‹ Daftar slidePertemuan 10: Pasar Valas dan Strategi Carry Trade Berdasarkan Diferensial Suku Bunga
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Bloomberg for Student
Pertemuan 10 — Pasar Valas dan Strategi Carry Trade Berdasarkan Diferensial Suku Bunga
Membaca kuotasi valas di terminal Bloomberg (FXC/WCRS), memahami paritas suku bunga, dan menghitung imbal hasil carry trade lengkap dengan risikonya.
RPS MINGGU 11 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu membaca pasar valas di Bloomberg dan menganalisis strategi carry trade. Secara rinci:
CAPAIAN 1
KUOTASI
Membaca pasangan mata uang (currency pair), bid-ask, dan pip di layar Bloomberg FXC/WCRS.
CAPAIAN 2
PARITAS
Menjelaskan konsep Interest Rate Parity (IRP) — hubungan suku bunga dua negara dengan nilai tukar forward.
CAPAIAN 3
CARRY TRADE
Menghitung imbal hasil strategi carry trade dari diferensial suku bunga dua mata uang.
CAPAIAN 4
RISIKO
Mengidentifikasi risiko nilai tukar yang dapat menggerus atau membalik keuntungan carry trade.
Bagian 1 dari 4
Mengenal Pasar Valas
Mengapa pasar ini terbesar di dunia, dan bagaimana membaca kuotasinya di Bloomberg.
Apa Itu Pasar Valas (Forex)?
Pasar valuta asing (valas/forex/FX) adalah tempat mata uang satu negara diperdagangkan dengan mata uang negara lain — tanpa lokasi fisik tunggal, beroperasi 24 jam via jaringan bank global.
VOLUME HARIAN
~USD 7,5 T
Perputaran global per hari (BIS Triennial Survey) — jauh melebihi seluruh bursa saham dunia digabung.
JAM OPERASI
24/5
Sesi Sydney → Tokyo → London → New York saling bersambung sepanjang hari kerja.
PEMAIN UTAMA
Bank & BI
Bank sentral (Bank Indonesia), bank komersial (BCA, Mandiri), korporasi eksportir, dan spekulan.
Contoh sehari-hari: mahasiswa bisnis digital yang jualan produk kerajinan Jepara ke pembeli Singapura harus mengonversi SGD ke IDR — di situlah pasar valas bekerja.
Membaca Kuotasi Mata Uang
Mata uang selalu dikutip berpasangan (currency pair): mata uang dasar (base) versus mata uang lawan (quote/counter).
USD/IDR = 16.200 → 1 USD = Rp 16.200
Istilah Kunci
Base currency: mata uang pertama (USD) — yang "diberi harga".
Quote/counter currency: mata uang kedua (IDR) — jumlah untuk menebus 1 unit base.
Bid: harga bank membeli base currency dari Anda.
Ask/Offer: harga bank menjual base currency ke Anda (selalu lebih tinggi dari bid).
Di Layar Bloomberg
FXC — papan kuotasi valas real-time lintas pasangan.
WCRS — World Currency Rates, ringkasan kurs global.
Pip (percentage in point): satuan perubahan terkecil, biasanya desimal ke-4 (mis. 16.200,5 → naik 5 pip dari 16.200,0).
Hitung dari Nol: Spread Bid-Ask
Kurs USD/IDR di layar Bloomberg: Bid 16.180 — Ask 16.220. Berapa spread dalam rupiah dan dalam persen?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Selisih bid-ask (spread absolut)
16.220 − 16.180
Rp 40
2. Spread relatif terhadap ask
40 ÷ 16.220 × 100
~0,25%
3. Biaya jika tukar USD 1.000 ke IDR (jual di bid)
1.000 × 16.180
Rp 16.180.000
4. Nilai jika beli lalu jual kembali (kena spread dua arah)
1.000 × (16.220 − 16.180)
Rp 40.000 hilang
SPREAD
~0,25%
Biaya implisit tiap transaksi valas
Bagian 2 dari 4
Interest Rate Parity
Mengapa suku bunga dua negara terkait erat dengan nilai tukar forward-nya.
Interest Rate Parity (IRP)
Interest Rate Parity (IRP): selisih suku bunga dua negara harus sama dengan selisih persentase antara kurs forward dan kurs spot — agar tidak ada peluang arbitrase bebas risiko.
