‹ Daftar slidePertemuan 4: Pasar Saham: Analisis Fundamental & Teknikal di Terminal Bloomberg
FEB UNDIP · Bloomberg for Student
Pasar Saham: Analisis Fundamental & Teknikal di Terminal Bloomberg
Pertemuan 4 · Membaca Saham dari Dua Lensa
Setelah kenal fungsi dasar Bloomberg, indikator ekonomi, dan kebijakan moneter — sekarang kita turun ke saham individual: mengapa harganya wajar (fundamental) dan ke mana arahnya (teknikal), langsung di layar terminal.
RPS minggu 4 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu membaca saham individual dari dua sudut pandang analisis menggunakan data Bloomberg. Secara rinci:
Capaian 1 — Konsep
🔍
Membedakan filosofi analisis fundamental (nilai wajar) dan analisis teknikal (pola harga & volume).
Capaian 2 — Hitung
🧮
Menghitung rasio fundamental (PER, PBV) dan indikator teknikal (RSI) dari data mentah tanpa salah aritmetika.
Capaian 3 — Terminal
💻
Mengoperasikan fungsi Bloomberg DES, FA, GP, EQS untuk menggali data perusahaan & menyaring saham.
Capaian 4 — Terapan
🇮🇩
Membaca saham riil di BEI (contoh BBCA) secara kombinasi, dan mengenali kesalahan analisis pemula.
Dua Analis, Dua Cara Membaca Saham yang Sama
Bayangkan dua mahasiswa magang di sekuritas melihat layar Bloomberg untuk saham BBCA yang sama — tapi menghasilkan kesimpulan dari sudut berbeda.
Analis A — "Nilai Wajarnya Berapa?"
📊
Buka fungsi FA: cek laba bersih, ekuitas, utang. Bandingkan harga saham dengan laba dan aset perusahaan — ini analisis fundamental.
Analis B — "Ke Mana Arahnya?"
📈
Buka fungsi GP: lihat grafik harga, pola candlestick, garis rata-rata bergerak. Tidak peduli laba perusahaan — ini analisis teknikal.
Keduanya benar, hanya beda pertanyaan. Analis profesional di meja riset biasanya memakai keduanya sekaligus — itulah yang kita bangun hari ini.
Blok 1 dari 3
Fondasi Analisis Fundamental
Filosofi "nilai wajar": dari makroekonomi turun ke laporan keuangan perusahaan, lalu dihitung jadi rasio yang bisa dibandingkan.
Analisis Fundamental vs Teknikal — Filosofi Dasar
Sebelum berhitung, pahami dulu asumsi masing-masing mazhab — keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda.
Aspek
Analisis Fundamental
Analisis Teknikal
Pertanyaan inti
Berapa nilai wajar saham ini?
Ke mana arah harganya?
Data yang dipakai
Laporan keuangan, ekonomi makro, industri
Harga historis & volume perdagangan
Horizon waktu
Menengah–panjang (bulan–tahun)
Pendek–menengah (hari–minggu)
Fungsi Bloomberg utama
DES, FA
GP
Fundamental menjawab "apa yang seharusnya"; teknikal menjawab "apa yang sedang terjadi" di pasar. Investor jangka panjang condong ke fundamental, trader harian condong ke teknikal.
Pendekatan Fundamental: Top-Down vs Bottom-Up
Analis fundamental bisa mulai dari ekonomi besar (top-down) atau langsung dari perusahaan (bottom-up).
Bloomberg mendukung keduanya: ECST/WECO untuk gambaran makro (top-down), DES/FA langsung ke laporan keuangan satu emiten (bottom-up).
Menghitung Rasio Fundamental Kunci — Hitung dari Nol
Dua rasio paling dasar untuk menilai kewajaran harga saham: PER (Price to Earnings Ratio — rasio harga terhadap laba per saham) dan PBV (Price to Book Value — rasio harga terhadap nilai buku per saham). Kasus: saham hipotetis mirip BBCA.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Harga saham saat ini (dari fungsi DES)
Data pasar terkini
Rp 9.800
Laba bersih per saham setahun (EPS)
Dari laporan laba-rugi
Rp 350
PER = Harga saham ÷ EPS
9.800 ÷ 350
28,0x
Nilai buku per saham (BVPS)
Ekuitas ÷ jumlah saham beredar
Rp 2.000
PBV = Harga saham ÷ BVPS
9.800 ÷ 2.000
4,9x
Interpretasi
28,0x vs ~18x
PER 28,0x berada di atas rata-rata sektor perbankan ~18x — premium sekitar 56% ((28−18)÷18). Pasar menilai prospeknya lebih baik dari rata-rata, atau saham ini relatif mahal — perlu dikonfirmasi dengan data lain.
