‹ Daftar slidePertemuan 8: Pasar Obligasi dan Valuasi Harga Obligasi — Fungsi {YAS}📥 Excel
FEB UNDIP · Bloomberg for Student
Pasar Obligasi & Valuasi Harga Obligasi
Pertemuan 8 · Membaca Fungsi {YAS} di Terminal Bloomberg
Dari cara sebuah obligasi dihargai sampai cara membaca yield dan spread-nya di layar Bloomberg — satu keterampilan yang dipakai setiap analis pendapatan tetap.
RPS minggu 9 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan mekanisme pasar obligasi, menghitung harga & yield obligasi, serta membaca analisis yield & spread di Bloomberg. Secara rinci:
Capaian 1 — Konsep Dasar
1
Menjelaskan karakteristik obligasi (nilai nominal, kupon, jatuh tempo) dan jenis-jenisnya di pasar Indonesia.
Capaian 2 — Valuasi Harga
2
Menghitung harga obligasi dari arus kas kupon & nilai nominal yang didiskontokan pada yield pasar.
Capaian 3 — Yield & Sensitivitas
3
Membedakan coupon rate, current yield, YTM, serta menjelaskan hubungan harga-yield dan konsep durasi.
Capaian 4 — Fungsi {YAS}
4
Mengoperasikan & membaca fungsi {YAS} Bloomberg untuk analisis yield dan spread terhadap benchmark.
Kenapa Obligasi Lebih Besar dari yang Anda Kira
Pasar obligasi global & Indonesia jauh lebih besar volumenya dibanding pasar saham — tapi jarang dibahas mahasiswa awam.
Sisi Penerbit (Issuer)
Pembiayaan
Pemerintah menerbitkan SUN/ORI untuk membiayai APBN; korporasi seperti PT PLN atau PT Adhi Karya menerbitkan obligasi untuk membiayai proyek infrastruktur tanpa menjual kepemilikan (saham).
Sisi Investor
Pendapatan Tetap
Dana pensiun, asuransi, dan investor ritel membeli obligasi untuk arus kas kupon yang lebih pasti dibanding dividen saham — cocok untuk perencanaan jangka panjang.
Istilah obligasi (bond) = surat utang berjangka: penerbit meminjam dana dari investor dan berjanji membayar kupon (bunga periodik) plus mengembalikan pokok saat jatuh tempo (maturity).
Bagian 1 dari 3
Dasar Pasar Obligasi
Apa itu obligasi, anatominya, jenis-jenisnya di Indonesia, dan siapa saja yang menjalankan pasarnya.
KuponJatuh TempoSUN vs Korporasi
Apa Itu Obligasi (Bond)?
Obligasi adalah surat utang jangka panjang: investor meminjamkan dana ke penerbit, dan sebagai gantinya menerima kupon berkala serta pokok utang kembali saat jatuh tempo.
Nilai Nominal
Face Value
Jumlah pokok yang dijanjikan penerbit dikembalikan saat jatuh tempo. Umumnya Rp1.000.000 atau Rp100.000.000 per unit di Indonesia.
Kupon
Coupon Rate
Persentase bunga tahunan dari nilai nominal yang dibayar penerbit ke investor secara berkala (umumnya tiap 6 bulan di Indonesia).
Jatuh Tempo
Maturity
Tanggal penerbit wajib mengembalikan nilai nominal penuh kepada investor. Tenor obligasi bervariasi, 1 sampai 30 tahun.
Berbeda dari saham: pemegang obligasi adalah kreditur (pemberi utang), bukan pemilik perusahaan — tidak ada hak suara, tapi klaim atas aset lebih diprioritaskan saat perusahaan bangkrut.
Anatomi Arus Kas Sebuah Obligasi
Nilai sebuah obligasi = seluruh arus kas masa depan yang dijanjikan penerbit kepada investor.
Setiap kupon & nilai nominal di masa depan harus didiskontokan ke masa kini memakai yield pasar — inilah inti valuasi obligasi yang akan kita hitung di slide berikutnya.
