‹ Daftar slidePertemuan 8: Struktur Argumen dalam Teks Akademik Berbahasa Inggris — Klaim dan Bukti
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Bahasa Inggris 3
Pertemuan 8 — Struktur Argumen dalam Teks Akademik Berbahasa Inggris: Klaim dan Bukti
Mengenali anatomi argumen akademik, membedakan claim dan evidence, dan menyusun paragraf argumentatif berbahasa Inggris yang meyakinkan.
RPS MINGGU 9 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Mengapa Argumen Itu Penting?
Dari opini biasa menuju klaim akademik yang bisa dipertahankan dengan bukti.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengidentifikasi dan menyusun struktur argumen dalam teks akademik berbahasa Inggris. Secara rinci:
CAPAIAN 1
ANATOMI
Menjelaskan tiga komponen argumen: claim, evidence, warrant beserta fungsinya.
CAPAIAN 2
JENIS KLAIM
Membedakan claim of fact, value, dan policy dalam teks bisnis-akademik.
CAPAIAN 3
BUKTI
Menilai kekuatan evidence (statistik, contoh, kutipan ahli) dan menghindari klaim tanpa dukungan.
CAPAIAN 4
PRAKTIK
Menyusun paragraf argumentatif berbahasa Inggris dengan hedging language dan penanda logis yang tepat.
Opini vs. Argumen Akademik
Dalam bahasa Inggris akademik, argument bukan berarti "pertengkaran" — melainkan rangkaian pernyataan yang meyakinkan pembaca lewat bukti dan logika, bukan sekadar perasaan.
Opini (Tanpa Bukti)
"Digital marketing is the best strategy for UMKM."
Terdengar meyakinkan, tapi tidak ada data yang mendukung — pembaca akademik akan bertanya, "Menurut siapa? Berdasarkan apa?"
Argumen Akademik
"Digital marketing is an effective strategy for UMKM, as 68% of Indonesian small businesses reported increased sales after adopting social commerce (BPS, 2025)."
Klaim + evidence yang bisa diverifikasi — ini yang dicari dosen dan reviewer jurnal.
Tiga Komponen Argumen
Model sederhana dari Toulmin: setiap argumen akademik yang kuat punya tiga bagian yang saling mengunci.
1. CLAIM
Pernyataan Inti
Apa yang ingin Anda buktikan. Contoh: "E-wallet adoption boosts UMKM revenue."
2. EVIDENCE
Bukti Pendukung
Data, contoh, atau kutipan ahli yang mendukung claim. Contoh: statistik Bank Indonesia.
3. WARRANT
Penalaran Penghubung
Penjelasan MENGAPA evidence tersebut mendukung claim — jembatan logis di antara keduanya.
Glosarium: warrant = alasan/penalaran yang menghubungkan bukti dengan klaim; bukan bukti itu sendiri, melainkan "mengapa bukti ini relevan".
Tiga Jenis Claim
Strategi pembuktian berbeda tergantung jenis klaim yang Anda buat.
Jenis Claim
Ciri
Contoh Kalimat
Claim of Fact
Bisa diverifikasi benar/salah dengan data
"Indonesia's e-commerce market grew by 12% in 2025."
Claim of Value
Menilai baik/buruk, penting/tidak
"Data privacy should be a top priority for fintech apps."
Claim of Policy
Mengusulkan tindakan/kebijakan
"Local governments should subsidize digital literacy training for UMKM."
Kebanyakan esai bisnis mencampur ketiganya: fact untuk membangun latar belakang, value untuk menilai urgensi, policy untuk rekomendasi.
Bagian 2 dari 3
Membangun Bukti yang Kuat
Jenis evidence, bahasa hedging, dan cara merangkai keduanya menjadi paragraf yang solid.
Jenis-Jenis Evidence
Bukti akademik yang kredibel biasanya berasal dari empat sumber berikut.
STATISTIK
Data Kuantitatif
Angka dari sumber resmi: BPS, OJK, laporan keuangan Tbk. Contoh: "BBCA's digital transaction volume rose 18% (BCA Annual Report, 2025)."
STUDI KASUS
Contoh Nyata
Ilustrasi konkret dari perusahaan/kejadian. Contoh: kasus kebangkrutan Sriwijaya Air 2021 sebagai bukti risiko manajemen kas.
