‹ Daftar slidePertemuan 14: Masa Depan: Organisasi & Manusia + AI
Masa Depan: Organisasi & Manusia + AI
Menganalisis dampak AI terhadap masa depan pekerjaan, struktur organisasi, dan kebutuhan talenta baru di era kolaborasi manusia-mesin
Kecerdasan BuatanPertemuan 14 dari 14CPL2 · CPL4 · CPL6
Agenda Pertemuan 14
Sesi 1 — Pasar Tenaga Kerja & Organisasi
Pekerjaan yang terdampak vs. yang berkembang
Struktur organisasi di era AI
Profil talenta baru yang dibutuhkan
Sesi 2 — Kolaborasi Manusia-Mesin & Proyek Akhir
Prinsip kolaborasi manusia-AI
Upskilling & reskilling: roadmap individu
Konsultasi Proyek Akhir: AI Strategy Roadmap
Refleksi & penutup mata kuliah
Fokus Sub-CPMK: (C5) Menganalisis dampak AI terhadap masa depan pekerjaan, struktur organisasi, dan kebutuhan talenta baru.
Tiga Pertanyaan Besar di Pertemuan Ini
🤔
Apakah AI akan menggantikan saya?
Pekerjaan mana yang paling rentan? Mana yang justru tumbuh? Apa artinya bagi Anda?
🏢
Bagaimana organisasi berubah?
Struktur, hierarki, peran baru, dan cara kerja tim di era AI native.
🚀
Apa yang harus saya kuasai?
Keahlian, mindset, dan roadmap belajar untuk menjadi profesional yang relevan.
Posisi kita: Bukan teknolog yang membangun AI, tapi manajer bisnis yang memimpin organisasi di dunia tempat AI ada di mana-mana. Perspektif ini sangat berbeda — dan itulah yang membuat Anda unik.
Topik 1
Dampak AI pada Pasar Tenaga Kerja
Otomasi, transformasi peran, dan peluang baru
Pekerjaan yang Paling Rentan Terhadap Otomasi AI
Kategori Pekerjaan
Tingkat Risiko
Entri data & administrasi
Sangat Tinggi
Layanan pelanggan rutin (FAQ, tracking)
Sangat Tinggi
Analisis laporan standar
Tinggi
Pemasaran konten generik
Tinggi
Quality control visual sederhana
Sedang
Paralegal & riset dokumen
Sedang
Akuntansi rutin & rekonsiliasi
Tinggi
Terjemahan dokumen standar
Tinggi
Konteks Indonesia
Bank BRI & BCA: Ribuan teller dan CS terstandar sedang bergeser ke BRImo / myBCA; fungsi AI chatbot menangani ~70% pertanyaan rutin
Gojek: Tim support tier-1 dikurangi; AI menangani refund rutin dan keluhan standar
BPJS Kesehatan: Otomasi verifikasi klaim berbasis rule-based AI — pekerjaan verifikator manual berkurang
Pola kunci: Tugas yang bersifat rutin, terprediksi, berbasis aturan, dan berbasis data adalah yang paling cepat ter-otomasi, terlepas dari industri.
Pekerjaan yang Tumbuh di Era AI
AI-Adjacent Roles
AI Product Manager
Prompt Engineer / AI Workflow Designer
AI Trainer & Data Annotator
AI Ethics Officer
Human-AI Interaction Designer
Diperkuat AI (Augmented)
Analis bisnis berbasis data
Manajer pemasaran digital
Konsultan strategi
Dokter & tenaga kesehatan
Pengajar & fasilitator pembelajaran
Tidak Tergantikan (Human-Core)
Pemimpin & manajer senior
Negosiator & mediator
Konselor & psikolog
Wirausahawan & inovator
Seniman & kreator budaya
World Economic Forum (2023) — Future of Jobs Report: ~85 juta pekerjaan mungkin tergeser oleh otomasi pada 2025, tapi ~97 juta peran baru akan muncul — net positif, tapi transisi membutuhkan upskilling besar-besaran. Angka ini bersifat estimasi dan diperdebatkan, tapi arah tren konsisten.
