‹ Daftar slidePertemuan 3: Perencanaan Bisnis — Konsep, Tujuan, dan Proses Perencanaan
Program Studi Bisnis Digital · FEB UNDIP · Business Process Management
Perencanaan Bisnis
Pertemuan 3 · Konsep, Tujuan, dan Proses Perencanaan
Sebelum organisasi bergerak, seseorang harus memutuskan ke mana dan bagaimana caranya. Itulah pekerjaan perencanaan.
RPS minggu 3 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep, tujuan, dan tahapan proses perencanaan bisnis serta menerapkannya pada kasus sederhana. Secara rinci:
Capaian 1 — Konsep
01
Menjelaskan definisi perencanaan dan posisinya sebagai fungsi manajemen pertama sebelum pengorganisasian.
Capaian 2 — Jenis Rencana
02
Membedakan rencana strategis, taktis, dan operasional berdasarkan cakupan dan jangka waktunya.
Capaian 3 — Tujuan
03
Merumuskan tujuan bisnis yang baik memakai kriteria SMART dan menghitung target sederhana.
Capaian 4 — Proses
04
Mengurutkan tahapan proses perencanaan, dari analisis lingkungan sampai rencana kontinjensi.
Kenapa Usaha Bisa Ramai tapi Tetap Bangkrut?
Sebuah kedai kopi ramai pembeli tiap hari, ownernya sibuk sejak pagi. Tapi di akhir tahun, kasnya justru minus. Apa yang terlewat?
Tanpa Rencana
Sibuk
tapi arah tak jelas
Owner bereaksi hari demi hari: beli bahan saat habis, buka promo asal-asalan, tidak tahu berapa titik impas (BEP) usahanya.
Dengan Rencana
Terarah
tahu tujuan & caranya
Owner tahu target omzet bulanan, tahu biaya tetap yang harus ditutup, dan punya langkah konkret mencapainya.
Sibuk ≠ Terarah. Perencanaan adalah proses menetapkan tujuan dan cara mencapainya — tanpanya, aktivitas sehari-hari tidak pernah bermuara ke hasil yang jelas.
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Perencanaan?
Definisi, posisi perencanaan dalam siklus fungsi manajemen, jenis-jenis rencana, dan elemen rencana bisnis.
Definisi Perencanaan Bisnis
Perencanaan (planning) adalah proses menetapkan tujuan organisasi dan merumuskan tindakan/strategi untuk mencapainya, sebelum aktivitas benar-benar dijalankan.
Unsur 1
Tujuan
Kondisi masa depan yang ingin dicapai — misalnya omzet, pangsa pasar, atau kualitas layanan.
Unsur 2
Strategi
Cara/jalur menuju tujuan — misalnya ekspansi kanal digital atau efisiensi biaya produksi.
Unsur 3
Sumber Daya
Alokasi dana, tenaga kerja, dan waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi.
Glosarium: planning = perencanaan, proses berorientasi masa depan yang menjembatani kondisi sekarang (as-is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be).
Perencanaan sebagai Fungsi Manajemen Pertama
Perencanaan bukan berdiri sendiri — ia membuka siklus fungsi manajemen yang akan Anda pelajari sepanjang paruh pertama semester ini.
Kesalahan tanpa perencanaan matang: struktur organisasi dan pengarahan jadi tidak punya acuan — dua fungsi berikutnya tidak tahu tujuan apa yang harus dicapai.
Tiga Jenis Rencana Berdasarkan Cakupan
Jenis Rencana
Dibuat Oleh
Jangka Waktu & Contoh
Strategis
Manajemen puncak (CEO/direksi)
3–5+ tahun — misal rencana Tokopedia masuk ke layanan logistik sendiri
Taktis
Manajemen menengah (kepala divisi)
1–2 tahun — misal rencana divisi marketing menaikkan traffic 30% tahun ini
Operasional
Manajemen lini (supervisor/staf)
Harian–bulanan — misal jadwal stok gudang & shift kasir minggu ini
Ketiganya harus selaras (aligned): rencana operasional adalah pecahan kecil dari rencana taktis, dan rencana taktis adalah pecahan kecil dari rencana strategis.