F / S = (1 + idomestik) / (1 + iasing)
Istilah
Spot rate (S): kurs transaksi hari ini.
Forward rate (F): kurs yang disepakati sekarang untuk transaksi di masa depan (mis. 3 bulan lagi).
i: suku bunga bebas risiko masing-masing negara (mis. BI-Rate vs Fed Funds Rate).
Intuisi: negara dengan suku bunga lebih tinggi akan punya mata uang yang diperkirakan terdepresiasi di kurs forward — teorinya, "bunga tinggi" dan "mata uang menguat sendiri" tidak bisa terjadi bersamaan tanpa arbitrase bebas risiko.
Mengapa IRP Sering Tidak Berlaku Sempurna?
Secara teori IRP seharusnya menghilangkan peluang untung dari selisih bunga semata. Namun di dunia nyata, penyimpangan (forward premium puzzle) sering terjadi — inilah celah yang dimanfaatkan carry trade.
EKSPEKTASI
Bias
Investor tidak selalu memperkirakan depresiasi sebesar selisih bunga; sering under-estimate risiko.
BIAYA & PAJAK
Friksi
Spread, biaya transaksi, dan pajak membuat arbitrase sempurna sulit direalisasikan investor kecil.
KONTROL MODAL
Hambatan
Sebagian negara membatasi arus modal keluar-masuk, sehingga arbitrase bebas tidak sepenuhnya mulus.
Karena penyimpangan inilah, trader mengambil posisi carry trade — meminjam mata uang bunga rendah, menaruh di aset bunga tinggi, berharap kurs tidak bergerak seburuk yang diprediksi IRP.
Carry trade: meminjam dana dalam mata uang bersuku bunga rendah, mengonversinya, lalu menaruhnya pada aset (deposito/obligasi) di mata uang bersuku bunga tinggi.
Hitung dari Nol: Imbal Hasil Carry Trade
Trader meminjam JPY (bunga 0,25%/tahun), menukar ke IDR pada kurs 1 JPY = Rp 108, menaruh di deposito IDR (bunga 6,5%/tahun) selama 1 tahun. Modal: JPY 10.000.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Konversi modal ke IDR (kurs spot)
10.000.000 × 108
Rp 1.080.000.000
2. Hasil deposito IDR setelah 1 tahun
1.080.000.000 × (1 + 6,5%)
Rp 1.150.200.000
3. Kewajiban bayar pinjaman JPY
10.000.000 × (1 + 0,25%)
JPY 10.025.000
4. Diferensial bunga kasar (carry)
6,5% − 0,25%
~6,25%
5. Titik impas kurs (agar tidak rugi)
1.150.200.000 ÷ 10.025.000
~Rp 114,74/JPY
SYARAT UNTUNG
Kurs < ~Rp 114,7
JPY tidak boleh menguat melebihi titik impas
Contoh Riil: Yen Carry Trade
Selama bertahun-tahun, Bank of Japan mempertahankan suku bunga mendekati 0% sementara negara berkembang (termasuk Indonesia) menawarkan bunga jauh lebih tinggi — menjadikan JPY mata uang favorit untuk "dipinjam" dalam carry trade global.
Di Bloomberg, monitor carry trade global lewat fungsi CARY (Carry Trade Analysis) yang membandingkan diferensial bunga dan volatilitas historis banyak pasangan mata uang sekaligus.
Bagian 4 dari 4
Risiko dan Praktik di Bloomberg
Sisi gelap carry trade, unwind mendadak, dan cara memantau posisi lewat terminal.
Risiko Utama Carry Trade
Keuntungan carry trade bergantung pada asumsi bahwa nilai tukar tidak berbalik arah drastis. Tiga risiko utama yang bisa membalikkan keuntungan menjadi kerugian besar:
RISIKO NILAI TUKAR
Depresiasi
Jika mata uang target (IDR) melemah tajam terhadap mata uang pendana (JPY), kerugian kurs bisa melebihi carry yang didapat.
UNWIND MASSAL
Panic Exit
Saat banyak trader menutup posisi bersamaan (krisis global), mata uang pendana menguat drastis dalam waktu singkat.