KUTIPAN AHLI
Expert Opinion
Pendapat pakar/peneliti yang dikutip. Contoh: "According to Rangkuti (2020), digital transformation requires strong leadership commitment."
HASIL RISET
Studi Terdahulu
Temuan penelitian sebelumnya (jurnal, survei). Harus disebut sumbernya, bukan diklaim sebagai pendapat sendiri.
Hedging Language: Berbicara dengan Hati-Hati
Hedging = penggunaan kata yang melunakkan kepastian klaim, karena akademisi jarang bicara 100% pasti tanpa data lengkap.
Terlalu Mutlak (Hindari)
"Social media always increases UMKM sales."
Klaim mutlak mudah dipatahkan satu contoh berlawanan.
Ber-Hedging (Akademik)
"Social media may increase UMKM sales, particularly when combined with consistent content strategy."
Lebih presisi & jujur terhadap keterbatasan bukti.
Kata hedging umum: may, might, could, suggests, indicates, appears to, tends to, is likely to.
Langkah demi Langkah: Membedah Satu Kalimat Argumen
Mari bedah kalimat ini bersama: "Because 73% of Indonesian consumers now prefer cashless payment (Bank Indonesia, 2025), digital wallets have become essential for retail UMKM survival."
Langkah
Yang Dilakukan
Hasil Identifikasi
1. Cari inti pernyataan
Apa yang penulis ingin buktikan?
CLAIM: "digital wallets have become essential for retail UMKM"
WARRANT tersirat pada "Because...", menghubungkan preferensi konsumen ke kebutuhan UMKM
4. Nilai kekuatan
Apakah warrant-nya eksplisit?
LEMAH — warrant tersirat, sebaiknya ditulis eksplisit: "...which means retailers without it risk losing customers."
Langkah demi Langkah: Menilai Kekuatan Sebuah Bukti
Kasus: seorang mahasiswa menulis, "E-commerce is risky for UMKM because my cousin's online shop failed last year." Mari nilai bukti ini.
Langkah
Pertanyaan Penilaian
Hasil Penilaian
1. Sumber
Dari mana bukti ini berasal?
Anekdot pribadi (pengalaman sepupu) — bukan sumber terverifikasi
2. Cakupan (scope)
Berapa banyak kasus yang diwakili?
n = 1 (satu kasus saja) — sangat kecil untuk generalisasi
3. Relevansi
Apakah faktor kegagalan jelas terkait e-commerce?
Tidak jelas — bisa jadi sebab lain (modal, manajemen, produk)
4. Kesimpulan
Layak jadi bukti utama klaim umum?
TIDAK — ini contoh hasty generalization, perlu data agregat (mis. survei kegagalan UMKM digital nasional)
Penanda Logis: Menyambung Claim dan Evidence
Kata penghubung (connectors/signal words) membuat alur argumen Anda mudah diikuti pembaca.
Fungsi
Contoh Connector
Contoh Pemakaian
Menambah bukti
moreover, furthermore, in addition
"Moreover, transaction data from Shopee supports this trend."
Menunjukkan akibat
therefore, thus, as a result
"As a result, UMKM adoption of QRIS increased significantly."
Menyimpulkan dari bukti
this suggests, this indicates
"This suggests that digital literacy is the key barrier."
Memberi kontras/batasan
however, nevertheless, although
"However, rural areas still show low adoption rates."
Jebakan Umum: Argumen yang Lemah
Kenali pola kesalahan ini agar tidak terulang di tulisan Anda.
Unsupported Claim Klaim besar tanpa bukti sama sekali. Contoh: "Fintech will replace all banks." — tanpa data pendukung.
Hasty Generalization Menarik kesimpulan umum dari contoh yang terlalu sedikit (lihat walkthrough sebelumnya).
Appeal to Authority (Tanpa Konteks) "A famous CEO said so" tanpa menjelaskan relevansi atau kualifikasi sumber tersebut.
Irrelevant Evidence Bukti benar tapi tidak berkaitan langsung dengan claim — warrant hilang.
Bagian 3 dari 3
Praktik: Menganalisis dan Menulis Argumen
Saatnya Anda mencoba sendiri — menganalisis paragraf nyata dan berdiskusi berkelompok.
