‹ Daftar slidePertemuan 13: Penulisan Makalah, Jurnal, dan Artikel Ilmiah
Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
Pertemuan 13 — Penulisan Makalah, Jurnal, dan Artikel Ilmiah
Menerapkan kaidah EYD V dan gaya penulisan ilmiah terkini untuk menyusun karya tulis akademik yang kredibel, terstruktur, dan bebas plagiarisme.
PERTEMUAN 13 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun dan menyunting karya ilmiah sesuai standar.
CAPAIAN 1
MEMBEDAKAN JENIS
Membedakan struktur dan tujuan makalah, jurnal, dan artikel ilmiah.
CAPAIAN 2
MENERAPKAN EYD V
Menerapkan pedoman EYD V dalam penulisan kata, huruf, serapan, dan tanda baca.
CAPAIAN 3
GAYA SELINGKUNG
Menyesuaikan naskah dengan gaya selingkung dan tata cara pengutipan (mis. APA Style).
CAPAIAN 4
MENGHINDARI PLAGIARISME
Menerapkan teknik parafrasa dan manajemen referensi untuk menjaga etika akademik.
Mengapa Penulisan Ilmiah Itu Kaku?
Ide yang brilian akan ditolak oleh jurnal jika ditulis dengan format yang berantakan. Mengapa?
TANPA STANDAR
Ambiguitas & Bias
Bahasa sehari-hari (subjektif)
Istilah yang tidak standar menimbulkan salah tafsir. Tanpa rujukan, tulisan dianggap sekadar opini pribadi.
DENGAN STANDAR (EYD V)
Presisi & Kredibilitas
Bahasa Akademik (objektif)
Bahasa baku menjamin kejelasan makna lintas disiplin. Kutipan standar memungkinkan verifikasi fakta oleh pembaca.
Format ilmiah dan EYD V bukan sekadar "aturan yang mengekang", melainkan protokol komunikasi agar ide Anda diakui oleh komunitas sains global.
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar: Makalah, Jurnal & Artikel
Memahami perbedaan bentuk karya ilmiah sebelum mulai menuliskannya.
MakalahArtikel IlmiahJurnal
Membedakan Jenis Karya Tulis
MAKALAH (PAPER)
TUGAS AKADEMIK
Karya tulis yang memuat pemikiran tentang masalah tertentu, disajikan dalam seminar atau tugas kuliah. Struktur: Bab 1-3.
ARTIKEL ILMIAH
PUBLIKASI RISET
Karya yang dirancang khusus untuk dimuat dalam terbitan ilmiah, disusun dari hasil penelitian (orisinal). Struktur: IMRaD.
JURNAL (JOURNAL)
WADAH / MAJALAH
Terbitan berkala (periodik) yang memuat kumpulan artikel ilmiah. Jadi, kita menulis artikel, untuk dikirim ke jurnal.
Jangan salah kaprah: Anda tidak "menulis jurnal", Anda "menulis artikel ilmiah untuk diterbitkan di jurnal."
Karakteristik Bahasa Ilmiah
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah memiliki ciri khas yang ketat.
CIRI BAHASA ILMIAH
Objektif & Faktual: Terhindar dari emosi (hindari kata sangat sedih, luar biasa).
Baku & Formal: Sesuai EYD V dan KBBI.
Ringkas & Padat: Tidak bertele-tele, langsung pada inti gagasan.
Logis: Ada kohesi dan koherensi antar kalimat dan paragraf.
YANG HARUS DIHINDARI
Kata Ganti Orang Pertama: Hindari saya, aku, kita. Gunakan sudut pandang pasif atau sebut peneliti / penulis.
Gaya Retoris: Kalimat tanya yang tidak perlu dijawab di naskah.
Redundansi: Pengulangan kata yang maknanya sama (misal: adalah merupakan, agar supaya).
Anatomi Artikel Ilmiah (Standar IMRaD)
Sebagian besar artikel jurnal sains dan sosial di dunia menggunakan struktur IMRaD.
