stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 07: Perencanaan Karangan Ilmiah
Mata Kuliah Wajib Universitas

Bahasa Indonesia

Pertemuan 07 — Perencanaan Karangan Ilmiah & EYD V

Mempersiapkan pondasi tulisan melalui topik, tesis, dan kerangka, serta memastikan keabsahan ejaan menggunakan pedoman terbaru EYD Edisi V.

RPS MINGGU 7 • SUB-CPMK 7 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah mengikuti pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami tahapan penulisan serta menerapkan standar EYD V:

CAPAIAN 1 — PRAPENULISAN
TOPIK & JUDUL
Mampu menentukan, membatasi, dan merumuskan topik menjadi judul yang presisi.
CAPAIAN 2 — KERANGKA
OUTLINE
Menyusun kerangka karangan secara logis dan sistematis untuk menjaga alur tulisan.
CAPAIAN 3 — DATA
BAHAN PENULISAN
Memahami teknik pengumpulan bahan dan menyeleksi referensi yang kredibel.
CAPAIAN 4 — EYD V
KAIDAH EJAAN
Menerapkan EYD Edisi V dalam tata tulis, tanda baca, huruf kapital, dan serapan.

Mengapa Perlu Perencanaan?

Menulis ilmiah bukan seperti menulis buku harian yang mengalir bebas. Diperlukan navigasi.

TANPA RENCANA
Kehilangan Fokus
Tulisan melebar ke mana-mana, kehilangan argumen utama, dan penulis rentan terkena writer's block karena kebingungan menyusun ide.
DENGAN RENCANA
Terstruktur & Tuntas
Outline menjadi peta jalan, bab dan subbab tersusun rapi, dan memudahkan proses revisi (editing).
Analogi: Membangun rumah butuh cetak biru (blueprint). Membuat karangan ilmiah butuh tahap prapenulisan.
Bagian 1 dari 4
Tahap Prapenulisan
Dari mencari ide besar (topik) hingga membatasinya menjadi sebuah masalah yang siap diangkat ke dalam kerangka tulisan.
Topik Pembatasan Tesis

Memilih Topik Karangan

Topik adalah ide sentral, hal pertama yang harus diputuskan sebelum menulis.

KRITERIA TOPIK YANG BAIK
  • Dikuasai penulis: Anda memiliki pemahaman dasar tentang isu tersebut.
  • Menarik perhatian: Mendorong penulis untuk antusias meneliti.
  • Sempit dan terbatas: Tidak terlalu luas agar analisisnya bisa mendalam.
  • Bahan/Data tersedia: Objek bisa diamati, ada literatur yang mendukung.
  • Bermanfaat: Punya signifikansi akademik atau praktis bagi pembaca.
Hindari topik yang terlalu baru sampai referensinya nihil, atau topik yang terlalu emosional sehingga mengurangi objektivitas ilmiah.

Pembatasan Topik

Topik yang luas harus disempitkan agar fokus. Prosesnya ibarat menggunakan corong.

CORONG PEMBATASAN
TingkatContoh
Sangat LuasKesehatan Lingkungan
Lebih SpesifikPengelolaan Sampah
FokusPengelolaan Sampah Plastik
Sangat FokusDampak Sampah Plastik di Pantai Kuta
MANFAAT PEMBATASAN
Kedalaman > Keluasan
Memungkinkan penelitian yang mendalam dan tajam daripada sekadar dangkal di banyak isu. Masalah menjadi spesifik.

Menentukan Judul yang Presisi

Judul adalah wajah karangan. Judul harus merepresentasikan topik dengan jelas dan sesuai EYD V.

SYARAT JUDUL ILMIAH
  • Provokatif (mengundang minat) namun tetap akademis.
  • Berbentuk frasa (bukan kalimat lengkap).
  • Logis dan secara akurat mewakili isi karangan.
Sesuai EYD V: Huruf awal semua kata di judul ditulis kapital, kecuali kata tugas (di, ke, dari, dan, yang, untuk) yang tidak terletak di awal judul.

