stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK)

Bahasa Indonesia

Pertemuan 1 — Kedudukan dan Fungsi

Mendalami peran vital bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa dan bahasa negara, serta panduan penulisan ilmiah berbasis EYD V.

RPS MINGGU 1 • SUB-CPMK 1 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu (Sub-CPMK 1):

CAPAIAN 1 — SEJARAH
AKAR SEJARAH
Menjelaskan asal-usul bahasa Indonesia dari bahasa Melayu hingga peristiwa Sumpah Pemuda 1928.
CAPAIAN 2 — KEDUDUKAN
NASIONAL & NEGARA
Membedakan fungsi bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara.
CAPAIAN 3 — EYD V
PEDOMAN TERKINI
Mengenal EYD Edisi V (2022) sebagai standar ejaan resmi yang menggantikan PUEBI.
CAPAIAN 4 — PENULISAN ILMIAH
RAGAM ILMIAH
Mengidentifikasi ciri-ciri ragam bahasa ilmiah untuk diaplikasikan dalam tugas akademik kampus.

Mengapa Belajar Bahasa Indonesia Lagi?

"Kita kan orang Indonesia, tiap hari pakai bahasa Indonesia, buat apa dipelajari lagi di Perguruan Tinggi?"

REALITA 1 — BAHASA SEHARI-HARI
Ragam Santai (Lisan)
Bahasa sehari-hari sering tidak baku, dipengaruhi bahasa daerah/asing, dan longgar terhadap struktur gramatikal. Fokus utamanya hanya asal dipahami lawan bicara.
REALITA 2 — DUNIA AKADEMIK
Ragam Ilmiah (Tulis)
Kampus menuntut komunikasi gagasan yang sistematis, objektif, dan logis dengan mematuhi standar EYD V. Tidak boleh ambigu atau bertele-tele.
Di Perguruan Tinggi, tujuan Anda bukan sekadar "bisa bicara", tetapi mahir merumuskan ide kompleks secara tertulis dan terstruktur.
Bagian 1 dari 3
Akar Sejarah Bahasa Pemersatu
Bagaimana bahasa Melayu yang awalnya merupakan lingua franca, berevolusi dan diikrarkan menjadi identitas kebangsaan.

Sumpah Pemuda: Tonggak Kebangkitan

Bahasa Indonesia secara politis lahir pada 28 Oktober 1928 melalui ikrar Sumpah Pemuda. Ini adalah keputusan sadar para pemuda untuk merdeka dan bersatu.

KUTIPAN IKRAR KETIGA SUMPAH PEMUDA 1928

"Kami putra dan putri Indonesia,
menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia."

Ikrar ini bersifat politis dan ideologis. Saat itu, bahasa Indonesia dijadikan alat perlawanan terhadap kolonialisme untuk menghimpun kesadaran sebagai satu bangsa.

Mengapa Bahasa Melayu yang Dipilih?

Dari ratusan bahasa daerah, mengapa bahasa Melayu yang diangkat menjadi bahasa Indonesia?

LINGUA FRANCA
Bahasa Pergaulan
Berabad-abad lamanya, bahasa Melayu telah menjadi lingua franca (bahasa perhubungan dan perdagangan) di kepulauan Nusantara, bahkan Asia Tenggara.
SISTEM SEDERHANA
Mudah Dipelajari
Sistem bahasa Melayu sederhana. Tidak mengenal tingkatan bahasa bertingkat (seperti kromo inggil dalam bahasa Jawa atau undak-usuk dalam bahasa Sunda).
PENGORBANAN BESAR
Penerimaan Sukarela
Suku-suku bangsa lain (seperti Jawa dan Sunda yang jumlah penuturnya jauh lebih besar) dengan sukarela menerima bahasa Melayu demi persatuan nasional.
Bagian 2 dari 3
Kedudukan dan Fungsi Bahasa
Dua pilar eksistensi bahasa Indonesia: sebagai Bahasa Nasional (1928) dan Bahasa Negara (1945).

Dua Kedudukan Fundamental

Bahasa Indonesia memiliki dua payung historis dan yuridis yang memberikan peran berbeda di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

SEBAGAI BAHASA NASIONAL
Sumpah Pemuda 1928
Bersumber dari ikrar Sumpah Pemuda. Kedudukan ini berada di atas bahasa-bahasa daerah. Menitikberatkan pada aspek identitas, kebanggaan, dan persatuan sosial-budaya.
SEBAGAI BAHASA NEGARA
UUD 1945 (Pasal 36)
Disahkan 18 Agustus 1945. Kedudukan ini adalah wujud kedaulatan negara. Menitikberatkan pada aspek administrasi negara, pendidikan, formalitas, dan ilmu pengetahuan.

Fungsi Sebagai Bahasa Nasional

Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional (berdasarkan Sumpah Pemuda 1928), fungsi utamanya adalah di wilayah sosial dan budaya persatuan.

