stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Review dan Diskusi Studi Kasus Pasar Keuangan Terkini
BISNIS DIGITAL · FEB UNDIP

Bloomberg for Student

Pertemuan 14: Review dan Diskusi Studi Kasus Pasar Keuangan Terkini

Merangkai seluruh fungsi Bloomberg yang sudah dipelajari — dari indikator ekonomi sampai efficient frontier — menjadi satu analisis kasus nyata.

RPS minggu 15 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

TUJUAN 1
Sintesis
Menggabungkan indikator ekonomi, valuasi saham/obligasi, dan manajemen portofolio menjadi satu narasi analisis yang koheren.
TUJUAN 2
Studi Kasus
Membedah kasus pasar keuangan terkini (Indonesia & global) menggunakan kerangka kerja Bloomberg yang sudah dipelajari.
TUJUAN 3
Diskusi Kritis
Berlatih menyampaikan argumen investasi secara lisan — menjawab "mengapa" bukan hanya "apa" di balik sebuah angka.
TUJUAN 4
Kesiapan UAS
Memetakan kembali seluruh materi semester sebagai peta belajar terstruktur menjelang ujian akhir.

Mengapa Studi Kasus, Bukan Sekadar Rumus?

Bloomberg terminal bukan mesin jawaban otomatis — ia adalah alat bantu pengambilan keputusan. Nilai sesungguhnya muncul saat data digabungkan dengan penalaran.

Contoh riil: Ketika BI menaikkan suku bunga acuan (BI Rate), yield obligasi pemerintah (SUN) naik, tapi harga sahamnya bank seperti BBRI justru bisa naik karena net interest margin membaik. Angka saja tidak menjelaskan arah — konteks yang menjelaskan.
Kesalahan pemula: membaca satu fungsi Bloomberg (misalnya FA untuk fundamental analysis) lalu langsung menyimpulkan "beli" atau "jual" tanpa mengecek konteks makro, sektor, dan sentimen pasar.

Peta Alur Satu Semester

Dasar BloombergP1-P2Ekonomi &MoneterP3-P4Saham& IndeksP5-P7Derivatif& ObligasiP8-P10Alternatif& ValasP11-P12Portofolio& ReviewP13-P14

Hari ini kita berdiri di ujung kanan garis waktu ini — saatnya menyatukan seluruh blok menjadi satu kerangka analisis.

BAGIAN 1 DARI 4
Kerangka Analisis Terpadu
Menyusun satu alur berpikir: makro → sektor → emiten → portofolio.

Kerangka Top-Down: Empat Lapis Analisis

DARI MAKRO KE PORTOFOLIO

1Makro: GDP, inflasi, BI Rate, nilai tukar (fungsi ECST, WECO)

2Sektor: siklus bisnis sedang menguntungkan sektor apa? (fungsi BI, GICS)

3Emiten: fundamental & teknikal saham/obligasi terpilih (fungsi FA, GP)

4Portofolio: bobot alokasi & risk-return (fungsi PORT, efficient frontier)

Setiap lapis menjadi input bagi lapis di bawahnya — ini yang membuat analisis "berbobot", bukan sekadar tebakan.

Hitung dari Nol: Dampak Kenaikan BI Rate ke Harga Obligasi

Obligasi pemerintah kupon tetap 6,5%, nilai nominal Rp1.000.000, tersisa 5 tahun. Skenario: yield pasar naik dari 6,5% menjadi 7,5% akibat kenaikan BI Rate.

LangkahPerhitunganNilai
1. Kupon tahunan6,5% × Rp1.000.000
Rp65.000
2. Estimasi perubahan harga (durasi ~4,3 tahun)-4,3 × (7,5% − 6,5%)
-4,3%
3. Estimasi harga baruRp1.000.000 × (1 − 4,3%)
~Rp957.000
4. Kerugian investor lamaRp1.000.000 − Rp957.000
~Rp43.000

Walkthrough: Rupiah Melemah, Siapa Diuntungkan?

Skenario: Rupiah melemah dari Rp15.500/USD menjadi Rp16.200/USD dalam sebulan. Bagaimana alur analisisnya di Bloomberg?

LangkahYang Dilihat di BloombergKesimpulan Sementara
1. Cek trenGrafik USD/IDR (fungsi GP) 3 bulan terakhirPelemahan bertahap, bukan gejolak mendadak
2. Cek penyebabBerita ekonomi (fungsi NI) — The Fed tahan suku bunga tinggiArus modal keluar dari pasar berkembang
3. Cek sektor diuntungkanEmiten berpendapatan USD (fungsi EQS: batu bara, CPO, tekstil ekspor)Adaro Energy, Astra Agro berpotensi diuntungkan
4. Cek sektor dirugikanEmiten berutang USD tinggi (fungsi DSCO untuk struktur utang)Maskapai & importir bahan baku tertekan margin
BAGIAN 2 DARI 4
Studi Kasus 1: Sektor Perbankan Indonesia
Membaca laporan keuangan bank melalui lensa suku bunga & kredit.

Kasus: BBCA di Tengah Suku Bunga Tinggi

DATA BLOOMBERG (ILUSTRATIF)
  • Net Interest Margin (NIM) ~5,5–6%
  • Loan-to-Deposit Ratio (LDR) ~75–80%
  • Non-Performing Loan (NPL) <2%
  • Price-to-Book Value (PBV) ~4-5x, premium vs peer
Pertanyaan diskusi: mengapa investor mau membayar PBV setinggi itu untuk BBCA dibanding bank BUMN yang PBV-nya jauh lebih rendah? Apa yang tercermin dari premium ini?

