‹ Daftar slidePertemuan 9: Business Process Improvement — Identifikasi dan Perancangan Perbaikan Proses
BISNIS DIGITAL · BUSINESS PROCESS MANAGEMENT
Business Process Management
Pertemuan 9: Business Process Improvement — Identifikasi dan Perancangan Perbaikan Proses
Dari peta proses menuju proses yang lebih baik: mengenali pemborosan, menetapkan prioritas, dan merancang ulang alur kerja secara terukur.
RPS minggu 10 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
TUJUAN 1
Identifikasi
Mahasiswa mampu mengenali gejala proses bermasalah (waste, bottleneck, non-value-added activity) dari sebuah peta proses bisnis.
TUJUAN 2
Prioritas
Mahasiswa mampu menetapkan prioritas perbaikan menggunakan kriteria dampak dan kemudahan implementasi (impact-effort matrix).
TUJUAN 3
Rancang
Mahasiswa mampu merancang proses "to-be" (usulan) dari proses "as-is" (kondisi sekarang) menggunakan prinsip ESIA.
TUJUAN 4
Ukur
Mahasiswa mampu menghitung indikator perbaikan proses sederhana: efisiensi waktu siklus dan penghematan biaya.
BAGIAN 1 DARI 3
Mengidentifikasi & Memprioritaskan Masalah Proses
Sebelum memperbaiki, kita harus tahu persis apa yang salah, seberapa besar dampaknya, dan mana yang dikerjakan lebih dulu.
Apa Itu Business Process Improvement (BPI)?
Business Process Improvement adalah pendekatan sistematis untuk menganalisis proses bisnis yang sedang berjalan (as-is), menemukan area yang tidak efisien, lalu merancang proses baru yang lebih baik (to-be).
As-Is (kondisi sekarang) → Analisis Gap → To-Be (proses usulan)
FOKUS
Efisiensi & efektivitas proses yang sudah ada
SIFAT
Perbaikan bertahap (incremental), bukan merombak total
BEDA DENGAN BPR
Business Process Reengineering (BPR) merombak total dari nol; BPI menyempurnakan yang ada
Mengenali Pemborosan (Waste) dalam Proses
Konsep waste dari Lean Management: aktivitas yang menghabiskan sumber daya tanpa menambah nilai bagi pelanggan.
DELAPAN JENIS WASTE (DOWNTIME)
Defects — cacat/kesalahan yang harus diperbaiki ulang
Overproduction — memproduksi lebih dari kebutuhan
Waiting — menunggu (dokumen, approval, bahan baku)
Non-utilized talent — keahlian pegawai tidak dimanfaatkan
Transportation — perpindahan barang/dokumen yang tidak perlu
Inventory — persediaan berlebih yang menumpuk
Motion — gerakan orang yang tidak perlu
Extra-processing — proses/langkah berlebih dari yang dibutuhkan
Klasifikasi Aktivitas: Value-Added vs Non-Value-Added
Setiap langkah dalam proses bisa dikelompokkan menjadi tiga kategori untuk menentukan mana yang layak dipertahankan, dikurangi, atau dihapus.
Bottleneck: Titik Sumbatan dalam Proses
Bottleneck (titik sumbatan) adalah tahap dalam proses yang kapasitasnya paling rendah sehingga membatasi kecepatan keseluruhan proses — seperti leher botol yang menyempit.
Kapasitas keseluruhan proses = kapasitas tahap TERKECIL = 20 pesanan/hari, meskipun tahap lain sanggup memproses 90–100/hari.
Hitung dari Nol: Menemukan Bottleneck dari Waktu Siklus
Studi kasus: proses pemrosesan pesanan online UMKM sepatu "Langkah Kita" di Bandung, kapasitas kerja 8 jam/hari (480 menit).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Waktu proses Terima Order
diketahui dari observasi
3 menit/pesanan
Waktu proses Cek Stok Gudang
diketahui dari observasi
12 menit/pesanan
Waktu proses Kemas Barang
diketahui dari observasi
6 menit/pesanan
Waktu proses Serah ke Kurir
diketahui dari observasi
4 menit/pesanan
Langkah dengan waktu terlama = bottleneck
maks(3, 12, 6, 4)
Cek Stok Gudang = 12 menit
Kapasitas maksimum harian
480 menit ÷ 12 menit
40 pesanan/hari
BOTTLENECK TERIDENTIFIKASI
40 pesanan/hari
Dibatasi oleh langkah Cek Stok Gudang (12 menit/pesanan)
Coba Sendiri: Temukan Bottleneck dari Waktu Siklus Anda
Ubah waktu proses tiap langkah, lalu amati langkah mana yang menjadi bottleneck dan berapa kapasitas maksimum hariannya.
