‹ Daftar slidePertemuan 1: Karakteristik Komunikasi Bisnis Formal vs Informal & Korespondensi Efektif
Bisnis Digital • Bahasa Inggris 3
Karakteristik Komunikasi Bisnis Formal vs Informal
& Korespondensi Efektif
Mengapa email ke atasan tidak boleh ditulis seperti chat ke teman? Membedah register (tingkat formalitas bahasa) dan menyusun korespondensi bisnis yang efektif.
RPS minggu 1 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
CAPAIAN 1 — REGISTER
MENGENALI FORMAL VS INFORMAL
Mengidentifikasi ciri linguistik yang membedakan bahasa Inggris formal dan informal dalam konteks bisnis.
CAPAIAN 2 — KONTEKS
MEMILIH REGISTER TEPAT
Menentukan tingkat formalitas yang sesuai berdasarkan audiens, medium, dan tujuan komunikasi.
CAPAIAN 3 — KONVERSI
MENGUBAH INFORMAL → FORMAL
Merevisi kalimat/pesan informal menjadi formal secara tepat tanpa kehilangan maksud aslinya.
CAPAIAN 4 — KORESPONDENSI
MENYUSUN EMAIL EFEKTIF
Menyusun struktur email bisnis (subject, salam, isi, penutup) yang jelas dan profesional.
Bagian 1 dari 3
Mengapa Formalitas Berbeda-beda?
Mengenal konsep register dan ciri linguistik yang membedakan bahasa Inggris formal dari informal.
RegisterKosakataStruktur Kalimat
Register: Spektrum, Bukan Sakelar On/Off
Formalitas bahasa bukan pilihan biner. Bayangkan sebuah spektrum dari sangat santai hingga sangat resmi.
SANGAT INFORMAL
Chat Teman
"hey, u free later? lemme know asap" — slang, singkatan, tanpa tanda baca rapi.
SEMI-FORMAL
Chat Kerja (Slack/Teams)
"Hi Rani, could you send the report when you get a chance?" — sopan tapi ringkas.
SANGAT FORMAL
Surat/Email Resmi
"I would be grateful if you could kindly forward the report at your earliest convenience."
Posisi Anda di spektrum ini ditentukan oleh audiens, medium, dan tujuan — bukan sekadar "sopan atau tidak sopan".
Ciri Linguistik Bahasa Formal
Bahasa formal ditandai oleh pilihan kata dan struktur yang menjaga jarak profesional serta presisi makna.
LIMA CIRI UTAMA
Tanpa kontraksi (contractions): "do not" bukan "don't"; "cannot" bukan "can't".
Kosakata Latinate/formal: "commence" bukan "start"; "purchase" bukan "buy".
Kalimat lengkap & kompleks: menghindari fragmen kalimat dan bahasa lisan.
Modal verbs sopan: "could", "would", "may I" untuk permintaan tidak langsung.
Tanpa slang/idiom kasual: hindari "guys", "awesome", emoji dalam surat resmi.
Bahasa formal = presisi + jarak yang sopan, bukan sekadar "kata-kata sulit".
Ciri Linguistik Bahasa Informal
Bahasa informal mengutamakan kedekatan dan efisiensi — wajar dipakai di percakapan sehari-hari atau chat internal tim.
CIRI KOSAKATA & STRUKTUR
Santai & Ringkas
Kontraksi bebas: "I'm", "we'll", "don't".
Singkatan: "asap", "fyi", "btw", "u".
Kalimat pendek, kadang fragmen: "Sounds good!"
CONTOH KONTEKS WAJAR
Kapan Boleh Dipakai
Chat grup WhatsApp tim magang, obrolan Slack sesama rekan selevel, atau caption media sosial UMKM yang menyasar anak muda.
Informal bukan berarti salah — salah hanya jika dipakai di konteks yang menuntut formalitas, misalnya email ke direktur atau surat lamaran kerja.
Kalimat asal (chat ke rekan magang): "hey can u send me that sales report? need it asap, thx!"
Langkah
Tindakan
Hasil Revisi
1. Ganti sapaan
"hey" → salam formal dengan nama
"Dear Mr. Santoso,"
2. Hilangkan singkatan & slang
"u", "asap", "thx" → kata penuh
"you", "at your earliest convenience", "thank you"
3. Ubah ke modal sopan
perintah langsung → permintaan tidak langsung
"Could you please send..."
