stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Exploratory Data Analysis dan visualisasi data

Exploratory Data Analysis dan Visualisasi Data

Big Data Analysis  ·  Pertemuan 5  ·  Program Bisnis Digital

CPMK 1 CPMK 2 CPMK 3 150 menit

Agenda Pertemuan

Sesi Teori (60 menit)
  • Konsep dan framework EDA
  • Statistik deskriptif dalam Big Data
  • Prinsip desain visualisasi data
  • Jenis-jenis chart dan use case
  • Arsitektur dashboard interaktif
Sesi Praktik (90 menit)
  • EDA dengan Python (Pandas + Seaborn)
  • Visualisasi interaktif dengan Plotly
  • Membangun dashboard sederhana (Streamlit / Looker Studio)
  • Studi kasus data transaksi e-commerce Indonesia
  • Diskusi & presentasi insight

Tujuan Pembelajaran

01
  • Menjelaskan tahapan EDA dan memilih statistik deskriptif yang tepat untuk dataset Big Data
02
  • Mengoperasikan tools visualisasi (Python Seaborn/Plotly, Looker Studio) untuk menghasilkan chart yang informatif
03
  • Merancang dan membangun dashboard interaktif yang mendukung insight bisnis bagi pemangku kepentingan
Topik 1

Exploratory Data Analysis (EDA)

Apa Itu EDA?

EDA adalah proses menjelajahi dataset secara sistematis untuk memahami karakteristiknya sebelum pemodelan formal dilakukan. Diperkenalkan oleh John W. Tukey (1977).

Tujuan utama EDA:
  • Memahami distribusi dan rentang variabel
  • Mendeteksi outlier dan anomali
  • Menemukan pola tersembunyi dan korelasi
  • Mengidentifikasi missing values
  • Memvalidasi asumsi analisis lanjutan
EDA Pipeline (umum)
1. Load & inspect data
2. Summary statistics
3. Distribusi univariat
4. Analisis bivariat & multivariat
5. Deteksi outlier & missing values
6. Dokumentasi temuan
Di konteks Big Data, EDA sering dilakukan pada sampel representatif terlebih dahulu (misal: 10% data) sebelum dijalankan penuh di cluster.

Statistik Deskriptif untuk Big Data

KelompokMetrikFungsiContoh Kasus
Tendensi SentralMean, Median, ModeNilai "tipikal" dataRata-rata nilai transaksi GoPay per hari
DispersiStd Dev, IQR, RangeSebaran nilaiVariabilitas harga produk Tokopedia per kategori
Bentuk DistribusiSkewness, KurtosisAsimetri & ekor distribusiDistribusi skor kredit nasabah BRI
PosisiPersentil, KuartilPembagian data ke segmenSegmentasi pelanggan BRImo berdasarkan frekuensi login
HubunganKorelasi Pearson/SpearmanKekuatan asosiasi antar variabelKorelasi frekuensi pembelian vs. churn rate Shopee
Pada dataset >1 juta baris, gunakan approximate statistics (HyperLogLog untuk cardinality, t-digest untuk persentil) agar efisien secara komputasi.

Coba Sendiri: Hitung Mean, Median, dan Sebaran Data

Masukkan sekumpulan angka lalu amati bagaimana mean, median, standar deviasi, dan kuartil berubah seketika.

Coba Sendiri: Baca Kekuatan Korelasi Pearson dan Spearman

Ubah pola titik data lalu amati bagaimana koefisien korelasi dan warna heatmap berubah mengikuti kekuatan hubungannya.

Mendeteksi Masalah Data dalam EDA

Missing Values
  • MCAR (Missing Completely at Random): acak murni, bisa di-drop
  • MAR (Missing at Random): tergantung variabel lain, perlu imputation
  • MNAR (Missing Not at Random): sistematis, hati-hati bias
Outlier Detection
  • IQR Method: outlier jika < Q1 - 1.5×IQR atau > Q3 + 1.5×IQR
  • Z-score: |z| > 3 dianggap outlier (distribusi normal)
  • Isolation Forest: untuk multivariate outlier di data besar
Pada data transaksi Gojek atau BCA, outlier bisa bermakna (fraud, peak event) atau kesalahan input — EDA yang baik membedakan keduanya sebelum keputusan imputasi atau penghapusan data diambil.
Topik 2

Teknik Visualisasi Data

Prinsip Desain Visualisasi Data

Akurasi
  • Skala sumbu dimulai dari nol (bar chart)
  • Hindari dual Y-axis yang menyesatkan
  • Label satuan selalu dicantumkan
Kejelasan
  • Satu chart = satu pesan utama
  • Minimisasi chart junk (gridline berlebih, 3D palsu)
  • Gunakan hierarki visual (size, color, position)
Efisiensi
  • Data-ink ratio tinggi (Tufte)
  • Highlight elemen penting dengan warna aksen
  • Sesuaikan kompleksitas dengan audiens
Edward Tufte: "Above all else show the data." — Desain yang baik membiarkan data berbicara, bukan mendistraksi dengan ornamen.