Impact-Effort Matrix: Alat Bantu Prioritas
Setiap usulan perbaikan dinilai dari dua sumbu: dampak terhadap bisnis dan usaha yang dibutuhkan untuk mengimplementasikannya.
Coba Sendiri: Petakan Usulan Perbaikan Anda ke Impact-Effort Matrix
Tempatkan tiap usulan perbaikan berdasarkan skor dampak dan usaha, lalu amati di kuadran mana ia jatuh.
Kriteria Memilih Proses yang Layak Diperbaiki
TANDA PROSES PERLU DIPERBAIKI
Sering terjadi keluhan pelanggan pada tahap yang sama
Banyak pengecualian/penanganan khusus di luar SOP
Waktu siklus jauh lebih lama dari standar industri
Biaya operasional proses terus naik tanpa penambahan nilai
SUMBER DATA UNTUK IDENTIFIKASI
Data operasional: waktu siklus, tingkat cacat, biaya per unit
Wawancara pelaksana proses (front-liner, staf gudang, kasir)
Prinsip: perbaikan proses yang baik selalu berbasis data, bukan asumsi atau opini pribadi manajer.
BAGIAN 2 DARI 3
Merancang Proses Baru dengan ESIA
Setelah masalah teridentifikasi dan diprioritaskan, saatnya merancang proses "to-be" yang lebih baik.
Kerangka ESIA untuk Merancang Ulang Proses
E — ELIMINATE
Hapus langkah yang tidak perlu
Buang aktivitas NVA sepenuhnya. Contoh: menghapus tanda tangan basah berlapis-lapis yang bisa diganti approval digital sekali klik.
S — SIMPLIFY
Sederhanakan langkah yang tersisa
Kurangi kerumitan formulir, jumlah field, atau titik keputusan. Contoh: formulir cuti dari 3 halaman menjadi 1 halaman.
I — INTEGRATE
Gabungkan langkah/pihak terkait
Satukan aktivitas yang terpisah agar tidak ada serah-terima berulang. Contoh: gudang & pengiriman digabung dalam satu sistem.
A — AUTOMATE
Otomasi dengan teknologi digital
Gunakan sistem/aplikasi untuk menggantikan kerja manual repetitif. Contoh: verifikasi stok otomatis via barcode scanner.
Studi Kasus: Reimbursement "Langkah Kita" — Terapkan ESIA
Proses as-is: Isi Formulir → Cetak & Serahkan → Cek Atasan (2 hari) → Cek Keuangan (5 hari) → Transfer Dana = ~10 hari kerja. Karyawan komplain karena harus talangan biaya dinas dulu.
Prinsip ESIA
Tindakan Perbaikan
Dampak pada Proses
Eliminate
Hapus langkah cetak dan serah fisik formulir
Hemat ~1 hari perjalanan dokumen
Simplify
Formulir online dengan field wajib minimal (bukti foto struk saja)
Pengisian dari 15 menit jadi 3 menit
Integrate
Gabungkan cek atasan dan cek keuangan jadi satu approval berjenjang di sistem
Dari 2 tahap terpisah jadi 1 alur digital
Automate
Notifikasi otomatis + auto-transfer setelah approval kedua pihak
Transfer dana dalam hitungan jam, bukan hari
Hasil rancangan "to-be": waktu proses turun dari ~10 hari menjadi diperkirakan ~2 hari kerja.