Sesi Diskusi Kelompok: Analisis BBCA

Instruksi (15 menit, kelompok 4-5 orang):
  1. Buka Bloomberg, tarik data NIM, LDR, NPL BBCA 3 tahun terakhir (fungsi FA).
  2. Bandingkan dengan 1 bank BUMN pilihan kelompok (fungsi COMP / RV).
  3. Tentukan sikap: apakah BBCA layak overweight, neutral, atau underweight dalam portofolio saham perbankan?
  4. Siapkan argumen 2 menit untuk dipresentasikan ke kelas.
BAGIAN 3 DARI 4
Studi Kasus 2: Emiten Teknologi & Volatilitas
Menilai perusahaan digital yang labanya belum stabil.

Kasus: GOTO — Menilai Emiten Belum Profitable

TANTANGAN VALUASI
P/E Tidak Berlaku
Ketika laba bersih masih negatif, rasio price-to-earnings tidak bermakna — analis beralih ke Price/Sales atau EV/Revenue.
METRIK ALTERNATIF
GTV & Burn Rate
Gross Transaction Value (nilai transaksi bruto) dan kecepatan perusahaan "membakar" kas jadi indikator utama kesehatan bisnis.
Volatilitas tinggi (lihat fungsi HVOL/OMON) berarti opsi saham GOTO juga aktif diperdagangkan — menyambung ke materi derivatif ekuitas.

Hitung dari Nol: Rasio Price-to-Sales sebagai Alternatif P/E

Emiten teknologi hipotetis: kapitalisasi pasar Rp120 triliun, pendapatan tahunan Rp30 triliun, laba bersih masih negatif.

LangkahPerhitunganNilai
1. Price-to-Sales (P/S)Rp120 triliun ÷ Rp30 triliun
4,0x
2. Bandingkan rata-rata sektor (P/S sektor ~2,5x)4,0x − 2,5x
+1,5x
3. Premium terhadap sektor1,5x ÷ 2,5x × 100
60%
4. InterpretasiPremium tinggi → pasar ekspektasi pertumbuhan tinggi
Perlu justifikasi kuat

Analisis Sensitivitas: Skenario Suku Bunga Global

Skenario The FedDampak ke RupiahDampak ke IHSG
Suku bunga turun cepatRupiah menguat, modal asing masukIHSG cenderung naik, sektor consumer diuntungkan
Suku bunga tetap tinggi lama ("higher for longer")Rupiah tertekan, modal keluarIHSG cenderung tertekan, sektor perbankan relatif tahan
Suku bunga naik mendadak (kejutan inflasi)Rupiah melemah tajam, volatilitas tinggiIHSG terkoreksi tajam di semua sektor
Latihan Bloomberg: gunakan fungsi ECFC (economic forecast) untuk membandingkan proyeksi konsensus suku bunga The Fed 12 bulan ke depan.
BAGIAN 4 DARI 4
Menyusun Rekomendasi & Persiapan UAS
Dari data mentah menjadi memo investasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

Anatomi Memo Investasi Profesional

STRUKTUR STANDAR MEMO ANALIS

1Ringkasan & rekomendasi (beli/tahan/jual, target harga)

2Konteks makro & sektor (mengapa timing ini relevan)

3Analisis fundamental/teknikal (data pendukung)

4Risiko utama (apa yang bisa membuat tesis ini salah)

Memo yang baik selalu jujur soal risiko — ini yang membedakan analis kredibel dari sekadar penjual optimisme.

Cheat Sheet: Fungsi Bloomberg Sepanjang Semester

KategoriFungsi KunciKegunaan
Ekonomi & MoneterECST, WECO, ECFCIndikator ekonomi, siklus bisnis, forecast konsensus
SahamFA, GP, EQS, COMPFundamental, grafik harga, screening, perbandingan peer
ObligasiYAS, DSCOYield & analisis harga, struktur utang
DerivatifOMON, HVOLMonitor opsi, volatilitas historis
ValasFRD, WCRSForward rate, ringkasan pasar valas
PortofolioPORT, MPTOptimasi risk-return, efficient frontier

Rangkuman: Satu Kalimat per Blok Materi

MAKRO & MONETER
Kebijakan bank sentral menggerakkan seluruh harga aset lain — ini titik awal semua analisis.
SAHAM & OBLIGASI
Valuasi bukan angka tunggal — selalu bandingkan dengan sektor dan siklus bisnis saat itu.
DERIVATIF & VALAS
Instrumen untuk mengelola risiko, bukan sekadar spekulasi — carry trade dan opsi punya logika lindung nilai.
PORTOFOLIO
Diversifikasi mengurangi risiko tanpa mengorbankan return — itulah inti efficient frontier.

Penutup: Menuju Ujian Akhir Semester

FORMAT UAS
  • Studi kasus tertulis + ekstraksi data Bloomberg
  • Menyusun memo rekomendasi singkat
  • Menjelaskan minimal 2 blok materi yang saling terhubung
TUGAS SEBELUM UAS
Latihan Mandiri
Pilih 1 emiten IDX pilihan Anda, susun memo investasi 1 halaman memakai kerangka top-down yang sudah dibahas hari ini.

📖 Baca juga: Sensitivity Scenario Analysis — penjelasan mendalam dan contoh numerik.