Mengenal aturan main dalam penulisan ilmiah: dari ejaan sesuai standar EYD V hingga sistematika dan perwajahan karya tulis akademik.
RPS MINGGU 12 • PENULISAN AKADEMIK
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menerapkan standar fisik penyajian naskah:
CAPAIAN 1 — EYD V
BAHASA & EJAAN
Menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD V) sebagai panduan utama untuk penulisan kata, huruf, dan tanda baca yang baku.
CAPAIAN 2 — SISTEMATIKA
STRUKTUR NASKAH
Memahami susunan baku karya ilmiah mulai dari bagian awal (preliminaries), bagian inti, hingga bagian akhir (referensi).
CAPAIAN 3 — PERWAJAHAN
FORMAT & TATA LETAK
Menerapkan format pengetikan standar (font, spasi, margin) serta kaidah penomoran halaman dan bab.
CAPAIAN 4 — KUTIPAN
SELINGKUNG & REFERENSI
Mengetahui cara penulisan kutipan dan daftar pustaka yang taat asas (seperti format APA, IEEE) guna menghindari plagiarisme.
Mengapa Aturan Penulisan Itu Sangat Kaku?
Mungkin Anda pernah bertanya: "Bukannya yang penting isinya bagus? Kenapa salah ukuran margin atau salah font saja dipermasalahkan?"
PANDANGAN MAHASISWA
Terlalu Mengada-ada
Hanya memusingkan
Terlalu fokus pada "kulit" sehingga menghabiskan waktu berjam-jam mengurus penomoran tabel dan daftar pustaka.
DUNIA AKADEMIK
Keseragaman & Objektivitas
Standar Komunikasi
Konvensi memudahkan pembaca menemukan informasi dengan cepat. Jika setiap penulis bebas berkreasi format, karya ilmiah menjadi seperti novel yang sulit di-*review* secara ilmiah.
Penulisan yang taat asas menunjukkan tingkat kedisiplinan, ketelitian, dan profesionalisme sang peneliti.
Bagian 1 dari 4
Konvensi Naskah dan Pedoman EYD V
Membedakan antara apa yang diatur oleh tata bahasa (EYD) dan apa yang diatur oleh institusi (Gaya Selingkung/Konvensi).
EYD VKonvensi FisikGaya Selingkung
Apa Itu Konvensi Naskah Ilmiah?
Konvensi (kesepakatan) naskah adalah aturan atau tradisi mengenai tata cara perwajahan dan pengorganisasian fisik dokumen ilmiah agar seragam dan formal.
1. BAHAN & PERWAJAHAN
Jenis dan ukuran kertas (A4)
Lebar margin (batas tepi)
Jenis huruf (font)
Spasi antar baris
2. SISTEMATIKA
Urutan dari Cover, Abstrak, hingga Lampiran
Pembagian Bab & Subbab
Peletakan judul & subjudul
3. TEKNIS PELENGKAP
Sistem penomoran halaman
Format penulisan tabel & gambar
Cara menulis daftar pustaka
Konvensi naskah ini biasanya diterbitkan oleh kampus/institusi dalam bentuk Buku Pedoman Penulisan Skripsi/Tesis.
Peran EYD V dalam Karya Ilmiah
Jika Konvensi mengatur tata letak, EYD V (Ejaan Yang Disempurnakan Edisi V, 2022) mengatur unsur kebahasaan agar tulisan dapat dibaca secara baku se-Indonesia.
ATURAN KRUSIAL EYD V DALAM KARYA ILMIAH
Kategori
Penerapan dalam Naskah
Contoh Sering Keliru
Huruf Miring
Menuliskan istilah bahasa asing/daerah dan judul buku/jurnal yang dikutip di teks.
Mengkaji efek supply and demand. (Bukan: efek "supply and demand")
Huruf Kapital
Penulisan nama orang, instansi, hari, dan judul bab.
Penelitian dilakukan di Universitas Indonesia...
Tanda Baca
Penggunaan koma (,) sebelum konjungsi "tetapi", "sedangkan". Penggunaan titik dua (:) pada rincian.
Data lengkap, tetapi tidak akurat.
Penulisan Kata
Kata berimbuhan, gabungan kata (kata majemuk), partikel.
Bentuk terikat: antarnegara (bukan: antar negara).
EYD Edisi V disahkan oleh Badan Bahasa. Seluruh teks, deskripsi tabel, dan narasi penelitian Anda wajib tunduk pada EYD V ini, terlepas dari apa pun konvensi fisik kampus Anda.
Bagian 2 dari 4
Sistematika Karya Ilmiah
Anatomi sebuah karya ilmiah yang baik. Bagaimana merakitnya dari sampul depan hingga lampiran akhir.
Bagian AwalBagian IntiBagian Akhir
Tiga Pilar Sistematika Naskah Akademik
Karya tulis ilmiah (skripsi, tesis, makalah) secara universal selalu dibagi menjadi tiga kerangka utama.
1. BAGIAN AWAL
(Preliminaries)
Gerbang masuk. Berfungsi memberi informasi identitas, legalitas, serta peta jalan (daftar isi) kepada pembaca sebelum masuk ke isi utama.