4. Tambahkan penutup formal
sisipkan kalimat penutup & tanda tangan
"Best regards, Aditya"
HASIL AKHIR
"Dear Mr. Santoso, Could you please send me the sales report at your earliest convenience? Thank you. Best regards, Aditya"
Bagian 2 dari 3
Kapan Pakai yang Mana?
Memilih register yang tepat berdasarkan audiens, medium, dan tujuan komunikasi.
AudiensMediumKesalahan Umum
Tiga Faktor Penentu Pilihan Register
Sebelum menulis, tanyakan tiga hal ini pada diri Anda.
1. AUDIENS
Siapa Pembacanya?
Atasan/klien eksternal → formal. Rekan tim selevel → semi-formal/informal.
2. MEDIUM
Lewat Apa Dikirim?
Email/surat resmi → formal. Chat/WhatsApp internal → lebih longgar.
3. TUJUAN
Untuk Apa Pesan Ini?
Permintaan resmi/kontrak → formal. Koordinasi cepat → boleh ringkas.
Kalau ragu, pilih lebih formal lebih dulu — menaikkan formalitas nanti lebih mudah daripada memperbaiki kesan tidak profesional.
Perbandingan: Email ke Dosen vs Chat ke Teman Tim
Pesan yang sama — menanyakan jadwal bimbingan — ditulis untuk dua audiens berbeda.
Elemen
Email ke Dosen Pembimbing
Chat ke Teman Satu Tim
Sapaan
"Dear Prof. Dewi,"
"Woy, jadi bimbingan kapan?"
Isi permintaan
"I would like to ask about the schedule for our next consultation."
"kita bimbingan kapan nih?"
Penutup
"Thank you for your time. Best regards, Nadia"
"oke makasih ya 🙏"
Isi pesan sama, tapi register-nya harus berbeda karena audiens dan relasi kuasa (power distance) berbeda.
Kesalahan Register yang Paling Sering Terjadi
Kenali jebakan umum ini agar tidak terulang saat magang atau bekerja.
EMPAT JEBAKAN UMUM
Terlalu santai ke atasan: memakai "hey", emoji, atau singkatan ke direktur/klien.
Terlalu kaku ke rekan sebaya: email super-formal ke sesama mahasiswa magang, terkesan berjarak.
Campur register dalam satu pesan: salam formal "Dear Sir" tapi isi penuh singkatan "asap", "btw".
Meniru gaya asing tanpa konteks: menyalin template Barat mentah-mentah tanpa menyesuaikan budaya kerja Indonesia yang lebih menghargai kesantunan (politeness) eksplisit.
Konsistensi register dalam satu pesan sama pentingnya dengan memilih register yang benar sejak awal.
Langkah demi Langkah — Walkthrough 2: Menulis Subject Line Email Formal
Kasus: melaporkan keterlambatan pengiriman data penjualan ke atasan.
Langkah
Pertimbangan
Hasil
1. Tentukan inti pesan
Apa satu hal terpenting yang harus pembaca tahu?
"Data penjualan terlambat"
2. Sebutkan objek spesifik
Hindari subject line vage seperti "Update" atau "Hi"
"Sales Data" — bukan hanya "Update"
3. Tambahkan urgensi/tanggal bila perlu
Bantu pembaca memprioritaskan email
tambahkan "– Q3 Report, Due Friday"
4. Rangkai jadi subject line final
Singkat, spesifik, profesional
"Delay in Q3 Sales Data – Due Friday"
HASIL AKHIR
Subject line: "Delay in Q3 Sales Data – Due Friday" — jelas, spesifik, dan langsung menyampaikan prioritas kepada pembaca sejak dari inbox.
Bagian 3 dari 3
Anatomi Korespondensi Bisnis Efektif
Struktur, salam, dan frasa siap-pakai untuk menulis email bisnis yang jelas dan profesional.
StrukturSalamFrasa Efektif
Struktur Baku Email Bisnis
Lima komponen ini hampir selalu hadir dalam email bisnis formal, urut dari atas ke bawah.
ANATOMI EMAIL
1Subject line: spesifik & ringkas, memuat inti pesan.