‹ Daftar slidePertemuan 02: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EYD V)
Mata Kuliah Umum • Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
Pertemuan 2 — Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EYD V)
Mengenal wajah baru tata bahasa resmi kita: transisi dari PUEBI kembali ke EYD (Edisi V), serta kaidah penulisan akademik yang wajib dikuasai mahasiswa.
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menguasai pedoman penulisan EYD V untuk keperluan akademik. Rinciannya:
CAPAIAN 1 — SEJARAH & KONSEP
EVOLUSI EJAAN
Memahami sejarah ejaan bahasa Indonesia dan alasan pengembalian nama dari PUEBI menjadi EYD V pada tahun 2022.
CAPAIAN 2 — PEMBARUAN
PERUBAHAN EYD V
Mengidentifikasi perubahan-perubahan kunci pada EYD V, seperti penambahan monoftong dan aturan kata ganti Tuhan.
CAPAIAN 3 — KAIDAH TULIS TUGAS
PENULISAN ILMIAH
Menerapkan aturan huruf kapital, miring, tebal, serta penulisan kata gabung dalam draf karya tulis ilmiah mahasiswa.
CAPAIAN 4 — TANDA BACA
ANALISIS KESALAHAN
Menghindari kesalahan umum penggunaan tanda baca, preposisi, dan afiks (seperti di- dan ke-).
PUEBI atau EYD? Kenapa Berubah Lagi?
Pernahkah Anda bertanya-tanya, mana istilah yang benar sekarang: EYD atau PUEBI?
MASA LALU KITA (2015-2022)
PUEBI
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
Banyak dari kita diajarkan di SMA bahwa EYD sudah "usang" dan diganti PUEBI berdasarkan Permendikbud 50/2015.
MASA KINI (2022-SEKARANG)
EYD V
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
Pada 16 Agustus 2022, Badan Bahasa mengembalikan nama EYD (menjadi EYD Edisi V) karena nama ini lebih lekat di ingatan publik.
Jangan bingung jika dosen atau pembimbing meminta Anda "menggunakan EYD" dalam skripsi—karena sekarang EYD secara resmi kembali berlaku!
Bagian 1 dari 4
Sejarah & Evolusi Ejaan
Bagaimana bahasa kita beradaptasi dari ejaan zaman kolonial hingga era digital.
Van OphuijsenSoewandiEYD & PUEBI
Evolusi Ejaan Bahasa Indonesia
DARI ZAMAN HINDIA BELANDA KE ERA DIGITAL
Tahun
Nama Ejaan
Ciri Khas / Peristiwa
1901
Ejaan Van Ophuijsen
Karakter j (yakin=jakin), oe (buku=boekoe), tj (cara=tjara).
1947
Ejaan Republik (Soewandi)
oe menjadi u. Angka 2 untuk kata ulang (buku-buku = buku2).
1972
EYD (Edisi I)
Diresmikan Soeharto. j jadi y, dj jadi j, tj jadi c.
2015
PUEBI
Penambahan huruf diftong ei (survei, geiser). Penggunaan kapital untuk julukan.
2022
EYD Edisi V
Kembali ke nama EYD. Penambahan monoftong eu. Kaidah disesuaikan perkembangan teknologi.
Bahasa adalah entitas hidup yang terus berkembang. Pemutakhiran EYD V (2022) ditujukan agar bahasa Indonesia lebih akomodatif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mengapa Kembali ke Istilah EYD?
ALASAN 1 — KEAKRABAN PUBLIK
MEMORI KOLEKTIF
Istilah EYD telah digunakan selama puluhan tahun (sejak 1972). Masyarakat jauh lebih familiar dengan akronim EYD ketimbang PUEBI.
ALASAN 2 — STATUS BRANDING
MEREK BAHASA
EYD dianggap sebagai brand atau jenama yang kuat. Menggunakan jenama historis memudahkan sosialisasi kaidah bahasa yang baik dan benar.
ALASAN 3 — FOKUS EJAAN
PEMISAHAN MATERI
EYD V menghapus pedoman pembentukan istilah dari naskahnya, mengalihkannya ke pedoman tersendiri, agar EYD murni berfokus pada ejaan.
Penetapan EYD V disahkan melalui Keputusan Kepala Badan Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 pada Agustus 2022.
Bagian 2 dari 4
Perubahan Kunci di EYD V
Apa yang baru? Monoftong, Maha, dan perubahan cara kita mengacu pada kaidah.
