stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Pengantar Cloud Computing (Definisi NIST, Karakteristik, Manfaat Bisnis)
PEBD6027 · RPS minggu 1 · 2x50 menit

Pengantar Cloud Computing

Cloud System — S1 Bisnis Digital FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 1: menjelaskan konsep dasar dan manfaat cloud computing. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Definisi cloud NIST SP 800-145 & beda dengan hosting
  • 5 karakteristik esensial (on-demand, network, pooling, elasticity, measured)
  • Multi-tenancy & resource pooling; hitung hemat UMKM
Jam ke-2 (50 menit)
  • Evolusi mainframe → virtualisasi → cloud
  • Studi kasus Tokopedia; CapEx vs OpEx
  • UU PDP 27/2022 & lanskap provider Indonesia
Posisi dalam alur 14 pertemuan: fondasi konseptual sebelum model layanan IaaS/PaaS/SaaS (P2), deployment (P3), virtualisasi & container (P4), dan AWS EC2 hands-on (P5).

Mengapa Cloud adalah Tulang Punggung Bisnis Digital

Setiap unicorn Indonesia berjalan di atas cloud — tanpa cloud, scaling ke jutaan pengguna mustahil dengan modal awal terbatas.

Pengguna Aktif Gojek
~jutaan
driver + pelanggan (publik report, dihedge angka spesifik)
Adopsi Cloud Perusahaan
~90%+
estimasi industri global 2024 (dihedge — berubah kuartalan)
Pertanyaan pemantik: bagaimana startup dengan 10 karyawan bisa melayani 1 juta pengguna tanpa cloud?
Bagian 1 · 1/4
Definisi & Karakteristik Cloud
Diskusi kelas: apakah Google Drive dan Microsoft 365 adalah cloud? Bagaimana bedanya dengan cloud yang dipakai developer?

Definisi NIST SP 800-145

Cloud computing adalah model untuk mengaktifkan akses jaringan on-demand yang nyaman dan bersama ke kumpulan sumber daya komputasi yang dapat dikonfigurasi (jaringan, server, storage, aplikasi, services) yang dapat dengan cepat disediakan dan dilepaskan dengan usaha manajemen minimal atau interaksi penyedia layanan. (Mell & Grance, NIST SP 800-145, 2011)
Elemen 1
5
karakteristik esensial
Elemen 2
3
model layanan (IaaS/PaaS/SaaS)
Elemen 3
4
model deployment

5 Karakteristik Esensial Cloud (NIST)

1. On-demand self-service
  • Provision tanpa interaksi manusia
  • Cukup klik di konsol / panggil API
  • Contoh: AWS EC2 launch instance 60 detik
2. Broad network access
  • Akses via internet standar (HTTP/REST)
  • Bisa dari PC, laptop, HP, tablet
  • Tidak butuh VPN khusus ke data center
3. Resource pooling
  • Multi-tenant: dishare banyak pelanggan
  • Sumber daya dinamis sesuai permintaan
  • Lokasi fisik abstrak bagi pengguna
4. Rapid elasticity
  • Scale up & down dalam hitungan menit
  • Terlihat tak terbatas bagi pengguna
  • Auto-scaling untuk beban Harbolnas
5. Measured service
  • Metering otomatis per detik/GB/request
  • Pay-as-you-go, tagihan transparan
  • Dasar FinOps & cost optimization
Tes NIST
  • Bila salah satu hilang → BUKAN cloud
  • Hosting tradisional gagal di #1 & #4
  • Colo gagal di #1, #3, #5

Multi-tenancy & Resource Pooling

Satu server fisik melayani banyak tenant dengan isolasi logis — pilar ekonomi yang membuat cloud murah.

SERVER FISIK1 unit hardware mahalHYPERVISORVM A1VM A2VM B1VM C1Tenant A (Gojek)→ VM A1, A2 (isolasi penuh)Tenant B (Tokopedia)→ VM B1 (isolasi penuh)Tenant C (Bank Jago)→ VM C1 (isolasi penuh)GARANSI ISOLASI• Tenant A TIDAK bisa bacamemori tenant B• Demikian pula sebaliknya• Isolasi via hypervisor +VPC (virtual network)• Standar keamanan industri

Anda tidak tahu VM tetangga siapa — begitu juga mereka. Mitos "data bercampur" jadi keliru.

