stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Teknik prediktif lanjut dan clustering

Teknik Prediktif Lanjut dan Clustering

Mata Kuliah
Big Data Analysis
Pertemuan
7 dari 14
CPL
CPMK1 · CPMK2 · CPMK3

Agenda Pertemuan

Teori (75 menit)
  • Algoritma K-means: konsep & langkah
  • Hierarchical clustering: dendogram
  • Association rules: Apriori & FP-Growth
  • Metrics: support, confidence, lift
  • Model evaluation: silhouette, elbow
Praktik & Kasus (75 menit)
  • Segmentasi pelanggan Tokopedia
  • Market basket Alfamart/Indomaret
  • Pemilihan model terbaik
  • Diskusi kelompok studi kasus
  • Presentasi singkat & Q&A

Tujuan Pembelajaran

01
  • Menjelaskan prinsip K-means dan hierarchical clustering serta perbedaan utamanya
02
  • Menghitung support, confidence, dan lift untuk association rules secara manual
03
  • Memilih teknik clustering yang tepat berdasarkan karakteristik data bisnis
04
  • Mengevaluasi kualitas model prediktif menggunakan metrik yang sesuai konteks
Topik 1

Algoritma Clustering

K-means & Hierarchical Clustering

K-Means Clustering: Konsep Dasar

Definisi: Algoritma partisi yang membagi n observasi menjadi k kluster, di mana setiap observasi masuk ke kluster dengan centroid terdekat.
Minimasi:   J = Σ Σ ‖xi − μk‖²
μk = rata-rata semua titik di kluster k

Langkah: (1) Inisialisasi k centroid acak → (2) Assign titik ke centroid terdekat → (3) Update centroid → (4) Ulangi hingga konvergen

C1C2C3k=3 kluster terbentuk

Coba Sendiri: Jalankan Iterasi Assignment-Update K-Means

Klik langkah demi langkah untuk melihat titik data ditugaskan ke centroid terdekat, lalu centroid diperbarui hingga konvergen.

Memilih K yang Tepat: Metode Elbow

Elbow Method: Plot nilai Within-Cluster Sum of Squares (WCSS) terhadap berbagai nilai k. Titik "elbow" adalah k optimal — di situlah penurunan WCSS mulai melambat drastis.
kWCSSPenurunan
29.200
34.800−4.400 ✓
43.900−900
53.600−300
63.450−150

k=3 adalah titik elbow — penurunan terbesar.

Silhouette Score

Mengukur seberapa mirip suatu titik dengan klusternya dibanding kluster tetangga.

s(i) = (b − a) / max(a, b)
  • s ≈ 1: titik cocok di kluster ini
  • s ≈ 0: di perbatasan dua kluster
  • s ≈ −1: salah kluster
Target: rata-rata silhouette > 0,5

Coba Sendiri: Temukan Titik Elbow pada Kurva WCSS

Ubah jumlah k lalu amati bagaimana kurva WCSS menurun dan di mana penurunannya mulai melandai (titik elbow).

Hierarchical Clustering: Membangun Dendogram

Dua pendekatan utama:

MetodeCara KerjaCocok Untuk
Agglomerative (bottom-up)Mulai dari n kluster, gabung yang terdekatDataset kecil-menengah
Divisive (top-down)Mulai dari 1 kluster, pecah secara rekursifSkenario khusus

Linkage methods:

  • Single linkage: jarak minimum antar pasang
  • Complete linkage: jarak maksimum antar pasang
  • Average linkage: rata-rata semua jarak (paling stabil)
  • Ward: minimasi variance dalam kluster (paling populer)
ABCDEJaraktinggirendahDendogram Agglomerativepotong di sini → 2 kluster

Coba Sendiri: Potong Dendrogram di Ketinggian Berbeda

Geser garis potong pada dendrogram lalu amati bagaimana jumlah kluster yang terbentuk berubah tanpa perlu menentukan k di awal.

Topik 2

Association Rules Mining

Menemukan pola "jika — maka" dalam data transaksi

Metrik Association Rules

Support
support(A→B) = P(A ∩ B)
= |A∪B| / |transaksi|

Seberapa sering A dan B muncul bersama dari seluruh transaksi. Threshold minimum mencegah rules trivial.

Confidence
conf(A→B) = P(B|A)
= support(A∪B) / support(A)

Seberapa sering B dibeli ketika A sudah ada di keranjang. Ukuran kekuatan rule.