Contoh: "Dampak Penggunaan Gawai pada Anak Usia Dini di Masa Pandemi"

Merumuskan Tesis & Tujuan

Setelah judul ditentukan, rumuskan tesis (gagasan utama) dan tujuan penulisan.

TESIS PUSAT
Satu Kalimat Utuh
Tesis adalah pernyataan yang mencakup topik + tujuan. Ini adalah janji penulis kepada pembaca tentang apa yang akan dibuktikan.
CONTOH TESIS
Fokus & Terarah
"Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan menurunkan kualitas kesuburan tanah sawah di Desa Makmur, sehingga petani perlu beralih ke pupuk organik."

Menyusun Kerangka (Outline)

Kerangka adalah miniatur atau tulang punggung dari karangan ilmiah Anda.

FORMAT DESIMAL (SERING DIPAKAI)
1. Pendahuluan
  1.1 Latar Belakang
  1.2 Rumusan Masalah
2. Pembahasan
  2.1 Konsep Teori
  2.2 Hasil Analisis
3. Penutup
FUNGSI KERANGKA
Menjaga Alur Logika
Menghindari pengulangan gagasan, menjamin proporsi tiap bab seimbang, dan memandu proses penulisan agar tidak keluar jalur.
Bagian 2 dari 4
Pengumpulan & Seleksi Bahan
Karangan ilmiah bukan sekadar opini; ia membutuhkan fondasi data dan referensi yang solid.
Observasi Pustaka Kredibilitas

Teknik Pengumpulan Data

OBSERVASI
PENGAMATAN LANGSUNG
Mengamati fenomena di lapangan secara sistematis untuk mendapatkan data primer yang akurat.
WAWANCARA
SUMBER AHLI/OBJEK
Tanya jawab dengan narasumber terpercaya untuk menggali perspektif atau fakta spesifik.
PUSTAKA
KAJIAN LITERATUR
Buku, jurnal ilmiah terakreditasi, artikel resmi yang menjadi pondasi teori utama.
Data yang baik bersifat objektif, relevan dengan masalah penelitian, dan mutakhir (biasanya 5-10 tahun terakhir).

Menilai Kredibilitas Sumber

Di era digital, tidak semua hal di internet layak dijadikan kutipan ilmiah.

DOS & DON'TS SUMBER REFERENSI
Dianjurkan (Kredibel)Dihindari (Tidak Ilmiah)
Jurnal Ilmiah (SINTA, Scopus, DOAJ)Blog Pribadi (Blogspot, WordPress)
Buku Teks Akademik ber-ISBNWikipedia (kecuali untuk rujukan awal)
Laporan Resmi Lembaga (BPS, WHO, BI)Media Sosial (Kecuali sebagai objek riset)
Artikel Portal Berita Nasional TerpercayaSitus anonim tanpa identitas penulis jelas
Jika mengutip karya orang lain tanpa menyebutkan sumber menggunakan kaidah yang benar, Anda melanggar etika dan masuk ke ranah plagiarisme.
Bagian 3 dari 4
Standar EYD Edisi V
Pedoman terbaru bahasa Indonesia (Agustus 2022). Ejaan yang benar mencerminkan profesionalitas karya ilmiah Anda.
Huruf Kapital Preposisi Tanda Baca

Sekilas Pembaruan di EYD V

Menggantikan PUEBI, EYD V membawa penyesuaian seiring perkembangan kosakata.

POIN-POIN PEMBARUAN
  • Penambahan Monoftong: eu (contoh: seudati, sadeu).
  • Penulisan Huruf Kapital: Aturan sapaan, gelar, dan nama geografi lebih dirinci.
  • Bentuk Terikat: Penulisan kata serangkai untuk imbuhan seperti maha-, pasca-, non- kini makin dipertegas.
  • Penyempurnaan aturan pada penulisan angka, bilangan, dan pedoman penyerapan bahasa asing.
Buku pedoman resmi EYD V dapat diakses secara digital melalui situs Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbudristek.