Hitung dari Nol: Hemat Migrasi UMKM Batik

UMKM batik Pekalongan, transaksi ~5.000/hari. Bandingkan on-premise vs AWS Free-Tier-like.

LangkahKomponen BiayaPerhitunganNilai
1Server on-premise (Rp 30jt, depresiasi 3 thn)30.000.000 ÷ 36 bulanRp 833.333/bulan
2+ Listrik + AC + admin paruh waktubiaya tetap bulananRp 1.500.000/bulan
3= Total on-premise833.333 + 1.500.000Rp 2.333.333/bulan
4Estimasi AWS (EC2 t3.micro + RDS + S3)public pricing, dihedgeRp 700.000/bulan
5Selisih hemat2.333.333 − 700.000Rp 1.633.333/bulan
6Hemat tahunan× 12Rp 19.600.000/tahun
Catatan akurasi: harga AWS estimasi public pricing (kurs berfluktuasi). Tambahkan biaya training tim ~Rp 5jt/tahun. Payback period migrasi ≈ 18 bulan tanpa training.
Bagian 2 · 2/4
Evolusi Mainframe → Cloud
Diskusi kelas: mengapa bank Indonesia lambat migrasi cloud dibanding startup? Apa beban legacy yang harus mereka tanggung?

Garis Waktu 60 Tahun Evolusi Cloud

Setiap dekade, level abstraksi naik satu tingkat — developer makin produktif, unit cost turun.

1960sMainframe(IBM)1990sClient-Server(PC + LAN)2000sColo / VPS(sewa server)2001VMware(virtualisasi)2006AWS EC2/S3(cloud lahir)2013Docker(container)2014Kubernetes(orkestrasi)2020Serverless(FaaS)↑ Abstraksi naik · ↓ Unit cost turun · → Produktivitas developer

Virtualisasi: Pondasi Ekonomi Cloud

Tanpa virtualisasi, cloud tidak akan ekonomis. VMware 2001 mengubah 1 server jadi 10+ VM.

Tanpa Virtualisasi
  • 1 server fisik = 1 OS = 1 aplikasi
  • Utilisasi rata-rata 5–15%
  • 85% kapasitas terbuang sia-sia
  • Boros kapital & listrik
Dengan Hypervisor
  • 1 server fisik = 10 VM = 10 aplikasi
  • Utilisasi naik ke 60–80%
  • Hardware dipakai optimal
  • Pay-as-you-go jadi mungkin
Utilisasi naik 4–8× = alasan ekonomi cloud masuk akal. AWS menjual kapasitas yang sebelumnya terbuang.

Studi Kasus: Tokopedia dari Colo ke AWS

Migrasi cloud Tokopedia adalah keputusan bisnis, bukan sekadar teknis — implikasi langsung ke survival Harbolnas.

TahunPeristiwaDinamika
2009Tokopedia lahir, colo di data center JakartaCo-location klasik, scale terbatas
2014Harbolnas ledak traffic, partial migrasi AWSSistem colo tidak mampu auto-scale
2018Full AWS multi-region, auto-scaling production11.11 & 12.12 lancar tanpa downtime
2023Merger GoTo, integrasi infra GojekSinergi platform e-commerce + mobility
Pelajaran: migrasi cloud adalah keputusan C-level. CEO & CFO harus paham konsekuensi CapEx/OpEx, vendor lock-in, dan skill tim.
Bagian 3 · 3/4
Manfaat Bisnis Cloud
Diskusi kelas: jika cloud murah, mengapa banyak perusahaan besar justru rugi karena tagihan cloud yang membengkak?

6 Manfaat Cloud untuk Startup Bisdig

1. Agility

Ide ke produksi dalam jam, bukan bulan. Provisioning via API 60 detik.

2. Elasticity

Scale untuk promo Harbolnas, turun saat sepi. Bayar hanya yang dipakai.

3. CapEx → OpEx

Tanpa beli server miliaran rupiah. Modal bisa dialihkan ke marketing & SDM.

4. Global Reach

Deploy di 30+ region dalam klik. Startup Jakarta melayani Tokyo hari sama.

5. Managed Services

AI/ML, DB, analytics tanpa hire specialist. AWS Lambda = AI tanpa data scientist.

6. Pay-as-you-go

Hanya bayar detik yang dipakai. MVP bisa jalan dengan Rp 0 selama free tier.

CapEx vs OpEx: Pergeseran Akuntansi IT

Cloud memindahkan IT dari balance sheet ke income statement. Keputusan IT = keputusan keuangan.

