Dari return & risiko satu saham, ke matriks kovarian antar-saham, sampai kurva efficient frontier — kerangka Markowitz yang menjadi dasar fitur PORT di terminal Bloomberg.
RPS minggu 12 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Sesuai RPS minggu 12, setelah pertemuan ini Anda diharapkan mampu menghitung risk-return portofolio dan menjelaskan logika optimasi portofolio ala Markowitz. Secara rinci:
CAPAIAN 1
RISK-RETURN
Menghitung expected return dan deviasi standar aset tunggal maupun portofolio dari data historis.
CAPAIAN 2
KOVARIAN
Membaca matriks kovarian dan korelasi untuk menilai manfaat diversifikasi antar-saham.
CAPAIAN 3
FRONTIER
Menjelaskan konsep efficient frontier, minimum variance portfolio, dan portofolio optimal (tangency).
CAPAIAN 4
BLOOMBERG
Mengaitkan teori dengan fungsi PORT dan alat optimasi portofolio di terminal Bloomberg.
Bagian 1 dari 3
Return & Risiko — Fondasi Kuantitatif Portofolio
Sebelum bicara portofolio, kita harus bisa mengukur return dan risiko satu saham secara presisi — dua angka yang menjadi bahan baku semua model portofolio.
Expected Return: Perkiraan Keuntungan Satu Saham
Expected return (imbal hasil yang diharapkan) adalah rata-rata return historis sebuah saham — dasar semua keputusan investasi di Bloomberg Terminal.
E[R] = Σ Ri / n
Contoh Ilustratif — Saham BBCA
Return bulanan 5 bulan terakhir: 3%, -1%, 4%, 2%, -2%
Jumlahkan semua return, lalu bagi jumlah periode (n = 5)
Hasil: expected return ≈ 1,2% per bulan
Catatan Penting
Expected return berbasis data masa lalu ≠ jaminan masa depan
Di Bloomberg, fungsi HRA (Historical Return Analysis) menghitung ini otomatis
Semakin panjang periode data, semakin stabil estimasinya
Risiko: Varians & Deviasi Standar
Deviasi standar (standard deviation, σ) mengukur seberapa jauh return bergerak naik-turun dari rata-ratanya — semakin besar σ, semakin liar fluktuasi saham itu.
σ² = Σ(Ri - E[R])² / n → σ = √σ²
Langkah Intuitif
Hitung selisih tiap return terhadap rata-rata (deviasi)
Kuadratkan tiap deviasi agar nilai negatif tak saling meniadakan
Rata-ratakan hasil kuadrat → itulah varians (σ²)
Akar kuadrat varians → deviasi standar (σ), satuannya sama dengan return
Contoh Perbandingan
Saham perbankan besar (BBCA): σ relatif rendah, pergerakan stabil
Saham teknologi rintisan: σ relatif tinggi, fluktuasi tajam
Di Bloomberg, cek lewat fungsi HVT (Historical Volatility Table)
Hitung dari Nol: Return & Risiko Saham BBCA
Data return bulanan BBCA 5 bulan terakhir: 3%, -1%, 4%, 2%, -2%. Mari hitung deviasi standarnya langkah demi langkah.
Return portofolio adalah rata-rata tertimbang (weighted average) dari return tiap aset, sesuai proporsi bobotnya (w) dalam portofolio.
E[Rp] = wA × E[RA] + wB × E[RB]
Contoh — Portofolio BBCA + TLKM
Bobot BBCA (wA) = 60%, E[RA] = 1,2%
Bobot TLKM (wB) = 40%, E[RB] = 1,6%
E[Rp] = (0,6 × 1,2%) + (0,4 × 1,6%)
= 0,72% + 0,64% = 1,36%
Return portofolio linear terhadap bobot — tapi risiko portofolio TIDAK linear, karena bergantung pada bagaimana kedua saham bergerak bersama. Itu topik bagian berikutnya: matriks kovarian.
Bagian 2 dari 3
Matriks Kovarian & Kekuatan Diversifikasi
Risiko portofolio bukan sekadar rata-rata risiko tiap saham — ia bergantung pada bagaimana saham-saham itu bergerak bersama. Di sinilah matriks kovarian berperan.
Kovarian & Korelasi: Mengukur "Gerak Bersama"
Kovarian (covariance) mengukur arah pergerakan bersama dua saham; korelasi (ρ, correlation coefficient) adalah versi ternormalisasi kovarian, bernilai -1 sampai +1.
Cov(A,B) = ρA,B × σA × σB
Matriks Kovarian: Peta Risiko Antar-Saham
Matriks kovarian menyusun varians (diagonal) dan kovarian antar-pasangan saham (di luar diagonal) dalam satu tabel — tampilan yang identik dengan layar PORT > Risk di Bloomberg.
BBCA
TLKM
UNVR
BBCA
σ²BBCA
Cov(BBCA,TLKM)
Cov(BBCA,UNVR)
TLKM
Cov(TLKM,BBCA)
σ²TLKM
Cov(TLKM,UNVR)
UNVR
Cov(UNVR,BBCA)
Cov(UNVR,TLKM)
σ²UNVR
Sel diagonal (abu gelap) = varians saham itu sendiri. Sel di luar diagonal (abu terang) = kovarian antar-pasangan — matriks ini selalu simetris, sehingga Cov(A,B) = Cov(B,A).
vs. rata-rata tertimbang tanpa diversifikasi: (0,6×20%)+(0,4×25%) = 22,00% — turun ≈ 4,2 poin persentase
Coba Sendiri: Geser Korelasi, Lihat Risiko Portofolio Berubah
Ubah bobot dan korelasi dua aset, amati bagaimana deviasi standar portofolio bergerak — semakin negatif korelasinya, semakin besar manfaat diversifikasinya.
