dashboard CRM untuk bisnis pilihan Anda, minimal 4 KPI & 1 segmentasi RFM.