CapEx (Beli Server)
  • Aset di balance sheet
  • Depresiasi 3–5 tahun
  • Locked-in, perlu approval board
  • Sulit diskalakan ke bawah
  • Risiko obsolescence teknologi
OpEx (Sewa Cloud)
  • Beban operasional di P&L
  • Langsung expense bulan berjalan
  • Fleksibel, bisa diskalakan mingguan
  • Eksperimen tanpa komitmen jangka panjang
  • Tapi: mudah membengkak tanpa kontrol
CFO modern wajib paham trade-off ini. FinOps (P13) muncul jadi profesi baru karena OpEx cloud yang tidak terkontrol langsung memakan laba.

Latihan Diskusi: UMKM Batik Pekalongan

Diskusi kelompok (10 menit): UMKM Batik Pekalongan punya 1 toko online, traffic 500 pengunjung/hari naik 10× saat flash sale. Mereka mempertimbangkan beli server Rp 25jt vs langganan cloud.

Sebutkan:
  1. 3 pro cloud untuk konteks ini
  2. 2 risiko cloud yang relevan
  3. Rekomendasi & asumsi angka eksplisit
Presentasi 2 menit per kelompok.
Tips: pakai kerangka 5 karakteristik NIST + CapEx/OpEx dalam argumentasi. Tantang asumsi kelompok lain: apakah 10× traffic realistis? Apakah tim UMKM sanggup operasikan cloud?
Bagian 4 · 4/4
Konteks Indonesia & Regulasi
Diskusi kelas: apakah data nasabah Bank Jago (bank digital) boleh disimpan di AWS Singapore? Pertimbangkan UU PDP & POJK.

UU PDP 27/2022 & Data Sovereignty

Indonesia punya GDPR-nya sendiri. Cloud provider wajib patuh atau kena denda hingga 2% pendapatan tahunan.

UU PDP 27/2022
  • Data pribadi warga RI dilindungi
  • Persetujuan eksplisit pengguna wajib
  • Breach 3×24 jam wajib lapor otoritas
  • Hak akses, hapus, koreksi (mirip GDPR EU)
  • Denda hingga 2% pendapatan tahunan
Data Sovereignty
  • Sektor perbankan & pemerintah: DC lokal wajib
  • POJK perbankan: data sensitif nasabah di RI
  • Alasan AWS buka region Jakarta (2021)
  • Azure Indonesia Central (2024)
  • Lintasarta Cloudeka & DCI Indonesia lokal

Lanskap Cloud Provider di Indonesia

Pilih provider = pilih ekosistem, bukan sekadar harga. Vendor lock-in nyata.

ProviderRegion RIKekuatanPasar Utama
AWSJakarta (ap-southeast-3, 2021)Leader global ~30%+ (estimasi)Startup, enterprise, Tokopedia
Microsoft AzureIndonesia Central (2024)Integrasi Office 365, enterpriseKorporat, BUMN, bank
Google Cloud (GCP)Jakarta + SingaporeAI/ML, BigQuery, KubernetesStartup AI, data analytics
Alibaba CloudJakarta (2 region)Asia strong, e-commerceE-commerce, retail
DCI IndonesiaJakarta (lokal)Hyperscale lokal, partnerBUMN, pemerintah
Lintasarta CloudekaJakarta, Solo (lokal)BUMN-friendly, sovereignPemerintah, BUMN, finansial
Kita akan hands-on AWS mulai P5: free tier 12 bulan untuk mahasiswa, dokumentasi paling lengkap, dan pasar tenaga kerja terbesar Indonesia.

Ringkasan Kunci Pertemuan 1

Definisi NIST
5 karakteristik + 3 model layanan + 4 deployment — tes apakah layanan benar cloud
5 Karakteristik
On-demand · network · pooling · elasticity · measured — semua wajib ada
CapEx → OpEx
Pergeseran akuntansi IT — implikasi langsung ke P&L dan agility bisnis

Bawa tiga lensa ini sepanjang semester: definisi NIST · 5 karakteristik · CapEx vs OpEx.

Persiapan P2: baca Wittig AWS in Action bab 1; daftar AWS Free Tier sekarang (perlu kartu kredit untuk verifikasi, tapi tidak dikenakan biaya dalam free tier). Kuis 5 menit di awal P2 soal 5 karakteristik NIST.