stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Pengembangan Customer-Based Value Strategy 📥 Excel
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Customer Relationship Management

Pertemuan 7 — Pengembangan Customer-Based Value Strategy

Merancang strategi CRM yang berpijak pada nilai pelanggan: dari definisi nilai, segmentasi bertingkat, sampai implementasi di titik sentuh pelanggan.

RPS MINGGU 7 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Pertemuan 7 menjembatani segmentasi pelanggan (minggu 3–4) dengan pengukuran nilai pelanggan/CLV (minggu berikutnya). Setelah sesi ini, Anda mampu:

SUB-CPMK A
Definisi
Nilai pelanggan dua arah
Menjelaskan konsep nilai bagi pelanggan dan nilai dari pelanggan, serta komponen Customer Value Proposition (CVP).
SUB-CPMK B
Segmentasi
Strategi bertingkat
Merancang strategi CRM yang berbeda untuk tiap tingkatan (tier) nilai pelanggan, dari pelanggan biasa sampai paling menguntungkan.
SUB-CPMK C
Implementasi
Titik sentuh & retensi
Menerapkan strategi berbasis nilai pada titik sentuh (touchpoint) pelanggan, termasuk retensi dan program loyalitas.
Bagian 1 dari 3
Fondasi Nilai Pelanggan
Apa itu Customer-Based Value Strategy, dua arah nilai, dan bagaimana menghitung nilai yang dirasakan pelanggan.

Apa itu Customer-Based Value Strategy?

Customer-Based Value Strategy (CBVS) adalah strategi CRM yang merancang seluruh aktivitas perusahaan — produk, layanan, komunikasi — berdasarkan nilai yang dirasakan pelanggan, bukan sekadar fitur produk atau harga termurah.

Bedanya dengan strategi berbasis produk: strategi berbasis produk bertanya "apa yang bisa kita jual?"; CBVS bertanya "apa yang benar-benar bernilai bagi pelanggan ini, dan seberapa besar nilai pelanggan ini bagi kita?"
Kenapa Penting
  • Menghindari perang harga yang menggerus margin
  • Basis objektif untuk alokasi sumber daya CRM
  • Menyambungkan pemasaran ke profitabilitas perusahaan
Contoh Penerapan
  • Gojek: layanan berlapis (GoRide, GoCar, GoSend)
  • BCA: tingkatan nasabah dengan layanan berbeda
  • Tokopedia: rekomendasi personal per histori belanja

Nilai Bekerja Dua Arah

CBVS selalu melihat nilai dari dua sisi sekaligus — ini yang membedakannya dari sekadar "servis pelanggan yang baik".

VALUE TO CUSTOMER
Nilai bagi Pelanggan
Perceived value
Apa yang pelanggan dapat (manfaat) dikurangi apa yang pelanggan korbankan (harga, waktu, usaha). Diukur dari sudut pandang pelanggan.
VALUE FROM CUSTOMER
Nilai dari Pelanggan
Customer worth
Kontribusi pelanggan pada perusahaan — pendapatan, profitabilitas, referral, dan loyalitas jangka panjang. Diukur dari sudut pandang perusahaan.
Strategi CRM yang sehat menyeimbangkan keduanya: memberi nilai besar kepada pelanggan yang juga memberi nilai besar kepada perusahaan — bukan menghabiskan sumber daya secara merata ke semua pelanggan.

Customer Value Proposition (CVP)

Customer Value Proposition (CVP) — janji nilai yang ditawarkan perusahaan — dibangun dari empat sumber nilai:

Sumber Nilai bagi Pelanggan
  • Fungsional — kualitas, kecepatan, fitur produk/jasa
  • Emosional — rasa nyaman, percaya diri, senang
  • Sosial — status, pengakuan, rasa terhubung komunitas
  • Ekonomi — harga wajar, promo, efisiensi biaya
Rumus Nilai Diterima Pelanggan
CPV = Total Manfaat − Total Biaya

CPV (Customer Perceived Value) — nilai bersih yang dirasakan pelanggan setelah membandingkan semua manfaat dengan semua pengorbanan (uang, waktu, usaha, risiko).

Hitung dari Nol #1: Nilai Diterima Pelanggan (CPV)

Kasus: mahasiswa membeli laptop Rp 8.000.000 di Tokopedia dibanding toko offline biasa. Hitung CPV-nya.

