stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Segmentasi Pasar dan Targeting untuk CRM
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Customer Relationship Management

Pertemuan 4 — Segmentasi Pasar dan Targeting untuk CRM

Dari "semua pelanggan sama" menuju kelompok yang bisa dilayani berbeda: dasar segmentasi, evaluasi daya tarik segmen, dan strategi targeting untuk CRM.

RPS MINGGU 4 • 2X50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merancang segmentasi pasar dan memilih strategi targeting yang selaras dengan tujuan CRM perusahaan. Secara rinci:

CAPAIAN 1
DASAR SEGMEN
Menjelaskan mengapa segmentasi penting untuk CRM dan empat basis segmentasi utama.
CAPAIAN 2
MENGHITUNG
Menghitung ukuran, potensi, dan daya tarik segmen dari data pasar mentah.
CAPAIAN 3
TARGETING
Membandingkan strategi undifferentiated, differentiated, concentrated, dan micromarketing.
CAPAIAN 4
TERAPKAN
Menghubungkan segmentasi & targeting dengan desain program CRM yang berbeda per segmen.

Mengapa "Satu Pelanggan, Satu Perlakuan" Gagal?

Bayangkan Anda mengelola tim CRM sebuah marketplace seperti Tokopedia. Basis pelanggan Anda mencakup jutaan orang yang sangat berbeda.

PELANGGAN A
IBU RUMAH TANGGA
Belanja bulanan kebutuhan pokok, sensitif harga, butuh promo diskon rutin.
PELANGGAN B
RESELLER UMKM
Belanja ribuan item sekaligus, butuh harga grosir dan layanan prioritas.
PELANGGAN C
PROFESIONAL MUDA
Belanja gadget & gaya hidup, loyal ke brand, tidak terlalu sensitif harga.
Kirim promo diskon 5% yang sama ke ketiganya: Pelanggan A senang, Pelanggan B merasa kurang (dia butuh diskon grosir), Pelanggan C acuh (dia tidak peduli diskon kecil). Satu pesan, tiga reaksi berbeda — inilah kegagalan tanpa segmentasi.
Bagian 1 dari 4
Konsep & Dasar Segmentasi Pasar
Apa itu segmentasi, mengapa CRM membutuhkannya, dan empat basis utama untuk mengelompokkan pelanggan.

Apa Itu Segmentasi Pasar?

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar heterogen menjadi kelompok-kelompok pelanggan (segmen) yang di dalamnya relatif homogen — kebutuhan, karakteristik, atau perilakunya mirip.
TANPA SEGMENTASI
MASSAL
Satu produk, satu pesan, satu program untuk semua orang. Efisien secara biaya, tapi sering tidak relevan bagi banyak pelanggan.
DENGAN SEGMENTASI
TERARAH
Pesan, harga, dan program CRM disesuaikan per kelompok pelanggan yang punya kebutuhan serupa — lebih relevan, lebih efektif.
Dalam CRM, segmentasi menjawab pertanyaan kunci: siapa yang paling layak mendapat perhatian dan sumber daya kita, serta perlakuan seperti apa yang paling pas untuk mereka?

Kriteria Segmen yang Baik dan Bisa Ditindaklanjuti

Tidak semua cara mengelompokkan pelanggan berguna. Segmen yang baik harus memenuhi lima syarat berikut.

LIMA SYARAT SEGMEN YANG EFEKTIF
  • Terukur (measurable) — ukuran dan daya beli segmen bisa dihitung.
  • Substansial — segmen cukup besar/menguntungkan untuk dilayani khusus.
  • Dapat diakses (accessible) — bisa dijangkau lewat kanal komunikasi & distribusi.
  • Dapat dibedakan (differentiable) — merespons program pemasaran secara berbeda dari segmen lain.
  • Dapat ditindaklanjuti (actionable) — perusahaan punya sumber daya untuk melayaninya.
Contoh gagal: mengelompokkan pelanggan berdasarkan "warna mobil favorit" — mungkin terukur, tapi tidak substansial dan tidak actionable untuk sebagian besar bisnis.

Empat Basis Segmentasi Pasar

Perusahaan biasanya mengombinasikan beberapa basis berikut, bukan memakai satu saja.

1. DEMOGRAFIS
SIAPA MEREKA
Usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan. Contoh: BCA membagi nasabah mass, affluent, dan priority berdasarkan saldo & pendapatan.
2. GEOGRAFIS
DI MANA
Wilayah, kota vs desa, kepadatan penduduk. Contoh: strategi promo Grab berbeda di Jakarta dibanding di kota tingkat dua.
3. PSIKOGRAFIS
GAYA HIDUP
Nilai, kepribadian, gaya hidup. Contoh: segmen "eco-conscious" yang jadi target produk ramah lingkungan.
4. PERILAKU
CARA BERBELANJA
Frekuensi beli, loyalitas, manfaat yang dicari. Contoh: segmen "heavy user" GoPay yang transaksi harian.
Bagian 2 dari 4
Mengevaluasi Daya Tarik Segmen
Segmen sudah terbentuk — sekarang kita hitung mana yang paling layak dikejar, dari sisi ukuran, pertumbuhan, dan kesesuaian dengan perusahaan.

