‹ Daftar slidePertemuan 5: Indeks Saham dan Peer Comparison — Fungsi {RV}
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Bloomberg for Student
Pertemuan 5 — Indeks Saham dan Peer Comparison: Fungsi {RV}
Memahami cara indeks saham dibentuk dan dibaca, lalu memakai fungsi Relative Value (RV) Bloomberg untuk membandingkan perusahaan sejenis secara apel-ke-apel.
RPS MINGGU 5 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu membaca pergerakan indeks saham dan membandingkan valuasi antar-perusahaan sejenis menggunakan data Bloomberg.
CAPAIAN 1
Indeks Saham
Menjelaskan cara IHSG dan indeks sektoral/LQ45 dibentuk, dibobot, dan dibaca sebagai indikator pasar.
CAPAIAN 2
Peer Comparison
Memilih kelompok pembanding (peer group) yang tepat berdasarkan sektor, ukuran, dan model bisnis.
CAPAIAN 3
Fungsi {RV}
Mengoperasikan fungsi {RV} Bloomberg untuk menyusun tabel perbandingan rasio valuasi antar-emiten.
CAPAIAN 4
Interpretasi
Menyimpulkan apakah sebuah saham relatif murah/mahal terhadap peer dan risiko kesalahan tafsirnya.
Mengapa Ini Penting?
Bayangkan Anda ingin membeli saham GOTO. Harganya Rp 70 per lembar — itu "murah" atau "mahal"? Angka harga saja tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Harga per lembar TIDAK menunjukkan valuasi. Saham Rp 70 bisa lebih mahal secara valuasi daripada saham Rp 7.000, tergantung laba dan aset di baliknya.
Tanpa Konteks Pembanding
Analis hanya melihat satu emiten terisolasi
Tidak tahu posisi relatif di industri
Rawan keputusan investasi keliru
Dengan Indeks & Peer Comparison
Tahu arah pasar secara keseluruhan (indeks)
Tahu posisi emiten vs pesaing sejenis (peer)
Dasar rekomendasi "beli/tahan/jual" yang terukur
Bagian 1 dari 4
Anatomi Indeks Saham
Apa itu indeks, bagaimana ia dibentuk, dan mengapa IHSG naik-turun setiap hari.
Apa Itu Indeks Saham?
Indeks saham adalah angka ringkasan yang mewakili pergerakan harga sekumpulan saham, dipakai sebagai termometer pasar.
IHSG
~700+ saham
Indeks Harga Saham Gabungan — seluruh saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
LQ45
45 saham
Saham paling likuid (mudah diperjualbelikan) dan berkapitalisasi besar di BEI.
Sektoral
IDXFINANCE, dll.
Indeks per-sektor, misalnya keuangan, teknologi, energi — untuk analisis industri spesifik.
Glosarium: Emiten = perusahaan yang menerbitkan (menjual) saham ke publik lewat BEI, misalnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Tbk singkatan "Terbuka", artinya sahamnya dimiliki publik.
Bagaimana Indeks Dihitung? Pembobotan Kapitalisasi Pasar
Mayoritas indeks (termasuk IHSG) memakai pembobotan kapitalisasi pasar (market-cap weighted): saham besar punya pengaruh lebih besar terhadap indeks.
Kapitalisasi Pasar = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar
Konsekuensi
BBCA (kap besar) turun 2% → indeks tertekan signifikan
Saham kap kecil turun 2% → dampak ke indeks nyaris tak terasa
Investor perlu tahu "penggerak utama" indeks, bukan cuma angka akhirnya
Hitung dari Nol: Indeks Sederhana 3 Saham
Indeks mini berisi 3 saham. Hitung kapitalisasi pasar tiap saham, lalu bobot-nya terhadap total indeks.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kap pasar Saham A (harga Rp 9.000 × 100 juta lembar)
9.000 × 100.000.000
Rp 900 miliar
2. Kap pasar Saham B (harga Rp 2.000 × 50 juta lembar)
2.000 × 50.000.000
Rp 100 miliar
3. Kap pasar Saham C (harga Rp 500 × 20 juta lembar)
500 × 20.000.000
Rp 10 miliar
4. Total kapitalisasi indeks
900 + 100 + 10 (miliar)
Rp 1.010 miliar
5. Bobot Saham A terhadap indeks
900 ÷ 1.010 × 100%
≈ 89,1%
Saham A menguasai ≈89% bobot indeks mini ini — pergerakan hariannya HAMPIR SEPENUHNYA menentukan arah indeks, walau jumlahnya hanya 1 dari 3 saham.