Jenis Obligasi di Pasar Indonesia
Obligasi Pemerintah
SUN / ORI / SBR
Diterbitkan Kemenkeu untuk membiayai APBN
Risiko gagal bayar dianggap terendah (dijamin negara)
Contoh: FR (SUN acuan), ORI (ritel), Sukuk Negara
Obligasi Korporasi
Corporate Bond
Diterbitkan perusahaan (mis. PLN, Adhi Karya, Astra)
Kupon lebih tinggi karena risiko kredit lebih tinggi
Dinilai lembaga rating seperti PEFINDO/Fitch
Prinsip umum: semakin tinggi risiko kredit penerbit, semakin tinggi yield (imbal hasil) yang diminta investor sebagai kompensasi — inilah dasar konsep credit spread yang akan kita bahas lewat fungsi {YAS}.
Siapa Menjalankan Pasar Obligasi Indonesia?
Berbeda dari saham: mayoritas transaksi obligasi terjadi over-the-counter (OTC) — negosiasi langsung antar-dealer, bukan lewat papan bursa terpusat. Inilah kenapa data yield real-time seperti fungsi {YAS} sangat bernilai.
Hitung dari Nol #1 — Menghitung Harga Obligasi
Obligasi korporasi: nilai nominal Rp1.000.000, kupon 8%/tahun, tenor 3 tahun, yield pasar (YTM) saat ini 10%. Berapa harga wajarnya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kupon tahunan
8% x Rp1.000.000
Rp80.000
2. PV kupon tahun 1
Rp80.000 / 1,10¹
Rp72.727
3. PV kupon tahun 2
Rp80.000 / 1,10²
Rp66.116
4. PV kupon th.3 + nominal
(Rp80.000 + Rp1.000.000) / 1,10³
Rp811.420
Harga Obligasi (Jumlah Semua PV)
Rp950.263
Rp72.727 + Rp66.116 + Rp811.420 ≈ 95,03% dari nominal
Bagian 2 dari 3
Yield, Harga & Sensitivitas
Tiga jenis yield, hubungan harga-yield yang berkebalikan, dan mengapa durasi menentukan seberapa besar harga bergerak.
YTMPremium/DiscountDurasi
Tiga Jenis Yield — Jangan Tertukar
Coupon Rate
8%
Bunga tetap yang tertulis di sertifikat obligasi, dihitung dari nilai nominal. Tidak berubah selama tenor.
Current Yield
Kupon / Harga
Kupon tahunan dibagi harga pasar saat ini (bukan nominal). Naik saat harga turun.
YTM
Yield to Maturity
Yield total investor kalau memegang obligasi sampai jatuh tempo — mencakup kupon & selisih harga beli-nominal.
YTM adalah ukuran paling lengkap dan yang dipakai untuk membandingkan obligasi antar-penerbit — inilah yield yang ditampilkan sebagai angka utama di fungsi {YAS} Bloomberg.
Hubungan Harga-Yield: Selalu Berkebalikan
Kasus Hitung dari Nol #1: kupon 8% < YTM 10% → harga di bawah nominal (discount, Rp950.263). Kalau YTM turun jadi 6% (< kupon), harga akan naik di atas nominal (premium).
Hitung dari Nol #2 — Current Yield & Spread
Obligasi korporasi ABC: nominal Rp100.000.000, kupon 7%, harga pasar 95,50% dari nominal, YTM 8,10%. Yield SUN acuan tenor sama: 6,50%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kupon tahunan
7% x Rp100.000.000
Rp7.000.000
2. Harga pasar (rupiah)
95,50% x Rp100.000.000
Rp95.500.000
3. Current yield
Rp7.000.000 / Rp95.500.000
7,33%
4. Yield spread vs SUN
8,10% − 6,50%
1,60%
Spread dalam Basis Poin (bps)
160 bps
1,60% x 100 — inilah angka yang muncul di kolom "Spread" fungsi {YAS}
Durasi Obligasi: Mengapa Tenor Panjang Lebih Berisiko
Durasi (duration) mengukur perkiraan perubahan harga obligasi untuk tiap 1% perubahan yield. Bandingkan dua obligasi saat yield naik 1%:
Obligasi Tenor 3 Tahun
Durasi ≈ 2,8
Perkiraan perubahan harga ≈ −2,8 x 1% = turun ≈ 2,8% saat yield naik 1 poin persentase.
Obligasi Tenor 15 Tahun
Durasi ≈ 10,5
Perkiraan perubahan harga ≈ −10,5 x 1% = turun ≈ 10,5% saat yield naik 1 poin persentase — jauh lebih fluktuatif.
