stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Operasi tools advanced dan team work

Operasi Tools Advanced dan Team Work

Big Data Analysis  |  Pertemuan 10  |  CPMK 1, 2, 3

Big Data Analysis Pertemuan 10 / RPS Week 11 150 menit

Agenda Pertemuan

Sesi Teori (60 menit)
  • Konsep advanced preprocessing
  • Framework penanganan masalah bisnis kompleks
  • Prinsip kerja tim analitik efektif
  • Peran dan tanggung jawab dalam tim
Sesi Praktik & Diskusi (90 menit)
  • Demo tools: pandas advanced, scikit-learn pipeline
  • Studi kasus bisnis digital Indonesia
  • Workshop kolaborasi tim (mini-project)
  • Presentasi temuan & review bersama

Tujuan Pembelajaran

01
  • Menerapkan teknik preprocessing lanjutan pada dataset bisnis berskala besar
02
  • Merancang pipeline analitik untuk menyelesaikan masalah bisnis yang kompleks dan multidimensi
03
  • Berkolaborasi dalam tim analitik dengan pembagian peran, komunikasi, dan integrasi hasil kerja yang efektif
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu mengoperasikan tools advanced untuk mengolah data kompleks sambil bekerja dalam kelompok secara efektif.
Topik 1

Advanced Data Preprocessing

Teknik-teknik lanjutan untuk membersihkan dan menyiapkan data nyata yang kotor

Tantangan Data Nyata di Bisnis Digital

Masalah Umum Data Bisnis

MasalahContoh Nyata
Missing values sistemikKolom alamat kosong di 40% record pelanggan e-commerce
Outlier ekstremTransaksi Rp 0 atau Rp 999.999.999 di log pembayaran
Duplikasi tersembunyiUser sama mendaftar dua kali dengan email berbeda
Inkonsistensi format"Jakarta", "JKT", "jakarta pusat" merujuk kota sama
Data driftPola transaksi berubah drastis saat promo Harbolnas
Prinsip GIGO: Garbage In, Garbage Out
Model sepintar apa pun akan menghasilkan prediksi yang salah jika data inputnya bermasalah. Preprocessing bukan pekerjaan tambahan — ini adalah inti analitik.
Fakta Industri: Data scientist menghabiskan ~60–80% waktu kerja mereka untuk kegiatan data preparation, bukan modeling.

Teknik Advanced Preprocessing

Imputasi Lanjutan

  • KNN Imputation: isi nilai hilang berdasarkan tetangga terdekat dalam ruang fitur
  • Iterative Imputer (MICE): imputasi berbasis regresi iteratif antar kolom
  • Time-aware imputation: untuk data time-series (forward/backward fill kontekstual)

Deteksi & Penanganan Outlier

  • IQR method: hapus atau winsorisasi data di luar Q1-1.5×IQR dan Q3+1.5×IQR
  • Isolation Forest: deteksi outlier multivariat dengan machine learning
  • DBSCAN: identifikasi noise point sebagai outlier potensial

Feature Engineering Lanjutan

  • Polynomial features: menangkap interaksi non-linear antar variabel
  • Target encoding: encode kategori berdasarkan rata-rata target (hati-hati leakage)
  • Binning adaptif: discretisasi berbasis distribusi data aktual
  • Temporal features: ekstrak hari, jam, musim dari timestamp
Pipeline sebagai solusi: Bungkus semua langkah preprocessing dalam sklearn.pipeline.Pipeline agar proses reproducible dan tidak ada leakage dari data test ke train.