Bagian 2 dari 4
Peer Group: Memilih Pembanding yang Adil
Sebelum membandingkan, kita harus tahu siapa yang layak dibandingkan dengan siapa.
Kriteria Memilih Peer Group
Peer group (kelompok pembanding) yang baik harus sebisa mungkin sejenis di beberapa dimensi sekaligus.
Sektor & Sub-Sektor
Bank vs Bank
BBCA dibandingkan dengan BBRI dan BMRI (sesama bank besar), bukan dengan TLKM (telekomunikasi).
Ukuran (Kapitalisasi)
Kap sebanding
Bank besar dibandingkan bank besar; bank daerah kecil punya profil risiko & valuasi berbeda.
Model Bisnis
Sumber laba serupa
Bank konvensional vs bank digital (spt. Bank Jago) punya struktur biaya & margin berbeda.
Geografi Pasar
Domestik vs global
GOTO (fokus Indonesia) berbeda eksposur risiko dengan perusahaan teknologi multinasional.
Walkthrough: Menyusun Peer Group untuk BBCA
Studi kasus bertahap: Anda diminta menyusun peer group untuk menilai BBCA (Bank Central Asia Tbk).
Tahap
Tindakan Analis
Hasil
1. Identifikasi sektor BBCA
Cek klasifikasi GICS/BEI di Bloomberg (fungsi DES)
Sektor Keuangan → Sub-sektor Bank
2. Saring kandidat sesektor
Cari seluruh bank tercatat di BEI
≈ 40+ bank kandidat awal
3. Saring berdasarkan ukuran
Buang bank dengan kap pasar jauh lebih kecil
Tersisa: BBRI, BMRI, BBNI (bank besar/BUKU 4)
4. Cek model bisnis
Pastikan sama-sama bank konvensional universal
Peer group final: BBCA, BBRI, BMRI, BBNI
Glosarium: BUKU 4 = kategori bank dengan modal inti terbesar di Indonesia (regulasi OJK); GICS = Global Industry Classification Standard, sistem klasifikasi sektor yang dipakai Bloomberg.
Bagian 3 dari 4
Fungsi {RV} — Relative Value di Bloomberg
Alat inti hari ini: menyusun tabel perbandingan valuasi antar-peer secara otomatis.
Mengenal Fungsi {RV}
Fungsi {RV} (Relative Value) menyusun tabel perbandingan rasio valuasi antara satu emiten dengan daftar peer yang Anda pilih — semua dalam satu layar.
Cara Mengakses
Ketik ticker emiten (mis. BBCA IJ Equity) lalu {RV} <GO>
Bloomberg otomatis mengusulkan daftar peer berbasis GICS/industri
Anda bisa mengedit manual daftar peer sesuai kriteria yang sudah dipelajari
Pilih rasio yang ditampilkan: P/E, P/BV, EV/EBITDA, ROE, dan lainnya
Glosarium: Ticker = kode singkat identitas saham di bursa (BBCA untuk Bank Central Asia); <GO> = tombol eksekusi perintah di keyboard Bloomberg.
Rasio Valuasi Utama dalam {RV}
Tiga rasio valuasi paling sering dipakai untuk peer comparison saham:
P/E RATIO
Harga ÷ Laba
Price to Earnings: berapa kali lipat harga saham dibanding laba per lembar (EPS). Semakin tinggi, semakin "mahal" relatif terhadap laba.
P/BV RATIO
Harga ÷ Buku
Price to Book Value: harga saham dibanding nilai aset bersih per lembar. Umum dipakai untuk sektor perbankan.
EV/EBITDA
Nilai Perusahaan
Enterprise Value dibanding laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, amortisasi. Netral terhadap struktur utang.
Glosarium: EPS (Earnings Per Share) = laba bersih dibagi jumlah lembar saham beredar; Enterprise Value = kapitalisasi pasar + utang − kas, mencerminkan nilai total perusahaan bagi seluruh pemodal.
Hitung dari Nol: Menghitung P/E Ratio
BBCA diperdagangkan Rp 9.800 per lembar. Laba bersih tahun berjalan Rp 44,2 triliun, jumlah saham beredar 123,4 miliar lembar. Hitung P/E.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Hitung EPS (laba bersih ÷ jumlah saham)
44.200.000.000.000 ÷ 123.400.000.000
≈ Rp 358/lembar
2. Hitung P/E (harga ÷ EPS)
9.800 ÷ 358
≈ 27,4x
3. Bandingkan dengan rata-rata peer (BBRI, BMRI, BBNI ≈ 12,5x)
27,4 ÷ 12,5
≈ 2,2x lipat
BBCA diperdagangkan ≈ 2,2 kali lipat P/E rata-rata peer-nya — pasar menilainya jauh premium (lebih mahal). Ini bukan berarti "jual", tapi sinyal untuk digali lebih lanjut: apakah premium ini wajar karena kualitas laba lebih baik?