Memilih Jenis Chart yang Tepat

Tujuan AnalisisChart yang TepatHindariContoh Bisnis
Distribusi satu variabelHistogram, Box Plot, Violin PlotPie chart untuk >5 kategoriDistribusi durasi perjalanan GoRide
Perbandingan antar kategoriBar Chart (horizontal), Lollipop3D bar chartRevenue per kategori produk Tokopedia Q1 2025
Tren waktuLine Chart, Area ChartBar chart untuk time series padatVolume transaksi BRImo per hari 2024
Hubungan dua variabelScatter Plot, Bubble ChartLine chart untuk data non-ordinalKorelasi harga vs. rating produk Shopee
Komposisi bagian-keseluruhanTreemap, Stacked Bar, Pie (maks 5)Donut chart berlapisPorsi segmen pengguna Telkom IndiHome
Distribusi geografisChoropleth Map, Bubble MapBar chart untuk data spasialDensity merchant GoPay per provinsi Indonesia

Tools Visualisasi: Ekosistem Python

Matplotlib & Seaborn — Eksplorasi
  • Matplotlib: kontrol penuh, level rendah
  • Seaborn: statistikal, sintaks ringkas, integrasi Pandas
  • Cocok untuk: heatmap korelasi, pairplot, distribusi
  • Output: gambar statis (PNG/SVG)
Plotly & Altair — Presentasi
  • Plotly: interaktif, zoom/hover/filter built-in
  • Altair: deklaratif berbasis Vega-Lite, reproducible
  • Cocok untuk: dashboard web, laporan eksekutif
  • Output: HTML interaktif
Alur kerja rekomendasi: EDA awal → Seaborn (cepat, statistikal) → temuan kunci → Plotly (interaktif, untuk stakeholder) → embed di dashboard Streamlit atau Looker Studio.
Topik 3

Dashboard Interaktif & Aplikasi Bisnis

Arsitektur Dashboard Interaktif

Komponen Utama Dashboard
  • KPI Cards: metrik ringkas (revenue, DAU, conversion rate)
  • Trend Charts: pergerakan waktu (line/area)
  • Breakdown Views: dekomposisi per segmen (bar, treemap)
  • Detail Tables: data mentah yang dapat di-drill
  • Filters & Controls: date range, region, kategori
Prinsip UX Dashboard
  • F-pattern reading: metrik terpenting di kiri atas
  • Progressive disclosure: ringkasan dulu, detail on-demand
  • Konsistensi warna: satu warna = satu makna (hijau = positif)
  • Mobile-first: eksekutif sering akses via smartphone
  • Refresh cadence: real-time vs daily vs weekly sesuai kebutuhan

Tools Dashboard: Perbandingan

ToolsKelebihanKeterbatasanCocok Untuk
Streamlit (Python)Kode Python murni, deploy cepat, open-sourceStyling terbatas tanpa CSS customPrototype cepat, tim data science
Looker Studio (Google)No-code, integrasi Google ecosystem, share mudahKustomisasi terbatas, perlu koneksi GCP/SheetsDashboard bisnis non-teknis, UMKM
Tableau PublicDrag-drop powerful, komunitas besarVersi gratis data di-publish publikPortofolio, edukasi, data publik
Power BIIntegrasi Office 365, DAX formula powerfulEkosistem Microsoft, lisensi berbayarPerusahaan dengan infrastruktur Microsoft
Apache SupersetOpen-source, self-hosted, SQL-nativePerlu setup infrastrukturStartup teknis, data warehouse besar

Studi Kasus: Dashboard Operasional GoPay

Konteks Bisnis

GoPay memproses jutaan transaksi harian. Tim analitik perlu memantau kesehatan platform secara real-time untuk deteksi fraud, optimasi konversi, dan pelaporan regulasi ke OJK.

Pertanyaan Bisnis
  • Berapa volume & nilai transaksi per jam?
  • Di kota mana terjadi spike transaksi gagal?
  • Apakah ada pola transaksi anomali (potensi fraud)?
  • Bagaimana retention pengguna baru bulan ini?
Desain Dashboard
  • Row 1 — KPIs: Total TRX (hari ini), Success Rate (%), Avg Transaction Value, Active Users
  • Row 2 — Trends: Volume TRX per jam (line), Failure rate per jam (area)
  • Row 3 — Geo: Choropleth kota dengan TRX gagal tertinggi
  • Row 4 — Anomaly Flag: Tabel 10 transaksi dengan z-score tertinggi
Refresh: near real-time (5 menit) via pipeline streaming ke BigQuery → Looker Studio.