Prinsip: semakin panjang tenor & semakin rendah kupon, semakin tinggi durasi → harga makin sensitif terhadap perubahan suku bunga Bank Indonesia.
Coba Sendiri: Geser Yield, Lihat Harga Obligasi Bergerak
Geser slider yield dan tenor obligasi, amati bagaimana harga bergerak berkebalikan dan seberapa besar magnitudonya dipengaruhi durasi.
Bagian 3 dari 3
Fungsi {YAS} di Bloomberg Terminal
Mengoperasikan Yield and Spread Analysis: membaca yield, spread ke benchmark, durasi, dan convexity dalam satu layar.
{YAS}<GO>G-SpreadZ-Spread
Mengakses Fungsi {YAS}
{YAS} (Yield and Spread Analysis) adalah fungsi Bloomberg untuk menganalisis yield & risiko satu obligasi secara mendalam.
Cara akses: ketik ticker obligasi di bilah perintah → tekan <GO> → ketik YAS → tekan <GO> lagi.
Membaca Kolom-Kolom Kunci di {YAS}
Yield to Maturity & Harga
Angka Inti
YTM = imbal hasil total sampai jatuh tempo; Harga = kuotasi pasar terkini (% dari nominal) yang jadi dasar transaksi.
Durasi & Convexity
Ukuran Risiko
Durasi = sensitivitas harga linear terhadap yield; Convexity (glosarium: kelengkungan) = koreksi akurasi durasi untuk perubahan yield besar.
Benchmark & Spread
Perbandingan
Benchmark = obligasi acuan (biasanya SUN tenor sama); Spread = premi yield di atas benchmark, dalam basis poin.
Rating Kredit
Kualitas Penerbit
Peringkat dari lembaga rating (PEFINDO/Fitch) — makin rendah rating, makin tinggi spread yang wajar diminta pasar.
Coba Sendiri: Hitung Durasi & Convexity Sendiri
Kolom "Durasi" dan "Convexity" di layar {YAS} tidak muncul dari udara — keduanya dihitung dari kupon, YTM, tenor, dan frekuensi kupon. Masukkan parameter obligasi dan lihat sendiri bagaimana durasi & convexity terbentuk, plus efeknya pada estimasi harga.
Dua Metode Spread: G-Spread vs Z-Spread
{YAS} menampilkan lebih dari satu jenis spread karena metode perhitungannya berbeda tingkat presisi.
Walkthrough 1 — G-Spread (Government Spread)
Membandingkan YTM obligasi dengan YTM satu titik pada kurva SUN bertenor sama
Perhitungan sederhana & cepat → cocok untuk perbandingan cepat antar-obligasi
Kelemahan: mengabaikan bentuk lengkap kurva imbal hasil (yield curve)
Walkthrough 2 — Z-Spread (Zero-Volatility Spread)
Mendiskontokan setiap arus kas obligasi memakai kurva spot SUN penuh + satu spread konstan
Spread konstan itu dicari sampai present value arus kas = harga pasar obligasi
Lebih akurat → jadi acuan utama analis pendapatan tetap profesional
Studi Kasus: Membandingkan Dua Obligasi Korporasi lewat {YAS}
Dua obligasi tenor sama (5 tahun) dibuka di {YAS}, dibandingkan terhadap benchmark SUN yield ~6,50%:
Obligasi
Rating PEFINDO
YTM & Spread
PLN 7,20% 2031
AAA (idn)
~7,10% → spread ~60 bps
ADHI 8,50% 2031
A (idn)
~8,60% → spread ~210 bps
Spread ADHI > spread PLN meski tenor sama → pasar meminta kompensasi lebih tinggi untuk risiko kredit ADHI yang lebih besar (rating lebih rendah). Inilah cara {YAS} membantu keputusan relative value.
Latihan Praktik & Ringkasan Sesi
Tugas Laboratorium (Individu)
Buka terminal Bloomberg, cari satu obligasi korporasi Indonesia (mis. PLN, WIKA, atau Astra)
Jalankan fungsi {YAS}, catat YTM, harga, durasi, G-spread, dan Z-spread
Hitung ulang current yield-nya secara manual dan bandingkan dengan angka di layar
Ringkasan: obligasi dihargai dari PV arus kas kupon + nominal; harga & yield berkebalikan; fungsi {YAS} merangkum YTM, durasi, dan spread ke benchmark dalam satu layar. Pertemuan 9: investasi alternatif & relative value.