Bahasa Indonesia
Pertemuan 07 — Perencanaan Karangan Ilmiah & EYD V
Mempersiapkan pondasi tulisan melalui topik, tesis, dan kerangka, serta memastikan keabsahan ejaan menggunakan pedoman terbaru EYD Edisi V.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah mengikuti pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami tahapan penulisan serta menerapkan standar EYD V:
Mengapa Perlu Perencanaan?
Menulis ilmiah bukan seperti menulis buku harian yang mengalir bebas. Diperlukan navigasi.
Memilih Topik Karangan
Topik adalah ide sentral, hal pertama yang harus diputuskan sebelum menulis.
- Dikuasai penulis: Anda memiliki pemahaman dasar tentang isu tersebut.
- Menarik perhatian: Mendorong penulis untuk antusias meneliti.
- Sempit dan terbatas: Tidak terlalu luas agar analisisnya bisa mendalam.
- Bahan/Data tersedia: Objek bisa diamati, ada literatur yang mendukung.
- Bermanfaat: Punya signifikansi akademik atau praktis bagi pembaca.
Pembatasan Topik
Topik yang luas harus disempitkan agar fokus. Prosesnya ibarat menggunakan corong.
| Tingkat | Contoh |
|---|---|
| Sangat Luas | Kesehatan Lingkungan |
| Lebih Spesifik | Pengelolaan Sampah |
| Fokus | Pengelolaan Sampah Plastik |
| Sangat Fokus | Dampak Sampah Plastik di Pantai Kuta |
Menentukan Judul yang Presisi
Judul adalah wajah karangan. Judul harus merepresentasikan topik dengan jelas dan sesuai EYD V.
- Provokatif (mengundang minat) namun tetap akademis.
- Berbentuk frasa (bukan kalimat lengkap).
- Logis dan secara akurat mewakili isi karangan.
Contoh: "Dampak Penggunaan Gawai pada Anak Usia Dini di Masa Pandemi"
Merumuskan Tesis & Tujuan
Setelah judul ditentukan, rumuskan tesis (gagasan utama) dan tujuan penulisan.
Menyusun Kerangka (Outline)
Kerangka adalah miniatur atau tulang punggung dari karangan ilmiah Anda.
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
2. Pembahasan
2.1 Konsep Teori
2.2 Hasil Analisis
3. Penutup
Teknik Pengumpulan Data
Menilai Kredibilitas Sumber
Di era digital, tidak semua hal di internet layak dijadikan kutipan ilmiah.
| Dianjurkan (Kredibel) | Dihindari (Tidak Ilmiah) |
|---|---|
| Jurnal Ilmiah (SINTA, Scopus, DOAJ) | Blog Pribadi (Blogspot, WordPress) |
| Buku Teks Akademik ber-ISBN | Wikipedia (kecuali untuk rujukan awal) |
| Laporan Resmi Lembaga (BPS, WHO, BI) | Media Sosial (Kecuali sebagai objek riset) |
| Artikel Portal Berita Nasional Terpercaya | Situs anonim tanpa identitas penulis jelas |
Sekilas Pembaruan di EYD V
Menggantikan PUEBI, EYD V membawa penyesuaian seiring perkembangan kosakata.
- Penambahan Monoftong: eu (contoh: seudati, sadeu).
- Penulisan Huruf Kapital: Aturan sapaan, gelar, dan nama geografi lebih dirinci.
- Bentuk Terikat: Penulisan kata serangkai untuk imbuhan seperti maha-, pasca-, non- kini makin dipertegas.
- Penyempurnaan aturan pada penulisan angka, bilangan, dan pedoman penyerapan bahasa asing.
Huruf Kapital & Huruf Miring
Benar: Universitas Indonesia, Danau Toba.
Salah: gula Jawa (seharusnya gula jawa - karena nama jenis, bukan asal).
Benar: Jurnal Ekonomi, istilah download.
Pengecualian: Istilah asing yang sudah diserap penuh tidak dicetak miring.
Awas Tertukar: Preposisi vs Imbuhan
Kesalahan sangat umum: membedakan "di" sebagai awalan dan "di" sebagai kata depan.
- Ditulis serangkai dengan kata dasar.
- Membentuk kata kerja (pasif).
- Bisa diubah menjadi "me-".
- Contoh: ditulis, dibaca, dilakukan.
- Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
- Menunjukkan tempat atau arah.
- Bisa diganti dengan "ke" atau "dari".
- Contoh: di kelas, di atas, di Jakarta.
Penulisan Angka & Bilangan
Aturan baku menggunakan angka vs huruf dalam teks ilmiah.
| Kaidah | Contoh Penerapan |
|---|---|
| Bilangan 1 atau 2 kata → Huruf | Penelitian ini terdiri atas tiga tahap dan butuh tiga belas hari. |
| Bilangan > 2 kata → Angka | Populasi penelitian berjumlah 250 responden. |
| Awal kalimat → Selalu Huruf | Dua puluh lima siswa lulus. (Hindari memulai dengan: 25 siswa...) |
| Besaran / Ukuran / Mata Uang → Angka | Panjang 5 meter, suhu 30 °C, senilai Rp5.000,00. |
Penulisan Unsur Serapan
Gunakan padanan kata bahasa Indonesia jika ada. Jika belum, seraplah istilah asing sesuai kaidah EYD V.
Contoh: central → sentral; circulation → sirkulasi.
Akhiran -ization diserap menjadi -isasi: organization → organisasi.
Contoh: pascapanen, antibiotik, ekstrakurikuler, antarnegara.
Tanda Baca Kritis: Koma & Titik Dua
- Di antara unsur perincian (minimal 3): "Buku, jurnal, dan artikel."
- Setelah konjungsi antarkalimat: "Oleh karena itu, kita harus..." atau "Dengan demikian, ..."
- Memisahkan anak kalimat yang mendahului induk: "Karena hujan lebat, ia tidak datang."
- Di akhir pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian: "Ada dua faktor: internal dan eksternal."
- Salah: "Alat yang diperlukan adalah: pensil dan kertas." (Salah, karena kalimat sebelumnya belum lengkap; hilangkan titik dua).
Ringkasan: Checklist Prapenulisan
Sebelum Anda mulai mengetik naskah, pastikan semua poin ini sudah terpenuhi:
- [ ] Topik sudah spesifik, dikuasai, dan dibatasi dengan jelas.
- [ ] Judul disusun secara ringkas, berbentuk frasa, dan kaidah kapitalisasinya benar.
- [ ] Tesis dan rumusan masalah sudah dirumuskan dengan tajam.
- [ ] Kerangka karangan (outline) tersusun rapi dan logis.
- [ ] Referensi (buku dan jurnal kredibel) telah terkumpul.
- [ ] Anda siap menulis dengan komitmen menerapkan EYD Edisi V.