Latihan 1: Identifikasi Claim dan Evidence
Paragraf Contoh
"Indonesian UMKM that adopt QRIS payment systems tend to experience faster transaction processing. According to Bank Indonesia (2025), QRIS transactions grew by 91% year-on-year, reaching over 45 million merchants nationwide. This suggests that standardized digital payment infrastructure plays a critical role in accelerating UMKM digitalization, particularly in reducing cash-handling costs and improving record-keeping accuracy."
Instruksi: Kerjakan sendiri (5 menit) — garis bawahi 1 claim, 1 evidence, dan 1 kata hedging dalam paragraf di atas. Siapkan jawaban Anda untuk dibahas bersama.
Latihan 2: Susun Paragraf Argumentatif Anda Sendiri
Instruksi (10 menit, individu): Tulis satu paragraf (4–5 kalimat) berbahasa Inggris dengan topik: "Should Indonesian universities require digital literacy courses for business students?"
Mulai dari claim, lalu tanyakan pada diri sendiri: "Bukti apa yang saya punya?" Kalau tidak ada data pasti, gunakan contoh nyata (UMKM/BEI/startup) yang Anda tahu.
Coba Sendiri: Kalkulator Kekuatan Argumen (Toulmin)
Sebelum menulis, geser keenam komponen Toulmin (claim, data, warrant, backing, qualifier, rebuttal) untuk melihat seberapa kuat kombinasi yang Anda rencanakan — ini memandu pilihan evidence dan hedging yang wajib ada di checklist di atas.
Coba Sendiri: Academic Essay Argument Outliner
Susun kerangka esai akademik Anda langkah demi langkah — isi thesis statement, topic sentence per paragraf, claim, evidence, dan counter-argument, lalu pindahkan hasilnya ke dalam paragraf penuh sebagai draf tulisan Anda untuk latihan di atas.
Diskusi Kelompok: Tukar dan Kritik
Instruksi (10 menit, kelompok 3 orang): Tukar paragraf dari Latihan 2 dengan dua teman. Beri masukan menggunakan tiga pertanyaan berikut.
Pertanyaan Peer-Review
Fokus Penilaian
Apakah claim-nya jelas dalam satu kalimat?
Kejelasan & fokus argumen
Apakah evidence-nya relevan dan cukup kuat?
Kualitas & relevansi bukti
Apakah ada connector & hedging yang tepat?
Bahasa akademik yang natural
Checklist Argumen Akademik yang Kuat
Gunakan daftar ini setiap kali merevisi paragraf argumentatif Anda.
#
Pertanyaan Cek
Kalau "Tidak"
1
Apakah claim tertulis eksplisit di 1–2 kalimat awal?
Tulis ulang kalimat topik (topic sentence)
2
Apakah ada minimal 1 evidence konkret (data/contoh/kutipan)?
Cari sumber atau contoh nyata sebelum lanjut
3
Apakah warrant (hubungan evidence→claim) dijelaskan, bukan diasumsikan?
Tambah kalimat "this shows/suggests that..."
4
Apakah bahasa hedging dipakai untuk klaim yang belum pasti mutlak?
Ganti "always/never" dengan "tends to/often"
Rangkuman: Cheat Sheet Argumen Akademik
Konsep
Inti
Claim
Pernyataan inti yang ingin dibuktikan (fact / value / policy)
Evidence
Statistik, studi kasus, kutipan ahli, atau hasil riset yang mendukung claim
Warrant
Penalaran eksplisit yang menjembatani evidence ke claim
Hedging
may, might, suggests, tends to — melunakkan kepastian klaim secara akademik
Jebakan umum
Unsupported claim, hasty generalization, appeal to authority, irrelevant evidence
Penutup & Persiapan Minggu Depan
Minggu Depan
Sintesis sumber & parafrase — cara mengutip dan menggabungkan beberapa sumber tanpa plagiarisme, termasuk reported speech dan inversion.
TUGAS
1 Paragraf
Revisi paragraf Latihan 2 memakai masukan kelompok; kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya via LMS.
Bawa paragraf revisi Anda minggu depan — kita akan mulai belajar mengutip sumber lain untuk memperkuat argumen Anda lebih jauh lagi.