Bagian
Fungsi dan Isi
Introduction (Pendahuluan)
Latar belakang, rumusan masalah, state of the art (riset terdahulu), gap penelitian, dan tujuan penelitian. (Menjawab: Mengapa riset ini dilakukan?)
Methods (Metode)
Desain riset, populasi/sampel, instrumen, dan prosedur analisis data. Harus bisa direplikasi oleh orang lain. (Menjawab: Bagaimana riset dilakukan?)
Results (Hasil)
Temuan utama dari pengolahan data. Disajikan murni tanpa opini, sering menggunakan tabel/grafik. (Menjawab: Apa yang ditemukan?)
and Discussion (Pembahasan)
Interpretasi hasil, membandingkan dengan teori/penelitian terdahulu, dan implikasi. (Menjawab: Apa arti temuan tersebut?)
Bagian 2 dari 3
Pedoman EYD V dalam Penulisan Ilmiah
Aturan terbaru tata bahasa baku agar naskah Anda tidak ditolak oleh editor jurnal karena masalah teknis ejaan.
HurufKataTanda Baca
Mengenal EYD Edisi V
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V diluncurkan tahun 2022 menggantikan PUEBI. Ini adalah panduan tertinggi ejaan bahasa Indonesia.
MENGAPA KEMBALI KE NAMA EYD?
Istilah PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dinilai kurang familier. EYD sudah melekat di masyarakat sejak 1972, sehingga pada edisi kelima ini nama EYD digunakan kembali sebagai branding.
PERUBAHAN MENDASAR
Aturan Daftar Pustaka Dihapus
Di EYD V, penulisan daftar pustaka tidak lagi diatur (aturan tanda titik dua dicabut), karena diserahkan pada pedoman teknis masing-masing institusi/gaya kutipan internasional (seperti APA, IEEE).
Anda dapat mengakses dan mencari aturan EYD V secara online dan responsif melalui situs ejaan.kemdikbud.go.id.
Huruf Kapital dan Huruf Miring
Kesalahan penulisan kapital dan cetak miring sangat lazim ditemukan di karya ilmiah mahasiswa.
HURUF KAPITAL (Penting)
Judul: Huruf awal setiap kata kecuali kata tugas (di, ke, dari, dan, yang, untuk). Contoh: Analisis Kinerja Karyawan di PT Makmur.
Nama Geografi: Kapital jika diikuti nama tempat. Contoh: Danau Toba. Tetapi kecil untuk jenis: mandi di sungai.
Bangsa/Bahasa:suku Dani, bahasa Indonesia, mengindonesiakan (imbuhan membuat jadi kecil).
HURUF MIRING
Istilah Asing/Daerah:startup, download, silih asih. (Kecuali sudah diserap utuh seperti komputer).
Judul Buku/Jurnal: Dalam teks maupun daftar pustaka, judul buku/jurnal diketik miring. Contoh: Majalah Tempo, Jurnal Manajemen Keuangan.
Penegasan: Huruf atau kata yang dikhususkan. Contoh: Huruf pertama kata abad adalah a.
Penulisan Kata: Preposisi vs Imbuhan
Inilah error paling legendaris: membedakan "di" sebagai kata depan (preposisi) dan "di-" sebagai awalan (prefiks).
"DI" KATA DEPAN = DIPISAH
Menunjukkan Tempat/Arah
Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Tidak bisa diubah menjadi awalan "me-".
Benar: di kampus, di atas, di antara, di mana, di samping.
"DI-" AWALAN = DIGABUNG
Membentuk Kata Kerja Pasif
Ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Bisa diubah menjadi kata kerja aktif (me-).
Benar: ditulis, dianalisis, dipahami, dikelola.
GABUNGAN KATA (Kata Majemuk)
Gabungan kata ditulis terpisah (tanggung jawab, kerja sama, tanda tangan). TETAPI, jika mendapat awalan dan akhiran sekaligus, ditulis serangkai: pertanggungjawaban, menandatangani, menyebarluaskan.