Elemen Inti Sebuah Rencana Bisnis
Sebuah rencana bisnis (business plan) yang lengkap minimal memuat enam elemen berikut, apa pun skala usahanya.
01–02
Ringkasan & visi-misi usaha
Analisis pasar & pesaing
03–04
Strategi pemasaran & operasi
Struktur tim & sumber daya
05–06
Proyeksi keuangan & target
Rencana kontinjensi/risiko
Elemen 5 (proyeksi keuangan) dan elemen 6 (kontinjensi) akan kita latih menghitungnya sendiri di slide-slide berikutnya.
Bagian 2 dari 3
Tujuan Perencanaan
Mengapa organisasi perlu merencanakan, kriteria SMART untuk merumuskan tujuan, dan latihan menghitung target sederhana.
Lima Manfaat Perencanaan bagi Organisasi
Manfaat 1
Arah
Memberi fokus — seluruh anggota tahu tujuan bersama, bukan sibuk sendiri-sendiri.
Manfaat 2
Efisiensi
Sumber daya (dana, waktu, tenaga) dialokasikan sesuai prioritas, bukan asal jalan.
Manfaat 3
Tolok Ukur
Menjadi standar evaluasi — hasil aktual dibandingkan dengan target rencana.
Manfaat 4
Antisipasi
Membantu mengurangi risiko ketidakpastian lewat rencana kontinjensi.
Manfaat 5
Koordinasi
Menyelaraskan antar-divisi agar tidak bekerja dengan tujuan yang tumpang tindih.
Tanpa Ini
Reaktif
Organisasi hanya bereaksi pada masalah, bukan mengendalikan arah sendiri.
Merumuskan Tujuan yang Baik: Kriteria SMART
Tujuan yang baik bukan sekadar "ingin lebih maju" — ia harus memenuhi lima kriteria SMART.
Kriteria
Artinya
Contoh Tidak Baik → Baik
S — Specific
Spesifik, tidak ambigu
"Naikkan penjualan" → "Naikkan penjualan produk skincare"
M — Measurable
Terukur dengan angka
→ "...sebesar 20%"
A — Achievable
Realistis dicapai
→ sesuai kapasitas produksi & anggaran iklan saat ini
R — Relevant
Selaras visi organisasi
→ mendukung target ekspansi kanal digital tahun ini
T — Time-bound
Ada batas waktu jelas
→ "...dalam 12 bulan ke depan"
Tujuan SMART lengkap: "Menaikkan penjualan produk skincare sebesar 20% dalam 12 bulan ke depan melalui kanal digital, sesuai kapasitas produksi saat ini."
Hitung dari Nol: Titik Impas (BEP) Kedai Kopi
Sebuah kedai kopi kecil punya biaya tetap bulanan Rp 15.000.000, harga jual Rp 25.000/cup, biaya variabel Rp 10.000/cup. Berapa cup harus terjual agar impas?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Margin kontribusi per cup
25.000 − 10.000
Rp 15.000
2. BEP unit (biaya tetap ÷ margin kontribusi)
15.000.000 ÷ 15.000
1.000 cup
3. BEP rupiah (BEP unit × harga jual)
1.000 × 25.000
Rp 25.000.000
4. Rasio margin kontribusi
15.000 ÷ 25.000 × 100%
60%
5. Verifikasi BEP rupiah (biaya tetap ÷ rasio margin)
15.000.000 ÷ 60%
Rp 25.000.000 ✓
Coba Sendiri: Hitung Titik Impas Usaha Anda
Geser biaya tetap, harga jual, dan biaya variabel, lalu amati berapa unit yang harus terjual agar usaha impas.
Hierarki Tujuan: dari Visi sampai Target Harian
Semakin turun hierarki, tujuan makin spesifik & terukur (kriteria SMART paling terasa di level objective & target harian).
Bagian 3 dari 3
Proses Perencanaan
Lima tahapan proses perencanaan, analisis lingkungan (SWOT), latihan menghitung anggaran, dan rencana kontinjensi.