Sklearn Pipeline: Dari Data Kotor ke Model Siap Pakai

from sklearn.pipeline import Pipeline
from sklearn.impute import KNNImputer
from sklearn.preprocessing import StandardScaler
from sklearn.ensemble import RandomForestClassifier

pipe = Pipeline([
  ('imputer', KNNImputer(n_neighbors=5)),
  ('scaler', StandardScaler()),
  ('model', RandomForestClassifier())
])

pipe.fit(X_train, y_train)
pipe.predict(X_test)

Keuntungan Pipeline

  • Mencegah data leakage: scaler hanya belajar dari training set
  • Reproducible: satu objek untuk fit dan predict
  • Mudah di-deploy ke production
  • Kompatibel dengan GridSearchCV untuk hyperparameter tuning
Best Practice Tim: Simpan pipeline sebagai file .pkl di repositori bersama agar semua anggota tim menggunakan preprocessing yang identik.
Topik 2

Handling Complex Business Problems

Framework berpikir dan pendekatan sistematis untuk masalah analitik yang berlapis

Framework Problem Decomposition

CRISP-DM yang Diperluas

FasePertanyaan KunciOutput
Business UnderstandingApa keputusan bisnis yang akan diambil?Problem statement
Data UnderstandingData apa yang tersedia? Seberapa berkualitas?Data audit report
Data PreparationTransformasi apa yang dibutuhkan?Clean dataset + pipeline
ModelingAlgoritma mana yang sesuai dengan tipe masalah?Model kandidat
EvaluationApakah model menjawab pertanyaan bisnis?Metrik + interpretasi
DeploymentBagaimana insight dikomunikasikan / diintegrasikan?Dashboard / laporan
Kesalahan Umum: Tim langsung lompat ke fase Modeling tanpa Business Understanding yang matang. Akibatnya: model akurat secara teknis tapi tidak menjawab pertanyaan bisnis yang sesungguhnya.

Pertanyaan yang Wajib Dijawab Sebelum Coding

  • Apa definisi "sukses" dari sudut pandang bisnis?
  • Siapa pengguna akhir dari insight ini?
  • Apa konsekuensi dari kesalahan prediksi?
  • Apakah data yang tersedia mewakili populasi target?

Jenis Masalah Bisnis dan Pendekatan Analitik

Jenis MasalahContoh Bisnis DigitalPendekatanMetrik Evaluasi
KlasifikasiPrediksi churn pelanggan GojekRandom Forest, XGBoost, Logistic RegressionF1-score, AUC-ROC, Precision-Recall
RegresiPrediksi nilai transaksi bulanan BCARidge, Gradient Boosting, Neural NetworkRMSE, MAE, R²
ClusteringSegmentasi pelanggan Tokopedia berdasarkan perilakuK-Means, DBSCAN, HierarchicalSilhouette Score, Davies-Bouldin
AnomaliDeteksi transaksi fraud BRImoIsolation Forest, Autoencoder, One-Class SVMPrecision@k, Recall@k
Time SeriesForecasting demand produk TelkomARIMA, Prophet, LSTMMAPE, RMSE per horizon
RekomendasiProduk yang disarankan di TokopediaCollaborative Filtering, Content-BasedHit Rate, NDCG

Studi Kasus: Reduksi Churn Pelanggan Gojek

Konteks Masalah

  • Gojek memiliki ~170 juta pengguna terdaftar di Asia Tenggara (data publik ~2023)
  • Churn 1% per bulan = jutaan pengguna hilang per tahun
  • Biaya akuisisi pelanggan baru ~5× biaya retensi pelanggan lama

Pendekatan Analitik

  1. Definisikan "churn": tidak ada transaksi dalam 30 hari terakhir
  2. Kumpulkan fitur: frekuensi order, nilai transaksi, jenis layanan dipakai, waktu sesi aplikasi
  3. Label data historis: siapa yang churn dalam 30 hari berikutnya?
  4. Train model klasifikasi dengan cross-validation temporal
  5. Deploy: kirim promo personal ke prediksi churn tinggi

Tantangan Preprocessing Khas

  • Class imbalance: pelanggan churn jauh lebih sedikit daripada yang aktif — gunakan SMOTE atau class_weight='balanced'
  • Temporal leakage: fitur tidak boleh menggunakan data yang terjadi SETELAH tanggal prediksi
  • Cold start: pelanggan baru tidak punya riwayat cukup — butuh strategi khusus
Takeaway: Mendefinisikan target variabel dengan tepat (kapan seseorang dianggap churn?) adalah keputusan bisnis, bukan teknis.
Topik 3

