stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Kebijakan Moneter dan Peran Bank Sentral — Fungsi {FOMC}, {WB}

Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Bank Sentral{FOMC}{WB}Suku BungaKurs & Pasar

Kebijakan Moneter dan Peran Bank Sentral

Pertemuan 3 — Fungsi Bloomberg {FOMC}, {WB}

Bagaimana keputusan bank sentral — dari The Fed hingga Bank Indonesia — bergerak melalui suku bunga, obligasi, dan kurs, serta bagaimana melacaknya langsung di terminal Bloomberg.

RPS minggu 3 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:

Tujuan 1
T1
Menjelaskan peran & independensi bank sentral serta tiga instrumen kebijakan moneter konvensional.
Tujuan 2
T2
Menghitung efek pengganda uang (money multiplier) dari GWM (Giro Wajib Minimum) BI.
Tujuan 3
T3
Menggunakan fungsi Bloomberg {FOMC} untuk memantau jadwal, dot plot, dan keputusan Federal Reserve.
Tujuan 4
T4
Menggunakan fungsi Bloomberg {WB} untuk membaca yield obligasi global & menghitung selisih suku bunga (interest rate differential).
Bagian 1  ·  Slide 4–8
Dasar Kebijakan Moneter & Bank Sentral

Peran, independensi, instrumen, dan jalur transmisi kebijakan moneter ke perekonomian riil.

OMO · GWM · Discount Rate

Apa Itu Bank Sentral & Mengapa Harus Independen?

Bank sentral = otoritas moneter suatu negara — mengendalikan jumlah uang beredar & suku bunga untuk menjaga stabilitas harga.

Mandat Utama
  • Menjaga stabilitas harga (inflasi rendah & terkendali)
  • Menjaga stabilitas sistem keuangan & nilai tukar
  • The Fed (AS): dual mandate — inflasi dan lapangan kerja
  • Bank Indonesia: fokus utama stabilitas rupiah (harga & kurs)
Mengapa Independen?
  • Keputusan suku bunga sering tidak populer secara politik jangka pendek
  • Independensi mencegah tekanan "cetak uang" untuk danai defisit
  • Gubernur BI & anggota Dewan Gubernur The Fed punya masa jabatan tetap, tidak searah pemilu
Contoh Indonesia: Bank Indonesia diatur UU No. 4/2023 (UU P2SK) — independen dari pemerintah dalam menetapkan BI Rate, meski tetap berkoordinasi lewat forum stabilitas sistem keuangan.

Tiga Instrumen Kebijakan Moneter Konvensional

1. Operasi Pasar Terbuka

Open Market Operations (OMO) — bank sentral jual/beli surat berharga negara untuk menambah/mengurangi likuiditas perbankan.

2. Giro Wajib Minimum

GWM — persentase dana pihak ketiga yang wajib disimpan bank di bank sentral, tidak boleh disalurkan sebagai kredit. BI ~9%.

3. Suku Bunga Acuan

Policy rate — Fed Funds Rate (AS) atau BI Rate/BI 7-Day Reverse Repo Rate (Indonesia), acuan seluruh suku bunga pasar.

Menaikkan suku bunga acuan / GWM / menjual surat berharga (OMO) → kontraksi (uang beredar turun, kredit mahal — meredam inflasi). Menurunkan ketiganya → ekspansi (mendorong pertumbuhan).

Hitung dari Nol 1 — Efek Pengganda Uang dari GWM

Nasabah menyetor Rp100.000.000 ke Bank Mandiri. GWM BI ~9%. Berapa potensi total uang beredar dari setoran ini?

LangkahPerhitunganNilai
L1: GWM (r) sebagai desimal9% = 9 ÷ 1000,09
L2: Angka pengganda uang (m = 1 ÷ r)1 ÷ 0,0911,11
L3: Setoran awal (D)diberikanRp100.000.000
L4: Potensi total uang beredar (M = m × D)11,11 × Rp100.000.000≈ Rp1.111.000.000
Intuisi: setoran awal beredar berulang lewat rantai pinjam-simpan antarbank — makin rendah GWM, makin besar pengganda uang, makin ekspansif kebijakan moneter.

Coba Sendiri: Geser GWM, Lihat Uang Beredar Berlipat

Geser slider rasio GWM dan setoran awal, amati bagaimana angka pengganda uang dan potensi total uang beredar berubah secara real-time.

Jalur Transmisi Kebijakan Moneter ke Perekonomian

Satu keputusan suku bunga mengalir lewat beberapa jalur hingga sampai ke keputusan riil pelaku usaha & investor.

BI Rate naikBunga kredit naikKredit & konsumsi turunInvestasi & PDB turunInflasi turunJalur suku bungaJalur paralel: kurs (rupiah menguat) & harga aset (obligasi/saham) ikut bergerak
Jeda waktu (lag) transmisi biasanya 6–18 bulan — inilah sebabnya bank sentral bergerak berdasarkan proyeksi inflasi, bukan hanya data hari ini.