LangkahPerhitunganNilai
1. Nilai produk intidiberikanRp 8.000.000
2. + Nilai layanan, personel, citra300.000 + 150.000 + 200.000Rp 650.000
3. Total Manfaat Pelanggan8.000.000 + 650.000Rp 8.650.000
4. Harga belidiberikanRp 8.200.000
5. + Biaya waktu, usaha, psikis100.000 + 50.000 + 50.000Rp 200.000
6. Total Biaya Pelanggan8.200.000 + 200.000Rp 8.400.000
CPV = TOTAL MANFAAT − TOTAL BIAYA
8.650.000 − 8.400.000 = Rp 250.000
Bagian 2 dari 3
Segmentasi & Strategi Bertingkat
Mengelompokkan pelanggan berdasarkan nilai, lalu merancang strategi berbeda untuk tiap tingkatan.

Piramida Nilai Pelanggan

Pelanggan dikelompokkan menjadi tingkatan (tier) berdasarkan nilai yang mereka berikan — makin ke atas, makin sedikit pelanggan tapi makin besar kontribusinya.

PlatinumGoldSilverBronzeSedikit, sangat menguntungkanBanyak, marjin tipis
Contoh nyata: nasabah BCA Prioritas (Platinum), nasabah Tapres (Gold), nasabah tabungan reguler aktif (Silver), dan pelanggan baru/pasif (Bronze).

Strategi Berbeda per Tingkatan

TierCiri PelangganFokus Strategi CRM
PlatinumFrekuensi & nilai transaksi tinggiLayanan personal, akses eksklusif, retensi prioritas
GoldKontribusi stabil, potensi naik tierProgram upgrade, insentif loyalitas terarah
SilverTransaksi rutin, marjin sedangCross-selling, komunikasi otomatis-personal
BronzeBaru/jarang bertransaksiEdukasi produk, promosi masuk, seleksi potensi naik
Jebakan umum: memberi layanan premium yang sama ke semua tier justru merusak profitabilitas — biaya layanan naik tanpa kenaikan pendapatan sepadan.

Hitung dari Nol #2: Skor Nilai Pelanggan Berbobot

Bank menilai nasabah dengan 4 kriteria berbobot (skala 1–10) untuk menentukan tier.

LangkahPerhitunganNilai
1. Frekuensi transaksi (bobot 30%)8 × 30%2,4
2. Nilai transaksi rata-rata (bobot 40%)9 × 40%3,6
3. Lama jadi nasabah/loyalitas (bobot 20%)7 × 20%1,4
4. Referral ke nasabah lain (bobot 10%)6 × 10%0,6
5. Skor Total Berbobot2,4 + 3,6 + 1,4 + 0,68,0
SKOR 8,0 (SKALA 1–10)
Tier: Platinum

Studi Kasus: BCA Prioritas vs Tabungan Reguler

BCA Prioritas (Tier Atas)
  • Syarat dana kelolaan minimum tertentu
  • Relationship manager pribadi
  • Akses lounge bandara & layanan konsultasi finansial
  • Fokus strategi: retensi & deepening (perluasan produk)
Tabungan Reguler (Tahapan)
  • Tanpa syarat dana kelolaan besar
  • Layanan mandiri: mobile banking, ATM, call center
  • Promosi massal & edukasi produk digital
  • Fokus strategi: efisiensi & potensi upgrade tier
Kuncinya bukan "layanan lebih baik vs lebih buruk", melainkan kesesuaian biaya layanan dengan nilai kontribusi pelanggan.

Coba Sendiri: Share of Wallet & Prioritas Upsell

Bandingkan belanja pelanggan di perusahaan Anda dengan total belanjanya di kategori yang sama, lalu lihat pelanggan mana yang paling layak diprioritaskan untuk "deepening" seperti strategi BCA Prioritas tadi.

Personalisasi & Mass Customization

Mass customization — menyesuaikan penawaran secara massal namun tetap terasa personal bagi tiap pelanggan, memakai data perilaku & riwayat transaksi.

DATA
Riwayat Transaksi
Histori belanja, pencarian, klik — dasar rekomendasi.
ALGORITMA
Rekomendasi
Mesin rekomendasi mencocokkan penawaran dengan preferensi.
HASIL
Nilai Personal
Pelanggan merasa "dipahami" tanpa biaya layanan manual mahal.
Contoh: Tokopedia menampilkan "Rekomendasi untuk Anda" berbasis histori belanja; Gojek mengirim promo GoFood sesuai jam makan & lokasi pelanggan.