Monoftong "eu"Kata "Maha"Redaksional
Perubahan #1: Penambahan Monoftong "eu"
Gabungan huruf vokal eu secara resmi dimasukkan sebagai monoftong (satu bunyi vokal tunggal) dalam pedoman bahasa Indonesia.
LATAR BELAKANG
Sebelumnya, kita hanya mengenal diftong (ai, au, ei, oi).
Banyak kata serapan dari bahasa daerah (terutama Sunda & Aceh) menggunakan vokal "eu".
Langkah ini menunjukkan keterbukaan bahasa Indonesia menyerap kekayaan bahasa daerah.
CONTOH PENERAPAN
Posisi
Contoh Kata
Awal
eurig, eurih
Tengah
seudati, hideung
Akhir
sadeu
Perubahan #2: Konsistensi Penulisan "Maha-"
Pada PUEBI, penulisan kata "Maha" untuk Tuhan kadang dipisah dan digabung (Maha Esa vs Mahakuasa). Di EYD V, aturannya disederhanakan!
Kaidah EYD V: Bentuk terikat maha- dan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama/sifat Tuhan DITULIS TERPISAH dan dengan huruf awal kapital.
DULU (PUEBI)
Tidak Konsisten
- Tuhan Yang Maha Esa (dipisah) - Tuhan Yang Mahakuasa (digabung) - Tuhan Yang Maha Pengasih (dipisah)
SEKARANG (EYD V)
Selalu Terpisah!
- Tuhan Yang Maha Esa - Tuhan Yang Maha Kuasa - Tuhan Yang Maha Pengasih *Sangat memudahkan penulis.
Perubahan #3: Redaksional (Dipakai vs Digunakan)
Pembaruan EYD V tidak sekadar substansi, tetapi juga pilihan leksikon. Kata "dipakai" diganti dengan "digunakan".
PERBANDINGAN BAB & SUBBAB
Versi PUEBI
Versi EYD V
Pemakaian Huruf
Penggunaan Huruf
Pemakaian Tanda Baca
Penggunaan Tanda Baca
Huruf kapital dipakai sebagai...
Huruf kapital digunakan sebagai...
Makna Filosofis: Kata "pakai" cenderung bernuansa nonformal/sandang (contoh: pakai baju). Kata "guna/penggunaan" lebih formal dan teknis, cocok untuk konteks ilmiah dan pedoman bahasa baku.
Bagian 3 dari 4
Kaidah Akademik Terkini
Aturan dasar yang wajib mahasiswa patuhi saat menulis makalah, jurnal, atau skripsi.
Kapital & MiringImbuhanAngka
Huruf Kapital dan Huruf Miring
HURUF KAPITAL
Awal kalimat:Mahasiswa sedang berdiskusi.
Nama orang: W.R. Supratman.
Gelar kehormatan/akademik: Prof. Dr. Hasan.
Nama instansi & judul buku: Universitas Indonesia, Bumi Manusia.
Bangsa & Bahasa: bahasa Indonesia (b bukan kapital).
HURUF MIRING (ITALIC)
Judul buku/jurnal dalam kalimat: Saya membaca buku Negara Paripurna.
Istilah asing/daerah: Konsep supply and demand.
Penegasan kata: Dia bukan menolak, melainkan menunda.
Jika menulis jurnal bahasa Inggris, istilah bahasa Inggris TIDAK dimiringkan, tapi istilah bahasa Indonesia yang justru dimiringkan!
Penulisan Kata Dasar, Berimbuhan, & Gabungan
Satu kesalahan fatal mahasiswa: tidak tahu kapan memisah dan menggabung kata majemuk jika diberi imbuhan.
Kondisi
Aturan EYD V
Contoh Benar
Contoh Salah
Gabungan kata biasa
Ditulis terpisah
tanda tangan, kerja sama
tandatangan, kerjasama
Mendapat awalan/akhiran saja
Tetap terpisah, imbuhan serangkai di kata terdekat
bertanda tangan, kerja samakan
bertandatangan, kerjasamakan
Mendapat awalan DAN akhiran
Ditulis serangkai (digabung)
menandatangani, menyebarluaskan
menanda tangani, menyebar luaskan
Salah satu unsur terikat
Ditulis serangkai
pascasarjana, antarnegara, infrastruktur
pasca sarjana, antar negara
Tanda Baca Utama: Titik (.) dan Koma (,)
TITIK (.)
Akhir kalimat pernyataan.
Di belakang angka bagan/daftar (1.1 Latar Belakang).
Pemisah ribuan yang menunjukkan jumlah (Rp 1.000.000).