Tiga Kriteria Menilai Daya Tarik Segmen

Sebelum menghitung angka, kenali tiga lensa yang dipakai untuk menilai apakah sebuah segmen layak ditargetkan.

UKURAN & PERTUMBUHAN
SEBERAPA BESAR
Berapa jumlah pelanggan potensial dan seberapa cepat segmen ini tumbuh dari tahun ke tahun?
DAYA TARIK STRUKTURAL
SEBERAPA KETAT
Seberapa ketat persaingan di segmen ini? Semakin banyak pesaing kuat, semakin rendah daya tariknya.
KESESUAIAN TUJUAN & SUMBER DAYA
SEBERAPA COCOK
Apakah segmen ini sejalan dengan tujuan jangka panjang dan kemampuan sumber daya perusahaan?
Segmen ideal: besar & tumbuh, persaingan tidak terlalu ketat, dan cocok dengan kekuatan perusahaan. Jarang ketiganya sempurna — biasanya ada trade-off.

Hitung dari Nol: Ukuran & Potensi Pasar Segmen

Kasus: sebuah aplikasi e-commerce fashion ingin menilai segmen "profesional muda usia 25-34 di kota besar". Total populasi kota besar Indonesia usia 25-34 ≈ 18 juta orang.

LangkahPerhitunganNilai
1. Populasi target usia 25-34 di kota besarData BPS ≈ angkatan kerja perkotaan18.000.000 orang
2. Yang aktif belanja online (60%)18.000.000 × 60%10.800.000 orang
3. Yang tertarik kategori fashion (35%)10.800.000 × 35%3.780.000 orang
4. Rata-rata belanja fashion/tahunAsumsi survei internalRp 1.200.000
5. Potensi pasar segmen per tahun3.780.000 × Rp 1.200.000Rp 4,536 triliun
POTENSI PASAR SEGMEN
Rp 4,5 T
per tahun • 3,78 juta pelanggan potensial

Hitung dari Nol: Skor Daya Tarik Segmen (Weighted Score)

Perusahaan membandingkan 2 segmen memakai skor berbobot 1-5 pada tiga kriteria (bobot total 100%).

LangkahPerhitunganNilai
1. Ukuran & pertumbuhan (bobot 40%), skor Segmen X = 44 × 40%1,60
2. Daya tarik struktural (bobot 30%), skor Segmen X = 33 × 30%0,90
3. Kesesuaian sumber daya (bobot 30%), skor Segmen X = 55 × 30%1,50
4. Total skor Segmen X1,60 + 0,90 + 1,504,00
5. Total skor Segmen Y (dihitung sama, hasil diketahui)(4×40%)+(2×30%)+(3×30%)3,10
SEGMEN TERPILIH
SEGMEN X
Skor 4,00 vs 3,10 — lebih menarik

Coba Sendiri: Nilai Kelayakan Segmen dengan Kerangka DAMAS

Geser skor tiap kriteria DAMAS (Dapat diukur, Akses, Memadai, Aksi, Stabil) dan amati bagaimana skor total kelayakan segmen berubah.

Bagian 3 dari 4
Strategi Targeting
Segmen sudah dinilai — sekarang perusahaan memilih pendekatan targeting: melayani semua, sebagian, atau hanya satu ceruk kecil.

Empat Strategi Targeting Pasar

Perusahaan memilih satu atau kombinasi dari empat strategi berikut, tergantung sumber daya dan tujuan.

1. UNDIFFERENTIATED
SATU PASAR MASSAL
Satu produk & pesan untuk seluruh pasar, mengabaikan perbedaan segmen. Contoh historis: Coca-Cola generasi awal.
2. DIFFERENTIATED
BEBERAPA SEGMEN
Program berbeda untuk beberapa segmen sekaligus. Contoh: BCA punya produk tabungan berbeda untuk mass, affluent, priority.
3. CONCENTRATED
SATU CERUK (NICHE)
Fokus penuh ke satu segmen kecil yang spesifik. Contoh: brand sepatu lari khusus trail runner.
4. MICROMARKETING
PER INDIVIDU/LOKAL
Personalisasi sampai level individu atau lokasi spesifik. Contoh: rekomendasi produk personal di aplikasi Shopee.