Menggali Data Fundamental: Fungsi DES & FA
Dua fungsi Bloomberg paling dipakai untuk riset fundamental satu emiten.
Laporan laba-rugi, neraca, arus kas beberapa tahun terakhir
Rasio siap pakai: PER, PBV, ROE, DER — tanpa hitung manual
Bisa bandingkan tren tahun-ke-tahun dalam satu layar
Alur praktis: ketik ticker <Equity> DES <GO> untuk profil cepat → lanjut FA <GO> untuk bedah laporan keuangan lengkap.
Blok 2 dari 3
Analisis Teknikal & Membaca Grafik
Lupakan laporan keuangan sejenak — di sini kita membaca pola harga dan volume lewat candlestick, indikator, serta garis support & resistance.
Tiga Asumsi Dasar Analisis Teknikal
Analisis teknikal berdiri di atas tiga keyakinan yang berbeda total dari fundamental.
Asumsi 1
📉
Harga sudah mencerminkan semua informasi — termasuk laba, berita, dan sentimen pasar.
Asumsi 2
🔁
Harga bergerak dalam tren, bukan acak — tren cenderung berlanjut sampai ada sinyal pembalikan.
Asumsi 3
🔂
Sejarah berulang — pola perilaku investor di masa lalu cenderung terjadi lagi di masa depan.
Karena mengabaikan laporan keuangan, teknikal tidak menjawab apakah saham murah atau mahal secara nilai — hanya ke mana arah harga cenderung bergerak.
Membaca Candlestick Chart — Fungsi GP
Satu candle merangkum pergerakan harga dalam satu periode: pembukaan, penutupan, tertinggi, terendah.
Kotak (body) putih/terang = harga naik; kotak abu tua = harga turun. Garis atas-bawah (wick) menunjukkan tertinggi & terendah periode itu.
Menghitung Indikator RSI — Hitung dari Nol
RSI (Relative Strength Index — indeks kekuatan relatif) mengukur momentum: 0–100, di atas 70 dianggap overbought (jenuh beli), di bawah 30 oversold (jenuh jual).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Rata-rata kenaikan harga, 14 hari terakhir
Total kenaikan ÷ 14 hari
2,4
Rata-rata penurunan harga, 14 hari terakhir
Total penurunan ÷ 14 hari
1,2
Relative Strength (RS)
2,4 ÷ 1,2
2,0
RSI = 100 − [100 ÷ (1 + RS)]
100 − [100 ÷ (1+2,0)]
66,7
Interpretasi
RSI ≈ 66,7
Belum melewati ambang 70, tapi mendekati zona overbought — momentum beli kuat, waspada potensi koreksi harga dalam waktu dekat.
Coba Sendiri: Golden Cross atau Death Cross?
Geser parameter SMA jangka pendek dan panjang, amati kapan garis-garis itu berpotongan dan bagaimana RSI bereaksi di sekitar titik silang tersebut.
Support, Resistance & Garis Tren
Support (batas bawah) adalah level harga tempat pembeli cenderung masuk; resistance (batas atas) tempat penjual cenderung keluar.
Harga "memantul" antara dua garis ini disebut trading range. Kalau harga menembus resistance dengan volume besar, itu sinyal breakout — potensi tren naik baru dimulai.
Blok 3 dari 3
Kombinasi & Praktik di Terminal Bloomberg
Menyatukan dua mazhab, menyaring saham dengan EQS, dan membedah satu studi kasus BEI langkah demi langkah.
Kapan Pakai Fundamental, Kapan Pakai Teknikal?
Keduanya bukan saingan — pilihannya bergantung pada tujuan dan horizon waktu Anda.
Condong Fundamental
🏦
Investor jangka panjang (mis. dana pensiun, reksa dana saham)
Tujuan: memilih perusahaan berkualitas untuk dipegang bertahun-tahun
Contoh: memilih BBCA karena ROE konsisten tinggi
Condong Teknikal
⚡
Trader harian/mingguan, momentum jangka pendek
Tujuan: menentukan kapan masuk/keluar, bukan perusahaan mana
Contoh: masuk saat RSI turun dari zona overbought
Praktik umum di sekuritas: pakai fundamental untuk memilih saham (apa yang dibeli), lalu teknikal untuk memilih waktu (kapan membeli/menjual).