Hitung dari Nol: Mengukur Penghematan dari Perbaikan Proses
Langkah Kita ingin tahu berapa persen efisiensi waktu dan berapa nilai penghematan biaya administrasi dari perbaikan reimbursement.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Waktu proses As-Is
diketahui dari studi kasus
10 hari
Waktu proses To-Be
diketahui dari rancangan ESIA
2 hari
Pengurangan waktu proses
10 hari − 2 hari
8 hari
Persentase efisiensi waktu
(8 ÷ 10) × 100
80%
Biaya administrasi per pengajuan (As-Is)
diketahui: cetak + kurir dokumen internal
Rp 15.000
Biaya administrasi per pengajuan (To-Be, digital)
diketahui: biaya sistem per transaksi
Rp 2.000
Penghematan biaya per pengajuan
Rp 15.000 − Rp 2.000
Rp 13.000
Penghematan tahunan (asumsi 40 pengajuan/bulan)
Rp 13.000 × 40 × 12
Rp 6.240.000/tahun
EFISIENSI WAKTU
80%
Hemat Rp 6,24 juta/tahun (asumsi ~480 pengajuan/tahun)
BAGIAN 3 DARI 3
Validasi, Risiko, dan Praktik
Rancangan yang bagus di atas kertas harus divalidasi sebelum diimplementasikan — dan kita akan langsung praktik.
Validasi Rancangan & Risiko Implementasi
CARA MEMVALIDASI RANCANGAN
Pilot/uji coba skala kecil sebelum rollout penuh ke seluruh organisasi
Simulasikan proses baru dengan pelaku proses (front-liner), bukan hanya manajer
Bandingkan indikator sebelum-sesudah dari data nyata pilot, bukan asumsi
RISIKO UMUM PROYEK BPI GAGAL
Resistensi karyawan — merasa terancam atau tidak dilibatkan sejak awal
Otomasi terburu-buru sebelum proses disederhanakan (skip Eliminate/Simplify)
Tidak ada pemilik proses (process owner) yang bertanggung jawab pasca-implementasi
Aturan emas: libatkan pelaksana proses sejak tahap perancangan, bukan hanya diberi tahu setelah keputusan final diambil.
Latihan Kelompok: Rancang Ulang Proses
INSTRUKSI TUGAS (30 MENIT, KELOMPOK 4-5 ORANG)
Kasus: proses pengembalian barang (retur) toko online fesyen lokal — pelanggan komplain retur butuh 12 hari sampai dana refund cair.
Langkah 1: identifikasi minimal 3 aktivitas NVA dan 1 bottleneck dari deskripsi proses yang dibagikan.
Langkah 2: susun impact-effort matrix untuk 3 usulan perbaikan.
Langkah 3: terapkan ESIA (minimal 1 tindakan per huruf E-S-I-A) dan hitung estimasi waktu proses to-be.
Output: 1 slide ringkasan per kelompok, presentasi 2 menit.
Rangkuman: Alur Business Process Improvement
Tahap
Aktivitas Kunci
Alat Bantu
1. Identifikasi
Temukan waste, aktivitas NVA, dan bottleneck dari proses as-is
DOWNTIME, VA/BVA/NVA, waktu siklus
2. Prioritas
Pilih masalah dengan dampak besar & usaha realistis
Impact-effort matrix
3. Rancang
Susun proses to-be yang lebih ramping & cepat
Kerangka ESIA
4. Validasi
Uji coba skala kecil, libatkan pelaksana proses
Pilot project, process owner
Cheat Sheet: Checklist BPI & Kesalahan yang Dihindari
SEBELUM MENGUSULKAN PERBAIKAN
Peta proses as-is akurat (bukan asumsi)?
Waktu siklus & bottleneck terukur dengan data?
Aktivitas VA, BVA, NVA sudah dibedakan?
Prioritas disusun dengan impact-effort matrix?
ESIA diterapkan berurutan (bukan lompat ke Automate)?
Manfaat (waktu & biaya) dihitung kuantitatif?
KESALAHAN UMUM YANG DIHINDARI
Mengotomasi proses yang belum disederhanakan
Merancang tanpa melibatkan pelaksana lapangan
Klaim penghematan tanpa data pilot ("kira-kira")
Menganggap BPI selesai begitu rancangan jadi
Penutup & Persiapan Pertemuan Berikutnya
MINGGU DEPAN: MANAJEMEN DOKUMEN
Bagaimana proses yang sudah diperbaiki hari ini didukung oleh tata kelola dokumen yang rapi
Version control, retensi dokumen, dan digitalisasi arsip
Membawa hasil rancangan ESIA hari ini sebagai bahan diskusi lanjutan
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN BERIKUTNYA
Laporan Kelompok
Lengkapi hasil latihan kelompok hari ini (retur toko online) menjadi laporan 1-2 halaman: proses as-is, hasil ESIA, dan estimasi manfaat kuantitatif. Kumpulkan sebelum pertemuan 10.