‹ Daftar slidePertemuan 3: Konsep, teori, dan framework Data Analytics
Konsep, Teori, dan Framework Data Analytics
Mata Kuliah
Big Data Analysis
Pertemuan
3 / Minggu 3
CPL
CPMK 1 · CPMK 2 · CPMK 3
Agenda Pertemuan Ini
Teori (75 menit)
Definisi dan jenis Data Analytics
Framework CRISP-DM: 6 fase standar industri
Framework SEMMA: pendekatan SAS Institute
Perbandingan metodologi dan konteks penggunaan
Praktik & Diskusi (75 menit)
Problem-solving berbasis data — alur kerja nyata
Studi kasus: Gojek, Tokopedia, BCA, BRImo
Latihan: peta framework ke kasus bisnis
Diskusi kelompok + preview Pertemuan 4
Tujuan Pembelajaran
01
Menjelaskan konsep dan jenis-jenis Data Analytics (deskriptif, diagnostik, prediktif, preskriptif)
02
Memahami setiap fase framework CRISP-DM dan SEMMA beserta output masing-masing fase
03
Membandingkan metodologi analitik dan memilih pendekatan yang tepat untuk konteks bisnis tertentu
04
Menerapkan pendekatan problem-solving berbasis data pada studi kasus bisnis digital Indonesia
Topik 1
Konsep & Jenis Data Analytics
Apa Itu Data Analytics?
Definisi: Data Analytics adalah proses sistematis untuk memeriksa, membersihkan, mentransformasi, dan memodelkan data dengan tujuan menemukan informasi yang berguna, menarik kesimpulan, dan mendukung pengambilan keputusan.
Mengapa penting di era Big Data?
Volume data global tumbuh eksponensial — ~120 zettabyte pada 2023 (IDC estimate)
Data tanpa analisis = gudang tanpa inventaris
Keunggulan kompetitif kini berbasis keputusan berbasis bukti (evidence-based)
Konteks bisnis digital Indonesia
Penetrasi internet ~78% populasi (2024, APJII)
Transaksi e-commerce > Rp 500 triliun/tahun
Setiap transaksi digital = rekam jejak data yang bisa dianalisis
Empat Jenis Data Analytics
Jenis
Pertanyaan Utama
Metode Umum
Contoh Bisnis
Deskriptif
Apa yang terjadi?
Statistik deskriptif, dashboard, laporan
Laporan penjualan harian BRImo
Diagnostik
Mengapa terjadi?
Drill-down, korelasi, root-cause analysis
Mengapa konversi Tokopedia turun bulan ini?
Prediktif
Apa yang akan terjadi?
Machine learning, regresi, time-series
Prediksi churn pelanggan Gojek
Preskriptif
Apa yang harus dilakukan?
Optimasi, simulasi, AI rekomendasi
Rekomendasi harga dinamis Traveloka
Organisasi matur biasanya bergerak dari deskriptif → preskriptif seiring kapabilitas dan infrastruktur data mereka berkembang.
Nilai Bisnis di Setiap Level Analitik
Topik 2
Framework CRISP-DM & SEMMA
CRISP-DM: Cross-Industry Standard Process for Data Mining
Dikembangkan 1996 oleh konsorsium industri (SPSS, Teradata, Daimler, NCR). Hingga kini tetap standar de-facto proyek data mining dan analytics global.
Bersifat iteratif — bisa kembali ke fase sebelumnya
Agnostik tools — berlaku untuk Python, R, SAS, maupun Excel
Business-first — dimulai dan diakhiri dengan tujuan bisnis
Digunakan di >65% proyek data analytics profesional (survei KDnuggets 2021)
Fase
Output Utama
1. Business Understanding
Project objectives, success criteria
2. Data Understanding
Data inventory, quality report
3. Data Preparation
Clean dataset siap model
4. Modeling
Model terpilih + parameter
5. Evaluation
Model assessment, go/no-go
6. Deployment
Laporan / sistem produksi
CRISP-DM: Detail Setiap Fase
Business Understanding
Definisikan tujuan bisnis, terjemahkan ke tujuan analitik, buat project plan. Output: Problem statement, KPI sukses.
Data Understanding
Kumpulkan data awal, eksplorasi, identifikasi masalah kualitas. Output: Exploratory Data Analysis (EDA) report.
Data Preparation
Pilih, bersihkan, konstruksi, integrasikan, dan format data. Biasanya 60-70% waktu proyek. Output: Analytical dataset.
Modeling
Pilih teknik, bangun model, atur parameter, uji beberapa skenario. Output: Model + parameter optimal.
Evaluation
Nilai model vs. tujuan bisnis (bukan hanya akurasi teknis). Output: Keputusan go/no-go deployment.
Deployment
Integrasikan ke sistem, dokumentasi, monitoring. Output: Final report / model produksi.
SEMMA: Framework dari SAS Institute
SEMMA = Sample · Explore · Modify · Model · Assess — dikembangkan SAS Institute sebagai panduan praktis data mining.