Ketika Suku Bunga Mentok Nol: QE & QT

Saat suku bunga acuan sudah mendekati 0% (seperti AS 2020) dan ekonomi masih perlu stimulus, bank sentral memakai instrumen tidak konvensional.

Quantitative Easing (QE)
  • Bank sentral membeli obligasi pemerintah & aset keuangan dalam jumlah besar
  • Menyuntikkan likuiditas langsung ke sistem keuangan — menekan yield obligasi jangka panjang
  • Dipakai The Fed besar-besaran 2008–2014 & 2020–2021
Quantitative Tightening (QT)
  • Kebalikan QE — bank sentral mengurangi kepemilikan obligasi (biarkan jatuh tempo/jual)
  • Menarik likuiditas dari sistem, mendukung upaya turunkan inflasi
  • The Fed jalankan QT sejak 2022 seiring inflasi pasca-pandemi
Neraca The Fed (balance sheet) yang membesar/mengecil akibat QE/QT bisa dipantau langsung di Bloomberg — sinyal penting selain sekadar level suku bunga acuan.
Bagian 2  ·  Slide 10–13
FOMC — Federal Reserve Amerika Serikat

Struktur, jadwal, dot plot, dan cara membaca fungsi Bloomberg {FOMC} untuk memantau bank sentral paling berpengaruh di dunia.

{FOMC} <GO>

Struktur & Jadwal FOMC

Siapa Anggota FOMC?
  • 7 Gubernur Dewan Federal Reserve (termasuk Ketua/Chair)
  • Presiden Fed New York — anggota tetap (pusat operasi pasar)
  • 4 dari 11 Presiden Fed Regional lain — bergilir tiap tahun
  • Total suara: 12 anggota per pertemuan
Jadwal & Output
  • 8 kali/tahun, sekitar tiap 6 minggu
  • Output: pernyataan resmi (statement) + konferensi pers Ketua Fed
  • 4 dari 8 pertemuan disertai Summary of Economic Projections — memuat dot plot
Dot plot = grafik titik proyeksi suku bunga masing-masing anggota FOMC untuk 1–3 tahun ke depan — sinyal arah kebijakan tanpa janji pasti.

Fungsi Bloomberg {FOMC} — Cara Pakai

Ketik FOMC lalu tekan <GO> di terminal Bloomberg — membuka dashboard khusus Federal Reserve.

Yang Ditampilkan
  • Tanggal pertemuan berikutnya & hitung mundur
  • Probabilitas pasar untuk tiap skenario kenaikan/penurunan (via WIRP)
  • Grafik dot plot proyeksi suku bunga anggota FOMC
  • Arsip pernyataan & transkrip konferensi pers
Kegunaan bagi Analis
  • Menilai apakah pasar sudah "price-in" (memperhitungkan) suatu keputusan
  • Membandingkan ekspektasi pasar vs. proyeksi resmi FOMC
  • Dasar strategi trading obligasi & mata uang jangka pendek
Price-in = pasar sudah menyesuaikan harga aset terhadap ekspektasi suatu peristiwa sebelum peristiwa itu terjadi — jika keputusan aktual sesuai ekspektasi, harga aset sering tidak banyak bergerak.

Walkthrough: Membaca Rilis Keputusan FOMC

Dua kasus langkah-demi-langkah membaca reaksi pasar terhadap pengumuman FOMC.

Kasus A — Sesuai Ekspektasi
  • Pasar sudah price-in penahanan suku bunga (probabilitas 85% di {FOMC})
  • FOMC umumkan: suku bunga ditahan — sesuai konsensus
  • Reaksi pasar: minimal — IHSG & rupiah relatif stabil hari itu
Kasus B — Di Luar Ekspektasi
  • Pasar perkirakan suku bunga ditahan (probabilitas 80%)
  • FOMC ternyata menaikkan 0,25% — mengejutkan pasar
  • Reaksi pasar: tajam — dolar menguat, IHSG & obligasi EM (termasuk Indonesia) tertekan
Pelajaran: yang menggerakkan pasar bukan keputusan itu sendiri, melainkan selisih antara keputusan aktual dan ekspektasi yang sudah tercermin di harga.

Studi Kasus: Kenaikan Fed Funds Rate & Dampaknya ke Indonesia

Saat The Fed menaikkan suku bunga agresif (mis. siklus 2022–2023), efeknya menjalar ke pasar keuangan Indonesia lewat beberapa jalur.

Jalur Kurs
  • Imbal hasil aset dolar naik → dana asing keluar dari pasar berkembang (capital outflow)
  • Rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS
  • BI biasanya merespons dengan menaikkan BI Rate agar selisih tetap menarik
Jalur Pasar Modal
  • Investor asing jual saham blue-chip IHSG (mis. BBCA, TLKM) → tekanan jual
  • Yield SBN (Surat Berharga Negara) naik mengikuti tren global
  • UMKM & startup lebih sulit dapat pendanaan murah
Inilah mengapa analis Indonesia wajib memantau {FOMC} — keputusan di Washington bisa mengubah arah aliran modal ke Bursa Efek Indonesia dalam hitungan jam.
Bagian 3  ·  Slide 15–18
{WB} World Bond Market & Bank Indonesia

Membaca yield obligasi global, menghitung selisih suku bunga, dan membandingkan kebijakan The Fed dengan BI.