2. BAGIAN INTI
(Main Body)
Daging utama penelitian. Di sinilah rumusan masalah, teori, metodologi, hingga hasil dan pembahasan diuraikan secara detail (Bab I s.d. Bab Penutup).
3. BAGIAN AKHIR
(Reference Matter)
Materi pelengkap dan pertanggungjawaban ilmiah. Menyediakan rujukan yang digunakan serta bukti data mentah pendukung.
1. Mengupas Bagian Awal
Halaman-halaman sebelum Bab Pendahuluan. Ciri khas: penomoran halamannya menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, ...).
Halaman Sampul (Cover) & Judul: Judul tulisan, nama penulis, logo institusi, tahun.
Halaman Pengesahan: Bukti persetujuan dari dosen/pembimbing dan instansi.
Pernyataan Orisinalitas: Pernyataan di atas materai bahwa tulisan ini bukan hasil plagiasi.
Abstrak (Abstract): Miniatur penelitian dalam 1 paragraf (200-250 kata). Memuat masalah, metode, dan hasil. (Biasanya ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris).
Kata Pengantar: Ucapan Terima Kasih kepada pihak yang membantu.
Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar: Peta naskah.
2. Bagian Inti: Bab Pendahuluan & Tinjauan Pustaka
Batang tubuh dimulai dari Bab 1. Ciri khas: Penomoran halaman kembali ke angka 1 (Arab) di halaman ini.
BAB I: PENDAHULUAN
Latar Belakang: Konteks mengapa masalah ini krusial untuk diteliti ("gap" penelitian).
Rumusan Masalah: Pertanyaan utama yang ingin dijawab.
Tujuan Penelitian: Capaian yang dituju.
Manfaat Penelitian: Kegunaan praktis dan teoretis.
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori: Teori-teori ahli yang mendukung penelitian.
Penelitian Terdahulu: Kajian riset sebelumnya yang relevan.
Kerangka Pemikiran: Alur berpikir penelitian secara logis/visual.
Hipotesis: Dugaan sementara (jika penelitian kuantitatif).
2. Bagian Inti: Metode, Hasil, dan Pembahasan
Fase di mana peneliti turun ke lapangan, mengolah data, dan menjawab masalah.
BAB III: METODE PENELITIAN
Bagaimana penelitian dilakukan secara terukur?
Jenis Pendekatan (Kualitatif / Kuantitatif)
Lokasi dan Waktu
Populasi & Sampel / Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data (Observasi, Angket)
Teknik Analisis Data
BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN
Mahkota dari naskah karya ilmiah.
Hasil: Sajian fakta lapangan, angka empiris, deskripsi murni data (sering disajikan dalam tabel/grafik).
Pembahasan (Diskusi): Analisis penulis atas hasil tersebut. Dikaitkan kembali dengan teori di Bab II (apakah mendukung atau menolak teori?).
3. Bagian Akhir dan Kesimpulan
Bab terakhir dari bagian inti, dilanjutkan dengan lembar pertanggungjawaban (referensi dan lampiran).
BAB V: PENUTUP
Simpulan: Jawaban langsung dan ringkas dari rumusan masalah di Bab I. Tidak memuat teori atau pembahasan baru.
Saran: Rekomendasi akademis/praktis untuk penelitian selanjutnya atau pihak terkait.
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN
Daftar Pustaka: Senarai buku, jurnal, dan dokumen yang dirujuk dalam teks (wajib sinkron!).
Lampiran (Appendix): Instrumen penelitian pendukung yang memakan ruang jika ditaruh di teks (contoh: kuesioner kosong, transkrip wawancara panjang, data statistik mentah, surat izin riset).
Bagian 3 dari 4
Tata Letak dan Perwajahan
Aturan teknis mekanis mengenai ukuran kertas, batas tepi, jenis font, dan spasi yang wajib dipatuhi.
Ukuran KertasMargin (4-4-3-3)Spasi Ganda
Perwajahan Kertas dan Batas Tepi (Margin)
Aturan ini paling umum dipakai di Universitas di Indonesia, ditujukan agar ketika dicetak dan dijilid, naskah tidak terpotong.
KERTAS & WARNA
A4 HVS Putih
Biasanya berukuran A4 (21 x 29,7 cm) dengan berat standar 80 gram agar tulisan tidak tembus pandang ke belakang halaman. Dicetak hanya satu sisi (tidak bolak-balik).
RUMUS MARGIN: 4-4-3-3
Posisi Margin
Jarak
Alasan
Kiri (Left)
4 cm
Beri ruang untuk penjilidan (binding).
Atas (Top)
4 cm
Ruang kepala surat/nomor halaman.
Kanan (Right)
3 cm
Batas baca ideal.
Bawah (Bottom)
3 cm
Ruang estetika dan kaki halaman.
Pastikan Anda mengatur parameter ini sebelum mulai mengetik di MS Word (Page Setup). Mengubah margin di akhir sering mengacaukan letak tabel/gambar!