Fase
Aktivitas Kunci
Perbedaan vs CRISP-DM
Sample
Ambil sampel representatif dari dataset besar
Eksplisit — CRISP-DM tidak menekankan sampling
Explore
Visualisasi, statistik deskriptif, deteksi anomali
Sejajar Data Understanding
Modify
Feature engineering, transformasi, seleksi variabel
Sejajar Data Preparation
Model
Terapkan algoritma statistik / machine learning
Sejajar Modeling
Assess
Evaluasi performa, validasi hasil
Sejajar Evaluation; tidak mencakup Deployment
Perbandingan CRISP-DM vs SEMMA
Dimensi
CRISP-DM
SEMMA
Asal
Konsorsium industri (1996)
SAS Institute (1990-an)
Jumlah fase
6 fase
5 fase
Titik awal
Pemahaman bisnis (Business Understanding)
Data teknis (Sampling)
Mencakup deployment
Ya (Fase 6)
Tidak eksplisit
Sifat iterasi
Sangat iteratif, siklus penuh
Lebih linear
Terbaik untuk
Proyek lintas-fungsi, bisnis & teknis
Proyek teknis focused, rapid prototyping
Adopsi industri
Sangat luas (de-facto standard)
Lebih terbatas (ekosistem SAS)
Topik 3
Problem-Solving Berbasis Data & Studi Kasus Indonesia
Pendekatan Problem-Solving Berbasis Data
Prinsip dasar: Mulailah selalu dari pertanyaan bisnis, bukan dari data yang tersedia. Data adalah alat, bukan tujuan.
Alur kerja problem-solving data:
Define — Artikulasikan masalah bisnis dengan presisi
Measure — Identifikasi metrik dan KPI yang relevan
Analyze — Temukan pola, korelasi, dan root cause
Improve — Rekomendasikan aksi berdasarkan insight
Control — Monitor implementasi dan dampaknya
*Adaptasi dari metodologi Six Sigma DMAIC untuk konteks Data Analytics
Kesalahan umum yang harus dihindari:
Mulai analisis tanpa pertanyaan yang jelas
Mengumpulkan semua data yang mungkin (data hoarding)
Mengacaukan korelasi dengan kausalitas
Membangun model tanpa memahami business context
Mempresentasikan hasil teknis ke stakeholder non-teknis
Studi Kasus: Gojek & Tokopedia
Gojek — Prediksi Permintaan Driver
Masalah: Driver menumpuk di area sepi, area sibuk kekurangan
Framework: CRISP-DM — Business Understanding → model prediktif demand
Data: Histori order, cuaca, event, jam, lokasi GPS real-time
Dampak: Deteksi fraud real-time sebelum transaksi diotorisasi
BRImo — Personalisasi Layanan
Masalah: Nasabah tidak aware terhadap produk yang relevan
Framework: SEMMA (rapid prototyping per segmen nasabah)
Data: Profil nasabah, histori transaksi, pola penggunaan app
Output: Push notification dan penawaran produk yang dipersonalisasi
Dampak: Peningkatan engagement dan cross-selling produk perbankan
Peta Framework ke Konteks Bisnis
Panduan praktis: Tidak ada framework yang selalu terbaik — pilihan tergantung pada tujuan, skala, dan sumber daya proyek.
Konteks Proyek
Framework Disarankan
Alasan
Proyek analytics lintas divisi dengan stakeholder bisnis & teknis
CRISP-DM
Business Understanding memastikan alignment
Rapid prototyping model untuk eksperimen internal
SEMMA
Lebih ringkas, cocok untuk iterasi cepat
Startup dengan data terbatas, keputusan cepat
CRISP-DM (lean versi)
Tetap harus mulai dari pertanyaan bisnis
Proyek enterprise dengan sistem produksi
CRISP-DM
Fase Deployment memastikan implementabilitas
Eksplorasi data awal / EDA
SEMMA (fase S-E-M)
Fokus teknis tanpa overhead proses bisnis
Diagram: Alur CRISP-DM untuk Kasus Bisnis Digital
Rangkuman Pertemuan 3
Key Insight: Framework bukan formalitas — ia adalah peta jalan yang memastikan analitik Anda menjawab pertanyaan bisnis yang tepat dengan cara yang dapat direproduksi.
4 Jenis Analytics: Deskriptif → Diagnostik → Prediktif → Preskriptif — hierarki nilai bisnis yang meningkat
CRISP-DM (6 fase): Standar industri de-facto; dimulai dari Business Understanding; bersifat iteratif; mencakup deployment
SEMMA (5 fase): Pendekatan teknis SAS; lebih ringkas; cocok untuk rapid prototyping analitik
Problem-solving berbasis data: Selalu mulai dari pertanyaan bisnis (Define), bukan dari data yang tersedia
Pilihan framework: Sesuaikan dengan konteks — CRISP-DM untuk proyek lintas-fungsi; SEMMA untuk eksplorasi teknis cepat
Kasus Indonesia: Gojek, BCA, BRImo, Tokopedia telah membuktikan nilai nyata analytics berbasis framework terstruktur
Tugas & Diskusi
Tugas Individu (dikumpulkan P4)
Pilih satu perusahaan digital Indonesia (bukan yang dibahas di kelas)
Identifikasi satu masalah bisnis yang kemungkinan mereka hadapi
Petakan solusi menggunakan framework CRISP-DM (6 fase) — 1-2 halaman
Sertakan: data yang dibutuhkan, jenis analitik yang digunakan, dan output yang diharapkan
Diskusi Kelompok (hari ini)
Skenario: Anda adalah data analyst di platform e-commerce baru. Penjualan drop 30% bulan lalu.
Gunakan CRISP-DM: definisikan Business Understanding untuk masalah ini
Jenis analitik apa yang paling tepat sebagai langkah pertama?
Data apa saja yang perlu Anda kumpulkan di fase Data Understanding?
Pertanyaan & Preview Pertemuan 4
Silakan ajukan pertanyaan tentang materi hari ini — CRISP-DM, SEMMA, jenis analitik, atau studi kasus.
Pertemuan 4: Operasi Tools Data Analytics Dasar
Pengenalan ekosistem tools: Python (Pandas, NumPy), SQL dasar untuk analitik
Eksplorasi data (EDA) praktis: statistik deskriptif & visualisasi awal
Hands-on: bekerja dengan dataset nyata (e-commerce Indonesia)