1. LAMBANG KEBANGGAAN KEBANGSAAN
Mencerminkan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Kita bangga menjunjungnya dan mempertahankannya tanpa rasa rendah diri atau takluk pada bahasa asing.
2. LAMBANG IDENTITAS NASIONAL
Sejajar dengan Bendera Merah Putih dan Lambang Garuda. Menjadi ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa lain di forum global.
3. ALAT PEMERSATU
Menyatukan berbagai suku dengan latar belakang sosial, budaya, dan bahasa daerah yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan utuh.
4. ALAT PERHUBUNGAN ANTARBUDAYA
Memungkinkan komunikasi masyarakat antardaerah dari Sabang sampai Merauke tanpa harus khawatir akan kesalahpahaman linguistik dan benturan budaya.

Fungsi Sebagai Bahasa Negara

Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Negara (berdasarkan UUD 1945 Pasal 36), fungsinya terkait erat dengan kelangsungan jalannya pemerintahan dan peradaban.

1. BAHASA RESMI KENEGARAAN
Semua dokumen, surat-menyurat, undang-undang, acara resmi, hingga pidato kenegaraan wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
2. BAHASA PENGANTAR PENDIDIKAN
Digunakan sebagai bahasa pengantar dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi di seluruh wilayah kesatuan Republik Indonesia.
3. ALAT PERHUBUNGAN TINGKAT NASIONAL
Digunakan untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta roda birokrasi pemerintahan sehari-hari.
4. PENGEMBANGAN IPTEK & BUDAYA
Satu-satunya sarana yang memungkinkan kita membina, mengembangkan kebudayaan nasional, serta menyebarkan ilmu pengetahuan secara masif.
Bagian 3 dari 3
EYD V & Penulisan Ilmiah
Mengenal panduan ejaan terbaru dan menerapkannya dalam ragam tulisan akademik.
EYD V (2022) Objektif Rasional

Selamat Datang EYD Edisi V

Pada 16 Agustus 2022, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa resmi meluncurkan EYD V, menggantikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

KILAS BALIK EJAAN
Evolusi Tiada Henti
1901: Ejaan Van Ophuijsen
1947: Ejaan Soewandi (Republik)
1972: EYD
2015: PUEBI
2022: EYD Edisi V
MENGAPA "EYD" LAGI?
Familiaritas Masyarakat
Istilah "EYD" dikembalikan karena jauh lebih melekat di ingatan kolektif masyarakat dibanding "PUEBI". Ini mempermudah sosialisasi dan literasi ejaan.
EYD V adalah panduan mutlak Anda untuk mengerjakan tugas, makalah, skripsi, hingga tesis di kampus.

Ruang Lingkup EYD V

EYD V bukan hanya soal tanda titik koma. Ia adalah pedoman komprehensif penulisan yang mencakup 4 aspek utama:

1. PENGGUNAAN HURUF
  • Kapan memakai huruf kapital (nama geografi, gelar, lembaga).
  • Kapan memakai huruf miring (istilah asing, judul buku).
  • Huruf tebal (penegasan bagian tulisan).
2. PENULISAN KATA
  • Kata dasar, berimbuhan, bentuk ulang.
  • Gabungan kata (mana yang dipisah atau dirangkai).
  • Partikel dan kata ganti.
  • Singkatan dan akronim.
3. PEMAKAIAN TANDA BACA
Detail penggunaan tanda titik (.), koma (,), titik koma (;), titik dua (:), tanda hubung (-), tanda pisah (—), tanda petik (" "), dan 8 tanda baca lainnya.
4. PENULISAN UNSUR SERAPAN
Aturan baku adaptasi kata dari bahasa asing atau daerah ke bahasa Indonesia (misal: penulisan system menjadi sistem, bukan sistim).

Hal Baru & Penting dalam EYD V

Ada beberapa pembaruan di EYD V yang merespons perkembangan zaman dan bahasa:

BENTUK TERIKAT -maha
Ketuhanan
Penulisan unsur maha yang merujuk pada Tuhan dipisah dan dikapitalisasi awal katanya. Contoh: Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Pengasih.
PENAMBAHAN MONOFTONG
Huruf "eu"
Mengakomodasi bahasa daerah/Sunda. Contoh: seudati, sadeuwa. Sebelumnya hanya diakui diftong ai, au, ei, oi.
ATURAN AKSARA LOKAL
Unsur Serapan
Panduan lebih jelas tentang bagaimana membedakan penulisan bahasa serapan asing vs bahasa serapan daerah Nusantara.
Selalu gunakan laman resmi ejaan.kemdikbud.go.id dan KBBI Daring (kbbi.kemdikbud.go.id) sebagai rujukan saat menulis.

Ragam Bahasa Ilmiah

Pemahaman EYD V sangat krusial karena di perguruan tinggi Anda dituntut menggunakan ragam bahasa ilmiah secara tulis.