Lift
lift(A→B) = conf(A→B) / support(B)

Lift > 1: A dan B benar-benar berkaitan. Lift = 1: independen. Lift < 1: saling menghindari.

Contoh: Dari 1.000 transaksi, 200 berisi mi instan, 150 berisi telur, 120 berisi keduanya.
Support = 120/1.000 = 12%  |  Confidence = 120/200 = 60%  |  Lift = 0,6/0,15 = 4,0 (sangat kuat)

Coba Sendiri: Hitung Support, Confidence, dan Lift

Ubah jumlah transaksi yang mengandung item A, B, dan keduanya, lalu amati bagaimana support, confidence, dan lift berubah.

Algoritma Apriori vs FP-Growth

DimensiAprioriFP-Growth
PendekatanGenerate-and-test (kandidat itemset)FP-Tree — tanpa kandidat eksplisit
SkalabilitasLambat pada dataset besar (banyak scan DB)Cepat — hanya 2 kali scan database
MemoriRendah (prune dini)Lebih tinggi (menyimpan tree)
KelebihanMudah dipahami, implementasi sederhanaEfisien untuk transaksi jutaan baris
KekuranganLambat jika support rendahTree bisa sangat besar jika data sparse
Kapan dipakaiDataset kecil (<100 rb transaksi), pembelajaranProduksi: POS e-commerce, ERP retail
Prinsip Apriori: Jika itemset tidak frequent, semua supersetnya juga tidak frequent — prune dini menghemat komputasi.

Interpretasi Rules untuk Keputusan Bisnis

RuleSup.Conf.LiftAksi
Sampo → Kondisioner18%72%3.2Bundle promo
Popok → Susu formula9%68%4.5Rak berdekatan
Kopi → Gula31%85%2.1Cross-sell
Sabun mandi → Pasta gigi22%61%1.3Pantau
Framework Keputusan
  • Lift > 3 + Conf > 60%: tindakan segera (bundle, rak, notifikasi)
  • Lift 1,5–3: uji A/B sebelum scale
  • Lift < 1,5: monitor, belum perlu tindakan
Rules banyak ≠ rules berguna. Filter dengan minimum lift ≥ 1,5 dan pastikan dapat ditindaklanjuti oleh tim bisnis.
Topik 3

Model Evaluation & Aplikasi Bisnis

Studi kasus Indonesia: Gojek · Tokopedia · BCA · BRImo

Model Evaluation: Kerangka Lengkap

Untuk Clustering:

MetrikInterpretasiTarget
Silhouette ScoreKohesi vs separasi> 0,50
Davies-Bouldin IndexRasio scatter vs separasiSerendah mungkin
WCSS / ElbowVariance dalam klusterTitik elbow
Calinski-HarabaszBetween vs within scatterSetinggi mungkin

Untuk Model Prediktif (supervised):

MetrikCocok Untuk
AccuracyData seimbang
Precision / RecallKelas imbalanced (fraud, churn)
F1-ScoreKeseimbangan P & R
AUC-ROCRanking probabilitas
RMSE / MAERegresi (prediksi angka)

Studi Kasus: Segmentasi Pelanggan Gojek

Konteks: Gojek memiliki ~38 juta pengguna aktif bulanan (data publik ~2023). Segmentasi diperlukan untuk personalisasi promosi GoFood, GoRide, dan GoPay.

Fitur yang digunakan:

  • Frekuensi order per bulan
  • Rata-rata nilai transaksi
  • Layanan dominan (GoRide/GoFood/GoPay)
  • Waktu aktif (pagi/siang/malam)
  • Recency (hari sejak order terakhir)

Hasil K-means k=4:

SegmenProfilStrategi
ChampionFrek tinggi, nilai tinggiLoyalty reward
LoyalFrek tinggi, nilai menengahUpsell layanan
At-RiskPernah aktif, recency tinggiWin-back voucher
New/PassiveFrek rendah, baru bergabungOnboarding promo
Framework ini identik dengan RFM (Recency-Frequency-Monetary) yang umum di CRM.

Coba Sendiri: Hitung Skor RFM Pelanggan

Masukkan nilai recency, frequency, dan monetary seorang pelanggan lalu amati ke segmen mana ia jatuh (Champion, Loyal, At-Risk, atau New/Passive).

Studi Kasus: Market Basket Tokopedia

Konteks: Tokopedia (kini TikTok Shop ID) memproses jutaan transaksi harian. Association rules digunakan untuk fitur "Sering Dibeli Bersama" dan penentuan bundle produk.