Pengetikan: Jenis Huruf dan Spasi
Gunakan font formal standar; karya ilmiah bukan tempat untuk bereksperimen dengan desain tipografi aneh.
JENIS & UKURAN HURUF
Times New Roman: Ukuran 12 pt (Paling umum untuk teks).
Arial / Calibri: Ukuran 11 pt (Sering diperbolehkan).
Judul Bab: Dicetak tebal (Bold), kapital semua, seringkali ukuran 14 pt.
Teks Abstrak: Terkadang lebih kecil (mis. 11 pt), berspasi 1 (tunggal).
SPASI DAN PARAGRAF
Spasi Teks Utama: 1.5 atau 2.0 (Spasi ganda) untuk memudahkan pembimbing mencoret-coret perbaikan.
Spasi Kutipan Langsung Panjang: Spasi 1, menjorok ke dalam jika lebih dari 4 baris.
Awal Paragraf (Indentasi): Menjorok ke dalam (sekitar 1 tab / 1,2 cm) atau menggunakan spasi blok antar paragraf. Rata Kiri-Kanan (Justify).
Sistem Penomoran: Halaman dan Bab
Peletakan angka tidak sembarangan. Ada tradisi di mana nomor halaman ditempatkan saat judul bab muncul.
ATURAN LETAK NOMOR HALAMAN (Konvensi Umum)
Halaman dengan Judul Bab: Nomor halaman diletakkan di tengah bawah. (Misal: Halaman bab pendahuluan).
Halaman Biasa (tanpa judul bab): Nomor halaman diletakkan di kanan atas.
Bagian Awal: Romawi kecil (i, ii, iii) diletakkan di tengah bawah.
TINGKATAN BAB DAN SUBBAB (Sistem Kombinasi)
Berurutan turun menjadi:
I. Judul Bab Utama (Romawi Besar) A. Subbab Utama (Kapital) 1. Anak Subbab (Angka Arab) a. Rincian (Huruf Kecil)
Bagian 4 dari 4
Sistem Rujukan & Kutipan
Membedakan suara penulis asli dengan sumber yang dirujuk guna menegakkan integritas akademis.
Kutipan LangsungParafrasaGaya Referensi (APA)
Kutipan: Langsung vs Tidak Langsung
Cara Anda membawa ide dari buku/jurnal ke dalam tulisan Anda memengaruhi teknik penulisannya.
KUTIPAN LANGSUNG (COPY-PASTE KATA)
Tepat Sama Persis
Mengambil teks asli sama persis tanpa mengubah kata.
Aturan: - Diapit tanda kutip ganda ("..."). - Jika panjang (>4 baris), ditulis blok tersendiri menjorok ke dalam dengan spasi 1.
KUTIPAN TIDAK LANGSUNG (PARAFRASA)
Menulis Ulang Ide
Mengambil "ide pokok" dan menceritakannya ulang pakai kata-kata sendiri.
Aturan: - Tidak pakai tanda kutip. - Menyatu dengan paragraf teks biasa berspasi ganda.
Keduanya tetap wajib mencantumkan sumber rujukan (contoh: Sugiyono, 2021: 45). Jika tidak, itu adalah bentuk plagiarisme tingkat berat.
Gaya Selingkung: Format Referensi & Daftar Pustaka
Dunia akademik punya banyak "mazhab" dalam merangkai Daftar Pustaka. Tanyakan pada kampus Anda gaya mana yang dipakai.
GAYA PALING POPULER: APA STYLE (American Psychological Assoc.)
Biasa dipakai di rumpun sosial dan humaniora (termasuk manajemen/pendidikan). Sistem yang digunakan adalah (Penulis, Tahun) dalam teks (in-text citation).
Format di Teks: Manajemen risiko adalah... (Fahmi, 2020).
Format di Dapus: Fahmi, I. (2020). Pengantar Manajemen Keuangan. Bandung: Alfabeta.
GAYA LAINNYA YANG SERING DIPAKAI
IEEE: Sering untuk teknik/komputer. Pakai angka dalam kurung siku di teks, misalnya [1]. Daftar pustaka diurutkan berdasar kemunculan, bukan abjad.
Harvard / MLA: Mirip APA tetapi penekanan halamannya lebih berbeda, sering di rumpun sastra.
Check-list Final Naskah Ilmiah Anda
Sebelum mencetak atau submit tugas/skripsi, periksa kembali daftar di bawah ini.
1. KEBENARAN BAHASA
Standar EYD V
Buka kamus (KBBI online) dan cek PUEBI/EYD V untuk kata-kata meragukan. Pastikan istilah asing dicetak miring.
2. KETAATAN FORMAT
Margin & Spasi Sesuai
Periksa kembali Page Setup (4-4-3-3), jenis font, penomoran urutan bab, dan nomor halaman (Romawi vs Arab).
3. SINKRONISASI SITASI
Teks ↔ Daftar Pustaka
Semua yang ada di kurung nama di dalam bab Anda, HARUS tercantum dengan tepat abjad di lembar Daftar Pustaka.
Menulis karya ilmiah adalah paduan antara kecerdasan membedah masalah dan kedisiplinan mengikuti aturan. Sampai jumpa di sidang!