Membangun Trust & Commitment

Strategi berbasis nilai jangka panjang butuh ikatan relasional yang lebih dalam dari sekadar transaksi — tiga jenis ikatan (bonds):

IKATAN FINANSIAL
Financial Bonds
Diskon, poin loyalitas — mudah ditiru pesaing, ikatan paling lemah.
IKATAN SOSIAL
Social Bonds
Komunitas pengguna, hubungan personal dengan staf/brand.
IKATAN STRUKTURAL
Structural Bonds
Integrasi proses (mis. API/sistem terhubung) — paling kuat & sulit ditiru.
Perusahaan yang hanya mengandalkan diskon (financial bonds) paling rentan kehilangan pelanggan begitu ada kompetitor dengan promo lebih besar.
Bagian 3 dari 3
Implementasi & Evaluasi Strategi
Menerjemahkan strategi nilai pelanggan ke titik sentuh nyata, retensi, dan studi kasus UMKM digital.

Peta Titik Sentuh (Customer Journey Touchpoints)

Strategi berbasis nilai harus konsisten di setiap titik sentuh (touchpoint) sepanjang perjalanan pelanggan.

1Awareness2Consideration3Purchase4Onboarding5Retention/AdvocacyIklan medsosUlasan & hargaCheckoutNotifikasi pemakaianLoyalitas & referral
Setiap titik sentuh harus mencerminkan CVP yang sama — ketidakkonsistenan (mis. iklan menjanjikan cepat tapi pengiriman lambat) merusak nilai yang dirasakan.

Strategi Retensi vs Win-back

Retensi (Retention)
  • Mencegah pelanggan aktif berpindah ke pesaing
  • Proaktif: program loyalitas, layanan konsisten
  • Biaya jauh lebih murah dibanding akuisisi baru
Win-back
  • Menarik kembali pelanggan yang sudah churn (berhenti memakai)
  • Reaktif: survei alasan berhenti, penawaran khusus
  • Efektivitas lebih rendah — kepercayaan sudah retak
Prioritas strategi CRM yang sehat: retensi > win-back > akuisisi baru — sesuai prinsip biaya mempertahankan pelanggan jauh lebih rendah daripada mencari pelanggan baru.

Studi Kasus: Program Loyalitas UMKM Digital

UMKM kuliner skala kecil (mis. warung kopi lokal) menerapkan CBVS sederhana tanpa sistem CRM mahal:

Elemen CBVSPenerapan di UMKM
Segmentasi nilaiCatatan manual: pelanggan ≥3x/minggu → "pelanggan setia"
CVPKopi konsisten + sapaan personal pemilik (nilai emosional & sosial)
RetensiKartu stempel fisik: 10 stempel = 1 gratis
Titik sentuhWhatsApp Business untuk info menu baru & promo
Pelajaran penting: CBVS bukan monopoli perusahaan besar — prinsipnya (kenali nilai, bedakan perlakuan, jaga konsistensi) berlaku di skala UMKM sekalipun.

Latihan Kelas: Rancang CVP Sederhana

Kerjakan berkelompok (3–4 orang), waktu 10 menit. Pilih satu bisnis digital fiktif/nyata (mis. platform belanja lokal, aplikasi jasa titip, layanan langganan skincare).

Instruksi
  • Tentukan 1 segmen pelanggan sasaran
  • Isi 4 sumber nilai (fungsional, emosional, sosial, ekonomi) untuk segmen itu
  • Tulis 1 kalimat CVP: "Kami memberi [manfaat] kepada [segmen] dengan [pembeda]"
Pertanyaan Pemandu
  • Apa yang membuat segmen ini mau membayar lebih?
  • Ikatan (bond) apa yang paling relevan — finansial, sosial, atau struktural?
  • Di titik sentuh mana CVP ini paling mudah "gagal"?
Setiap kelompok mempresentasikan 1 kalimat CVP secara singkat — dosen akan menantang dengan pertanyaan "kenapa pelanggan percaya klaim ini?"

Rangkuman & Persiapan Minggu Depan

Rangkuman Hari Ini
  • CBVS = strategi CRM berbasis nilai dua arah (to & from customer)
  • CPV = Total Manfaat − Total Biaya (rumus nilai bagi pelanggan)
  • Piramida tier + skor berbobot untuk segmentasi nilai objektif
  • Trust dibangun via financial, social, structural bonds
  • Konsistensi CVP di semua titik sentuh = kunci retensi
TUGAS INDIVIDU
CVP Kasus Nyata
Analisis 1 perusahaan digital Indonesia: identifikasi CVP-nya, segmen tier pelanggannya, dan 1 celah konsistensi titik sentuh. Maks 1 halaman, kumpul sebelum pertemuan berikutnya.
Minggu depan (Pertemuan 8, sebelum UTS): Pengukuran Nilai & Profitabilitas Pelanggan (Customer Lifetime Value/CLV) — bawa hasil tugas hari ini sebagai bahan diskusi.