Transformasi Struktur Organisasi
Organisasi Tradisional (Hierarkis)
Piramida: banyak lapisan manajerial
Informasi mengalir lambat dari atas ke bawah
Keputusan terpusat pada eksekutif
Departemen fungsional terkotak (silo)
Skala melalui penambahan headcount
Perubahan: lambat, resistensi tinggi
Organisasi AI-Native
Datar: lebih sedikit lapisan manajerial
Informasi real-time dari dashboard AI
Keputusan didistribusikan, didukung data
Tim lintas fungsi berorientasi produk
Skala melalui AI & automasi, bukan headcount
Perubahan: cepat, eksperimen terus-menerus
Contoh Transformasi Struktural di Indonesia
Tokopedia/TikTok Shop: Tim produk kecil (~10 orang) kelola fitur yang melayani jutaan pengguna dengan bantuan AI
Telkom Indonesia: Mengurangi lapisan manajerial menengah; data-driven decision melalui dashboard terpusat
Kementerian Keuangan RI: AI untuk analisis APBN dan deteksi anomali — analis senior fokus ke interpretasi & rekomendasi
Bukalapak: Shift ke AI-augmented operations setelah restrukturisasi — tim lebih kecil, tools lebih canggih
Topik 2
Upskilling & Reskilling di Era AI
Keahlian yang dibutuhkan dan roadmap pengembangan diri
T-Shaped Professional di Era AI
Breadth: Literasi AI (Wajib Semua)
Memahami cara kerja AI secara konseptual
Mampu menggunakan tools AI produktif (ChatGPT, Copilot, Gemini)
Mengevaluasi output AI secara kritis
Memahami etika dan bias AI
Mampu berkomunikasi dengan tim teknis AI
Depth: Domain + AI Intersection
Marketing + AI = hyper-personalization, campaign optimization
Finance + AI = fraud detection, credit scoring, risk modeling
Operations + AI = supply chain optimization, demand forecasting
HR + AI = talent analytics, performance prediction
Keahlian Manusia yang Tetap Kritis
Empati & Kecerdasan Emosional
Memahami, merasakan, dan merespons emosi manusia. AI tidak memiliki pengalaman subjektif.
Kepemimpinan & Pengaruh
Menginspirasi, memotivasi, dan memimpin dalam ketidakpastian. Kepercayaan dibangun antarmanusia.
Kreativitas & Inovasi
Menciptakan ide benar-benar baru, melampaui pola yang ada. AI berkreasi dalam distribusi data latihnya.
Penilaian Etis & Kontekstual
Memutuskan apa yang seharusnya dilakukan, bukan hanya apa yang bisa dilakukan. AI tidak memiliki nilai dan tanggung jawab moral.
Adaptasi dalam Ambiguitas
Menghadapi situasi benar-benar baru tanpa data historis. AI tidak dapat berimprovisasi di luar distribusi pelatihannya.
Coba Sendiri: Skor Risiko Keusangan Keterampilan Anda
Isi penilaian diri terhadap keterampilan yang Anda miliki saat ini dan amati skor risiko keusangan yang dihasilkan sebelum menyusun roadmap upskilling.
Roadmap Upskilling: Dari Kampus ke Karier
Fase
Waktu
Target
Aksi Konkret
Tools
Fondasi
Sekarang – 6 bln
AI literate
Gunakan AI tools setiap hari; kritis terhadap output; belajar prompt engineering dasar
ChatGPT, Copilot, Gemini, Perplexity
Aplikasi
6 – 18 bln
AI augmented professional
Integrasikan AI ke workflow domain Anda; bangun proyek portofolio; ikuti komunitas praktisi
Notion AI, Google Analytics, Power BI + Copilot
Spesialisasi
18 – 36 bln
AI domain expert
Ambil sertifikasi (Google AI, AWS ML, Microsoft AI); lead proyek AI di organisasi
GCP, AWS, Azure, DataCamp, Coursera
Kepemimpinan
3 – 5 tahun
AI strategy leader
Rumuskan AI strategy organisasi; bangun tim AI-enabled; advokasi tata kelola AI
Executive education, think tank, komunitas CDTO
Prinsip kunci: Jangan belajar AI untuk menjadi AI. Belajar AI untuk menjadi manusia yang lebih efektif — yang memimpin, memutuskan, dan berkreasi dengan bantuan AI.