BEDA RAGAM NON-ILMIAH VS ILMIAH
KarakteristikNon-Ilmiah (Sastra/Populer)Ilmiah (Makalah/Jurnal)
Tujuan UtamaMenghibur, menggugah emosiMenyampaikan fakta & argumen logis
Gaya & Pilihan KataKiasan, metafora, subjektifLugas (denotatif), presisi, objektif
Sudut PandangOrang pertama (aku, saya, kita)Sudut pandang ketiga / pasif impersonal
Ketaatan AturanLonggar (licentia poetica)Sangat ketat pada tata baku dan EYD V

Ciri-Ciri Utama Ragam Ilmiah Terkini

LUGAS & JELAS
Satu Makna (Denotatif)
Tulisan ilmiah tidak boleh ambigu. Hindari kata bersayap. Pembaca harus mendapatkan pemahaman yang persis sama dengan yang dipikirkan penulis.
OBJEKTIF
Bebas Emosi & Personal
Kalimat difokuskan pada objek penelitian, bukan pada penulis. Sering menggunakan kalimat pasif ("Penelitian ini menyimpulkan..." bukan "Saya menyimpulkan...").
RINGKAS & PADAT
Ekonomis Kata
Tidak bertele-tele. Setiap kata harus memiliki fungsi spesifik. Hindari pleonasme atau pengulangan makna (misal: "mulai dari sejak...").
CENDEKIA & FORMAL
Standar Akademik
Mencerminkan ketelitian dan logika yang kuat. Memakai kosakata baku sesuai KBBI dan struktur kalimat efektif dengan SPOK yang teratur.

Kesalahan Umum Mahasiswa

Jangan biarkan nilai tugas Anda anjlok karena kesalahan elementer ini:

  • Pemakaian Di- (Dipisah vs Digabung)
    Salah: di tulis, disana, di kampus
    Benar: ditulis (imbuhan pasif dirangkai), di sana, di kampus (penunjuk tempat dipisah).
  • Bahasa Lisan yang Masuk ke Tulisan
    Salah: "Makalah ini ngebahas...", "kayak yang kita tahu..."
    Benar: "Makalah ini membahas...", "seperti yang telah diketahui..."
  • Kata Hubung (Konjungsi) di Awal Kalimat
    Salah: "Sehingga penelitian ini membuktikan..."
    Benar: "Oleh karena itu, penelitian ini membuktikan..." (sehingga hanya intrakalimat).
  • Penggunaan Huruf Miring untuk Istilah Asing
    Salah: men-download, sistem online
    Benar: mengunduh, sistem online (daring).

Berlatih Kasus: Perbaiki Kalimat Ini

Identifikasi kesalahan dari sudut pandang EYD V dan Ragam Ilmiah pada kalimat di bawah:

"Dari analisa data diatas kita bisa lihat jika tekhnologi Ai sangat merubah system pendidikan jaman now."
BEDAH KESALAHAN
Kata SalahPembetulanAlasan Dasar EYD/KBBI
analisaanalisisBentuk baku serapan (akhir -is bukan -sa)
diatasdi atasKata depan penunjuk tempat dipisah
kita bisa lihatdapat dilihatHindari "kita" (subjektif lisan), gunakan pasif
jikabahwa"Jika" adalah syarat, "bahwa" adalah penerang kata kerja
tekhnologiteknologiBentuk baku sesuai KBBI (tanpa 'h')
AiAI atau AIAkronim asing huruf kapital atau dimiringkan
merubahmengubahKata dasar "ubah" ditambah awalan meN-
systemsistemTelah diadaptasi ke ejaan bahasa Indonesia
jaman nowmasa kiniHindari frasa gaul/populer dalam ragam ilmiah

Rangkuman Pertemuan 1

AKAR HISTORIS & KEDUDUKAN
Pemersatu & Alat Negara
Bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu. Kedudukan Bahasa Nasional lahir dari Sumpah Pemuda 1928 untuk pemersatu budaya. Kedudukan Bahasa Negara disahkan dalam UUD 1945 untuk alat administrasi dan identitas kedaulatan.
PANDUAN & PRAKTIK AKADEMIK
EYD V & Tulisan Ilmiah
EYD Edisi V (2022) adalah standar mutlak ejaan saat ini. Perguruan tinggi mewajibkan penggunaan ragam bahasa ilmiah yang lugas, objektif, logis, dan taat aturan bahasa baku.
Refleksi: Menguasai bahasa Indonesia di kampus bukan lagi soal sekadar "bisa mengobrol", tetapi kemampuan menggunakan bahasa sebagai instrumen berpikir kritis dan merumuskan ilmu.
!

Tugas & Diskusi

Langkah awal Anda menerapkan ragam bahasa ilmiah secara praktis.

STUDI KASUS MANDIRI

Tugas 1: Cari satu paragraf berita singkat dari portal daring (online). Analisis kesalahan ejaan (EYD V) atau pilihan kata (diksi) di dalamnya.

Tugas 2: Tulis ulang paragraf tersebut menjadi versi tulisan bergaya ilmiah dan baku. Perhatikan:

  • Penulisan kata depan vs imbuhan awalan di-.
  • Pemakaian huruf miring untuk istilah asing yang belum diserap utuh.
  • Struktur kalimat yang logis dan efisien (tanpa pemborosan kata).

*Kumpulkan tautan tugas Anda di sistem e-learning sebelum pertemuan minggu depan.

Terima Kasih — SAMPAI JUMPA MINGGU DEPAN