EDA dalam Praktik: Studi Kasus Tokopedia

Dataset (Simulasi)

10 juta baris transaksi produk elektronik: order_id, user_id, product_id, category, price, qty, timestamp, province, payment_method, status.

Langkah EDA
  1. df.info() — tipe data & missing values
  2. df.describe() — statistik deskriptif
  3. Histogram price — cek skewness (right-skewed wajar untuk e-comm)
  4. Boxplot price per kategori — identifikasi outlier per segmen
  5. Heatmap korelasi — price vs. qty vs. return rate
  6. Time series volume — pola harian & mingguan
Temuan EDA (Ilustratif)
  • ~3.2% missing value di kolom province — transaksi luar negeri via VPN
  • Distribusi harga right-skewed ekstrem: median Rp 185.000, mean Rp 420.000 (dipengaruhi outlier laptop/smartphone flagship)
  • Volume transaksi spike pada hari Jumat (pay day effect) dan tengah malam (flash sale)
  • Korelasi negatif lemah antara harga dan jumlah item (-0.12) — produk mahal dibeli satuan
Setiap temuan EDA memunculkan hipotesis yang perlu divalidasi pada analisis lanjutan (Pertemuan 6).

Diagram Alur: EDA ke Dashboard

Raw DataBigQuery / S3 / CSVLoad & Inspectdf.info() · df.head()Clean & ValidateMissing · Outlier · TypesDescriptive StatsMean · Std · CorrUnivariate VizHistogram · BoxPlotBivariate VizScatter · HeatmapKey InsightsHipotesis & TemuanHipotesisUntuk analisis lanjutUntuk analisis lanjutDashboard InteraktifKPI Cards · Trend Charts · Geo Map · FiltersStakeholderEksekutif · Manajer · TimFeedback loop: pertanyaan baru → EDA iteratif

Rangkuman Pertemuan 5

5 Key Takeaways:
  1. EDA adalah langkah wajib sebelum pemodelan — memahami distribusi, kualitas, dan pola data mencegah garbage-in-garbage-out pada analisis lanjutan.
  2. Statistik deskriptif memiliki konteks — gunakan median (bukan mean) untuk data dengan outlier ekstrem seperti transaksi e-commerce; laporkan IQR bersama mean untuk transparansi.
  3. Pemilihan chart = keputusan komunikasi — chart yang tepat membuat insight langsung dipahami; chart yang salah menyesatkan pengambil keputusan.
  4. Dashboard yang baik dimulai dari pertanyaan bisnis, bukan dari data yang tersedia — terapkan question-driven design dan prinsip progressive disclosure.
  5. EDA bersifat iteratif — setiap temuan memunculkan hipotesis baru yang mendorong eksplorasi lebih dalam atau validasi melalui teknik prediktif (Pertemuan 6).

Tugas & Diskusi

Tugas Individu (dikumpul Pertemuan 6)
  1. Unduh dataset publik pilihan Anda (contoh: data transaksi dari Kaggle, data BPS, atau data IDX).
  2. Lakukan EDA lengkap: statistik deskriptif, deteksi missing values & outlier, minimal 4 visualisasi berbeda.
  3. Dokumentasikan 3 insight bisnis dari EDA dalam format markdown notebook (.ipynb).
  4. Buat minimal 1 visualisasi interaktif menggunakan Plotly.
Diskusi Kelompok (30 menit sesi ini)

Kelompok Anda mendapat dataset penjualan mingguan toko online selama 2 tahun. Diskusikan:

  • Statistik deskriptif mana yang paling informatif?
  • Jenis chart apa yang Anda pilih untuk menampilkan tren & komposisi?
  • Apa 2 pertanyaan bisnis yang akan Anda jawab dengan EDA ini?
  • Dashboard seperti apa yang akan Anda rekomendasikan ke pemilik toko?

Pertanyaan & Diskusi

Preview Pertemuan 6:
Teknik Prediktif: Regresi dan Klasifikasi

Kita akan melanjutkan dari hipotesis yang Anda temukan di EDA hari ini menuju pemodelan prediktif — bagaimana membangun model regresi untuk memprediksi nilai transaksi dan model klasifikasi untuk mengidentifikasi potensi churn pelanggan menggunakan Python Scikit-learn.

Silakan ajukan pertanyaan atau sampaikan insight dari diskusi kelompok Anda.