Topik 3
Kolaborasi Manusia-Mesin
Prinsip, pola, dan praktik terbaik bekerja bersama AI
Empat Model Kolaborasi Manusia-AI
1. AI sebagai Asisten
Manusia memimpin, AI membantu. Contoh: dokter menggunakan AI untuk mempercepat pembacaan CT-scan — tapi diagnosis akhir tetap dokter. Tokoh manusia: sentral.
Cocok untuk: keputusan berisiko tinggi
2. AI sebagai Kolaborator
Manusia dan AI kontribusi setara. Contoh: analis keuangan dan AI model melakukan analisis parallel lalu hasilnya digabung. Complementary strengths.
Cocok untuk: analisis kompleks
3. AI sebagai Supervisor
AI memimpin eksekusi, manusia mengawasi dan mengintervensi saat perlu. Contoh: sistem rekomendasi Tokopedia berjalan otomatis, tim manusia monitoring dan tune. Human-in-the-loop.
Cocok untuk: proses berulang, skala besar
4. AI Otonom (dengan Oversight)
AI beroperasi mandiri dalam batas yang ditentukan manusia. Contoh: fraud detection BCA memblokir transaksi mencurigakan secara otomatis, manusia audit periodik. Human-on-the-loop.
Cocok untuk: operasi real-time, risiko terukur
Praktik Terbaik Kolaborasi Manusia-AI
Desain Kerja yang Efektif
Tetapkan batas tanggung jawab: Mana yang AI, mana yang manusia — jangan abu-abu
Jaga keahlian manusia: Jangan biarkan manusia kehilangan kemampuan karena terlalu bergantung AI
Bangun override mechanism: Manusia harus selalu bisa override AI
Audit output AI secara rutin: Jangan percaya buta — verifikasi sampel berkala
Mindset yang Diperlukan
Curiosity bukan fear: AI adalah mitra, bukan ancaman
Critical thinking: output AI = hipotesis yang perlu diverifikasi
Adaptability: tools berubah cepat, prinsip lebih stabil
Studi Kasus: BRImo & Tim CS Hybrid
BRI mengimplementasikan model kolaborasi hybrid untuk layanan pelanggan:
Tier 2 (AI + Human Asisten): Keluhan moderat — AI menyiapkan konteks, manusia berkomunikasi
Tier 3 (Human Senior): Kasus kompleks, emosional, fraud — manusia 100%
Hasil: Waktu tunggu turun ~60%; kepuasan meningkat; CS senior fokus ke kasus bernilai tinggi
Pelajaran: Hybrid model tidak mengurangi tim — tapi meredesain peran agar manusia fokus ke hal yang paling membutuhkan manusia.
Sesi Konsultasi
Proyek Akhir: AI Strategy Roadmap
Panduan, kriteria penilaian, dan sesi konsultasi kelompok
Rubrik Penilaian: AI Strategy Roadmap
Komponen
Bobot
Deskripsi
Kriteria Unggul
Diagnosis Bisnis
20%
Analisis situasi perusahaan: industri, posisi kompetitif, pain point yang bisa diatasi AI
Identifikasi spesifik, didukung data sekunder, konteks Indonesia jelas
Use Case AI
25%
Minimal 3 use case AI yang relevan, dengan justifikasi bisnis dan teknis
Use case realistis, ROI teridentifikasi, prioritas berdasarkan feasibility & impact
Roadmap Implementasi
20%
Timeline 12-24 bulan: fase, milestone, resource yang dibutuhkan
Roadmap konkret, mempertimbangkan kesiapan organisasi, ada quick wins
Risiko & Tata Kelola
20%
Identifikasi risiko AI (bias, privasi, keamanan) dan mitigasi
Risiko relevan teridentifikasi, mitigasi feasible, pertimbangan regulasi Indonesia
Presentasi & Komunikasi
15%
Kejelasan argumen, kualitas visualisasi, kemampuan menjawab pertanyaan
Narasi kohesif, slide profesional, menjawab pertanyaan dengan substansi
Pengingat: Gunakan konsep dari seluruh pertemuan — data strategy (P2), AI dalam pemasaran (P3), operasi (P5-6), etika (P12-13). Roadmap yang baik adalah sintesis, bukan hanya daftar use case.