Lima Tahapan Proses Perencanaan
Proses ini iteratif: rencana yang gagal di tahap eksekusi mengembalikan Anda ke tahap 1 (analisis ulang), bukan berhenti total.
Tahap 1: Analisis Lingkungan dengan SWOT
Sebelum menetapkan tujuan, kenali dulu kondisi usaha. SWOT memetakan faktor internal & eksternal dalam empat kuadran.
Internal — Strengths
Kekuatan
Contoh UMKM kuliner: resep khas & lokasi dekat kampus yang ramai mahasiswa.
Internal — Weaknesses
Kelemahan
Belum ada akun media sosial aktif; kapasitas dapur terbatas 100 porsi/hari.
Eksternal — Opportunities
Peluang
Tren pesan-antar via aplikasi naik; belum ada pesaing serupa di radius 500m.
Eksternal — Threats
Ancaman
Harga bahan baku naik; potensi pesaing baru masuk karena lokasi ramai.
Coba Sendiri: Susun Kuadran SWOT Berbobot UMKM
Beri skor & bobot pada tiap faktor SWOT, lalu amati posisi kuadran strategi yang paling disarankan.
Hitung dari Nol: Proyeksi Target Omzet 3 Tahun
UMKM fesyen online beromzet Rp 50.000.000/bulan menetapkan tujuan strategis: tumbuh 20% per tahun selama 3 tahun. Berapa target tiap tahun?
Ubah omzet awal dan persentase target pertumbuhan tahunan, lalu amati bagaimana angka membesar secara majemuk selama beberapa tahun.
Tahap 5: Rencana Kontinjensi (Rencana Cadangan)
Rencana kontinjensi disiapkan untuk skenario ketika rencana utama tidak berjalan sesuai harapan — bukan tanda pesimis, tapi kesiapan.
Skenario
Pemicu
Tindakan Cadangan
Target tidak tercapai
Realisasi < 80% dari target bulan berjalan
Evaluasi harga/promosi, tambah kanal penjualan
Biaya bahan baku naik
Kenaikan harga > 15% dari asumsi awal
Cari pemasok alternatif, sesuaikan harga jual
Permintaan melonjak
Order > kapasitas produksi harian
Kerja sama produksi mitra, sistem pre-order
Tanpa rencana kontinjensi, organisasi bereaksi panik saat kondisi berubah. Dengan rencana kontinjensi, organisasi sudah tahu langkah apa yang diambil sebelum masalah terjadi.
Latihan Kelas: Rancang Rencana Bisnis Mini
Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu presentasikan singkat ke kelas.
Instruksi
Pilih satu ide usaha sederhana (boleh usaha yang sudah/ingin Anda jalankan).
Buat 1 tujuan SMART untuk usaha tersebut (gunakan format slide 11).
Identifikasi 2 kekuatan & 2 kelemahan (S dan W dari SWOT).
Tentukan 1 skenario kontinjensi: pemicu & tindakan cadangannya.
Tidak perlu menghitung BEP di latihan ini — fokus pada kejelasan tujuan dan kelengkapan analisis. Dosen akan memilih 2-3 pasangan untuk presentasi singkat.
Ringkasan & Langkah Berikutnya
Yang Sudah Anda Kuasai
Definisi perencanaan & posisinya sebagai fungsi manajemen pertama
Tiga jenis rencana: strategis, taktis, operasional
Kriteria SMART & hierarki tujuan (visi → target harian)
Lima tahapan proses perencanaan, termasuk SWOT & kontinjensi
Menghitung BEP & proyeksi target pertumbuhan dari nol
Pertemuan 4: Pengorganisasian
Setelah tujuan & strategi ditetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun struktur organisasi yang menjalankannya — siapa bertanggung jawab atas apa, dan bagaimana pembagian kerja disusun agar rencana hari ini benar-benar terwujud.
Bawa hasil latihan kelas Anda hari ini — kita akan pakai kembali sebagai contoh saat menyusun struktur organisasi pada pertemuan berikutnya.