Efek Diversifikasi: Semakin Rendah ρ, Semakin Besar Manfaatnya
Dengan bobot dan σ yang sama (60% BBCA/20%, 40% TLKM/25%), lihat bagaimana risiko portofolio berubah seiring korelasi:
Skenario Korelasi
Interpretasi
σp Portofolio
ρ = +1,00 (bergerak identik)
Tidak ada manfaat diversifikasi sama sekali
22,00%
ρ = +0,30 (kasus kita di slide sebelumnya)
Manfaat diversifikasi sedang
17,77%
ρ = 0,00 (bergerak independen)
Manfaat diversifikasi kuat
15,62%
ρ = -1,00 (berlawanan sempurna)
Risiko bisa ditekan sampai mendekati nol
2,00%
Semakin rendah (atau negatif) korelasi antar-aset, semakin besar manfaat diversifikasi — inilah alasan portofolio ideal mencampur sektor yang berbeda, misalnya saham perbankan dengan saham komoditas.
Batas Diversifikasi: Risiko Sistematis vs Tidak Sistematis
Diversifikasi punya batas — menambah lebih banyak saham hanya menghilangkan risiko tidak sistematis, bukan risiko sistematis (risiko pasar keseluruhan).
Bagian 3 dari 3
Efficient Frontier & Optimasi Portofolio
Dari semua kombinasi bobot yang mungkin, mana yang terbaik? Efficient frontier menjawabnya secara visual dan matematis — dan Bloomberg mengotomasinya lewat fitur PORT.
Efficient Frontier: Kurva Portofolio Terbaik
Setiap kombinasi bobot aset menghasilkan satu titik risk-return. Efficient frontier adalah kurva batas atas — kombinasi dengan return tertinggi untuk tiap tingkat risiko.
Dua Titik Kunci: MVP & Tangency Portfolio
Minimum Variance Portfolio (MVP)
Titik paling kiri di kurva efficient frontier
Kombinasi bobot dengan risiko portofolio terendah yang mungkin dicapai
Cocok untuk investor sangat konservatif, mis. dana pensiun
Tangency Portfolio (Optimal)
Titik singgung antara Capital Market Line (dari risk-free rate) dan frontier
Rasio return-terhadap-risiko (Sharpe Ratio) tertinggi
Titik acuan bagi hampir semua reksa dana saham di Indonesia
Investor rasional akan mengombinasikan tangency portfolio dengan aset bebas risiko (mis. SBN/deposito) sesuai selera risikonya masing-masing — bukan memilih titik acak di sepanjang kurva.
Coba Sendiri: Temukan MVP & Tangency Portfolio Anda
Atur ekspektasi return, risiko, dan korelasi empat aset, lalu amati bagaimana kurva efficient frontier terbentuk dan di mana titik MVP serta tangency portfolio berada.
Dari Teori ke Terminal: Fungsi PORT Bloomberg
Semua perhitungan manual yang kita lakukan hari ini — matriks kovarian, efficient frontier, tangency portfolio — dikerjakan otomatis oleh Bloomberg lewat fungsi PORT.
PORT > Risk
Matriks Kovarian
Menampilkan matriks kovarian & korelasi seluruh saham dalam portofolio secara real-time.
PORT > Optimizer
Efficient Frontier
Menghasilkan kurva efficient frontier & bobot optimal berdasarkan target risiko/return Anda.
CORR / HRA
Data Historis
Sumber data return & korelasi historis yang jadi input model Markowitz.
Sebagai analis, Anda tetap wajib paham logika di baliknya — supaya tahu kapan hasil optimizer masuk akal, dan kapan perlu dicurigai (mis. bobot ekstrem 95% di satu saham).
Batasan Model Markowitz: Jangan Ditelan Mentah-Mentah
Model efficient frontier elegan secara matematis, tapi bertumpu pada asumsi yang tidak selalu realistis di pasar sungguhan seperti BEI.
Asumsi 1 — Data historis mewakili masa depan. Korelasi & volatilitas bisa berubah drastis saat krisis (mis. IHSG saat pandemi 2020), padahal model memakai data masa lalu.
Asumsi 2 — Return berdistribusi normal. Return saham nyata sering punya "ekor tebal" (extreme event lebih sering dari prediksi normal).
Asumsi 3 — Investor rasional & tanpa biaya transaksi. Realitasnya ada pajak, fee broker, dan bias psikologis investor ritel.
Asumsi 4 — Bobot optimizer bisa ekstrem. Tanpa batasan (constraint), optimizer bisa menyarankan short-selling besar-besaran yang tak praktis untuk investor ritel Indonesia.
Latihan: Alokasi Portofolio Investor Ritel
Seorang investor ritel di Semarang punya modal Rp 30 juta dan ingin membagi dana ke tiga saham: BBCA, TLKM, dan sebuah saham consumer goods (mis. UNVR atau ICBP).
Instruksi Latihan (Kerjakan Berkelompok, 15 Menit)
Buka Bloomberg Terminal (atau simulasi kelas), tarik data return bulanan 12 bulan terakhir untuk ketiga saham
Mengaitkan teori Markowitz dengan fungsi PORT di Bloomberg
Pertemuan 12: Analisis Ekonomi Bloomberg Komprehensif
Mengintegrasikan indikator ekonomi, pasar saham, obligasi, & valas dalam satu analisis riset
Studi kasus komprehensif menggunakan seluruh fungsi Bloomberg yang telah dipelajari
Tugas: bawa hasil latihan alokasi portofolio hari ini sebagai bahan diskusi
Optimasi portofolio adalah titik temu semua materi semester ini — indikator ekonomi, analisis saham, dan data kuantitatif Bloomberg akhirnya berujung pada satu keputusan: bobot aset seperti apa yang layak dipegang.