Fokus feedback: Kelayakan use case, kekuatan argumen bisnis, gap yang perlu diperkuat
Kelompok lain: Boleh menyimak, beri inspirasi lintas proyek
Persiapkan: Slide atau dokumen yang menunjukkan (1) perusahaan/industri yang dipilih, (2) draft minimal 2 use case, (3) pertanyaan spesifik yang ingin Anda diskusikan.
Pertanyaan Panduan untuk Refleksi Proyek
Apakah use case AI Anda memiliki data yang cukup untuk diimplementasikan?
Apakah tim manajemen perusahaan siap untuk perubahan yang ditimbulkan AI?
Apa risiko AI yang paling signifikan untuk konteks perusahaan Anda?
Bagaimana Anda akan mengukur keberhasilan implementasi AI (KPI apa)?
Apa quick win yang bisa dicapai dalam 3 bulan pertama?
Rangkuman: 14 Pertemuan Kecerdasan Buatan
Fondasi yang Anda Bangun
P1-2: Evolusi AI & Data sebagai aset strategis
P3-4: AI dalam pemasaran, penjualan, dan operasi
P5-6: Machine learning & deep learning untuk manajer
P7-8: NLP, computer vision & generative AI
P9-10: AI Strategy & change management
P11-12: Fintech AI & AI dalam rantai pasok
P13-14: Etika, tata kelola, dan masa depan AI
Kemampuan yang Anda Kembangkan (CPL)
CPL2 (Implementasi): Mampu menggunakan AI tools dan menerapkan konsep AI ke fungsi bisnis
CPL4 (Teknologi): Mampu mengevaluasi teknologi AI secara kritis untuk konteks bisnis
CPL6 (Problem-solving): Mampu merumuskan AI Strategy Roadmap untuk organisasi nyata
"The question is not whether AI will transform business and society. It will. The question is whether you will be a leader of that transformation — or someone who is transformed by it."
— Adaptasi dari berbagai pemikir kepemimpinan digital
🔍
Tetap Ingin Tahu
AI berkembang setiap bulan. Rasa ingin tahu adalah keunggulan kompetitif Anda.
🤝
Tetap Manusiawi
Empati, kepemimpinan, dan penilaian etis adalah yang tidak bisa digantikan AI.
🌏
Kontribusi untuk Indonesia
Keahlian AI Anda paling berdampak ketika dikontribusikan untuk konteks Indonesia yang nyata.
Selamat menyelesaikan mata kuliah Kecerdasan Buatan! Gunakan pengetahuan ini untuk memimpin, bukan hanya mengikuti, transformasi AI di Indonesia.
Informasi Presentasi Akhir & Q&A
Jadwal Presentasi Proyek Akhir
Item
Detail
Format
Presentasi kelompok 15 menit + 10 menit tanya jawab
Slide
Maks. 15 slide, format PDF atau PPT
Deliverable
AI Strategy Roadmap document (maks. 10 halaman)
Penilaian
Rubrik 5 komponen (lihat slide 16)
Upload
LMS UNDIP, H-1 sebelum jadwal presentasi
Konfirmasi jadwal slot presentasi kelompok Anda via LMS atau grup kelas.
Referensi Lanjut yang Direkomendasikan
Iansiti & Lakhani (2020). Competing in the Age of AI. HBR Press.
Mollick, E. (2024). Co-Intelligence: Living and Working with AI. Penguin.
Davenport, T. H. (2018). The AI Advantage. MIT Press.
Farri & Rosani (2025). HBR Guide to Generative AI for Managers. HBR Press.
Komunitas & Platform Belajar
Google AI Essentials (gratis, Coursera)
LinkedIn Learning: AI for Business Leaders
Komunitas AI Indonesia: KORIKA, AI-ID, IAII
Kecerdasan Buatan · PEBD6026 · Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomika dan Bisnis · Universitas Diponegoro