RISIKO LIKUIDITAS
Slippage
Saat volatilitas tinggi, sulit menutup posisi pada harga wajar — spread melebar drastis.
Contoh historis: Agustus 2024, kenaikan suku bunga BOJ memicu unwind yen carry trade global secara mendadak — indeks saham Jepang (Nikkei) sempat anjlok tajam dalam hitungan hari (hedge: verifikasi angka pasti dari sumber resmi bila dikutip).
Memantau Valas & Carry Trade di Bloomberg
Beberapa fungsi kunci untuk riset pasar valas dan carry trade di terminal Bloomberg:
Fungsi
Kegunaan
FXC
Kuotasi spot real-time seluruh pasangan mata uang utama.
WCRS
World Currency Rates — ringkasan kurs global dalam satu layar.
FRD
Forward rate berbagai tenor (1 bulan, 3 bulan, 1 tahun) untuk cek IRP.
CARY
Analisis carry trade — diferensial bunga vs volatilitas historis.
ECFC
Economic forecast — proyeksi suku bunga bank sentral (BI, Fed, BOJ).
Sensitivitas: Bagaimana Kurs Mengubah Hasil?
Memakai kasus carry trade JPY→IDR tadi (modal JPY 10.000.000, hasil IDR Rp 1.150.200.000), berikut hasil akhir dalam JPY pada berbagai skenario kurs saat pelunasan:
Skenario Kurs (Rp/JPY)
Nilai Kembali ke JPY
Untung/Rugi vs Pinjaman (JPY 10.025.000)
108,0 (kurs tetap)
1.150.200.000 ÷ 108,0 = JPY 10.650.000
+ JPY 625.000 (untung)
114,7 (titik impas)
1.150.200.000 ÷ 114,7 ≈ JPY 10.028.000
≈ JPY 3.000 (impas)
120,0 (JPY menguat tajam)
1.150.200.000 ÷ 120,0 ≈ JPY 9.585.000
− JPY 440.000 (rugi)
Pelajaran: carry trade sangat sensitif terhadap pergerakan kurs — penguatan JPY sekitar 11% saja (dari 108 ke 120) sudah cukup membalik untung menjadi rugi meski diferensial bunga tetap 6,25%.
Coba Sendiri: Kapan Carry Trade Berbalik Rugi?
Geser diferensial suku bunga dan skenario pergerakan kurs, temukan sendiri titik impas tempat keuntungan carry trade berubah jadi kerugian.
Diskusi Kelas: Analisis Kasus
Bentuk kelompok kecil (3-4 orang). Diskusikan skenario berikut, siapkan jawaban lisan singkat:
Kasus
BI-Rate saat ini ~6%, sementara suku bunga acuan Bank Sentral Eropa (ECB) ~2,5%. Seorang investor institusional mempertimbangkan carry trade EUR→IDR.
Berapa perkiraan diferensial bunga kasar (carry) tahunan?
Sebutkan 2 kondisi yang membuat strategi ini berisiko tinggi saat ini (pertimbangkan kondisi global/politik).
Apa 1 langkah mitigasi risiko yang bisa diambil investor (mis. instrumen lindung nilai)?
Rangkuman Pertemuan Hari Ini
Konsep
Inti
Kuotasi valas
Currency pair, bid < ask, spread adalah biaya transaksi implisit.
Interest Rate Parity
Selisih bunga dua negara ≈ selisih forward vs spot rate; mencegah arbitrase bebas risiko.
Carry trade
Pinjam mata uang bunga rendah, investasi di mata uang bunga tinggi — untung dari diferensial bunga.
Risiko utama
Depresiasi mata uang target & unwind massal bisa membalik untung jadi rugi besar.
Fungsi Bloomberg
FXC, WCRS, FRD, CARY, ECFC untuk riset dan monitoring pasar valas.
Penutup: Persiapan Pertemuan Berikutnya
Minggu Depan
Kita masuk ke Optimasi Portofolio: risk-return trade-off, matriks kovarian antar-aset, dan membangun efficient frontier menggunakan data historis Bloomberg.
TUGAS MANDIRI
Hitung Carry Trade
Pilih 1 pasangan mata uang (bebas selain contoh kelas), cari BI-Rate dan suku bunga acuan negara pasangannya, lalu hitung diferensial bunga & titik impas kurs seperti pola Slide 12. Kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.