EYD V: Bentuk Terikat & Unsur Serapan
Beberapa kata harus ditulis menyatu (bentuk terikat), dan EYD V membawa perubahan pada kata "Maha".
BENTUK TERIKAT (Digabung)
Bentuk terikat ditulis serangkai dengan kata dasarnya:
pasca- : pascasarjana, pascapanen
antar- : antarnegara, antarmahasiswa
non- : nonformal, nonaktif
multi- : multikultural, multidimensi
sub- : subbab, subsektor
Catatan: Jika diikuti kata berawalan kapital, gunakan strip (non-Indonesia).
PERUBAHAN "MAHA" DI EYD V
Menurut EYD V, penulisan maha- yang berkaitan dengan Tuhan kini ditulis terpisah, terlepas dari apakah kata dasarnya berupa kata dasar atau berimbuhan.
Benar (EYD V): Tuhan Yang Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Pengasih. (Dulu Mahakuasa digabung).
Penggunaan Tanda Baca yang Tepat
TANDA KOMA (,)
Sebelum "Tetapi", "Sedangkan"
Koma wajib ada sebelum konjungsi pertentangan (, tetapi) (, sedangkan). Wajib di belakang pemerincian terakhir sebelum dan (A, B, dan C).
TANDA TITIK (.)
Singkatan Gelar & Angka
Gelar akademik: S.E., M.Si. Ribuan: Rp1.000.000,00. Jangan dipakai pada singkatan instansi (KTP, PT) atau akronim (Pemilu).
TANDA HUBUNG (-)
Bukan Pengganti "Sampai Dengan"
Tanda hubung (-) dipakai merangkai imbuhan dengan angka (ke-2, tahun 90-an). Untuk "sampai dengan" gunakan tanda pisah (–) yang lebih panjang (2010–2020).
Spasi selalu diletakkan setelah tanda baca (, . ? ! : ;), bukan sebelum. Salah: kata , kata . Benar: kata, kata.
Bagian 3 dari 3
Gaya Selingkung & Etika Pengutipan
Menyesuaikan dengan aturan penerbit, teknik mengutip yang benar, dan senjata anti-plagiarisme.
APA StyleParafrasaMendeley / Zotero
Memahami Gaya Selingkung (In-House Style)
Setiap jurnal, universitas, atau penerbit memiliki Gaya Selingkung: pedoman tata letak dan penulisan khusus yang melengkapi pedoman bahasa baku.
APA SAJA YANG DIATUR?
Tipografi: Jenis huruf (Times New Roman, Arial), ukuran font, spasi baris, margin.
Sistematika: Urutan bab, cara menulis judul abstrak, jumlah kata minimum/maksimum.
Tabel & Gambar: Posisi judul tabel (di atas) dan gambar (di bawah).
Gaya Sitasi: APA, MLA, IEEE, Chicago, atau Harvard.
TIPS PUBLIKASI JURNAL
Gunakan Template!
Jurnal ilmiah yang baik selalu menyediakan file Template Naskah (Author Guidelines) berekstensi .doc. Jangan merancang format sendiri; unduh template tersebut dan timpa (overwrite) dengan teks Anda.
Format Sitasi Populer: APA Style
American Psychological Association (APA) adalah gaya sitasi yang paling banyak digunakan di bidang ilmu sosial, ekonomi, dan manajemen.
KUTIPAN DALAM TEKS (IN-TEXT CITATION)
Format dasarnya adalah (Nama Akhir Pengarang, Tahun Terbit).
Satu penulis: Kinerja menurun saat krisis ekonomi (Susanto, 2021).
Dua penulis: (Susanto & Wijaya, 2021).
Tiga atau lebih (APA edisi 7): (Susanto et al., 2021).
DAFTAR PUSTAKA (REFERENCE LIST)
Format Buku: Nama Akhir, Inisial. (Tahun). Judul buku dicetak miring. Penerbit. → Susanto, A. (2021). Manajemen keuangan modern. Pustaka Raya.
