Business Phone Calls
Pertemuan 3 — Making and Receiving Business Phone Calls
Mempelajari etiket, frasa-frasa penting, dan strategi komunikasi efektif saat melakukan dan menerima panggilan telepon dalam konteks bisnis profesional.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menguasai komunikasi telepon bisnis secara profesional:
Mengapa Telepon Masih Penting?
Di era teks dan email, telepon bisnis memberikan sentuhan personal yang tidak tergantikan.
- Email rentan disalahpahami nadanya.
- Telepon memungkinkan intonasi vokal.
- Masalah rumit selesai dalam hitungan menit, bukan berhari-hari.
- Membangun rapport (hubungan).
- Menunjukkan profesionalisme secara langsung.
- Meningkatkan kepercayaan klien.
- Respons seketika (real-time).
- Ideal untuk situasi darurat.
- Pengambilan keputusan lebih cepat.
Persiapan Sebelum Menelpon
Jangan asal menelpon. Panggilan yang tidak terstruktur akan membuang waktu Anda dan klien.
Mengatasi Phone Anxiety
Banyak profesional muda merasa gugup saat menelpon (telephobia). Ini wajar dan bisa diatasi.
- Latihan (Rehearse): Latih kalimat pembuka Anda ("Hello, this is [Name] from [Company]").
- Tarik napas dalam: Ambil napas sebelum panggilan tersambung untuk merilekskan pita suara.
- Gunakan headset: Ini membebaskan tangan Anda untuk mencatat dan membuat postur tubuh lebih santai.
- Siapkan skenario terburuk: "Apa yang terjadi jika saya tidak tahu jawabannya?" Jawab: "That’s a good question. Let me check and get back to you."
Standar Menjawab Panggilan Bisnis
Jawablah di dering kedua atau ketiga. Dering pertama terlalu cepat (mengagetkan), dering keempat ke atas mengesankan Anda tidak peduli.
| Komponen | Contoh Bahasa Inggris |
|---|---|
| 1. Salam Waktu | "Good morning / Good afternoon," |
| 2. Identitas Perusahaan | "Tech Solutions," |
| 3. Nama Anda | "this is John speaking." |
| 4. Tawaran Bantuan | "How may I help you today?" |
Meminta Izin Menahan Panggilan (Putting on Hold)
Jangan pernah menekan tombol hold tanpa meminta izin dan menjelaskan alasannya.
"Thank you for holding, Mr. Lee. I have the information you need."
Mentransfer Panggilan (Transferring Calls)
Pastikan penelepon tahu ke mana mereka akan ditransfer dan mengapa.
- "I’m going to connect you to the IT department. They will be able to assist you with this issue." (Menjelaskan tujuan dan alasan).
- "Would you mind holding while I transfer you to Ms. Davis?" (Meminta izin).
- "Let me transfer you to our Sales team. Please hold." (Langsung namun sopan).
Mengambil Pesan (Taking Messages)
Jika orang yang dituju tidak ada, jadilah representasi yang profesional.
Hindari: "He's not here."
Gunakan:
- "I’m afraid Mr. Smith is unavailable at the moment."
- "She is in a meeting right now."
- "May I take a message?"
- "Would you like to leave a message, or would you prefer to call back later?"
- "Can I help you with anything else in the meantime?"
Membuka Panggilan (Making a Call)
Sebutkan identitas Anda dan langsung sampaikan tujuan panggilan (jangan bertele-tele).
| Tahap | Contoh Bahasa Inggris |
|---|---|
| 1. Identitas Anda | "Hello, this is Jane Doe from Global Tech." |
| 2. Meminta Orang (Opsional) | "May I please speak with Mr. Anderson?" |
| 3. Menyatakan Tujuan | "I’m calling regarding the invoice for last month." |
Menghadapi Gatekeepers
Gatekeeper (resepsionis, asisten) bertugas menyaring panggilan. Perlakukan mereka sebagai sekutu, bukan penghalang.
Meninggalkan Voicemail Efektif
Seringkali panggilan Anda masuk ke kotak suara. Voicemail yang baik harus singkat (maks 30 detik) dan jelas.
- Greeting & Identitas: "Hello Mr. Chen, this is Sarah from Creative Agency."
- Waktu Panggilan: "It's Tuesday at 10 AM."
- Tujuan: "I'm calling to confirm our lunch meeting for tomorrow."
- Call to Action (Harapan): "Could you please call me back to confirm?"
- Kontak Anda: "You can reach me at 555-0198. Again, that's 555-0198." (Sebut nomor dua kali perlahan).
Klarifikasi (Clarifying) & Masalah Koneksi
Jangan menebak-nebak jika Anda tidak mendengar atau paham. Gunakan frasa profesional untuk meminta pengulangan.
- "I’m sorry, we have a bad connection. Could you speak a little louder, please?"
- "You're breaking up a bit. Let me call you back."
- "I’m sorry, I didn't catch your name. Could you spell it for me?"
- "Just to clarify, you are requesting 50 units, is that correct?"
Menghadapi Penelepon yang Marah
Gunakan metode HEAT (Hear, Empathize, Apologize, Take Action).
Menutup Panggilan (Closing the Call)
Akhiri panggilan dengan profesional, tegaskan langkah selanjutnya (next steps), dan ucapkan Terima Kasih.
- Tegaskan Kesepakatan: "So, I will send the contract to your email by 3 PM today."
- Tawarkan Bantuan Tambahan: "Is there anything else I can assist you with today?"
- Ucapkan Terima Kasih: "Thank you for your time, Mr. Johnson."
- Salam Penutup: "Have a great day / weekend."
Summary: Golden Rules of Business Calls
Ringkasan etiket telepon bisnis yang harus selalu Anda ingat:
- Selalu perkenalkan diri dengan jelas.
- Tersenyum saat berbicara.
- Minta izin sebelum hold atau transfer.
- Catat informasi penting.
- Konfirmasi next steps sebelum menutup.
- Jangan membiarkan telepon berdering lebih dari 3 kali.
- Jangan makan atau mengunyah permen karet.
- Jangan memotong pembicaraan.
- Jangan menggunakan bahasa gaul (slang).