Trade-off: Jangkauan vs Biaya vs Relevansi

Semakin sempit target, semakin relevan program CRM-nya — tapi juga semakin mahal biaya per pelanggan.

SPEKTRUM STRATEGI TARGETING
UndifferentiatedDifferentiatedConcentratedMicromarketingJangkauan luasBiaya rendahJangkauan sempitBiaya tinggi← relevansi & biaya per pelanggan meningkat →
Untuk CRM, pilihan ideal biasanya differentiated — cukup personal untuk relevan, cukup efisien untuk dijalankan pada ribuan/jutaan pelanggan sekaligus.

Dari Targeting ke Desain Program CRM

Setelah segmen target dipilih, program CRM dirancang berbeda per segmen. Contoh e-commerce fashion:

SegmenKarakteristikProgram CRM
Profesional muda kota besarLoyal brand, belanja rutin, sensitif kualitasProgram keanggotaan berjenjang + akses koleksi awal
Mahasiswa & first jobberSensitif harga, aktif media sosialDiskon musiman + kampanye rujukan teman (referral)
Reseller/UMKMBeli besar, butuh marginHarga grosir + dukungan akun khusus (dedicated support)
Inilah sebabnya segmentasi & targeting disebut fondasi CRM: tanpa keduanya, program loyalitas dan komunikasi jadi generik dan kurang efektif.
Bagian 4 dari 4
Latihan, Jebakan Umum & Rangkuman
Menutup pertemuan dengan latihan kelompok, kesalahan yang sering terjadi, dan cheat sheet untuk dibawa pulang.

Latihan Kelompok: Rancang Segmentasi

Kerjakan dalam kelompok 4-5 orang, waktu 15 menit, siap presentasi singkat.

STUDI KASUS

Sebuah startup fintech peer-to-peer lending akan meluncurkan produk pinjaman untuk UMKM di Indonesia. Anda adalah tim CRM mereka.

  • Tentukan 3 basis segmentasi yang relevan untuk pasar UMKM ini (boleh kombinasi demografis, geografis, psikografis, perilaku).
  • Pilih 1 segmen prioritas dan jelaskan alasannya memakai tiga kriteria daya tarik segmen.
  • Tentukan strategi targeting yang paling cocok (undifferentiated/differentiated/concentrated/micromarketing) dan alasannya.
Dosen akan memanggil 2 kelompok secara acak untuk presentasi 3 menit setelah waktu habis.

Tiga Jebakan Umum dalam Segmentasi

Kesalahan yang sering terjadi saat mahasiswa atau praktisi pemula merancang segmentasi.

JEBAKAN 1
TERLALU BANYAK SEGMEN
Membuat 10+ segmen kecil sehingga tidak ada yang substansial untuk dilayani serius.
JEBAKAN 2
DATA TANPA VALIDASI
Segmen berdasarkan asumsi belaka, bukan data survei/transaksi nyata — angka jadi tidak actionable.
JEBAKAN 3
MENGABAIKAN SUMBER DAYA
Memilih segmen menarik secara angka, tapi perusahaan tidak punya kapabilitas melayaninya.
Aturan praktis: jumlah segmen aktif yang dilayani serius biasanya 3-5, bukan puluhan.

Rangkuman: Cheat Sheet Segmentasi & Targeting

KonsepInti
SegmentasiMembagi pasar heterogen jadi kelompok yang homogen di dalamnya
Syarat segmen baikTerukur, substansial, dapat diakses, dapat dibedakan, dapat ditindaklanjuti
4 basis segmentasiDemografis, geografis, psikografis, perilaku
3 kriteria daya tarikUkuran & pertumbuhan, daya tarik struktural, kesesuaian sumber daya
4 strategi targetingUndifferentiated, differentiated, concentrated, micromarketing
Segmentasi & targeting adalah langkah 1-2 dari proses STP (Segmentation-Targeting-Positioning) — positioning akan dibahas terintegrasi pada minggu-minggu berikutnya seiring pembahasan strategi berbasis nilai pelanggan.

Penutup: Menuju Manajemen Siklus Hidup Pelanggan

MINGGU DEPAN

Setelah tahu siapa yang ditargetkan, minggu depan kita bahas bagaimana mengelola perjalanan pelanggan dari waktu ke waktu: akuisisi, pengembangan, retensi, hingga win-back pelanggan yang mulai menjauh.

TUGAS MANDIRI
SEBELUM PERTEMUAN 5
Bawa hasil latihan segmentasi UMKM hari ini (versi rapi) sebagai bahan diskusi awal siklus hidup pelanggan.
Pertanyaan reflektif untuk Anda bawa pulang: segmen mana di sekitar Anda (kampus, kos, media sosial) yang menurut Anda paling "actionable" untuk sebuah bisnis kecil?