Format Jurnal: Nama Akhir, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal Dicetak Miring, Volume(Isu), Halaman. → Wijaya, B. (2022). Efek inflasi pada saham. Jurnal Ekonomi, 15(2), 45-60.
Wajib Pakai: Software Manajemen Referensi
Jangan pernah mengetik kutipan dan daftar pustaka secara manual! Gunakan perangkat lunak Reference Manager.
Mendeley & Zotero
Aplikasi gratis standar industri akademik.
KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN REFERENCE MANAGER
Otomatisasi Format: Pindah dari APA ke IEEE atau MLA hanya dengan satu klik.
Sinkronisasi Teks & Daftar Pustaka: Jika Anda menghapus kutipan di teks, daftar pustaka di halaman belakang otomatis terhapus. (Menghindari daftar pustaka hantu).
Metadata: Cukup masukkan file PDF jurnal, aplikasi akan otomatis membaca nama penulis, tahun, dan judul.
Plugin Word: Terintegrasi langsung dengan Microsoft Word atau Google Docs.
Plagiarisme dan Teknik Parafrasa
Hanya karena Anda sudah menaruh kutipan, bukan berarti Anda bebas copy-paste kalimat aslinya. Itu disebut Plagiarisme Mozek.
KUTIPAN LANGSUNG (COPY-PASTE)
Gunakan Tanda Petik ("...")
Jika mengopi persis kata per kata, wajib diapit tanda petik dan sertakan halaman (Susanto, 2021, hlm. 15). Sangat tidak disarankan di artikel ilmiah, kecuali untuk definisi baku atau undang-undang.
PARAFRASA (SANGAT DISARANKAN)
Menceritakan Ulang
Menulis ulang gagasan orang lain dengan kalimat dan struktur kata Anda sendiri, namun tetap menyertakan sumber (Susanto, 2021). Ini membuat tulisan mengalir alami dan lolos Turnitin.
Software seperti Turnitin mengecek kemiripan teks (similarity). Target similarity index naskah akademik yang baik adalah < 20%.
Tips Praktis: Proses Penyuntingan (Editing)
Draf pertama selalu berantakan ("The first draft is always bad"). Artikel yang bagus lahir dari proses revisi.
TAHAPAN PENYUNTINGAN MANDIRI
Langkah
Fokus Pemeriksaan
1. Macro Editing
Alur logika. Apakah paragrafnya menyatu? Apakah ada argumen yang melompat? Pastikan setiap paragraf hanya berisi satu gagasan utama.
2. Micro Editing
Pemilihan diksi, keefektifan kalimat, dan gaya bahasa ilmiah. Hapus kata-kata yang tidak perlu (redundan).
3. Proofreading
Mengecek kesalahan ejaan teknis (typo), kesesuaian dengan EYD V (kapital, miring, preposisi), spasi ganda, dan tanda baca.
Tip Pro: Diamkan draf semalaman (sleep on it), lalu baca ulang keesokan harinya dengan suara keras (read aloud). Kalimat yang janggal akan langsung terasa saat diucapkan.
Kesimpulan
Menulis ilmiah adalah menggabungkan substansi pemikiran dengan kedisiplinan format.
RINGKASAN PERTEMUAN
Artikel ilmiah (struktur IMRaD) dikirim ke jurnal.
Patuh pada EYD V: bedakan di (tempat) dan di- (pasif), perhatikan huruf kapital dan miring.
Gunakan template gaya selingkung jurnal tujuan (misal: APA style).
Manfaatkan Mendeley/Zotero untuk sitasi.
Gunakan teknik parafrasa untuk menghindari plagiarisme.
LANGKAH SELANJUTNYA
Latihan Praktik
Tugas terstruktur minggu depan: Unduh salah satu jurnal referensi Anda, analisis struktur IMRaD-nya, dan buat satu paragraf parafrasa dari jurnal tersebut menggunakan aplikasi Mendeley.