JANGAN untuk tahun (2024, bukan 2.024) atau pemisah pecahan (gunakan koma).
KOMA (,)
Pemisah rincian 3 hal atau lebih (buku, pena, dan pensil). Ingat koma sebelum kata dan.
Pemisah anak kalimat yang mendahului induk kalimat (Karena hujan, kami batal pergi.)
Di belakang konjungsi antarkalimat (Oleh karena itu, Dengan demikian,).
Tanda Baca Lanjutan: Titik Dua (:) dan Titik Koma (;)
TITIK DUA (:)
Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian.
Benar: Kita butuh tiga alat: laptop, proyektor, dan kabel.
Salah: Alat yang dibutuhkan adalah: laptop, proyektor. ("Adalah" bukan pernyataan lengkap yang menuntut rincian, hilangkan titik dua).
TITIK KOMA (;)
Sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara. (Hari sudah malam; anak-anak masih membaca.)
Mengakhiri rincian dalam bentuk poin yang menggunakan koma di dalamnya.
Penulisan Angka dan Bilangan
Menulis karya ilmiah memadukan huruf dan angka. Ada aturan baku dari EYD V agar tulisan tidak rancu.
KAIDAH BILANGAN (EYD V)
Aturan Dasar
Contoh
Bilangan 1-2 kata ditulis dengan huruf.
Mereka menonton dua film. Ada lima puluh peserta.
Bilangan > 2 kata ditulis dengan angka.
Buku ini setebal 215 halaman.
Angka di awal kalimat wajib diubah jadi huruf.
Dua puluh orang terpilih. (Bukan: 20 orang terpilih.)
Angka berurutan dalam rincian tetap angka.
Dari 100 orang, 40 pria dan 60 wanita.
Pemisah desimal di Indonesia menggunakan koma (,).
Inflasi naik menjadi 2,5%.
Bagian 4 dari 4
Penyakit Umum Penulis
Kesalahan-kesalahan sepele namun persisten di skripsi dan makalah mahasiswa.
Di- vs DiKe- vs KeTypo Akademik
Penyakit #1: "Di" sebagai Awalan vs Kata Depan
Ini adalah kesalahan paling menjengkelkan bagi dosen pembimbing. Bedakan fungsinya!
SEBAGAI KATA DEPAN (PREPOSISI)
DIPISAH
Menunjukkan tempat, waktu, atau posisi.
Benar: di kampus, di atas, di sana, di Jakarta, ke pasar. Salah: dikampus, diatas, kebelakang.
SEBAGAI AWALAN (AFIKS)
DIGABUNG
Membentuk kata kerja pasif (bisa diubah jadi me-).
Benar: ditulis, dibaca, dijual, dikemukakan. Salah: di tulis, di baca, di jual.
Trik Cepat: Coba ganti "di-" dengan "me-". Kalau masuk akal (dibaca -> membaca), berarti ia awalan, harus digabung. Kalau tidak masuk akal (di kampus -> mengampus?), berarti ia kata depan, harus dipisah!
Analisis Kasus: Uji Kejelian Anda
Mana dari kalimat-kalimat berikut yang sesuai dengan EYD V?
A:Profesor itu mensosialisasikan program paska sarjana ke pada mahasiswa.
B:Profesor itu menyosialisasikan program pascasarjana kepada mahasiswa.
Jawaban: B yang benar.
Kata dasar "sosialisasi" (huruf awal s) luluh jika diberi awalan me- menjadi menyosialisasikan.
"pascasarjana" adalah unsur terikat, wajib ditulis serangkai.
"kepada" adalah kata depan tunggal (bukan ke pada).
Kesimpulan & Aplikasi Resmi
Ejaan yang baik mencerminkan ketelitian, struktur berpikir logis, dan rasa hormat penulis terhadap pembaca (dosen/penguji).
PEDOMAN ONLINE
ejaan.kemdikbud.go.id
Saat Anda ragu menulis sebuah kata saat mengerjakan tugas, langsung buka situs resmi EYD V ini di browser. Lebih valid daripada sekadar menebak!
KAMUS ONLINE
kbbi.kemdikbud.go.id
Pendamping EYD V. EYD mengatur "cara menulis", sedangkan KBBI mengatur "kata apa yang baku" (misal: analisis vs analisa, sekadar vs sekedar).
Tugas Minggu Depan:
Bawa satu paragraf tulisan (artikel acak) dan revisi seluruh kesalahannya berdasarkan kaidah EYD V!