Membaca Premium dan Diskon terhadap Peer
Setelah tabel {RV} terisi, langkah berikutnya adalah menafsirkan selisih valuasi — bukan sekadar melaporkan angkanya.
Premium Bisa Wajar Jika...
ROE dan margin laba jauh lebih tinggi dari peer
Pertumbuhan laba lebih konsisten & berkelanjutan
Kualitas aset/kredit lebih sehat (rasio kredit macet rendah)
Premium Patut Dicurigai Jika...
Tidak ada perbedaan fundamental yang menjelaskan gap
Kenaikan harga didorong sentimen/rumor sesaat
Volume transaksi tidak wajar (indikasi spekulasi)
Coba Sendiri: Premium atau Diskon terhadap Sektor?
Masukkan harga saham, laba, dan nilai buku suatu emiten, lalu geser ambang rata-rata sektor untuk melihat kapan valuasinya berpindah dari diskon ke premium.
Bagian 4 dari 4
Praktik, Jebakan Umum, dan Rangkuman
Menerapkan RV pada kasus nyata dan menghindari kesalahan tafsir yang sering terjadi.
Jebakan Umum saat Membaca {RV}
Tiga kesalahan paling sering dilakukan mahasiswa/analis pemula saat memakai fungsi RV:
Jebakan 1
Peer Asal Pilih
Memakai daftar peer usulan otomatis Bloomberg tanpa verifikasi — bisa memasukkan perusahaan yang tidak benar-benar sejenis.
Jebakan 2
Satu Rasio Saja
Menyimpulkan hanya dari P/E, padahal P/E bisa terdistorsi laba non-rutin (mis. untung jual aset sekali saja).
Jebakan 3
Abaikan Siklus
Membandingkan valuasi tanpa mempertimbangkan fase siklus bisnis — bank & komoditas sangat siklikal.
Aturan emas: gunakan MINIMAL 2-3 rasio berbeda (mis. P/E + P/BV + EV/EBITDA) dan selalu cek alasan fundamental di balik selisih angka, bukan angka itu sendiri.
Latihan Kelas: Susun Peer Group & Baca {RV}
Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu presentasikan singkat ke kelas.
Instruksi
Pilih satu emiten sektor konsumer: ICBP (Indofood CBP) atau UNVR (Unilever Indonesia)
Susun daftar 3-4 peer sesuai 4 kriteria (sektor, ukuran, model bisnis, geografi) yang sudah dipelajari
Bandingkan P/E dan P/BV emiten pilihan Anda vs rata-rata peer
Simpulkan: premium atau diskon? Menurut Anda wajar atau tidak, dan mengapa?
Tidak ada akses terminal Bloomberg langsung? Gunakan data publik dari laporan keuangan/RTI/IDX untuk simulasi perhitungan, seperti yang kita latih di slide "Hitung dari Nol".
Diskusi: Kapan Peer Comparison Bisa Menyesatkan?
Peer comparison adalah alat yang kuat, tapi punya keterbatasan yang wajib Anda sadari sebagai calon analis.
Keterbatasan Metode
Seluruh sektor bisa overvalued/undervalued bersamaan (mis. gelembung teknologi)
Peer group terlalu sempit (hanya 1-2 perusahaan) → kesimpulan rapuh
Pesan kunci: gunakan {RV} sebagai titik awal riset, bukan kesimpulan akhir. Selalu gabungkan dengan analisis fundamental (Pertemuan 4) dan konteks makro (Pertemuan 2-3) yang sudah Anda pelajari.
Rangkuman & Persiapan Minggu Depan
Konsep
Inti
Indeks Saham (IHSG, LQ45)
Termometer pasar, umumnya dibobot kapitalisasi pasar — saham besar dominan pengaruhnya
Peer Group
Dipilih berdasarkan sektor, ukuran, model bisnis, geografi — bukan asal sama industri
Fungsi {RV}
Menyusun tabel P/E, P/BV, EV/EBITDA antar-peer otomatis di Bloomberg
Interpretasi
Premium/diskon perlu digali alasan fundamentalnya, bukan diambil mentah
Minggu Depan: Pertemuan 6
Manajemen Portofolio & Opsi Ekuitas — mulai menyusun portofolio saham dan mengenal instrumen opsi sebagai alat lindung nilai.
TUGAS SEBELUM MINGGU DEPAN
Selesaikan Latihan RV
Lengkapi tabel peer comparison ICBP/UNVR dari latihan kelas, kumpulkan via LMS.