Menyaring Saham dengan Fungsi EQS
EQS (Equity Screening) menyaring ratusan saham sekaligus berdasarkan kriteria yang Anda tentukan — kombinasi fundamental & teknikal.
Contoh Kriteria Fundamental
PER < 15x (relatif murah)
ROE > 15% (profitabilitas sehat)
DER < 1,0x (utang tidak berlebihan)
Contoh Kriteria Teknikal
RSI antara 30–50 (belum overbought)
Harga di atas moving average 50 hari (tren naik)
Volume 30 hari terakhir naik
Hasil EQS bukan keputusan final — ia hanya daftar kandidat yang lolos filter. Analisis mendalam (DES, FA, GP) tetap wajib sebelum memutuskan.
Studi Kasus: Membaca BBCA di Bloomberg, Langkah demi Langkah
Menyatukan fundamental & teknikal dalam satu alur kerja nyata, seperti yang dilakukan analis sekuritas.
Walkthrough A — Sisi Fundamental
1. Ketik BBCA IJ Equity DES <GO> — cek profil & kapitalisasi pasar
2. Buka FA <GO> — catat PER, PBV, ROE tiga tahun terakhir
3. Bandingkan dengan rata-rata sektor perbankan (peer comparison)
4. Simpulkan: wajar / premium / diskon terhadap peer
Walkthrough B — Sisi Teknikal
1. Buka GP <GO> — amati tren 6 bulan terakhir
2. Tandai level support & resistance yang berulang
3. Cek RSI & moving average — overbought, oversold, atau netral?
4. Simpulkan: momentum mendukung masuk sekarang atau tunggu?
Kesalahan Umum Analisis Saham Pemula
Empat jebakan yang paling sering dijumpai — kenali agar Anda tidak mengulanginya.
Kesalahan
Mengapa Keliru
Cara Menghindari
Pakai PER saja tanpa pembanding
PER 28x terlihat "mahal" — padahal bisa wajar untuk sektor tertentu
Selalu bandingkan dengan rata-rata sektor (peer comparison)
Abaikan fundamental demi grafik
Saham dengan tren teknikal bagus bisa saja perusahaannya bermasalah
Kombinasikan — teknikal untuk waktu, fundamental untuk pilihan saham
Anggap RSI di atas 70 = "jual sekarang"
Saham bisa tetap overbought berminggu-minggu di tren kuat
Gunakan RSI sebagai konfirmasi, bukan sinyal tunggal
Kejar saham setelah breakout besar
Sering sudah telat — risiko naik, potensi untung menyempit
Cek volume & konfirmasi tren sebelum ikut masuk
Prinsip umum: jangan pernah memutuskan hanya dari satu angka atau satu indikator — selalu silangkan beberapa sumber data.
Latihan Praktik di Terminal Bloomberg
Kerjakan langsung di terminal kampus atau simulasi Bloomberg Market Concepts (BMC) Anda.
Instruksi Tugas
Pilih satu emiten BEI sektor konsumer/UMKM digital (mis. saham terkait ekosistem Tokopedia/GoTo) atau perbankan (mis. BBCA)
Buka DES dan FA — catat PER dan PBV terkini, hitung ulang manual dari harga & EPS
Buka GP — identifikasi 1 level support dan 1 level resistance, hitung RSI 14 hari
Tulis kesimpulan 3–5 kalimat: apakah saham ini layak diperhatikan, dari sisi fundamental & teknikal
Kumpulkan dalam bentuk screenshot terminal + catatan analisis singkat. Dibahas bersama di awal pertemuan berikutnya.
Ringkasan & Menuju Pertemuan 5
Yang Sudah Anda Kuasai
Filosofi & rasio analisis fundamental (PER, PBV)
Filosofi & indikator analisis teknikal (RSI, support/resistance)
Fungsi Bloomberg DES, FA, GP, EQS
Pertemuan 5 — Selanjutnya
📇
Dari satu saham ke indeks & peer comparison — bagaimana IHSG dibentuk dan bagaimana membandingkan BBCA dengan bank sejenis secara sistematis.
Satu saham sudah bisa Anda bedah dari dua sisi. Pertanyaan berikutnya: bagaimana kalau harus membandingkan puluhan saham sekaligus?