Pengaturan parameter:

  • Algoritma: FP-Growth (skala jutaan transaksi)
  • Minimum support: 0,5% (50 rb dari 10 jt transaksi)
  • Minimum confidence: 40%
  • Minimum lift: 1,5
  • Max itemset length: 3 produk

Rules yang ditemukan (contoh ilustratif):

RuleLiftAksi
Case HP → Screen protector5.2Bundle otomatis
Sepatu lari → Kaos kaki olahraga3.8"Lengkapi outfit"
Printer → Tinta refill4.1Subscription
Buku masak → Peralatan dapur2.7Cross-category

Nilai lift ilustratif untuk pembelajaran — bukan data resmi Tokopedia.

Studi Kasus: Deteksi Anomali BRImo & BCA

BRImo — Clustering untuk Profil Transaksi Normal
  • K-means membentuk profil transaksi normal per segmen nasabah
  • Transaksi yang jauh dari centroid segmennya ditandai sebagai anomali
  • Threshold: jarak > 3σ dari centroid = alert fraud
  • Diintegrasikan ke sistem real-time monitoring
BCA — Behavioral Clustering Nasabah
  • Hierarchical clustering mengklasifikasikan nasabah berdasarkan pola transaksi bulanan
  • Hasil: segmen Wealth, Mass Affluent, Mass, dan Micro
  • Setiap segmen mendapatkan produk dan komunikasi berbeda
  • Model diperbarui setiap kuartal
Pelajaran kunci: Clustering tidak hanya untuk marketing — anomaly detection, credit scoring, dan risk segmentation juga mengandalkan teknik yang sama.

Diagram: Pipeline Analitik Prediktif

DataCollection& CleaningFeatureEngineeringNormalisasi, PCAModel TrainingK-means / HierarchicalApriori / FP-GrowthSupervised models(inti pertemuan ini)EvaluationSilhouette, LiftAUC-ROC, F1Deployment& MonitoringProduction + DriftFeedback loop — retrain jika ada driftPipeline Analitik Prediktif — End-to-End

Rangkuman Pertemuan 7

Key Takeaway — 5 Poin Utama:
  • K-means efisien untuk dataset besar tetapi memerlukan k yang ditentukan di awal; gunakan Elbow + Silhouette untuk memilih k optimal.
  • Hierarchical clustering tidak perlu k di awal dan menghasilkan dendogram yang intuitif, namun tidak skalabel untuk data sangat besar.
  • Association rules mengukur kekuatan asosiasi antar item via support, confidence, dan lift — lift > 1,5 biasanya baru layak ditindaklanjuti.
  • FP-Growth lebih cepat dari Apriori untuk dataset produksi (jutaan transaksi) karena hanya membutuhkan dua kali scan database.
  • Pemilihan metrik evaluasi bergantung konteks: silhouette score untuk clustering, AUC-ROC/Recall untuk kasus imbalanced seperti deteksi fraud.
Ingat: Teknik terbaik bukan yang paling canggih, melainkan yang paling dapat dijelaskan dan ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan bisnis.

Tugas & Diskusi Kelompok

Tugas Individu (dikumpul P9)
  1. Pilih satu dataset publik (UCI Machine Learning, Kaggle, atau data simulasi) yang memiliki minimal 500 baris.
  2. Terapkan K-means dengan k=3 dan k=5. Hitung silhouette score keduanya.
  3. Jalankan association rules mining dengan minimum support 5% dan confidence 40%.
  4. Tulis laporan 2 halaman: interpretasi bisnis dari kluster dan rules yang ditemukan.
Diskusi Kelompok (sesi ini)

Skenario: Anda adalah data analyst di jaringan minimarket dengan 500 gerai di Jawa Tengah. Manajer meminta Anda mengoptimalkan tata letak produk menggunakan data POS 3 bulan terakhir (simulasi: 50.000 transaksi).

  • Algoritma mana yang dipilih dan mengapa?
  • Parameter minimum support berapa yang masuk akal?
  • Bagaimana menyampaikan hasilnya kepada manajer non-teknis?

Q&A

Pertanyaan & Diskusi

Preview Pertemuan 8:
Insight Strategis dari Analisis Data

Kita akan membahas bagaimana mengubah output teknis (kluster, rules, prediksi) menjadi rekomendasi strategis yang dapat dipresentasikan ke C-level — dari data story telling, visualisasi eksekutif, hingga business case berbasis data.

Slides & materi: LMS Kulino UNDIP · Konsultasi: jam kantor atau email dosen