Team-Based Analytics Projects

Kolaborasi efektif dalam tim analitik: peran, komunikasi, dan integrasi hasil

Struktur Tim Analitik yang Efektif

Peran dalam Tim Data (untuk Proyek Kelas)

PeranTanggung Jawab Utama
Project LeadKoordinasi, timeline, komunikasi dengan "klien" (dosen)
Data EngineerAkuisisi data, cleaning pipeline, manajemen dataset
Data AnalystEDA, feature engineering, interpretasi statistik
ML EngineerModeling, evaluasi, hyperparameter tuning
CommunicatorVisualisasi, presentasi, laporan akhir

* Satu orang bisa memegang 1-2 peran di tim kecil

Protokol Kolaborasi

  • Version control: gunakan Git/GitHub untuk semua kode — tidak boleh kirim file via WhatsApp
  • Naming convention: sepakati nama variabel, fungsi, dan file sebelum coding dimulai
  • Daily standup: 10 menit setiap hari: apa yang sudah selesai, apa yang akan dikerjakan, ada blocker apa
  • Code review: minimal satu orang lain review sebelum merge ke main branch
  • Dokumentasi: setiap fungsi wajib punya docstring; keputusan penting dicatat di README

Workflow Kolaborasi: Git untuk Tim Analitik

Struktur Repository Tim

project-analitik/
├── data/
│   ├── raw/         # data asli, JANGAN diubah
│   └── processed/  # hasil preprocessing
├── notebooks/
│   ├── 01_eda.ipynb
│   ├── 02_preprocessing.ipynb
│   └── 03_modeling.ipynb
├── src/
│   ├── preprocess.py
│   └── evaluate.py
├── reports/
│   └── final_report.pdf
└── README.md

Branching Strategy untuk Tim Kelas

  • main: kode yang sudah direview dan siap presentasi
  • dev: integrasi pekerjaan semua anggota
  • feature/[nama]-[tugas]: misalnya feature/ali-preprocessing
Alur kerja:
1. Buat branch dari dev
2. Kerjakan tugas Anda
3. Buat pull request ke dev
4. Satu teman review
5. Merge jika disetujui
6. Presentasi dari main

Studi Kasus Tim: Analisis Segmentasi Pelanggan BCA

Konteks Proyek

  • BCA memiliki ~35 juta rekening aktif (data publik)
  • Tim marketing ingin personalisasi promosi berdasarkan perilaku transaksi
  • Dataset: ~1 juta sampel transaksi per bulan (simulasi)

Pembagian Tugas Tim (4 orang)

AnggotaTugasDeliverable
A (Lead)Business framing & koordinasiProblem statement doc
B (Data Eng)Cleaning & pipelineclean_data.csv + pipeline.pkl
C (Analyst)EDA & feature engEDA notebook + fitur baru
D (Comm)Clustering & visualisasiSegmen + dashboard

Fitur yang Dibangun Bersama

  • RFM Analysis: Recency (kapan terakhir transaksi), Frequency (berapa kali per bulan), Monetary (berapa nilai rata-rata transaksi)
  • Temporal features: apakah lebih aktif di akhir bulan (gajian)?
  • Channel preference: mobile banking vs ATM vs teller
Hasil: 4 segmen teridentifikasi — "Premium Active", "Regular Mid", "Occasional Low", "Dormant" — masing-masing dengan strategi marketing berbeda.

Komunikasi dalam Tim Analitik

Komunikasi Internal Tim
  • Standup harian 10 menit: progress, rencana, blocker
  • Dokumentasi keputusan di shared doc
  • Eskalasi masalah teknis dalam 2 jam, jangan simpan sendiri
  • Pair programming untuk bagian kritis
Komunikasi dengan Stakeholder
  • Bahasa non-teknis untuk manajer bisnis
  • Fokus pada implikasi bisnis, bukan detail teknis model
  • Visual > angka mentah: gunakan chart yang intuitif
  • Selalu sertakan ketidakpastian dan limitasi
Manajemen Konflik
  • Konflik teknis: uji dengan data, bukan opini
  • Konflik prioritas: kembali ke problem statement
  • Konflik interpersonal: mediasi early, libatkan lead
  • Dokumentasi keputusan yang diperdebatkan