{WB} <GO>

Fungsi Bloomberg {WB} — World Bond Market Monitor

Ketik WB lalu <GO> — menampilkan yield obligasi pemerintah puluhan negara dalam satu layar, dikelompokkan per kawasan.

Yang Ditampilkan
  • Yield obligasi tenor 2, 5, 10, 30 tahun per negara
  • Perubahan harian (basis poin) — kode warna kenaikan/penurunan
  • Indonesia (SBN), AS (Treasury), Jepang (JGB), Eropa (Bund), dsb.
Kegunaan bagi Analis
  • Membaca sikap kebijakan moneter global secara sekilas
  • Menghitung selisih yield (interest rate differential) antarnegara
  • Dasar keputusan alokasi portofolio obligasi lintas negara
Yield obligasi = imbal hasil tahunan yang diterima investor jika memegang obligasi hingga jatuh tempo — bergerak berlawanan arah dengan harga obligasi.

Hitung dari Nol 2 — Selisih Suku Bunga & Sinyal Carry Trade

BI Rate ~6,00%, Fed Funds Rate (batas atas) ~5,25%. Investor menempatkan USD 1.000.000 setara SBN selama 1 tahun, kurs ~Rp15.500/USD.

LangkahPerhitunganNilai
L1: BI Rate (acuan)diberikan6,00%
L2: Fed Funds Rate (batas atas)diberikan5,25%
L3: Selisih suku bunga = BI − Fed6,00% − 5,25%0,75%
L4: Estimasi carry kotor 1 tahun (USD)0,75% × USD1.000.000USD7.500
L5: Dikonversi ke Rupiah (kurs Rp15.500/USD)USD7.500 × Rp15.500≈ Rp116.250.000
Ini carry kotor saja — belum memperhitungkan risiko pelemahan rupiah (currency risk), yang bisa menghapus seluruh selisih bunga jika kurs bergerak tajam.

Bank Indonesia: BI Rate & GWM ~9%

Sejak 2016, acuan utama BI adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate (sering disingkat "BI Rate").

Rapat Dewan Gubernur
~12x
Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan untuk menetapkan BI Rate & kebijakan moneter.
GWM Rupiah (indikatif)
~9%
Persentase Dana Pihak Ketiga yang wajib disetor bank umum ke BI — instrumen kontraksi likuiditas domestik.
Prioritas BI: stabilitas rupiah (harga & kurs) dahulu, baru mempertimbangkan pertumbuhan — berbeda dari dual mandate The Fed yang menyeimbangkan inflasi dan lapangan kerja sejak awal.

The Fed vs Bank Indonesia: Sinkron atau Divergen?

AspekThe Fed (AS)Bank Indonesia
MandatDual: inflasi & lapangan kerjaPrioritas stabilitas rupiah
Frekuensi rapat8x/tahun~12x/tahun (bulanan)
Suku bunga acuanFed Funds RateBI 7-Day Reverse Repo Rate
Fungsi Bloomberg{FOMC}Pantau via {WB} / ECOS
Ketika The Fed menaikkan suku bunga agresif, BI sering "terpaksa" ikut naik — bukan karena inflasi domestik tinggi, melainkan untuk menjaga selisih suku bunga agar rupiah tidak terlalu tertekan (defensive rate hike).

Latihan Praktik: Buka {FOMC} dan {WB} di Terminal Bloomberg

Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu satu perwakilan mempresentasikan temuan singkat ke kelas.

Instruksi
  • Buka {FOMC} — catat tanggal pertemuan berikutnya & probabilitas skenario suku bunga
  • Buka {WB} — catat yield SBN 10 tahun Indonesia & US Treasury 10 tahun
  • Hitung selisih yield 10 tahun Indonesia vs. AS (seperti HDN 2)
Pertanyaan Diskusi
  • Apakah pasar memperkirakan kenaikan, penurunan, atau penahanan suku bunga?
  • Bagaimana selisih yield ini bisa memengaruhi keputusan investor asing di IHSG?
Tidak punya akses terminal? Gunakan data indikatif dari slide HDN 1–2 hari ini sebagai pengganti sementara.
Penutup Pertemuan 3
Bank Sentral Menggerakkan Seluruh Pasar Keuangan

Dari instrumen konvensional, FOMC, hingga {WB} — kebijakan moneter adalah "cuaca makro" yang membentuk setiap keputusan investasi berikutnya.

Yang Sudah Dikuasai
  • 3 instrumen & transmisi kebijakan moneter
  • Fungsi {FOMC} & {WB}
Kunci Penting
  • Money multiplier = 1/GWM
  • Interest rate differential & carry
Pertemuan Berikutnya
  • Analisis pasar saham — fundamental & teknikal