Huruf Kapital & Huruf Miring

HURUF KAPITAL
Judul & Nama Diri
Dipakai sebagai huruf pertama nama instansi, geografi, dan dokumen resmi.
Benar: Universitas Indonesia, Danau Toba.
Salah: gula Jawa (seharusnya gula jawa - karena nama jenis, bukan asal).
HURUF MIRING
Judul Buku & Asing
Dipakai untuk menuliskan judul buku, jurnal, dan mengkhususkan kata/istilah asing atau daerah.
Benar: Jurnal Ekonomi, istilah download.
Pengecualian: Istilah asing yang sudah diserap penuh tidak dicetak miring.

Awas Tertukar: Preposisi vs Imbuhan

Kesalahan sangat umum: membedakan "di" sebagai awalan dan "di" sebagai kata depan.

AWALAN (IMBUHAN)
  • Ditulis serangkai dengan kata dasar.
  • Membentuk kata kerja (pasif).
  • Bisa diubah menjadi "me-".
  • Contoh: ditulis, dibaca, dilakukan.
KATA DEPAN (PREPOSISI)
  • Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
  • Menunjukkan tempat atau arah.
  • Bisa diganti dengan "ke" atau "dari".
  • Contoh: di kelas, di atas, di Jakarta.
Pengecualian / Perhatian: di mana selalu dipisah. Keluar (verb) disambung, sedangkan ke luar (arah tempat) dipisah.

Penulisan Angka & Bilangan

Aturan baku menggunakan angka vs huruf dalam teks ilmiah.

ATURAN EYD V: ANGKA VS HURUF
KaidahContoh Penerapan
Bilangan 1 atau 2 kata → HurufPenelitian ini terdiri atas tiga tahap dan butuh tiga belas hari.
Bilangan > 2 kata → AngkaPopulasi penelitian berjumlah 250 responden.
Awal kalimat → Selalu HurufDua puluh lima siswa lulus. (Hindari memulai dengan: 25 siswa...)
Besaran / Ukuran / Mata Uang → AngkaPanjang 5 meter, suhu 30 °C, senilai Rp5.000,00.

Penulisan Unsur Serapan

Gunakan padanan kata bahasa Indonesia jika ada. Jika belum, seraplah istilah asing sesuai kaidah EYD V.

ADAPTASI EJAAN
PENYESUAIAN BUNYI
Sistem /c/ sebelum e, i, y menjadi /s/.
Contoh: central → sentral; circulation → sirkulasi.
Akhiran -ization diserap menjadi -isasi: organization → organisasi.
BENTUK TERIKAT
DITULIS SERANGKAI
Awalan seperti pra-, pasca-, anti-, pro-, ekstra- harus disambung.
Contoh: pascapanen, antibiotik, ekstrakurikuler, antarnegara.

Tanda Baca Kritis: Koma & Titik Dua

PENGGUNAAN KOMA (,)
  • Di antara unsur perincian (minimal 3): "Buku, jurnal, dan artikel."
  • Setelah konjungsi antarkalimat: "Oleh karena itu, kita harus..." atau "Dengan demikian, ..."
  • Memisahkan anak kalimat yang mendahului induk: "Karena hujan lebat, ia tidak datang."
PENGGUNAAN TITIK DUA (:)
  • Di akhir pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian: "Ada dua faktor: internal dan eksternal."
  • Salah: "Alat yang diperlukan adalah: pensil dan kertas." (Salah, karena kalimat sebelumnya belum lengkap; hilangkan titik dua).

Ringkasan: Checklist Prapenulisan

Sebelum Anda mulai mengetik naskah, pastikan semua poin ini sudah terpenuhi:

CHECKLIST PRAPENULISAN ILMIAH
  • [ ] Topik sudah spesifik, dikuasai, dan dibatasi dengan jelas.
  • [ ] Judul disusun secara ringkas, berbentuk frasa, dan kaidah kapitalisasinya benar.
  • [ ] Tesis dan rumusan masalah sudah dirumuskan dengan tajam.
  • [ ] Kerangka karangan (outline) tersusun rapi dan logis.
  • [ ] Referensi (buku dan jurnal kredibel) telah terkumpul.
  • [ ] Anda siap menulis dengan komitmen menerapkan EYD Edisi V.
Tahap perencanaan yang baik akan memangkas hampir separuh waktu dan tenaga penulisan Anda. Selamat menyusun draf!