Diagram: Pipeline Tim Analitik Terintegrasi

Data SourceRaw business dataData Engineer• Akuisisi data• Cleaning pipeline• Versioning dataset• pipeline.pkl→ clean_data.csvData Analyst• EDA & distribusi• Feature engineering• Seleksi fitur• Interpretasi stat→ features.csvML Engineer• Model training• Cross-validation• Hyperparameter tuning• Evaluasi bisnis→ model.pklCommunicator• Visualisasi insight• Dashboard• Laporan eksekutif• Presentasi bisnis→ Keputusan bisnisProject Lead — Koordinasi, Timeline, Komunikasi Stakeholder, QAShared Git Repository — Version control untuk semua artefak tim

Rangkuman Pertemuan 10

Key Takeaway 1 — Advanced Preprocessing adalah Fondasi
Teknik seperti KNN Imputation, Isolation Forest, dan sklearn Pipeline bukan fitur mewah — ini kebutuhan dasar untuk menangani data bisnis nyata yang kotor dan kompleks.
Key Takeaway 2 — Framework Sebelum Coding
Gunakan CRISP-DM sebagai panduan: pahami masalah bisnis, audit data, baru modeling. Mendefinisikan target variabel adalah keputusan bisnis, bukan keputusan teknis.
Key Takeaway 3 — Tim yang Terstruktur = Output Lebih Baik
Pembagian peran yang jelas, protokol kolaborasi (Git, standup, code review), dan komunikasi yang efektif adalah multiplier dari kemampuan teknis individu.
Key Takeaway 4 — Komunikasi Insight = Nilai Sebenarnya
Model terbaik pun tidak berguna jika insight-nya tidak bisa dikomunikasikan ke pengambil keputusan bisnis. Kemampuan bercerita dengan data adalah skill yang harus terus diasah.
Key Takeaway 5 — Iterasi adalah Normal
CRISP-DM bersifat iteratif. Kembali ke fase sebelumnya bukan kegagalan — itu adalah tanda bahwa Anda belajar dari data dan menyempurnakan pendekatan.

Tugas & Diskusi

Tugas Kelompok (dikumpulkan sebelum P11)
  1. Bentuk kelompok 3-5 orang, tetapkan peran masing-masing
  2. Pilih dataset bisnis Indonesia (bisa dari Kaggle Indonesia, BPS, atau dataset simulasi yang disediakan dosen)
  3. Terapkan minimal 2 teknik preprocessing advanced yang dibahas hari ini
  4. Buat sklearn Pipeline yang mencakup seluruh alur preprocessing
  5. Identifikasi tipe masalah bisnis dan pilih pendekatan analitik yang sesuai
  6. Dokumentasikan pembagian tugas dan workflow Git tim dalam README
Pertanyaan Diskusi
  • Menurut Anda, mengapa temporal leakage sangat berbahaya dalam model prediksi bisnis? Berikan contoh dari konteks Indonesia.
  • Bagaimana Anda menjelaskan perbedaan antara segmen pelanggan kepada manajer marketing yang tidak berlatar belakang data?
  • Apa tantangan terbesar dalam koordinasi tim analitik yang pernah Anda alami atau bayangkan?
Format pengumpulan: Link GitHub repository tim + slide presentasi 5 menit (dikumpulkan via LMS sebelum Pertemuan 11)

Terima Kasih & Sesi Tanya Jawab

Silakan ajukan pertanyaan mengenai materi hari ini

Preview Pertemuan 11: Data Visualization dan Strategic Insights
Kita akan belajar bagaimana memilih jenis visualisasi yang tepat, membangun dashboard interaktif, dan mengubah temuan analitik menjadi rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti oleh manajemen.
Persiapan P11

Install Matplotlib, Seaborn, dan Plotly di environment Anda

Bahan Bacaan

Storytelling with Data — Cole Nussbaumer Knaflic (Bab 1-3)

Dataset

Siapkan hasil clustering dari tugas kelompok untuk divisualisasikan di P11